The Legend Of Sun Queen

The Legend Of Sun Queen
Kehangatan Keluarga Kinsey



Aina pergi ke acara perayaan ulang tahun Kimberly. Kimberly adalah putri kandung perdana menteri dan juga merupakan adik kinsey.


Setelah dua tahun mengadopsi kinsey, perdana menteri dan istrinya dikaruniakan seorang putri yang cantik.


Kinsey yang terlihat bodoh dan kekanakan itu, sangat menyayangi adik satu-satunya. Begitu sebaliknya, walaupun mereka bukan saudara kandung, tetapi mereka tumbuh bersama sebagai kakak dan adik.


Aina turun dari kereta dan masuk ke dalam kediaman perdana menteri. Semua tamu undangan sudah berada di dalam, Aina datang terlambat karena harus mempersiapkan kado ulang tahun untuk Kimberly.


Aina berjalan masuk keacara pesta tersebut, Bisikin-bisikan para bangsawan yang hadir terdengar.


"Bukankah itu Yang Mulia putri??"


"Kupikir dia tidak akan datang??"


"Coba lihat raut wajahnya, terlihat sangat terpaksa!!"


"Benar!! lagipula dia terlambat!! pasti karena terpaksa."


"Kuakui dia memang cantik, tapi sikapnya itu tuh..!!"


"Sstt..diamlah!! apa kalian tidak takut jika dia mendengarnya??"


"cihh...!!"


Aina terlihat tidak memperdulikan apa yang dikatakan rumor tentangnya. Lagipula, di green town aina juga sering mendapat rumor yang sama, bagi aina apa yang digosipkan itu tidak penting.


Aina memandang ke sekeliling, dia mencoba mencari kinsey. Tetapi dia tidak melihat kinsey.


"Tuan putri, terima kasih sudah datang!!" kata perdana menteri yang tiba-tiba menghampiri aina.


Perdana menteri dan istrinya langsung menyambut kedatangan aina dengan penuh antusias.


[Bukankah ini perdana menteri jerry dan istrinya..?? hmm..siapa ya namanya?? tadi karin bilang namanya.. yaa ampun aku lupa!!] Gumam aina dalam hati yang terlihat kebingungan.


"Tuan putri, saya adalah ariana, istri perdana menteri!!" kata istri perdana menteri yang memperkenalkan diri sambil membungkuk.


"Senang bertemu denganmu!!" kata aina sambil tersenyum.


"Kita sudah pernah bertemu di pesta kerajaan yang lalu, tetapi saya belum memperkenalkan diri secara resmi." kata istri perdana menteri sambil tersenyum.


"Maaf!! Waktu itu aku..." kata aina yang terlihat canggung.


"Tuan putri, di pesta kerajaan yang lalu itu, ada begitu banyak orang, jadi pasti tuan putri tidak mungkin mengingat satu-persatu!!" kata istri perdana menteri sambil tersenyum.


"Terima kasih untuk pengertiannya nyonya ariana!!" kata aina sambil tersenyum.


"Tuan putri jangan begitu sungkan!! Anda bisa memanggilku dengan sebutan Bibi ariana saja." kata istri perdana menteri sambil tersenyum.


[Ternyata ibunya kinsey sangat baik dan lemah lembut!! Pantas saja kinsey terlihat kekanakan seperti itu!!] Gumam aina dalam hati.


"Terima Kasih bibi ariana!!" kata aina sambil tersenyum.


Kinsey yang melihat aina, menghampiri aina yang terlihat sedang asik mengobrol dengan ayah dan ibunya.


"Ainaaa...!!!" Panggil kinsey sambil berjalan ke arah aina.


Dirk dan elbert juga berada tepat di belakang kinsey, dan menghampiri aina.


Perdana menteri dan istrinya terkejut mendengar kinsey yang memanggil aina dengan namanya saja.


"Siapa yang kau pikir, bisa kau panggil seenaknya!!" kata perdana menteri yang terlihat kesal sambil menyiku perut kinsey.


"Ouchh.. Ayah, apa yang ayah lakukan?? sakit tahu!!" kata kinsey yang terdengar manja.


"Bocah!! apa kau tidak mengerti?? Bagimana bisa kau memanggil tuan putri dengan namanya!!" kata perdana menteri yang terdengar mengomeli kinsey.


"Tapi ayah...." kata kinsey terhenti.


Perdana menteri memukul kinsey karena memanggil aina dengan namanya saja, sekalipun terlihat dipukul tetapi pukulan perdana menteri hanyalah sebuah teguran sebagai seorang ayah.


Aina tersenyum melihat ayah dan anak itu yang terlihat sangat akrab. Sebelum datang kesini, abilerdo sudah menceritakan bahwa kinsey bukanlah anak kandung dari perdana menteri.


Melihat kedekatan kinsey dan perdana menteri membuat aina sama sekali tidak berfikir bahwa mereka bukanlah ayah dan anak kandung, walaupun memang aina dan yang lain tahu bahwa mereka bukanlah ayah dan anak.


"Ibu....!!" panggil kinsey yang terdengar manja.


[Kinsey sangat beruntung diadopsi oleh kedua orang ini, mereka sepertinya begitu menyayangi nya!!] Gumam aina dalam hati.


"Ayah.. bisakah ayah berhenti mengomel?? disini masih banyak tamu, dan juga tuan putri masih disini." kata kinsey.


"Jadi.. sekarang kau bisa memanggil tu..." kata perdana menteri yang terhenti.


"Perdana menteri, tidak apa-apa!! Aku juga sudah terbiasa dengan panggilan kinsey, bukan hanya kinsey juga, dirk dan elbert juga memanggilku dengan sebutan nama saja." kata aina sambil tersenyum.


"Lagipula aku lebih merasa nyaman, jika memanggil namaku saja!!" kata aina sambil tersenyum.


Elbert tersenyum melihat kinsey dan kedua orang tuanya, dan dirk seperti biasa responnya terlihat datar, lagipula Dirk dan elbert sudah biasa melihat kinsey dan kedua orang tuanya seperti itu.


"Terima kasih atas perhatian Tuan putri!!" kata perdana menteri sambil membungkuk.


"Ayah.. disana masih banyak tamu undang, jika disini terus apa ayah tidak merasa enak dengan tamu yang lain??" kata kinsey.


"Kau..." kata perdana menteri sambil melirik aina.


"Perdana menteri, tidak apa-apa!! anda dan bibi ariana bisa menyapa tamu yang lain, aku tidak keberatan, lagipula disini ada mereka bertiga!!" kata aina sambil tersenyum.


"Terima kasih tuan putri, kalau begitu saya dan istri saya permisi dulu!!" kata perdana menteri sambil membungkuk.


Perdana menteri dan istrinya pergi untuk menyapa tamu yang lain.


"Oh iya, kenapa hanya kalian berdua?? dimana abilerdo??" tanya aina pada dirk dan elbert.


"Yang mulia ada urusan penting yang harus diselesaikan, jadi tidak bisa hadir." kata elbert.


[Benar juga, Yang mulia sedang berdiskusi dengan tuan Alfred yang juga adalah informan kunstkring, semua ini karena tongkat itu.] Gumam Dirk dalam hati sambil berpikir.


"Tetapi yang mulia sudah menitipkan kado untuk kimberly." kata elbert.


"Oh iya, aku juga membawa kado untuk adik kinsey." kata aina yang teringat dengan bungkusan yang ditangannya.


"Kinsey, adikmu yang mana?? Jangan-jangan aku lupa dengan wajahnya lagi." kata aina yang merasa tidak enak.


"Tenang saja aina, Kimberly tidak datang saat pesta kerajaan." kata elbert.


[Syukurlah...] Gumam aina dalam hati yang merasa lega.


"Oh iya aina, adikku seumuran denganmu." kata kinsey sambil tersenyum.


Aina menatap Dirk yang dari tadi hanya diam seperti batu.


"Dirk, apa kau memang selalu seperti ini?? Diam mu itu bisa membuat aku berpikir kau tidak ada disini, bahkan ditempat ramai ini." kata aina dengan nada dingin.


"puft.." suara kinsey dan elbert yang menahan tawa.


"Aku memang seperti ini.." kata Dirk yang sedikit canggung tetapi tetap dengan nada datar.


"Aina, sebaiknya kau menyerah!! orang ini memang sejak lahir sudah seperti ini." kata elbert sambil menggandeng pundak Dirk.


Dirk mencoba untuk menyingkirkan tangan elbert dari pundaknya, dan kinsey tak henti-hentinya tertawa. Mereka pun saling bercanda tawa seperti biasanya.


Tiba-tiba seseorang menghampiri aina, dirk, elbert, dan kinsey.


"Kakak, apa yang kau tertawakan sampai terlihat bodoh seperti itu??"


................................


Nantikan kelanjutan episodenya ya.


Jangan lupa vote, favorit kan dan like setiap episodenya :)


Maaf kalau ada salah kata.


Terima Kasih sudah membaca