
Rambut pink aina yang terurai indah dan rambut silver yang terlihat cocok dengan wajah tampan abilerdo.
Ciuman yang terlihat romantis ditaman istana, seperti menjadi pelengkap dari pemandangan yang indah dan cantik itu.
[Apa yang dia lakukan??] Gumam aina dalam hati yang terkejut dengan wajah merona sambil berciuman dengan abilerdo.
Aina yang nampak sangat malu dan merona ini , tersadar dan mendorong tubuh abilerdo dari tubuhnya.
"Hentikan!!!" Kata aina sambil mendorong abilerdo dengan ekspresi yang sangat malu dan wajah yang merona.
Aina menatap abilerdo dengan sangat malu sambil menutupi bibirnya dengan tangannya sendiri.
Abilerdo hanya menatap aina dengan tatapan terkejut saat aina mendorong tubuhnya.
Aina mulai sedikit gugup, Tetapi dari ekspresinya terlihat kesal dengan wajah yang merona.
Aina menundukkan kepalanya sedikit karena rasa malu yang dia rasakan, dan tubuh yang sedikit gemetar karena abilerdo tiba-tiba saja mencium bibirnya itu.
Kemudian aina menatap abilerdo dan mengatakan:
"Aku...aku...Aku membencimu!!!" kata aina yang terlihat kesal dengan wajah yang merona.
Setelah mengatakan itu aina bermaksud untuk beranjak meninggalkan abilerdo, tetapi abilerdo yang terlihat terkejut dengan sikap aina, menarik lengan aina.
"Aina.. aku..." sambil menarik lengan aina.
"Lepaskan!!!" kata aina dengan nada suara yang dingin.
[Aina...??] gumam abilerdo dalam yang sangat terkejut dengan nada dingin dari suara aina dan sedikit bingung.
Aina menghempaskan tangannya dari genggaman abilerdo dengan sangat keras sambil menatap abilerdo dengan tatapan dingin.
Abilerdo yang terkejut dengan sikap dan tatapan aina yang dingin itu, tidak bisa berkata apa-apa lagi, hanya ekspresi gugup dan bingung yang terlihat dari raut wajah abilerdo.
Setelah menatap abilerdo dengan tatapan dingin, aina berbalik dan lari meninggalkan abilerdo.
Abilerdo bahkan tidak bisa menahan aina, karena sikap dingin aina yang seperti merasuk kedalam jantungnya.
Abilerdo hanya menatap aina yang pergi meninggalkannya itu.
Setelah aina masuk kedalam istana, abilerdo hanya terdiam sambil menatap tangannya yang dihempaskan oleh aina.
"Apa..apa yang aku lakukan??" gumam abilerdo sambil menatap tangannya dan sedikit terlihat gemetar.
Abilerdo terdiam dan terpaku di taman itu mengingat sikap dingin aina padanya. Dia merasa bersalah karena telah mencium aina seperti itu.
Dengan aura tubuh yang terlihat suram, abilerdo mengingat sikap aina yang dingin seakan sangat membencinya.
[Sebenarnya apa yang sudah aku lakukan?? Aku sudah membuat kesalahan!!] gumam abilerdo dalam hati sambil mengepalkan kedua jemarinya yang terlihat gugup.
[Ada apa dengan diriku?? Tanpa sadar, aku mencium aina, hanya karena kesal dengan sikapnya yang cuek itu.] Gumam abilerdo dalan hati yang sedikit bingung.
Abilerdo sendiri tidak mengerti dengan apa yang dia rasakan pada aina. Biasanya abilerdo tidak begitu menanggapi sikap aina yang jutek dan cuek padanya.
Tetapi kali ini, abilerdo seperti kesal dengan sikap aina yang cuek padanya. Dan bahkan sekarang, abilerdo merasa bersalah dan sakit hati melihat sikap dingin aina terhadap dirinya.
Abilerdo membalikkan badannya dan berjalan perlahan di area taman istana sambil memikirkan sikap aina dan sikapnya sendiri.
Tanpa sadar, abilerdo berjalan kearah chocolate garden. Dia pun terhenti dari langkahnya dan menatap chocolate garden yang sudah di hadapannya itu.
[Victoria... Apa yang sudah aku lakukan??] Gumam abilerdo sambil menatap pintu kaca chocolate garden dengan tatapan yang bersalah.
Abilerdo merasa bimbang setelah menatap chocolate garden. Rasa bersalah dihatinya seperti bercampur aduk.
Abilerdo tidak mengerti dengan apa yang dia rasakan ini, dan bahkan rasa bersalah dihatinya itu milik siapa, victoria atau aina.
[Aku merasa bersalah mencium aina karena victoria. Pasti karena itu!!] Gumam abilerdo dalam hati sambil menatap chocolate garden.
Disisi lain, dikamar aina.
Aina mengunci pintu kamarnya dan berbaring ditempat tidur karena kelelahan berlari dari taman istana.
Sambil menatap langit-langit kamarnya itu, aina memikirkan ciumannya bersama abilerdo dengan wajah yang merona.
Namun disisi lain, aina sangat kesal karena abilerdo mencuri ciuman pertamanya.
"Pria arogan itu.... ini ciuman pertamaku!!" gumam aina sambil menyentuh bibirnya dengan wajah yang merona.
"Walaupun dia pernah menyuapi aku lewat mulutnya sendiri, tetapi aku sama sekali tidak tahu dan tidak sadar." gumam aina yang terlihat kesal dengan wajah merona.
[Aku tidak pernah sedekat ini dengan seorang pria.] Gumam aina dalam hati sambil menyentuh dadanya yang seakan berdetak cepat dari dalam.
[Sentuhan bibirnya sangat lembut...] Gumam aina dalam hati sambil menyentuh bibirnya dengan jantung yang berdetak sangat cepat.
"Aarrrggg!!! Apa yang aku pikirkan??" gumam aina yang tiba-tiba berdiri dari tempat tidurnya.
"Tidak..tidak.. Hentikan pikiranmu aina!!!" gumam aina sambil mondar mandir di kamar nya sendiri dengan wajah yang merona.
Aina kembali menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur yang sangat nyaman dan empuk itu.
Semakin dia memikirkan ciuman itu, semakin membuatnya tidak mengerti apa yang dia rasakan. Perasaan bingung, gugup, marah dan senang bercampur dalam pikirannya sendiri karena ciuman abilerdo. Dan tanpa sadar aina pun tertidur.
Seminggu pun berlalu.
Sejak berciuman dengan abilerdo, sikap aina pada terhadap abilerdo semakin cuek, bahkan saat mereka berdua makan bersama ataupun berpapasan.
Aina sama sekali tidak berbicara dengan abilerdo, semua itu karena aina ingin menutupi rasa malu dan canggungnya terhadap abilerdo.
Sampai suatu ketika, abilerdo sudah tidak tahan dengan sikap aina yang seakan-akan menghindarinya selama seminggu ini.
Saat mereka makan malam bersama di ruang makan istana. Abilerdo mencoba untuk mengatakan sesuatu.
Abilerdo melirik aina, Sikap aina yang duduk makan dengan ekspresi cuek dan tidak mengatakan apapun itu membuat perasaan abilerdo sangat tidak tenang.
Abilerdo merasa sangat tersiksa karena sikap aina yang cuek padanya selama seminggu ini.
"Aina..Sampai kapan kau akan bersikap seperti ini padaku??" tanya abilerdo dengan nada yang serius dan menatap aina.
Aina sama sekali tidak memperdulikan pertanyaan abilerdo. Aina hanya makan dengan tenang dan terlihat cuek.
[Gadis ini...] gumam abilerdo dalam hati yang nampak kesal.
"Maafkan aku!!" kata abilerdo.
Aina terhenti dari makannya dan menatap abilerdo dengan ekspresi bingung.
[Sepertinya, ini adalah kata yang kau tunggu dariku.] Gumam abilerdo dalam hati sambil menatap aina.
[Maaf..?? Apa maksudnya?? Apa karena ciuman itu??] Gumam aina yang nampak bingung.
"Maaf, karena aku menciummu!!" kata abilerdo dengan tatapan yang serius.
[Maksudnya ciuman itu hanya kesalahan??] Gumam aina dalam hati yang sedikit kesal.
"Semua itu salahku!! ciuman itu hanya sebuah kesalahan. Kau jangan begitu memikirkannya!!" kata abilerdo sambil menatap aina.
[Ternyata aku salah... kupikir ciuman itu sangat berarti untuknya!! ternyata itu semua hanya kesalahan dimatanya.] gumam aina dalam hati yang mengalihkan pandangannya dari abilerdo dan sedikit menunudakkan kepalanya.
"Aku tahu kau mungkin sulit untuk memaafkanku!!" kata abilerdo.
"Kau tenang saja!! kedepannya, aku tidak akan melakukan itu lagi. Lagipula masih ada seseorang dihatiku." kata abilerdo yang terlihat serius.
[Bukankah lebih baik dia tahu bahwa aku menyukai orang lain. Dengan begitu dia tidak akan bersikap cuek lagi!! tetapi kenapa rasanya, aku sedikit tidak rela jika dia tahu!!] Gumam abilerdo dalam hati dengan tangan yang sedikit terlihat gemetar memegang sendok.
[Jadi maksud dari semuanya adalah ini!! Sepertinya kau hanya ingin, agar aku tidak salah paham dengan ciumanmu itu!!] Gumam aina dalam hati yang sedikit kesal.
"Aina...??" panggil abilerdo yang nampak bingung.
"Bukankah seorang raja seperti tidak pernah meminta maaf pada orang lain?? Jadi, kau tidak perlu meminta maaf padaku, Yang Mulia.." kata aina yang nampak dingin dan nada suara yang menekan.
[Yang Mulai?? sejak kapan gadis ini memanggilku seperti ini??] gumam abilerdo yang nampak bingung namun sedikit kesal.
"Lagipula, aku sudah melupakan kejadian itu!!" kata aina dengan nada yang dingin sambil berdiri dari tempat duduknya.
Abilerdo terkejut sekaligus kesal dengan apa yang dikatakan oleh aina.
"Baguslah kalau begitu!! Aku hanya tidak ingin membuat kau salah paham." kata abilerdo yang mencoba menutupi rasa kesalnya.
[Ciih... pria ini!!!!] gumam aina dalam hati yang nampak kesal.
"Kuharap, kau bisa bersikap seperti biasanya!! Bukankah kesalahpahaman antara kita sudah berakhir?!" kata abilerdo.
"Tentu saja!!" kata aina sambil tersenyum pada abilerdo.
[Selama ini akulah yang salah!! Aku menganggap ciumannya padaku karena dia sedikit menyukaiku, ternyata aku salah!! Selama seminggu ini, aku bahkan menghindarinya karena sangat malu dan gugup jika bertemu dengannya!! Bodohnya aku!!] Gumam aina dalam hati yang mencoba menutupi rasa kecewa dan kesalnya dibalik senyuman.
Setelah mengatakan itu, aina beranjak dan perlahan keluar dari ruang makan istana. Saat dia hendak ingin keluar, dia teringat akan sesuatu.
"Yang Mulia, aku sudah tahu!! Kau menyimpan seseorang dalam hatimu. Jadi, kau tidak perlu mengatakannya padaku. Lagipula, ciuman itu tidak berarti apa-apa bagiku!!" kata aina dengan nada dingin sambil membelakangi abilerdo yang duduk dimeja makan itu.
Abilerdo hanya duduk diam di tempat duduknya. Namun dibalik semuanya itu, abilerdo merasa kesal dengan apa yang dikatakan oleh aina.
"Dan lagi, sikapku memang seperti ini!!" kata aina dengan santainya.
Tanpa mendengar sepatah kata dari abilerdo, aina langsung keluar dari ruang makan dan meninggalkan abilerdo yang duduk terdiam dengan aura yang dingin.
...........................
Nantikan kelanjutan episodenya ya.
Maaf kalau ada salah kata.
Terima Kasih sudah membaca.