
Sebulan kemudian.
[Ya ampun aina, kenapa kau tidak bisa mengatakannya?? Sudah sebulan, tetapi aku sama sekali tidak bisa mengatakan maaf pada abilerdo.] Gumam aina dalam hati sambil duduk di taman rose pink.
"Aargghh!!!" gumam aina sambil mengacak rambutnya.
"Tuan putri, apa anda baik-baik saja??" tanya karin dengan ekspresi bingung.
Aina langsung duduk diam tanpa menjawab pertanyaan karin, dia tidak menyadari bahwa dia bergumam sendiri.
[Kata kimberly, rambut gold victoria sangat indah. Aku jadi teringat pada yuki yang juga memiliki rambut gold yang indah..hmm] gumam aina dalam hati sambil menghela nafas mengingat yuki.
Karin dan lyli saling menatap kebingungan melihat tingkah aina yang agak aneh. Mereka juga bisa menyadari, selama sebulan ini sikap aina sangat aneh ketika bertemu abilerdo, seperti ada sebuah kata yang tak bisa di ucap.
Seperti biasa, aina selalu menghabiskan waktunya di taman rose pink dan selalu di temani oleh kedua pelayannya itu. Sesekali Kimberly datang untuk menemani aina.
Disisi lain, di ruangan kerja abilerdo.
Abilerdo sedang berbicara dengan alfred tentang informasi yang dia dapatkan dan abilerdo selalu di temani oleh dirk, elbert dan kinsey.
Perdana menteri juga, setiap hari selalu datang untuk melapor semua keadaan dan situasi yang terjadi di ibu kota dan berbagai wilayah lainnya.
"Apa tidak ada informasi lagi??" tanya abilerdo pada alfred.
"Sejauh ini tidak ada yang mulia." kata alfred.
"Kau sudah bisa pergi." kata abilerdo.
"Kalau begitu saya permisi dulu." kata alfred sambil membungkuk.
Alfred pun mulai beranjak keluar dari ruang kerja abilerdo.
"Oh iya, apa ada berita tentang gadis itu??" tanya abilerdo.
"Maaf Yang Mulia, sampai sekarang saya belum mendapatkan informasi tentang gadis yang dikatakan oleh anda. Tetapi saya sudah menyebarkan informasi ini di seluruh wilayah kerajaan kunskring." kata alfred yang berbalik ketika abilerdo bertanya.
"Baiklah." kata abilerdo.
Alfred pun pergi dari ruang kerja abilerdo. Sudah cukup lama tetapi tidak ada yang melihat seorang gadis yang bernama yuki.
Abilerdo sudah lama memerintahkan alfred untuk mencari sahabat aina itu, Bahkan seluruh wilayah kerajaan kunstkring sudah di berikan informasi ini.
"Yang Mulia, kita pasti bisa menemukan sahabat ai.. maksud saya tuan putri." kata Dirk.
[Ya ampun, orang ini kenapa begitu kaku??] Gumam elbert dalam hati sambil menggelengkan kepalanya dan menatap Dirk.
Abilerdo hanya diam dengan ekspresi berfikir. Dia takut jika memikirkan tentang kepedihan aina karena tidak bisa menemukan sahabatnya itu.
Sejak awal bertemu aina, abilerdo merasakan sesuatu yang aneh dengan aura aina. Abilerdo tidak bisa untuk tidak peduli pada aina, dia sendiri tidak bisa mengerti kenapa dia bisa seperti itu pada aina.
Senja mulai terlihat,
aina yang duduk di taman rose pink, kembali masuk kedalam istana untuk bersiap makan malam bersama abilerdo.
Abilerdo dan Aina sudah terbiasa makan bersama, kadang mereka ditemani oleh Dirk, elbert, kinsey dan kimberly.
Aina sendiri sudah terbiasa dengan keberadaan abilerdo, dirk, elbert, kinsey dan Kimberly. Semakin hari mereka semakin akrab.
Tok..Tok..Tok!! Suara pintu kamar aina.
"Siapa???." kata aina yang duduk di dekat jendela kamarnya.
Pintu kamar aina langsung terbuka disaat aina ingin bertanya pada karin yang ada diluar.
"Aina!!" panggil Kimberly sambil berjalan masuk kedalam kamar aina.
[Gadis ini.] Gumam aina dalam hati.
Karin menutup kembali pintu kamar aina.
"Apa yang kau lakukan disini?? hari sudah hampir malam loh." tanya aina dengan wajah bingung.
"Aku datang untuk makan malam bersama kalian!! Dirk, elbert dan kakakku juga akan makan bersama. Jarang loh kita makan bersama." kata Kimberly dengan penuh semangat.
[Bukankah itu baru dua hari yang lalu.] Gumam aina dalam hati.
"Loh??" gumam aina.
"Aku belajar kata itu darimu!! Setiap kali kau berbicara selalu saja ada kata yang aneh." kata Kimberly dengan penuh semangat.
"Apa semua kata yang aneh itu berasal dari duniamu??" tanya Kimberly.
[Aneh??] gumam aina dalam hati sambil menghela nafas.
Memang ada banyak perbedaan antara dunia aina tinggal dan dunia abilerdo. Salah satunya kata yang selalu mereka ucapkan.
Bagi Aina, cara bicara abilerdo dan yang lain terdengar terlalu formal, begitu sebaliknya, cara bicara aina selalu saja ada kata yang aneh bagi mereka. Tetapi aina yang cuek, tidak memperdulikan itu dan selalu bicara apa adanya.
Aina dan Kimberly berjalan masuk ke ruang makan istana. Abilerdo, Dirk, elbert dan kinsey juga sudah berada disana.
Biasanya abilerdo makan sendirian di istana sejak victoria meninggal, bahkan ketiga sahabatnya itu, sangat jarang untuk makan bersama abilerdo, karena takut menggangunya.
Tetapi sejak aina datang, abilerdo sering memanggil mereka berempat untuk makan malam bersama. Abilerdo hanya tidak ingin, aina merasa kesepian di dalam istana.
Awalnya dirk, elbert dan Kimberly merasa aneh dan bingung karena abilerdo sering memanggil mereka untuk makan malam bersama. Namum lama kelamaan, mereka sudah terbiasa.
Setelah makan malam, mereka berbicang-bincang dan bercada tawa bersama, walaupun beberapa dari mereka ada yang terlihat dingin dan kaku. Namun itu bukan berarti mereka tidak suka dengan kebersamaan itu.
Setelah beberapa saat, mereka semua pun kembali kekamar masing-masing untuk beristirahat.
Aina terlihat ingin mengucapkan sesuatu pada abilerdo, namun perkataannya tertahan karena kehadiran keempat temannya itu.
Malam sudah cukup larut, aina meminta Kimberly untuk tidur bersamanya malam ini. Dengan raut wajah yang senang, kimberly juga menyetujui permintaan aina.
Saat mereka tertidur lelap, awan gelap yang aneh terlihat di langit ibukota dan diikuti dengan hawa dingin yang seakan bisa membekukan tubuh.
Abilerdo terbangun karena merasakan hawa yang aneh. Dia beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan kearah balkon kamarnya.
Abilerdo melihat awan gelap yang mencurigakan terlihat di langit ibukota, anehnya dilangit istana terlihat cerah walaupun istana masih termasuk ibukota.
Memang benar, istana berada sedikit jauh dari keramaian ibukota, Namum anehnya awan itu seperti tidak ingin mendekati istana.
Tok..tok..tok..!! Bunyi pintu kamar abilerdo.
"Yang Mulia, ini kami!!" kata Dirk dari balik pintu kamar abilerdo.
Dirk, elbert dan kinsey juga merasakan hal yang sama, mereka terbangun karena merasakan hawa yang aneh, dan bergegas ke kamar abilerdo.
"Masuklah." kata abilerdo.
Mereka bertiga pun masuk kekamar abilerdo dan menghampiri abilerdo yang berdiri di balkon kamarnya.
Dikamar aina.
Aina dan Kimberly nampak masih tertidur pulas.
Aina yang masih tertidur nampak wajah yang khawatir dan diikuti oleh keringat kecil yang keluar dari dahinya.
Aina seperti sedang bermimpi buruk.
"Aina tolong aku.. aku sangat ketakutan.. disini sangat dingin... kumohon tolong aku!!" suara yuki yang kesakitan dalam mimpi aina.
"Yuki?? yuki, kamu dimana??" kata aina sambil melihat ke kanan dan ke kiri.
"Yuki.. Yuki.. Yuki!!!" teriak aina yang terdengar khawatir dan ketakutan dalam mimpinya.
"Aina, aku disini!!" suara yuki dan mulai nampak sosoknya dari kejauhan.
"Yuki??" gumam aina yang terlihat khawatir.
Aina berlari kearah yuki dengan sekuat tenaga, tetapi tak kunjung mendekati yuki yang nampak ketakutan itu.
Dengan keringat yang bercucuran dan tubuh yang kelelahan, aina terus berlari kearah yuki. Namun sayangnya, aina sama sekali tidak bisa mendekati yuki.
"Aina.. disini sangat dingin!!" kata yuki dengan suara yang terisak.
"Yuki tenanglah.. aku pasti akan menolongmu!!" kata aina yang terlihat kelelahan namun masih berlari kearah yuki.
Saat hendak mendekati tubuh yuki, tiba-tiba mereka berdua sudah berdiri di sebuah tebing yang sangat tinggi dan curam dan yuki berdiri tepat diujung tebing.
Ujung tebing itu mulai retak sedikit demi sedikit. Dengan ekspresi yang ketakutan dan khawatir, aina berlari kearah yuki.
Ujung tebing itu pun runtuh diikuti oleh yuki yang mulai jatuh bersama serpihan tanah dan batu dari tebing tersebut.
Dengan cepat aina meraih tangan yuki, dan mencoba menarik yuki dengan sekuat tenaga.
"Yuki, bertahanlah!! Aku pasti bisa menarikmu!!" kata aina yang berusaha menarik yuki yang bergelantungan itu.
............................
Nantikan kelanjutan episodenya ya.
Maaf kalau ada salah kata.
Terima Kasih sudah membaca