The Legend Of Sun Queen

The Legend Of Sun Queen
Kemegahan dan Kemewahan Istana Kunstkring!



Kemegahan dan keindahan istana kunstkring, membuat aina tidak menyadari bahwa para orang-orang penting istana dan bahkan para pelayan istana, sudah berbaris rapi di depan pintu untuk menyambut kedatangan raja mereka.


"Yang mulia, akhirnya anda kembali juga!!" kata perdana menteri sambil menundukkan badannya.


Abilerdo hanya menatap dengan wajah yang terlihat biasa tetapi memiliki aura yang bijaksana.


Perdana menteri pun memandang aina,


Perdana menteri yang juga merupakan ayah angkat kinsey, merasa bingung dengan sosok gadis yang berdiri disamping abilerdo.


Dia sangat ingin bertanya pada abilerdo, tetapi dia terlalu sungkan untuk bertanya siapa gadis itu. Dan akhirnya mengabaikan keinginannya itu.


"Selamat datang Yang Mulia!!" kata para orang istana secara bersamaan sambil menundukkan badan.


Aina masih saja hanyut dengan keindahan dan kemegahan istana. Abilerdo yang melirik aina, tiba-tiba menyiku aina.


"Aduhh...apa yang kau...!!" kata aina yang seketika terhenti.


Aina terhenti karena menyadari bahwa banyak sekali orang yang berdiri di hadapannya, dia sangat terkejut dan seketika itu juga terlihat malu dan canggung.


Aina bingung, apa yang harus dia lakukan. Dengan tubuh kaku aina juga menundukkan sedikit kepalanya dengan perlahan.


Abilerdo tersenyum kecil, melihat aina yang tampak malu dan canggung itu.


"Terima Kasih!!" kata abilerdo kepada para orang-orang istana.


Abilerdo pun mulai berjalan masuk ke istana melewati semua orang yang menyambutnya, aina mengikuti abilerdo dengan langkah dan tubuh yang terlihat gugup.


Abilerdo masuk dan berjalan kearah ruang kerjanya dan diikuti aina.


Setelah mereka masuk keruangan, mulailah orang-orang berbisik-bisik,


"Siapa gadis itu??"


"Aku tidak pernah melihatnya!!"


"Apakah kalian lihat?? Sepertinya raja tersenyum!!!"


"Baru kali ini aku melihat raja tersenyum seperti itu.


Dirk, elbert dan kinsey pun mengikuti abilerdo. Dan seetttt...!!! Perdana menteri menarik kinsey dengan secara tiba-tiba.


"Ayah!!! Apa yang ayah lakukan??" kata kinsey yang terkejut karena ditarik paksa.


"Siapa gadis yang datang bersama raja??" kata perdana menteri.


Kinsey menatap ayahnya dengan wajah yang serius dan terlihat seperti akan mencaretikan tentang aina pada ayahnya.


Perdana menteri pun memandang kinsey dengan serius juga dan terlihat jelas menantikan jawaban kinsey.


"Ayah!! itu.." kata kinsey.


"Yaa.. cepat ceritakan!!" kata perdana menteri dengan wajah yang serius.


"Setelah dilihat dengan jelas, wajah ayah semakin tua!!" kata kinsey dengan wajah yang serius.


Dan seketika wajah perdana menteri berubah, kekesalan terlihat dari raut wajahnya.


"Anak ini!!! Apa kau harus mengatakannya dengan wajah seperti itu???" kata perdana menteri sambil memukul punggung kinsey.


"Ouch.. sakit ayah!!" kata kinsey.


"Sakit?? Bagaimana dengan ini dan ini??" kata perdana menteri sambil memukul punggung kinsey.


"Hentikan..!! Jika ayah terus memukulku seperti ini, aku akan melaporkannya pada ibu!!" kata kinsey dengan wajah yang licik.


Dengan seketika perdana menteri menghentikan pukulannya.


"Karena sudah besar, kau berani mengancam ayahmu sendiri!!" kata perdana menteri yang terlihat kesal.


Kinsey pun tersenyum melihat ayahnya yang terlihat kesal. Kinsey memang hanyalah anak angkat dari perdana menteri, tetapi bagi perdana menteri dan istrinya, kinsey adalah anak kandung mereka sendiri.


Perdana menteri dan istrinya membesarkan kinsey dengan penuh kasih sayang. Kinsey sudah mengetahui bahwa orang tuanya sekarang bukanlah orang tua kandungnya.


"Apa kau tidak akan menjawab pertanyaan ayahmu??" kata perdana menteri dengan serius.


"Ayah, bukannya tidak ingin. Tetapi alu tidak memiliki hak untuk menceritakannya!!" kata kinsey dengan serius.


"Kalau ayah penasaran, tanya saja pada abilerdo!!!" kata kinsey sambil tertawa kecil.


"Ab..ab..abilerdo??? anak ini!!!" Kata perdana menteri yang terlihat kesal.


"Beraninya kau menyebut nama raja seperti itu!!!" kata perdana menteri dengan wajah kesal seperti ingin memukul tapi mencoba menahan.


"Pulanglah dulu kerumah!! ibumu sangat merindukanmu!!" kata perdana menteri yang mengalihkan topik karena tidak mungkin mendapat jawaban dari kinsey.


"Maaf ayah, aku tidak bisa, karena..." kata kinsey dengan wajah yang terlihat sedih.


[Benar juga!! setelah melapor, kinsey pasti akan pergi keluar istana lagi.] gumam perdana menteri dalam hati yang terlihat menahan kesedihan diwajahnya.


"Itu karena aku ingin pergi menemui Abi... maksudku raja!!" kata kinsey sambil tersenyum.


"Abilerdo menyuruhku untuk tidak bekerja di luar istana lagi, karena itu aku harus bertanya tentang tugasku disini!!" kata kinsey sambil berjalan menjauh dari perdana menteri.


"Benarkah..?? Eh, sejak kapan anak itu sudah disana??" kata perdana menteri yang terlihat bingung.


"Sampai jumpa nanti malam, ayah!!" kata kinsey yang terdengar teriak sambil berlari masuk kedalam istana.


[Cih..anak itu!!] Gumam perdana menteri dalam hati sambil tersenyum.


Aina duduk di ruangan kerja abilerdo dengan nafas lega karena akhirnya bisa melewati kerumunan orang-orang istana.


Abilerdo memanggil Dirk, elbert dan kinsey untuk masuk keruang kerjanya itu. Kemudian menyuruh salah satu pengawalnya untuk memanggil kepala pelayan istana (Dorris).


"Yang Mulia, Kepala pelayan istana datang!" kata pengawal abilerdo dari balik pintu ruang kerjanya.


"Suruh dia masuk!!" kata abilerdo.


Kepala pelayan itupun masuk kedalam ruang kerja abilerdo sambil membungkuk dan memberi salam pada abilerdo. Sesekali dia melirik aina yang duduk di sofa dengan wajah penasaran.


"Dorris, siapkan kamar untuk satu orang dan juga siapkan beberapa pakaian wanita!!" kata abilerdo yang sesekali melirik aina.


"Baik yang mulia!!" kata dorris sambil menunduk.


Dorris keluar meninggalkan ruang kerja abilerdo, dan memanggil beberapa pelayan wanita yang lainnya untuk menyiapkan kamar dan pakaian wanita.


Disaat dorris dan beberapa pelayan wanita sedang membersikan kamar, salah satu pelayan mulai berbicara dan bergosip yang diikuti oleh pelayan yang lain.


"Sudah lama tidak melihat Yang mulia raja, raja tetap sama!! terlihat sangat tampan dan berkarisma!!"


"Tapi yang membuatku penasaran, gadis yang dibawa pulang oleh Yang mulia."


"Benar!! baru kali ini yang mulia membawa seorang gadis pulang ke istana."


"Apakah dia kekasih Yang mulia??"


"Mana mungkin!! apa kalian tidak sudah lupa, Yang mulia sangat dingin dan cuek pada wanita."


"Iya juga"


"Tapi tadi aku melihat Yang mulia tersenyum karena gadis itu!!"


"Benar!! aku bahkan tidak pernah melihat Yang mulia tersenyum seperti itu, benar-benar tampan."


"Apa kalian berkerja menggunakan mulut?? cepat bereskan kamar ini!!" kata dorris dengan nada yang dingin.


Sentak membuat para pelayan wanita itu diam dan melanjutkan untuk membersihkan kamar.


Aina terlihat bosan mendengarkan pembicaraan abilerdo dan yang lainnya. Melihat aina yang terlihat bosan, abilerdo menyuruh elbert untuk menemani aina berkeliling istana.


Bagi abilerdo, aina harus mengetahui tempat-tempat istana yang akan dia tempati kedepannya.


Elbert pun menemani aina untuk berkeliling istana dan mulai memperkenalkan setiap tempat yang ada di istana.


Wajah kagum aina terlihat sangat jelas karena melihat istana yang tampak mewah. Ini pertama kalinya bagi aina melihat subuah bangunan yang sangat megah dan mewah.


Tiba-tiba aina terhenti, dia memikirkan sesuatu yang sangat menggangu pikirannya.


"Oh.. iya elbert!!" kata aina.


"Apa?? kenapa kau tiba-tiba berhenti??" kata elbert.


"Apa yang terjadi pada tubuh pangeran edward?? apa kau tahu dimana dia makamkan dan apa kau tahu siapa yang memakamkan pangeran edward??" tanya aina dengan wajah penasaran.


[Siapa yang memakamkan??? pertanyaan apa ini?? huft..] Gumam elbert dalam hati.


"Aku tidak tahu!! apalagi orang yang memakamkan pangeran edward." kata elbert.


Wajah aina berubah, dia terlihat sangat kecewa dan juga merasa prihatin dengan pangeran edward.


"Kenapa dengan wajahmu itu??" kata elbert.


"Tidak apa-apa!! aku hanya merasa penasaran. Kasian pengeran edward!!" kata aina dengan wajah yang terlihat sedih.


"Aku memang tidak tahu banyak, hanya itu yang bisa aku ceritakan padamu. Tetapi aku yakin bahwa pangeran edward pasti dimakamkan di suatu tempat yang sangat indah." kata elbert yang mencoba untuk mengembalikan mood aina.


Aina merasa lega mendengar perkataan elbert dan mereka kembali berjalanan mengelilingi istana.


[Dunia yang penuh misteri!!! Apakah aku bisa beradaptasi dengan dunia ini??] Gumam aina dalam hati.


.............................


Nantikan kelanjutan ceritanya ya.


Jangan lupa Vote, Like dan Favorit kan.


Maaf kalau ada salah kata.


Terima Kasih sudah membaca