
“Dimana aina??”, tanya abilerdo dengan nada yang tajam dan seperti ingin membunuh.
Suasana terlihat mencekam, pertanyaan singkat abilerdo membuat suasana yang di ruang makan itu terlihat sangat berbeda dari sebelumnya. Dan tentu saja abilerdo, dirk, elbert dan bahkan kinsey terlihat sangat khawatir dengan keberadaan aina.
Abilerdo merasa heran dan aneh dengan dirinya sendiri, kenapa bisa-bisanya dia sangat khawatir dengan aina, seorang gadis yang baru saja di kenalnya. Abilerdo tidak dapat menutupi perasaan khawatir dan takut jika aina berada dalam bahaya.
Abilerdo biasanya tidak seperhatian ini pada seorang gadis, apalagi dia baru mengenal aina. Tetapi entah kenapa sejak pertama melihat aina, dia merasa harus melindungi aina, entah perasaan itu muncul darimana.
Sekalipun dirk, elbert dan kinsey merasa heran dengan sikap abilerdo yang sangat mengistimewakan aina, tetapi disudut hati mereka yang terdalam, mereka juga mengkhawatirkan aina, mereka bertiga juga merasa tidak bisa menahan perasaan khawatir terhadap aina.
Abilerdo mulai kehabisan kesabarannya terhadap aina palsu itu.
“Jika bukan karena wajahmu, Aku pasti sudah membuatmu hilang dari hadapanku!!!”, kata abilerdo dengan nada dingin dan terlihat sangat marah.
“Hmmm... kata yang mulia sangat romantis!!!”, kata aina palsu itu sambil tersenyum mengejek.
Dirk, elbert dan kinsey, benar-benar sangat ingin membunuh aina palsu itu, tetapi mereka menahan kemarahan mereka karena aina masih berada dalam genggaman aina palsu itu. Tentu saja abilerdo juga menahan amarahnya.
[Gadis jutek itu pasti sekarang ketakutan!!!]”, Gumam abilerdo dalam hati yang terlihat sangat khawatir.
“Apa yang kau lakukan pada aina??”, tanya kinsey yang sudah tidak bisa menyembunyikan wajah khawatirnya.
“Aku tidak melakukan apa-apa!! Wajahnya seperti boneka yang imut, aku hanya ingin bermain-main dengannya, setelah rusak, aku pasti akan mengembalikannya pada kalian”, kata aina palsu dengan tatapan dan senyuman yang mengejek.
“KAU!!!”, kata dirk, kinsey dan elbert secara bersamaan.
“wah.. aku semakin penasaran pada gadis itu, bisa-bisanya raja dan orang-orang penting seperti kalian bisa mengkhawatirkan gadis biasa itu, apa kalian tidak takut dengan sikap kalian ini, aku bisa saja membunuhnya!!!”, kata aina palsu dengan nada yang mengejek.
Abilerdo dan yang lainnya terlihat tidak senang dengan perkataan aina palsu itu, tetapi mereka tetap saja menahan kemarahan mereka, karena takut akan terjadi sesuatu pada aina.
Abilerdo merasa sangat bersalah, aina yang baru saja sembuh sudah mengalami beberapa hal yang menakutkan, abilerdo sangat khawatir karena dia sendiri yang membawa aina di desa ini. Gadis seperti aina pasti akan sangat ketakutan dengan situasi yang tidak biasa seperti ini.
Kecemasan, ketakutan dan amarah bercampur aduk dalam benak abilerdo, ini kedua kalinya di benar-benar merasa sangat takut dan khawatir jika terjadi sesuatu pada aina.
[Kenapa aku bisa merasa tidak nyaman seperti ini??!! Sejak kapan aku begitu mengkhawatirkan gadis yang baru saja aku kenal, kenapa dadaku terasa sesak!!!], Gumam abilerdo dalam hati dengan penuh kecemasan.
Disisi lain aina yang terjebak dalam dunia ilusi, mulai memikirkan cara untuk keluar. Dia mempelajari setiap gerak gerik dan perkataan wanita tua itu. Dan tiba-tiba aina tersenyum seperti senyuman mengejek, aina seperti menyadari sesuatu.
“Apa yang kau tertawakan?? Apa menjadi gila karena terlalu lama disini??”, tanya wanita tua itu.
“Kenapa?? Apa kau penasaran?? Tapi sebenarnya aku yang lebih penasaran dengan dirimu!!”, kata aina dengan sikap merendah tetapi terkesan mengejek.
[Gadis ini benar-benar..., apa ini sikapnya penasaran dengan orang lain!!], gumam wanita tua itu dalam hati.
“Bukankah kau gadis yang pintar, untuk apa kau penasaran?? Seharusnya kau sudah mengetahuinya!!”, kata wanita itu yang terlihat sedikit gugup namum menutupi dengan senyuman palsuya.
Aina hanya diam dan tersenyum melihat wanita tua itu yang mulai perlahan hilang kesombongannya, hanya dengan kata-kata aina. Senyuman mengejek aina itu membuat wanita tua itu semakin kesal.
“hey wanita tua, kelihatanya kau terlihat kesal??!! Oohh iya.. seharunya aku tidak memanggilmu wanita tua, benarkan gadis kecil??,” kata aina dengan senyuman yang dingin dan terkesan mengejek.
[Di..dia!!!!], gumam wanita tua itu dalam hati yang terlihat cemas dan gugup.
”Kenapa kau terlihat gugup?? Apa aku menakutimu gadis kecil??”, kata aina dengan nada yang dingin.
[Bisa-bisanya aku seperti merasa tertindas di duniaku sendiri!! Gadis ini benar-benar membuatku kesal!!], gumam wanita tua itu dalam hati.
”Kau benar-benar membuatku takjub, tak hanya pintar, kau juga sama sekali tidak takut dengan situasi seperti ini!! Dan lagi kau membuatku kesal, apa kau tidak khawatir jika aku membuatmu berada disini selamanya??”, kata wanita tua itu sambil senyum mengejek.
“Kenapa?? Apa kau ingin aku takut?? Dengan wujud palsumu ini, sudah membuatku ingin tertawa!!!”, kata aina dengan nada dingin.
“Benar-benar di luar dugaan, kau memang gadis pintar yang menyebalkan, dan lagi aku bukan gadis kecil!!!”, kata wanita tua itu yang terlihat marah.
Aina tersenyum sinis melihat wanita tua itu yang akhirnya mengakui kalau dia bukanlah wanita tua.
“Kau benar-benar mebuatku kesal, kau tidak akan pernah membayangkan jika membuatku kesal!!!”, kata wanita tua yang terlihat kesal.
“Apa kau kesal?? Wah.. aku takut!!! Kau benar-benar gadis yang bodoh!!!”, kata aina dengan nada yang dingin sambil mengejek tajam.
“Bodoh?? Apa katamu?? Apa kau sudah bosan hidup, kau pikir aku tidak bisa membunuhkmu sekarang!!!”, kata wanita tua itu sambil menakuti aina.
“HENTIKAN OMONG KOSONGMU!!!! Apa kau pikir tubuh dan jiwa ilusimu ini bisa membunuhku?? Kau memang bodoh!!!”, kata aina dengan nada yang dingin.
“Ka..kau!! sejak kapan kau menyadarinya??”, kata wanita itu dan terlihat gugup.
“kau sendiri yang memberitahukannya sendiri!!”, kata aina dengan nada yang dingin dan tersenyum mengejek.
“Aku?? Hahaha.. apa kau pikir aku sebodoh itu!!!”, kata wanita tua itu.
“Benar, kau BO..DO..OHH!!! sejak awal kau hanya mencoba menakutiku dengan kata-kata, jika kau ingin membunuhku, kau bisa melakukannya dari tadi, tapi ini kau hanya bermain dengan kata-katamu, kau ingin membuatku jatuh dengan kata-kata bodohmu, sungguh lucu!!!”, kata aina sambil mengejek.
“Kau memang sangat menyebalkan, dan juga aku bukan gadis kecil!!!”, kata wanita tua itu yang terlihat kesal.
Aina terus-terusan membuat wanita tua itu kesal, aina hanya mencoba membuat wanita tua itu jatuh dengan kata-katanya sendiri, dengan begitu dia bisa keluar dari dunia ilusi ini.
“Oh aku lupa!! Sebaiknya kau mengganti wujud tua mu ini, kau tidak pantas!!!”, kata aina sambil mengejek.
Aina membuat wanita tua itu kehilangan kendali, aina menyadari bahwa tubuh wanita tua itu hanyalah ilusi, dia yakin bahwa tubuh aslinya berada di ruang makan tempat abilerdo dan lainnya makan.
Tiba-tiba dunia ilusi perlahan mulai berubah, dinding dan lantainya terlihat berjatuhan dan menghilang satu demi satu. Aina terlihat kebingungan, dia menatap wanita tua yang hanya diam dan terlihat kesal.
Aina tidak tahu apa lagi yang akan terjadi, aina pun jatuh kedalam kegelapan dari lantai yang mulai runtuh satu demi satu.
“Aaaakkkkhhh” teriak aina yang jatuh perlahan dalam kegelapan.
[AKU PASTI AKAN MEMBUNUHMU!!! DASAR GADIS SIALAN!!] Gumam wanita tua itu dalam hati dengan wajah yang penuh dengan rasa benci.
....................................
Nantikan kelanjutan cerita di episode selanjutnya
Jangan Lupa Vote, Like dan Favouritkan ya..