
Keesokan harinya.
Mentari pagi menyinari kamar aina dan seakan menyentuh pipi aina yang masih tidur itu.
"Hmm..." suara aina sambil membuka matanya perlahan.
[Sudah pagi.. seperti semalam tidurku sangat nyenyak.] gumam aina dalam hati sambil meregangkan tubuhnya.
Aina beranjak dari tempat tidurnya dan membuka pintu balkon kamarnya yang terbuat dari kaca itu.
Aina pun berdiri dibalkon kamarnya untuk menghirup udara pagi yang sangat sejuk.
"Pagi yang indah.." gumam aina sambil menghirup udara yang sejuk itu.
Tok..tok..tok.. bunyi suara pintu kamar aina.
"Tuan putri, apa anda sudah bangun??" kata karin dari balik pintu kamar aina.
"Iya... masuklah." kata aina.
Karin masuk kemar aina dan melayani aina untuk bersiap sarapan bersama erik, Kimberly dan ratu aeres.
Setelah selesai, aina yang diantar oleh karin pergi ke ruang makan istana aeres. Karin pun membuka pintu ruang makan.
Aina masuk ke ruang makan istana, disana sudah ada erik, Kimberly dan ratu aeres yang menunggunya.
[Kupikir, aku yang pertama tiba.] gumam aina sambil duduk dikursi yang sudah disiapkan.
"Sepertinya putri tidur dengan nyenyak. Kulit wajah putri terlihat sangat cantik." kata ratu aeres sambil tersenyum.
Aina sedikit canggung dengan pujian ratu aeres, Kimberly tersenyum menatap aina. Sedangkan, erik terlihat tenang dan sesekali melirik aina.
"Sore nanti, rombongan raja kunstkring dan raja aeres akan kembali ke istana. Aku berharap kita semua dapat menyambut kedatangan mereka." kata ratu aeres sambil tersenyum.
"Baik ratu." kata aina dan Kimberly secara bersamaan.
"Pangeran, kenapa kau tidak menjawab??" tanya ratu aeres.
"Ratu, pagi ini aku akan pergi kerumah Antoni. Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padanya." kata erik.
"Aku bisa mengizinkan, asalkan sebelum sore kau sudah harus kembali." kata ratu aeres.
Sejenak erik terdiam.
"Baiklah.." kata erik.
"Ratu, bisakah aku ikut bersama pangeran?? Lagipula, aku ingin jalan-jalan sebentar." kata aina.
Sentak membuat mereka semua kaget.
"Putri, raja abilerdo akan segera tiba. Bagaimana mungkin kau tidak ada saat dia datang??" kata ratu aeres yang sedikit bingung.
"Ratu, aku...??" kata aina yang sedikit kecewa namun menahan perkataannya sendiri.
Erik menatap aina yang terlihat kecewa dan sedikit terlihat sedih itu.
"Ratu, tidak apa-apa!! lagipula, sebelum mereka datang, kami pasti akan kembali ke istana." kata erik.
Kimberly dan ratu sangat kaget karena mendengar perkataan erik yang terdengar seperti membantu aina untuk berbicara.
[Sejak kapan mereka berdua terlihat akrab seperti ini?? Tetapi baguslah, bukankah lebih baik jika pangeran bisa dekat dengan putri aina!!] Gumam ratu aeres dalam hati.
"Baiklah.. tetapi, kalian harus berjanji, sebelum sore kalian sudah harus berada di istana." kata ratu aeres.
"Tentu saja ratu." kata aina yang terdengar bersemangat.
[Apa??? Aina, apa kau akan meninggalkan aku sendirian disini??] Gumam Kimberly yang terlihat suram.
Erik tersenyum kecil melihat aina yang nampak semangat itu, dan ratu sesekali melirik erik yang sedang menatap aina.
Aina tersadar dengan aura menyedihkan dari Kimberly, kemudian aina mengajak Kimberly untuk ikut bersamanya.
"Terserah kalian saja.." kata ratu aeres sambil menghela nafas.
Aina dan Kimberly sangat bersemangat karena ratu mengizinkan mereka untuk keluar istana. Sedangkan, erik duduk dengan tenang menikmati sarapannya sambil sesekali melirik aina.
Aina, erik dan Kimberly keluar istana dengan menggunakan kereta khusus milik erik. Atas permintaan erik, Mereka hanya ditemani oleh dua orang kurir istana yang khusus mengendarai kereta pangeran mahkota.
Mereka pun tiba dirumah Antoni.
"Yang Mulia.." sapa Antoni yang terdengar bingung.
Antoni sesekali melirik aina dan Kimberly, dia tidak menyangka bahwa erik mengajak dua orang gadis untuk datang mengunjungi rumahnya.
"Hai.. Antoni." sapa aina sambil tersenyum.
"Tuan putri..." sapa Antoni sambil membungkuk.
"Ya ampun.. bukankah aku sudah katakan, tidak usah terlalu formal seperti itu??" kata aina.
Aina menggandeng lengan Kimberly dan memperkenalkan nya kepada Antoni.
"Oh iya, ini Kimberly, anak perdana menteri kerajaan kunstkring." kata aina sambil tersenyum.
[Apa?? Kenapa ada orang penting lagi disini??] Gumam Antoni yang kaget dan sedikit bingung.
"Hai.. namaku Kimberly." kata Kimberly sambil tersenyum.
"Ha..hai nona Kimberly. senang berkenalan dengan anda." kata Antoni yang terdengar gugup.
Aina dan Kimberly hanya tersenyum kecil melihat Antoni yang sangat gugup itu.
"Erik, aku dan Kimmy ingin jalan-jalan kesana." kata aina.
[Er...erik??] gumam Kimberly dalam hati dengan ekspresi suram.
"Apa kau ingin pergi bersama kita??" tanya aina sambil menatap erik.
"Tidak, aku tinggal disini saja. Nanti aku akan menyusul kalian." kata erik.
[Pangeran tidak keberatan?? Aina memanggil namanya... apa aku yang salah??] gumam Kimberly yang nampak bingung.
"Oh, okelah.." kata aina sambil tersenyum.
Aina menarik Kimberly yang terdiam karena melihat sikap erik dan aina yang tidak seperti biasanya. Namun karena ingin jalan-jalan di ibukota aeres, Kimberly menahan rasa penasarannya untuk sementara.
Mereka berdua pun mulai menjauh dari pandangan erik dan Antoni.
"Hhmmmm.... erik??" gumam Antoni sambil menatap aina dari kejauhan.
Erik berjalan masuk kedalam rumah dan tidak memperdulikan apa yang digumamkan oleh Antoni.
"Hei...tidakkah kau mendengar ku??" tanya Antoni yang terdengar kesal karena erik mengabaikannya.
Antoni pun mengikuti erik yang masuk kerumahnya.
"Wahh...ibukota aeres ternyata seperti ini?? sangat ramai." gumam Kimberly dengan mata berbinar-binar.
"Semua pasar juga terlihat seperti ini." gumam aina dengan nada cuek.
"Aina, apa kerajaan kunstkring juga memiliki tempat ramai yang seperti ini??" tanya Kimberly.
"Kenapa kau bertanya padaku?? Bukankah kau lahir dan besar disana??" tanya aina dengan ekspresi bingung.
"Benar sih!! tetapi, aku tidak pernah ketempat seperti ini." kata Kimberly dengan ekspresi sedih.
[Yaa..tentu saja!! Kau kan nona muda kesayangan perdana menteri, bagaimana mungkin dia bisa mengizinkanmu jalan-jalan di pasar!!] Gumam aina dalam hati sambil menghela nafas.
"Di kerajaan kunstrkring pasti juga ada tempat seperti ini. Bagaimana kalau kita mencoba makanan yang disana??" kata aina yang mencoba menenangkan Kimberly.
"Yaa..ayo!!" kata Kimberly dengan penuh semangat.
[Di dunia ku, tempat ini bisa disebut pasar juga, seperti pasar malam mungkin!! Tetapi, tempat ini sangat bersih dan rapi, berbeda dengan pasar yang ada di dunia ku.] Gumam aina dalam hati.
[Suasana ibukota yang seperti ini sama sekali tidak ada di dunia ku. Selagi masih tinggal didunia ini, aku pasti akan menikmati suasana ibukota seperti ini.] Gumam aina dalam hati.
Aina dan Kimberly nampak sangat menikmati suasana ibukota aeres. Mereka sesekali membeli makanan yang di jual dipinggir jalan sambil bercanda dan tertawa bersama.
Disisi lain, dirumah Antoni.
"Erik, kau belum menjawab pertanyaan ku??" tanya Antoni yang terdengar kesal.
Erik hanya diam sambil meminum secangkir teh yang sudah disiapkan oleh pelayan Antoni.
"Erik, kenapa kau hanya diam?? Aku sangat penasaran, kenapa tuan putri bisa dengan bebas memanggil namamu??" kata Antoni dengan ekspresi penasaran.
"Kau juga, sepertinya tidak keberatan dengan panggilan tuan putri padamu. Jika diingat-ingat, kau sama sekali tidak suka orang lain memanggil namamu seperti itu. Ya tentu saja selain aku dan keluarga mu!!" kata Antoni dengan ekspresi bingung.
[Dulu, kau bahkan menghukum seorang gadis karena memanggil namamu seperti itu. Dan bahkan, kau tidak pernah dekat dengan gadis manapun!! Apa sekarang kau..??] Gumam Antoni dalam hati sambil berpikir.
Antoni menatap erik dengan tatapan yang sangat dalam dan sejenak dia kaget.
"Erik!! Apa kau menyukai tuan putri??" tanya Antoni dengan ekspresi kaget.
"Menurutmu???" tanya erik dengan nada yang sangat misterius sambil menatap Antoni.
Tatapan erik pada Antoni, sentak membuat Antoni sangat kaget dan bingung.
....................................
Nantikan kelanjutannya ceritanya ya.
Maaf kalau ada salah kata.
Terima Kasih sudah membaca