
Hari berikutnya.
Abilerdo dan pasukannya meneruskan perjalanan mereka menuju desa A, tak disangka dalam perjalanan mereka menuju desa A, ternyata ketambahan seorang wanita yaitu aina.
Abilerdo menyuruh aina naik ke kereta miliknya, sentak membuat para pasukannya kaget, karena tak ada satu wanita pun yang pernah berada dalam satu kereta dengan abilerdo. Apalagi itu adalah kereta khusus raja, tak seorangpun yang bisa menggunakannya dengan sembarangan selain raja sendiri.
Abilerdo sendiri juga merasa sangat bingung pada dirinya karena dia merasa harus melindungi aina, entah perasaan itu muncul darimana. Aina sesaat terdiam dan terpukau melihat kereta raja abilerdo, keindahan yang terpancar dari kereta itu benar-benar sangat menyilaukan matanya, kareta itu di buat dengan kayu terbaik, disetiap sudut ukirannya terlihat jelas kerlap kerlip lapisan emas murni yang sangat indah dan membuat kereta itu terlihat sangat mewah.
Muncul rasa penasaran yang teramat dalam, dalam pikiran aina,
“Padahal hanya sebuah kereta, kenapa bisa terlihat seperti ini??!!", Gumam aina dalam hati.
Aina yang cuek itu, tanpa ragu naik ke kereta bersama abilerdo. Dia sama sekali tidak memikirkan pendapat pasukan abilerdo. Dirk dan elbert hanya diam tenang sambil menaiki kuda mereka masing-masing, mereka pun mulai melanjutkan perjalanan mereka.
Aina terlihat sangat cuek dalam satu kereta bersama abilerdo, padahal sebenarnya dia hanya ingin menutupi rasa malu karena telah memohon pertolongan pada abilerdo yang sama sekali tak dikenalnya, aina merasa sangat sial, dia berpikir kenapa disaat putus asa dan menyerah, dia bisa berlutut memohon dengan wajah yang sangat menyedihkan di depan abilerdo tanpa pikir panjang.
Sesekali aina melirik ke arah abilerdo, terlihat jelas bahwa wajah abilerdo terlihat sangat dingin bahkan dia sama sekali tak berbicara sekatapun sejak naik ke kererta.
Sambil melirik abilerdo, aina bergumam dalam hatinya “Ada apa dengan orang ini??, tadi terlihat sangat hangat, sekarang sama sekali tidak berbicara sekatapun, dasar pria aneh!!”.
Disisi lain abilerdo juga sesekali melirik aina tanpa aina tahu, dia hanya merasa penasaran kenapa aina bisa menggerakkan hatinya, dia ingin bertanya tetapi dia menahannya karena dia merasa masih ada yang lebih penting dari rasa penasarannya pada aina, abilerdo memikirkan desa A berserta para rakyatnya yang menderita karena di serang oleh sekelompok orang tak di kenal. Karena alasan itulah abilerdo mengenyampingkan rasa penasaran pada aina.
Aina yang sedikit bosan dengan suasana dingin yang berada dalam kerata membuka jendela samping kereta. Dia melihat kesekeliling dengan tatapan kosong, dia merasa berada di dunia yang sangat berbeda. Dia melihat kearah langit sambil melamunkan kejadian demi kejadian yang terjadi pada dia dan yuki, dia merasa seperti berada dalam mimpi yang entah kapan bisa bangun.
Terlepas dari keluarga aina yang sedikit berantakan, dia sudah cukup bahagia dengan kehadiran sahabatnya yuki, kebersamaan mereka selama tujuh tahun itu membuat aina jauh dari rasa kesedihannya, aina seperti merasakan keterpurukkan yang teramat dalam kerena terpisah dengan yuki dengan cara yang tak wajar bahkan sampai sekarang dia merasa tidak percaya dengan apa yang terjadi pada mereka saat itu.
Aina tak sadar saat dia melamun di jendela itu, ada orang yang melirik kearahnya dari luar sambil terpesona dengan kecantikan aina yang melihat kearah langit seperti seorang malaikat. Sejenak dirk dan elbert terpesona melihat aina, dan sesaat tersadar dan mengarahkan pandangan mereka kedepan secara bersamaan dengan wajah yang memerah.
Entah apa yang dipikiran mereka yang membuat mereka tersadar dengan sikap mereka, meraka menggeleng kepala secara bersamaan pula untuk menenangkan diri mereka masing-masing.
Dirk dan elbert tak sadar disaat mereka bertingkah seperti itu, secara tak sengaja aina yang tersadar dari lamunannya melihat tingkah mereka, aina tersenyum kecil melihat tingkah mereka yang terlihat lucu dan bahkan sangat kompak diikuti dengan tubuh yang merespon secara bersamaan.
Disisi lain abilerdo terkagum melihat kecantikan aina, sekalipun memakai pakaian pria, aura aina yang tersenyum kecil bagaikan bidadari terpancar dengan sorotan matahari yang menyinari wajah aina. Abilerdo seperti melihat cahaya yang sangat hangat dan lembut dari tubuh aina.
Aina pun menutup tirai jendela dan memalingkan wajahnya dari jendela, tak sengaja dia melihat abilerdo yang menatapnya dengan tatapan yang aneh. Aina merasa heran kenapa abilerdo menatapnya seperti itu.
“Apa yang kau lihat??”, tanya aina sambil melambaikan tangannya didepan wajah abilerdo.
Abilerdo kaget dengan pertanyaan aina dan merasa sangat canggung karena menatap aina seperti tadi.
"A..an..aneh?!! siapa yang berpikir tidak-tidak, apa aku terlihat berpikiran seperti itu??”, kata aina dengan sedikit terlihat jengkel di wajahnya.
Abilerdo bahkan tidak sadar dengan apa yang di katakannya, dia hanya ingin menghilangkan rasa canggung, tapi dia tidak tahu ternyata kata-katnya itu membuat aina sedikit jengkel.
“Benar kamu gadis yang aneh, dari cara berpaikaian saat aku menemukanmu sangat aneh, bahkan tidak terlihat seperti seorang wanita, apa kau tahu? Baju ini yang lebih cocok untukmu!!”, kata abilerdo sambil menunjuk baju pria yang dikenakan aina.
Abilerdo sebenarnya tidak ingin mengeluarkan kata-kata itu, tetapi dia merasa terpaksa karena hanya ingin mengalihkan pikiran aina yang mungkin berpikiran yang tidak-tidak saat menatap aina. Tetapi abilerdo tidak menyadari bahwa kata-kata terhadap aina itu, bisa menyakiti hati aina.
Aina menghela nafas untuk menenangkan amarah yang dihatinya, diapun membalas kata-kata abilerdo dengan tatapan sinis dan suara yang lembut namun terkesan dingin, seperti ingin membunuh.
“kamu benar!! Aku memang wanita yang aneh, aku memang seperti pria!! Sekalipun itu benar, Tapi apa kau tahu, kata-kata itu tidak pantas keluar dari mulutmu, aku merasa ragu apa kau benar-benar seorang raja!!?, mungkin benar kau seorang raja disini, tapi di tempatku kau tak pantas disebut raja!!!!”, kata aina dengan nada bicara yang agak pelan tetapi sangat dingin.
Abilerdo kaget dengan kata-kata aina, walaupun dia tidak teriak-teriak dan marah-marah seperti saat dia sadar dari tidurnya tadi. Tetapi abilerdo sangat merasa tertekan hanya dengan kata-kata singkat dari aina, aina bahkan mengatakannya tanpa teriak atau nada marah.
Abilerdo merasa seperti ingin dibunuh hanya dengan kata-kata aina, sekalipun dengan nada lembut tetapi kata-katanya menusuk sampai kejantung abilerdo, dan membuat abilerdo diam dan bisa membalas kata-katanya itu.
Aina bergumam dalam hantinya sambil duduk tegak tanpa menatap abilerdo,
“tadi dia begitu lembut, dia percaya dengan kata-kataku, dan dia juga menawarkan bantuan untuk mencari yuki. Tapi sekarang dia seperti seorang pria yang kekanakan sampai mengejekku seperti itu, tapi sepertinya reaksi ku terlalu berlebihan, mudah-mudaha saja dia tidak menyimpannya dalam hati...huft... tapi mau bagaimana lagi aku memang terkenal sebagai gadis yang jutek dan dingin, yaa.. sudahlah aku juga tak perduli dengan pemikirannya tentang aku!!”.
Disisi lain abilerdo juga bergumam dalam hatinya,
“Wanita ini ternyata sangat dingin seperti seorang iblis, hanya dengan kata-katanya saja aku terdiam tak berkata apapun lagi!! Tak ada satupun orang yang bisa membuatku terdiam dan merasa buruk hanya dengan kata-kata seperti ini!!
Suasana mereka menjadi berbeda, yang tadinya terlihat canggung malah sekarang berubah sperti terlihat kesal dan hanya bisa diam tanpa bicara. Sepanjang perjalanan menuju desa A, abilerdo dan aina tak berbicara sama sekali sampai pada malam hari mereka pun tiba di desa A.
Tiba-tiba sosok pria datang dengan sangat cepat ke arah kereta meraka............
Nantikan kelanjutan cerita di episode selanjutnya..
Maaf kalo ada salah kata!!
Jangan lupa like dan favoritkan ya..
Mau komen juga bisa banget..