The Legend Of Sun Queen

The Legend Of Sun Queen
Sikap yang Kekanakan



Aina dan pangeran aeres berdansa yang diiringi dengan lagu yang terdengar romantis.


Para tamu undangan pun tak henti-hentinya berbisik.


"Aku tidak menyangka, pangeran aeres akan berdansa dengan seorang gadis."


"Dia bukan gadis biasa loh, itu tuan putri kerajaan kunstkring."


"Aku iri sih, tetapi mereka berdua terlihat cocok satu sama lain."


"Yang satunya tampan, yang satunya lagi cantik."


[Sampai kapan aku harus berdansa seperti ini??] Gumam aina dalam hati yang terlihat bosan.


Pangeran aeres menyadari bahwa aina terlihat bosan. Walaupun sedikit kesal, pangeran aeres harus tetap berdansa sampai lagunya habis.


Bukan hanya bosan saja, aina juga merasa tidak enak karena yang berdansa hanyalah mereka berdua.


Sebagai pangeran tentu saja harus menjadi pembuka acara dansa itu, lagipula ini adalah pesta ulang tahun pangeran.


"Pangeran, apa tidak merasa ini sangat membosankan??" bisikan aina dengan nada dingin.


[Gadis ini!!!] Gumam pangeran aeres dalam hati yang terlihat kesal, namun harus menjaga sikapnya.


"Tuan putri, tersenyumlah!!" bisikan pangeran aeres yang terdengar kesal.


[Pria ini masih bisa terlihat tenang!!] Gumam aina dalam hati.


"Tuan putri, sekalipun ini hanya berpura-pura, tetapi kau juga harus tersenyum." bisikan pangeran aeres dengan senyuman sinis.


[Ternyata dia juga hanya berpura-pura!! Pasti ratu yang menyuruhnya untuk berdansa denganku.] Gumam aina dalam hati.


"Tentu saja!!" bisikan aina yang menatap pangeran aeres sambil tersenyum yang terkesan dingin.


Sesaat, pangeran aeres tertegun melihat senyuman aina yang sangat manis itu. Tetapi sayangnya, dibalik senyuman itu tersimpan aura dingin yang sangat menusuk.


Orang lain tidak tahu, bahwa aina dan pangeran aeres sangat tidak suka berdansa bersama. Yang mereka lihat, hanyalah senyuman yang terpancar dari keduanya.


Abilerdo menatap aina dan pangeran aeres yang berdansa dengan tatapan yang sangat dalam. Ada perasaan panas yang dia rasakan dalam hatinya, Namun dia tetap mencoba untuk terlihat tenang.


Lagu pengiring pun berakhir, aina dan pangeran aeres mengakhiri dansa mereka dengan saling membungkuk, pertanda sebagai rasa terima kasih dan saling hormat.


Aina sama sekali tidak mengatakan apapun pada pangeran aeres, dia langsung berbalik dan berjalan kearah Kimberly dan yang lainnya.


Para tamu undangan pun dipersilahkan untuk berdansa bersama pasangan mereka masing-masing.


"Aina, ternyata kamu bisa dansa juga!!" kata Kimberly.


[Tentu saja, latihannya saja tidak gampang!] Gumam aina dalam hati yang mengingat ketika guru dansa mengajari aina dengan sangat keras diistana.


"Oh iya, Aku lihat loh tadi." kata Kimberly.


"Lihat apa??" tanya aina dengan ekspresi bingung.


"Jangan pura-pura!!" kata Kimberly sambil tersenyum.


"Aku sama sekali tidak mengerti!" Kata aina dengan ekspresi bingung.


"Pangeran aeres tersenyum padamu, dan kau membalasnya dengan senyuman juga." kata Kimberly dengan penuh semangat.


[Itu hanya akting!! Ya ampun..] Gumam aina dalam hati dengan ekspresi suram.


"Sudahlah jangan malu-malu.." kata Kimberly.


"Kimmy, itu tidak benar!!" kata aina sambil menghela nafas.


Dirk, elbert dan kinsey hanya bisa diam dan tersenyum melihat aina yang digoda oleh Kimberly.


"Orang bodoh juga bisa melihatnya!!" kata abilerdo yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.


"Kak.. Yang Mulia!!" sapa Kimberly.


[pria agoran ini seperti hantu.] Gumam aina dalan hati.


"Apa maksud ucapanmu??" tanya aina dengan dingin.


[Aura gadis ini langsung berubah.] Gumam abilerdo dalam hati.


"Benar kata Kimmy!!" Kata abilerdo dengan nada dingin.


"Wajahmu bahkan terlihat sangat konyol menatap pangeran." kata abilerdo dengan nada suara yang terdengar kesal, namun ekspresi yang biasa.


[Pria arogan ini sangat menyebalkan.] Gumam aina dalam hati dengan ekspresi kesal.


[Kenapa aura mereka berdua seperti ini??] Gumam elbert dalam hati sambil menatap abilerdo dan aina.


"Benar, Aku sangat menikmatinya!! Tentu saja aku harus membalas senyuman pangeran yang sangat ramah. Apa aku salah??" kata aina sambil tersenyum dingin.


[Eehhkk...] Gumam Dirk, elbert dan kinsey dalam hati dengan ekspresi terkejut.


Sentak membuat aura abilerdo menjadi sangat dingin dan kesal.


[Ai..ai..aina.. itu..] Gumam Kimberly dalam hati yang sedikit takut.


Mereka semua nampak takut karena merasakan aura dingin dari abilerdo. Hanya aina saja yang terlihat cuek dengan tatapan dingin dari abilerdo.


"Aku keluar sebentar." kata aina sambil berbalik dengan ekspresi dingin dan cuek.


"Ai..aina.. kau mau kemana??" tanya Kimberly.


"Aku ingin menghirup udara segar, udara disini terasa panas karena seseorang!!" kata aina dengan cuek sambil berjalan.


Aura dingin abilerdo semakin kuat karena perkataan aina yang langsung pergi seperti itu. Dirk dan yang lainnya sama sekali tidak bisa mengatakan apapun lagi, bahkan sedikit takut untuk mendekati abilerdo.


[Apa cuma perasaanku saja?? Mereka berdua sangat kekanakan.] Gumam elbert dalam hati yang nampak bingung.


[Melihat kak abi sekarang, membuatku takut.] Gumam Kimberly dalam hati dengan ekspresi suram.


"A...aku ke toilet sebentar." kata Kimberly dengan ekspresi yang sedikit gugup dan langsung berjalan cepat.


"A..aku lapar!! Aku pergi cari makanan dulu di meja makan." kata kinsey yang hendak pergi.


"Mau kemana kau?? Tunggu dulu." kata elbert sambil menarik kinsey yang hendak berjalan pergi.


"Elbert, apa yang kau lakukan?? tidakkah kau dengar aku lapar??" kata kinsey yang sedikit gugup.


"Apa kau tidak bisa melihat situasinya?? hmm??" tanya elbert dengan nada yang menekan.


"Apa kau pikir, aku sama dengan manusia batu itu?? bicara pun tidak!!" kata kinsey sambil menatap Dirk.


"Aku...??" tanya Dirk yang sedikit bingung.


[Siapa lagi memangnya??] Gumam elbert dan kinsey dalam hati.


Tanpa berkata, abilerdo berjalan pergi mendekat kearah raja dan ratu aeres dan meninggalkan Dirk, elbert dan kinsey.


Hela nafas lega pun terdengar dari elbert dan kinsey. Dirk menggelang kepalanya sambil menatap kedua orang itu.


Aina keluar dari pintu samping aula kerajaan aeres dan duduk di kursi dekat taman luar.


"Menyebalkan..menyebalkan..menyebalkan!!!" gumam aina yang terdengar kesal sambil duduk.


[Aku tidak mengerti!! Apakah aku marah karena kata-katanya atau karena sikapnya yang tidak merasakan apapun saat aku berdansa dengan pangeran??] Gumam aina dalam hati yang terlihat murung.


[Aku sendiri tidak bisa menghentikan emosiku!!] Gumam aina dalam hati.


"Brengsek!!!" gumam aina yang terdengar kesal.


"Berisik!!" kata pangeran aeres dengan nada dingin tanpa menatap aina.


[Ke..kenapa dia ada disini??] Gumam aina dalam hati yang nampak kaget saat menengok kesamping.


Karena kekesalannya pada abilerdo, aina sama sekali tidak melihat sekitar taman, dia hanya terus berjalan dan duduk di kursi kosong dekat taman luar. Dia tidak menyadari bahwa pangeran aeres lebih dulu berdiri di dekat kursi yang aina tempati.


"Sepertinya aku salah tempat!!" gumam aina dengan nada suara yang dingin sambil berdiri.


Aina pergi meninggalkan pangeran aeres yang berdiri disitu, dan berjalan kearah tengah taman.


[Ada apa dengan sikapnya?? Bukankah seharusnya dia meminta maaf lebih dulu??] Gumam pangeran aeres dalam hati dengan ekspresi kesal sambil menatap aina yang berjalan kearah tengah taman.


Beberapa menit kemudian, aina kembali dan berjalan mendekat kepada pangeran aeres yang masih berdiri disitu.


Dengan sikap cueknya, tanpa menyapa pangeran aeres, aina berjalan melewati pangeran aeres.


Pangeran aeres nampak terganggu dengan sikap aina yang seperti itu.


"TUNGGU!!!" kata pangeran aeres.


Aina kaget dan menghentikan langkahnya.


..............................


Nantikan kelanjutan episodenya ya.


Maaf kalau ada salah kata.


Terima Kasih sudah membaca