
Kinsey merasa sangat bersalah karena pertanyaannya membuat aina mengingat mimpi buruk semalam.
Elbert pun mulai menggoda kinsey.
"Kinsey.. ternyata kau bisa berekspresi seperti ini!!" kata elbert sambil menatap kinsey dengan senyuman meledek.
"Kenapa?? memangnya aku tidak bisa??" kata kinsey yang sedikit cemberut.
"Otak udangmu akhirnya berguna juga!!" kata elbert sambil menatap kepala kinsey dan tersenyum meledek.
"Memangnya meminta maaf dengan tulus butuh otak?? Dasar otak udang!!" kata kinsey yang meledek balik elbert.
"udang?? sekarang kau sudah berani meledekku juga ya??" kata elbert sambil menarik kepala kinsey.
Elbert dan kinsey saling meledek satu sama lain, mungkin bagi orang lain kata-kata mereka sangat kasar, tetapi walaupun mereka seperti itu, mereka adalah sahabat.
"Dirk, tolong aku!! elbert, jangan sentuh kepalaku!!" kata kinsey yang terlihat cemberut.
Kinsey dan elbert tak hentinya saling meledek, kamar aina yang sunyi menjadi ramai dengan canda tawa mereka.
Sesekali abilerdo tersenyum walaupun hanya sepintas saja, begitu pula dengan dirk. Dirk tipe orang yang pendiam dan tak suka banyak bicara, ekspresinya selalu datar tetapi tetap terlihat tampan.
Dirk tidak mudah bergaul dengan orang lain, apalagi tersenyum atau tertawa bersama orang lain.
"puft!!" suara aina yang menahan tawa.
Elbert dan kinsey terhenti melihat aina, begitu juga dengan abilerdo dan dirk, yang tiba-tiba terkejut melihat aina yang terlihat menahan tawa.
Aina pun menatap mereka berempat.
"Terima Kasih!!" Kata aina dengan tulus sambil tersenyum manis.
Elbert dan kinsey pun tersenyum balik kepada aina, dan dirk hanya menatap aina dengan tatapan datar, tetapi sebenarnya dirk juga merasakan hal yang sama seperti elbert dan kinsey.
Mereka sangat lega melihat aina yang bisa tersenyum.
Abikerdo juga terlihat tersenyum kecil dan sedikit merona.
Keempat pria tampan yang ada dihadapan aina membuat aina merasa dilindungi, dan aina juga merasakan betapa tulusnya mereka pada aina.
[Yuki, sekarang aku tidak merasa sendiri lagi!! Disini ada orang-orang yang begitu peduli padaku dengan tulus. Yuki, aku berharap kau baik-baik saja sampai kita bertemu lagi!! Aku janji, aku pasti akan menemukan mu!!] Gumam aina dalam hati sambil tersenyum.
[Yuki, dimanapun kau berada!! Ketahuilah bahwa masih ada orang yang akan selalu menyayangi dan melindungi mu!!] Gumam aina dalam hati.
Hari demi hari aina lewati tanpa beban, dia melewati hari-hari nya di istana dengan canda, tawa, marah, kesal, dan sedih.
Tetapi semua itu aina lewati bersama orang-orang yang menganggap dirinya adalah sebagai teman yang penting.
Aina merasa sangat bersyukur memiliki orang-orang yang begitu peduli padanya.
Walaupun aina sangat merindukan yuki dan sesekali aina terlihat murung dan sedih memikirkan yuki, tetapi ada begitu banyak orang yang selalu menghiburnya termasuk abilerdo.
Dengan adanya aina, istana terasa begitu hidup. Ya walaupun aina dijuluki sebagai putri yang jutek.
Aina terkenal dengan kejutekannya di kerajaan kunstkring.
Semua itu bermula saat pesta kerajaan yang lalu. Aina keluar dari pesta dengan ekspresi dingin dan tanpa menyapa siapapun saat itu.
Dan bahkan aina tidak mengikuti pesta sampai berakhir, akhirnya perdana menteri harus mencari alasan untuk membuat para bangsawan tidak memikirkan sikap aina.
Walaupun demikian, tidak semua orang bisa menerima alasan tersebut. Beberapa orang menganggap aina adalah seorang putri yang sangat sombong dan jutek, sekalipun mereka mengakui kecantikan aina yang tiada banding nya.
Rumor tentang aina pun beradar dengan cepat di seluruh kerajaan kunstring sampai ke kerajaan yang lain juga. Apalagi aina sama sekali tidak bergaul di kalangan bangsawan, membuat rumor itu semakin melekat dipikiran para bangsawan dan rakyat kerajaan kunstkring.
"Tuan putri, ternyata kau berada disini!!" kata lyli yang hosh-hoshan mencari aina.
[Kenapa lagi dengannya??] gumam aina dalam hati yang hanya menatap lyli dengan datar.
"Tuan putri, apa kau lupa hari ini.. itu??" kata lyli yang terhenti karena kecapean berlari.
"Haduhhh lyli.... sebaiknya kau tarik nafas yang dalam dan buang perlahan." kata aina sambil menggelengkan kepalanya.
"Kau tidak lihat!! aku sedang menikmati pemandangan taman di sore hari yang indah ini." kata aina sambil menghirup udara yang sejuk dan harum itu.
"Kenapa tuan putri suka sekali datang ke taman ini, padahal kan banyak taman yang lain dan tak kalah cantiknya juga." Kata lyli dengan ekspresi bingung.
"Apa kau tidak bisa lihat, taman ini hanya dihiasi oleh satu bunga saja. Coba lihat rose pink ini, sangat cantik!!" kata aina yang berbinar-binar.
"Dan juga wanginya sangat harum!!" kata aina sambil mencium aroma rose pink itu.
"Tuan putri, taman istana masih banyak bunga yang lebih indah daripada ini." kata lyli sambil tersenyum.
"Ya..ya.. tuan putri, anda memang cantik!!" kata lyli dengan nada terpaksa.
Aina tiba-tiba menjadi malu, dan merasa aneh pada dirinya.
[Bisa-bisanya aku berkata diriku cantik pada orang lain, semakin lama di istana semakin aku lupa diriku yang sebenarnya] gumam aina dalam hati.
"Ehhm.. Maksudku bukan aku yang cantik tapi taman rose pink ini, yang pasti aku lebih suka dengan bunga ini daripada yang lain." kata aina dengan sikap yang dingin dan wajah yang merona.
[Tuan Putriku, tanpa anda katakan juga, semua orang tahu kalau anda sangat cantik, jadi jangan bersikap tidak percaya diri begitu!!] Gumam lyli dalam hati sambil menghela nafas.
"Tuan putri, kenapa anda masih disini?? seharusnya anda bersiap-siap dulu." kata karin yang tiba-tiba datang.
"Lyli bukankah seharunya kau membawa tuan putri untuk bersiap-siap??" kata karin yang terdengar mengomeli lyli.
"Iya..itu.." kata lyli yang sedikit gugup.
[Semakin hari sikap karin seperti ibu-ibu yang sedang mengomel] Gumam aina dalam hati sambil menghela nafas.
Dilihat dari umur, karin memang lebih tua dari lyli dan aina, itulah kenapa karin lebih terlihat dewasa dan tentu saja sangat peduli dengan aina.
"Tuan putri, bukankah hari ini anda di undang untuk hadir di pesta ulang tahun nona Kimberly??" kata karin.
"Iya benar, tapi aku tidak ingin pergi!!" kata aina dengan nada dingin.
[Apa!! Lagi???] gumam lyli dan karin dalam hati dengan ekspresi terkejut.
"Tapi tuan putri, jika anda tidak hadir, rumor yang beredar tentang anda, akan semakin menjadi-jadi." kata karin dengan nada khawatir.
"Benar tuan putri, bukankah anda sudah terlalu sering tidak hadir dalam pesta yang diadakan oleh para bangsawan??" kata lyli.
"Aku hanya tidak suka dengan keramaian!! dan aku juga tidak kenal yang namanya nona Kimberly itu!!" kata aina dengan nada dingin.
"Yaa ampun tuan putri, apa anda sudah lupa dengan nona Kimberly??" kata lyli dengan ekspresi kebingungan.
"Apa aku harus ingat!!" kata aina dengan nada dingin.
[Tuan putri, ternyata rumor putri adalah putri jutek bukan isapan jempol belaka.] Gumam lyli dalam hati yang tertawa kecil.
"Tuan putri, bukankah kemarin aku sudah menceritakan tentang putri-putri bangsawan yang ada di kerajaan kunstkring. Apa putri sudah lupa??" kata karin dengan nada khawatir.
Karin dan lyli memang sudah menceritakan beberapa putri-putri bangsawan kepada aina, dengan begitu aina bisa bergaul dengan para putri bangsawan itu.
Tetapi setiap mengadakan pesta bangsawan, aina selalu tidak hadir, menurutnya itu sangat membosankan jika harus bergaul dengan para bangsawan yang kaya itu.
"Aku lupa!!" kata aina dengan nada dingin.
[Sebenarnya sih aku memang tidak ingin mengingat mereka, lagipula aku sudah bisa menebak apa yang dipikirkan oleh para putri bangsawan yang kaya raya itu] Gumam aina dalan hati.
"Tapi tuan putri, nona Kimberly adalah putri perdana menteri dan juga adalah adik dari tuan kinsey!!" kata karin sambil tersenyum.
[APA!!!] Gumam aina dalam hati yang terkejut mendengar perkataan lyli.
Aina langsung berdiri dari tempat duduk yang di taman rose pink.
"Ayo!!!" kata aina sambil berlari.
"Kemana tuan putri??" tanya lyli.
"Kemana lagi!!Tentu saja bersiap-siap!!" kata aina sambil berlari masuk keistana.
"Berhasil karin, kamu pintar." kata lyli dengan tersenyum.
"Jika mengungkit nama tuan kinsey, tuan putri pasti setujuh untuk pergi ke pesta!!" kata karin.
Karin dan lyli menyusul aina yang berlari masuk ke istana. Aina sama sekali tidak tahu bahwa Kimberly adalah adik dari kinsey.
Mana mungkin aina menolak ke pesta ulang tahun kimberly, jika itu adalah adik dari teman baiknya sendiri.
............................
Nantikan kelanjutan episodenya ya.
Jangan lupa vote, favorit kan dan like setiap episodenya.
Maaf kalau ada salah kata.
Terima Kasih sudah membaca