
Seiring berjalanannya waktu, abilerdo dan victoria semakin akrab.
Pembawaan victoria yang lemah lembut, murah senyum dan baik hati, mampu mencairkan gunung es di hati abilerdo.
Kematian tragis orang tua abilerdo, membuat kesedihan yang dalam bagi abilerdo. Kekosongan dihati abilerdo seperti diisi dengan segunung es yang tak mampu mencari.
Tetapi kehadiran victoria, mampu mengisi kekosongan dalam hati abilerdo. Kehangatan yang selalu dipancarkan victoria dari senyuman manisnya, bisa membuat ke bahagia tersendiri di hati abilerdo.
Perasaan abilerdo dan victoria pun mulai tumbuh, keduanya seperti memiliki perasaan yang sama antara satu dengan yang lain.
Istana yang dingin itu, menjadi hangat karena kehadiran gadis cantik yang bagaikan matahari. Dia menyinari hati abilerdo dengan kehangatan senyumannya.
"Yang Mulia...!!" panggil victoria sambil tersenyum.
Abilerdo berbalik mendengar suara yang sangat dikenal memanggilnya. Dia pun menatap victoria dengan senyuman.
Victoria menghampiri abilerdo yang berdiri memandang taman istana.
"Kau sudah datang." kata abilerdo sambil tersenyum.
"Apa yang kau lakukan disini??" tanya victoria.
"Menunggumu." kata abilerdo yang sedikit merona.
Victoria terdiam dengan wajah yang merona juga.
Abilerdo sering membuat janji bertemu di taman istana bersama victoria, Karena abilerdo tahu bahwa victoria sangat menyukai bunga.
"Kenapa wajahmu memerah??" tanya abilerdo yang terdengar sedikit menggoda victoria.
"Ti..tidak.. Mungkin karena matahari yang sangat terik." kata victoria yang terlihat gugup.
Victoria dengan cepat mengalihkan pandangannya.
"Yang Mulia, coba lihat!! bunga rose pink ini sangat cantik." kata victoria yang mencoba menghilangkan rasa gugupnya.
"Iya, sangat cantik!!" kata abilerdo sambil menatap victoria.
Victoria semakin gugup dan memerah.
"Yang Mulia, sepertinya anda sangat menyukai rose pink!! Kalau dilihat-lihat, di taman bagian ini hanya ada rose pink saja, berbeda dengan taman yang lain." kata victoria yang mengalihkan pembicaraan.
Abilerdo hanya tersenyum menatap tingkah victoria yang terlihat sangat gugup dan malu-malu itu.
"Victoria, bisakah kau tidak memanggilku dengan sebutan Yang Mulia??" tanya abilerdo dengan nada serius.
"Tapi...??" kata victoria dengan ekspresi terkejut dan bingung.
"Aku hanya merasa panggilan itu memiliki jarak antara kita." kata abilerdo dengan wajah sedikit merona.
[Kita..??] Gumam victoria dalam hati dengan wajah merah.
"Kenapa kau hanya diam seperti orang bodoh??" kata abilerdo sambil menggoda victoria.
"Aku tidak bodoh!!" kata victoria dengan ekspresi cemberut yang imut.
"Puft.." suara abilerdo yang menahan tawa melihat wajah victoria.
"Apa ada yang lucu??" tanya victoria sambil cemberut.
"Tidak!! Pokoknya kau tidak boleh memanggilku, Yang mulia. Ini perintah!!" kata abilerdo sambil tersenyum.
[Mana ada seorang raja yang memberi perintah dengan senyuman seperti itu!!] Gumam victoria dalam hati dengan wajah merona.
"Victoria, aku ingin mengatakan sesuatu!!" kata abilerdo dengan nada serius.
"Abi.. Aku menyukaimu!!" kata victoria dengan lembut yang secara tiba-tiba.
[Ya Tuhan.. Kenapa mulutku seperti ini?? Ini lebih dari kata memalukan!!] Gumam victoria dalam hati yang terlihat gugup dan merona.
Abilerdo sangat terkejut dengan apa yang dikatakan victoria.
[Bukankah seharusnya aku yang lebih dulu mengatakannya??] Gumam abilerdo dalam hati dengan wajah merona.
Abilerdo merasa kalah selangkah dari victora. Kata-kata itu seharusnya dikatakan oleh seorang pria terhadap gadis yang disukainya.
Victoria menatap abilerdo dengan wajah merona, tetapi dia merasa mungkin sudah melakukan kesalahan.
Abilerdo yang hanya diam itu, membuat victoria salah tingkah. Victoria berfikir, mungkin abilerdo hanya menganggapnya sebagai sahabat.
Ekspresi kecewa victoria mulai terlihat, dia membalikkan badannya dari abilerdo, karena rasa malu dan kecewa.
"Maaf.. seharusnya aku tidak mengatakan itu." Kata victoria dengan nada kecewa.
[Kenapa dia hanya keberetan dengan nama panggilannya saja?? bukankah...??] gumam victoria dalam hati dengan ekspresi kaget.
Victoria masih membelakangi abilerdo, dia masih malu untuk menatap abilerdo.
"Victoria, kenapa kau tidak menatapku??" tanya abilerdo.
"Aku..aku... Ma......af.." kata victoria yang terdengar terpatah-patah.
Perkataan victoria terdengar terpatah-patah karena abilerdo tiba-tiba menarik lengan victoria dan membuat tubuh victoria berbalik kearahnya dengan cepat, kemudian mencium bibir victoria dengan lembut.
Ekspresi kaget victoria, karena bibir abilerdo bersentuhan dengan bibirnya. Tetapi disisi lain ada perasaan tidak ingin melepaskan sentuhan itu.
Dengan wajah yang merona dari mereka berdua dan ciuman pertama yang terasa hangat.
Setelah beberapa menit, kedua bibir itu lepas secara perlahan. Abilerdo dan victoria saling menatap dengan wajah merona.
Abilerdo langsung memeluk victoria.
"Lain kali, harus aku yang mengatakannya lebih dulu." kata abilerdo dengan lembut.
"Ya..." kata victoria dengan wajah merona sambil memeluk balik abilerdo.
Keindahan taman rose pink membuat pelukan abilerdo dan victoria terlihat sangat romantis dan bahagia.
Beberapa bulan kemudian, abilerdo melamar victoria. Mereka pun melangsungkan pesta pertunangan.
Tetapi mereka tidak bisa langsung menikah, karena abilerdo masih harus melanjutkan studinya di sekolah bangsawan.
Dan lagi, umur victoria yang baru akan memasuki 13 tahun, Tetapi didunia ini pertunangan dan pernikahan keluarga kerajaan sangatlah penting, walaupun belum 17 tahun.
Sebenarnya umur abilerdo dan victoria sudah bisa menikah, apalagi abilerdo adalah seorang raja walaupun umurnya masih 15 tahun.
Bagi seorang raja tentu harus memiliki seorang ratu yang ada disampingnya, dan bagi seorang gadis bangsawan, umur 15 belas tahun sudah bisa menikah.
Abilerdo dan victoria pun membuat janji, jika umur abilerdo 17 tahun dan victoria 15 tahun, mereka akan melangsungkan acara pernikahan.
Tetapi mereka belum bisa memberikan keturanan karena harus menunggu victoria berumur 17 tahun.
Berapa tahun menunggu tidak akan membuat abilerdo dan victoria kehilangan cinta yang mereka rasakan.
Asalkan mereka selalu bersama, itu jauh lebih berarti dari apapun.
Setelah abilerdo dan victoria bertunangan, victoria pindah ke istana kerajaan. Disitu victoria dilatih untuk menjadi seorang ratu.
Dirk, elbert, kinsey, kimberly, perdana menteri dan istrinya sangat senang melihat senyuman abilerdo yang dulu hilang, kini bisa kembali lagi.
Victoria bisa menjadi sahabat dan saudara yang baik untuk dirk, elbert, kinsey dan Kimberly.
Kecantikan, keanggunan, kelembutan victoria, bisa menjadi pasangan yang sempurna untuk abilerdo.
Setiap harinya, istana dipenuhi dengan canda tawa dan kebahagiaan.
Kesedihan dan kekosongan seakan hilang karena senyuman kebahagiaan dari orang- orang terdekat.
Tetapi tidak ada yang tahu, kebahagiaan yang terlihat sangat jelas membuat kehabagiaan itu bisa dihancurkan dengan mudahnya.
Diluar sana, ada orang yang tidak ingin melihat raja abilerdo tersenyum bahagia.
Demi mendapatkan kekuasaan, dia mencoba segala cara untuk menyingkirkan raja kunstkring. Hanya jika mendapatkan kerajaan kunstkring, dia bisa mendapatkan kerajaan yang lainnya dengan mudah.
Itu semua karena, kerajaan kunstkring adalah kerajaan terbesar dan terkuat di dunia ini.
Untuk dapat mengalahkan kerajaan kunstkring, harus mengalahkan sang raja terlebih dahulu.
Dengan kebahagiaan yang selalu dipancarkan oleh abilerdo, membuat orang yang membecinya ingin segera menghancurkannya.
Kebahagiaan abilerdo datang dari kehadiran seseorang yang sangat penting dihatinya.
Kerena itu, untuk menghancurkan abilerdo, harus menyerang hatinya terlebih dahulu.
Musuh abilerdo sangat ingin menghancurkan kebahagiaannya, yaitu victoria.
.............................
Nantikan kelanjutan episodenya ya.
Jangan lupa vote, favoritkan dan like setiap episodenya 😊
Maaf kalau ada salah kata.
Terima Kasih sudah membaca.