The Legend Of Sun Queen

The Legend Of Sun Queen
Ledakan yang tiba-tiba



Dua Tahun kemudian,


Istana di sibukkan dengan pesta pernikahan abilerdo dan victoria.


"Victoria, seminggu lagi kau akan menjadi seorang ratu." kata Kimberly.


Victoria hanya diam dengan wajah yang merona dan terlihat malu-malu.


Victoria dan Kimberly sedang menikmati secangkir teh di taman belakang istana sambil bercakap-capak.


"Sepupuku yang cantik!!!" teriak kinsey dari kejauhan.


"Selalu saja teriak seperti orang gila!!" gumam Kimberly sambil menatap kinsey.


Victoria tersenyum melihat Kimberly yang bergumam sendiri.


Kinsey, elbert dan dirk menghampiri victoria dan kimberly.


"Yang Mulia Ratu, seperti biasa. Kau terlihat cantik hari ini." Kata elbert sambil mencium tangan victoria.


"Ooeekkk!!" suara Kimberly yang seakan-akan ingin muntah melihat elbert.


Dengan cepat dirk, memisahkan tangan elbert dari victoria.


"Apa yang kau lakukan??" tanya elbert sambil menatap dingin Dirk.


"Tangan Yang Mulia bisa kotor karena kau." kata dirk dengan nada datar.


"Kau.." kata elbert dengan wajah kesal.


"puft.." suara kinsey dan Kimberly sambil menahan tawan.


"Kerja bagus dirk." kata Kinsey sambil tertawa.


"Jangan coba-coba menggoda victoria seperti gadis-gadis yang selalu kau permainkan." kata Kimberly dengan nada menyindir.


"Terima kasih atas pujianmu." kata elbert dengan sombongnya.


"Itu bukan pujian." gumam Kimberly yang terlihat jijik dengan nada suara yang kecil.


"Ayolah, jangan berwajah seperti itu. Bukankah aku terlihat tampan di matamu." kata elbert dengan sombongnya sambil menatap Kimberly.


"Tampangmu banyak bisa ditemukan di pasar." kata Kimberly dengan wajah dingin.


[Apa!!] Gumam elbert dalam hati dengan wajah suram.


Elbert tak dapat membalas ejekan Kimberly. Kinsey tertawa dengan kerasnya mendengar ejekan Kimberly pada elbert, dan dirk tersenyum kecil melihat ekspresi elbert yang terlihat suram.


Victoria tersenyum melihat tingkah saudara dan sahabatnya itu.


"Apa yang kalian lakukan??" tanya abilerdo yang tiba-tiba datang.


Victoria merona melihat abilerdo yang berjalan kearah mereka.


"Kak abi..." panggil Kimberly.


[kak..abi..??] Gumam abilerdo dalam hati.


"Kimmy, panggilanmu kenapa berubah lagi??" tanya elbert.


"Kerena aku tak sengaja mendengar victoria memanggil Yang Mulia dengan sebutan abi. Jika dipikir-pikir nama itu imut juga." kata Kimberly sambil tersenyum.


"Kau ini, kemarin kak abilerdo, terus kak Yang Mulia, dan sekarang berubah lagi. Dasar!!" kata elbert sambil menggeleng kepala.


Victoria merona mendengar apa yang dikatakan Kimberly.


Victoria, memanggil abilerdo dengan nama kecil abi. Sebenarnya panggilan itu memiliki arti untuk victoria dan abilerdo.


Nama abi adalah panggilan pertama victoria kepada abilerdo. Bagi victoria, nama itu merupakan nama kesayangan victoria untuk abilerdo.


"Kimmy, nama itu..." kata abilerdo yang terhenti.


"Bukankah terdengar bagus." kata victoria sambil tersenyum.


Abilerdo merona melihat victoria dan tidak bisa melarang Kimberly untuk tidak memanggilnya dengan sebutan "abi".


Tetapi dengan perkataan victoria yang menyela itu, abilerdo mengerti bahwa victoria tidak keberatan jika ada orang lain yang juga memanggil abilerdo dengan sebutan itu.


Disisi lain, dirk, kinsey, dan elbert terkejut mendengar victoria yang menyela perkataan raja mereka. Bahkan mereka tidak habis pikir, bahwa abilerdo tidak langsung memerahi victoria, malahan abilerdo terdiam dengan wajah merona.


[Yang Mulia, benar-benar sudah jatuh cinta.] Gumam elbert, dirk dan kinsey dalam hati.


Kimberly yang masih polos itu, tidak mengerti dengan situasi yang terjadi. Dia hanya tersenyum dengan wajah polosnya itu.


"Victoria, maukah kau berjalan-jalan bersamaku??" Tanya abilerdo dengan wajah merona.


"Tentu saja." kata victoria sambil tersenyum.


Abilerdo dan victoria berjalan kearah tengah taman istana.


Dirk, elbert, kinsey dan Kimberly tidak mengikuti mereka. Mereka mengerti bahwa abilerdo ingin berjalan berdua dengan calon ratu nya itu.


Sesampainya di tengah taman istana, victoria terhenti dan menatap bingung.


"Abi.. kenapa taman ini kosong?? padahal ini tepat di tengah taman istana." Tanya victoria yang kebingungan.


"Karena aku ingin membangung sesuatu disini." kata abilerdo.


"Apa itu??" tanya victoria yang nampak bingung.


"Rahasia!! Jika sudah selesai, aku akan menunjukan nya padamu." kata abilerdo sambil tersenyum menatap victoria.


Victoria nampak masih bingung.


"Kenapa sih harus jadi rahasia??" kata victoria yang terlihat cemberut.


Abilerdo tersenyum melihat victoria yang cemberut.


"Kenapa kau hanya tersenyum!!" kata victoria yang terlihat cemberut.


"Karena tingkah mu sangat imut." kata abilerdo sambil tersenyum.


"Kau..." Kata victoria dengan wajah merona.


"Ya sudah kalau tidak ingin bilang." kata victoria sambil ngambek dan membalikkan tubuhnya dari abilerdo.


"Victoria, bersediakah kau menikah denganku??" tanya abilerdo sambil berlutut memberikan cincin.


Victoria terkejut dan langsung membalikkan tubuhnya, dia merona melihat abilerdo yang berlutut dihadapannya dengan memengang sebuah cincin.


"Pernikahan kita seminggu lagi, tetapi aku belum melamarmu dengan resmi. Sebenarnya jika taman ini sudah selesai direnovasi, aku ingin melamarmu di taman ini." kata abilerdo dengan wajah merona.


"Abi..." kata victoria yang terlihat menahan tangis bahagianya.


Victoria berlutut dan mendekat kearah abilerdo dan memeluk abilerdo dengan pelukan yang lembut.


"Tentu saja aku bersedia!!" kata victoria sambil memeluk abilerdo.


Abilerdo sedikit terkejut karena victoria berlutut juga dan memeluknya. Dengan wajah merona, abilerdo juga memeluk victoria dengan lembut.


Senyum kebahagiaan terpancar dari raut wajah abilerdo dan victoria. Abilerdo memakaikan cincin dijari tengah victoria.


Dengan raut wajah yang bahagia, abilerdo sudah tidak sabar menanti hari bahagianya bersama victoria.


Sehari sebelum pesta pernikahan raja abilerdo dan victoria, istana terlihat lebih sibuk dengan persiapan pesta.


Malamnya aula istana didekor menjadi sangat mewah dan megah.


Abilerdo menyempatkan diri untuk melihat aula istana yang sangat indah itu, sambil membayangkan dirinya bersama victoria akan berdiri dialtar pada besok hari.


"Yang Mulia, apa yang anda lakukan disini sendirian??" tenya perdana menteri yang menghampiri abilerdo.


"Perdana menteri, kenapa kau masih disini?? kupikir kau sudah pulang untuk beristirahat??" Tanya abilerdo.


"Aku hanya ingin memastikan apakah semua persiapan sudah selesai." kata perdana menteri.


"Yang Mulia, dimana ketiga pengawal anda??" tanya perdana menteri.


"Aku sudah menyuruh mereka untuk beristirahat di kamar mereka. Oh iya, Kimberly juga menginap disini, sepertinya dia juga terlihat kelelahan, jadi aku tidak menyuruh pulang." kata abilerdo.


Perdana menteri ikut bahagia melihat abilerdo yang terlihat sangat bahagia itu.


Abilerdo nampak tidak sabar menanti hari esok, dia masih berdiri menatap aula istana sambil ditemani oleh perdana menteri.


Victoria tidur dengan nyenyak di kamarnya dengan mimpi indah yang menghiasi tidurnya, sesekali dia tersenyum dalam tidurnya.


DUUAARRR!!!! Bunyi suara ledakan dari luar istana yang dekat dengan kamar victoria.


Abilerdo dan perdana menteri kaget mendengar suara ledakan itu.


"Yang Mulia, diluar sepertinya ada ledakan!!" kata salah satu pengawal abilerdo yang masuk dengan cepat.


"Beraninya mereka menyerang istana. Suruh para pengawal istana untuk bersiap!!" kata perdana menteri.


"Baik!!" kata salah satu pengawal istana.


Abilerdo dan perdana menteri bergegas keluar untuk melihat dimana letak arah ledakan itu.


Dirk, elbert dan kinsey terbangun mendengar suara ledakan dan bergegas keluar dari kamar mereka.


Kimberly yang juga terbangun mendengar ledakan itu, dia berjalan kearah jendela dan melihat sebuah salah satu taman istana hancur, dan itu tepat disamping kamar victoria.


Kimberly bergegas keluar dari kamarnya dan berlari kekamar victoria dengan wajah khawatir.


TOK..TOK..TOK!! Bunyi pintu kamar victoria terdengar sangat keras. Kimberly mencoba membuka kamar victoria, tetapi pintunya di kunci dari dalam.


Victoria terbangun mendengar suara ketukan pintu yang sangat keras. Dalam keadaan setengah sadar dia bangun dan menatap arah jendela kamarnya dengan posisi duduk ditempat tidur.


"Kenapa diluar terlihat cahaya api??" gumam victoria yang masih setengah sadar.


"VICTORIA!! APA KAU BAIK-BAIK SAJA??" Teriakan Kimberly di balik pintu kamar victoria.


Victoria tersadar dan bergegas membuka pintu kamarnya.


"Syukurlah kau tidak apa-apa!!" kata Kimberly yang lega setelah melihat victoria.


"Apa yang terjadi?? kenapa diluar ada kobaran api??" tanya victoria dengan wajah kebingungan.


"Aku juga tidak tahu!! tiba-tiba saja ada suara ledakan." kata Kimberly.


"Apa?? ledakan??" kata victoria dengan ekspresi terkejut.


"Sebaiknya kita keluar dulu." kata Kimberly yang terdengar panik.


Kimberly menarik tangan victoria, saat mereka hendak keluar dari kamar victoria, tiba-tiba pintu kamar victoria tertutup dengan sendirinya.


"Apa?? kenapa pintunya tertutup??" gumam Kimberly yang terdengar panik.


Victoria mencoba membuka pintu, tetapi pintu itu tidak terbuka.


Kimberly pun memakai soul energy untuk menghancurkan pintu itu, tetapi tetap tidak bisa.


Victoria merasa bersalah pada Kimberly karena dia tidak memiliki kekuatan apapun untuk membantu Kimberly.


Mereka berdua pun terjebak dalam kamar victoria.


"Victoria, sebaiknya kita lewat jendela saja." kata Kimberly.


"Tapi ini di lantai dua, bagaimana bisa kita???" tanya victoria dengan wajah kebingungan.


"Tenang saja, aku kan punya soul energy." kata Kimberly.


"Maaf, sepertinya aku tidak bisa membantu!! malahan membuatmu terjebak disini bersamaku." kata victoria dengan wajah sedih.


"Jangan berwajah seperti itu!! Lagipula kak abi dan yang lain pasti akan segera datang." kata Kimberly yang mencoba menenangkan victoria.


Disisi lain.


Abilerdo dan perdana menteri sudah berada di luar istana.


"Yang Mulia, apa anda baik-baik saja??" tanya Dirk dengan wajah khawatir sambil berlari kearah abilerdo.


Elbert dan kinsey juga berlari di belakang Dirk dengan wajah khawatir menghampiri abilerdo.


Abilerdo tidak mendengar apa yang ditanyakan oleh Dirk. Dia terfokus untuk melihat arah ledakan itu.


Kobaran api yang begitu besar menghanguskan salah satu taman istana, ledakan yang kuat menghancurkan sebagian tiang istana yang di Samping taman.


Abilerdo dan yang lainnya menatap titik ledakan itu.


"Yang Mulia, bukankah itu...??" tanya elbert dengan ekspresi panik.


Abilerdo terlihat panik ketika melihat titik ledakan yang berada di samping kamar victoria. Bukan hanya dia saja, tetapi perdana menteri, Dirk, kinsey dan elbert juga sangat panik melihat titik ledakan itu.


[Victoria...] Gumam abilerdo dalam hati dengan wajah khawatir dan panik.


........................................


Nantikan kelanjutan episodenya ya.


Jangan lupa vote, favorit kan dan like setiap episodenya.


Maaf kalau ada salah kata.


Terima Kasih sudah membaca.