The Legend Of Sun Queen

The Legend Of Sun Queen
Tangisan Yang Terdengar Seperti Nyanyian dari surga!



"APA KAU PIKIR AKU AKAN KALAH BEGITU SAJA, GADIS KECIL???" Teriak melville yang sudah tak bisa bergerak.


"YANG MULIA RATU, KUMOHON JANGAN LAKUKAN ITU!!" Teriakan salah satu pelindung alesa yang merasa khawatir.


"Jika kau mengaktifkan kekuatan itu, kau.. kau juga akan... kumohon jangan yang mulia!!!" Kata salah satu pelindung alesa.


Teriakan para pelindung alesa dan gertakan melville tidak menggoyahkan niatnya, tekadnya sudah bulat.


Alesa berpikir, hanya dengan cara ini, dia bisa menghentikan melville dan semua peperangan ini.


Kepergian edward membuat dia tidak bisa berkompromi lagi pada melville, bahkan pada dirinya sendiri.


"Kerajaan ku mungkin tak akan ada lagi!! tetapi aku bisa melindungi kalian dan rakyatku!!" kata alesa pada para pelindung alesa.


Ketiga pelindung alesa hanya bisa terdiam dan menangis, mereka sama sekali tidak bisa menghentikan alesa.


Bukan hanya melville saja yang tidak bisa bergerak, bahkan ketiga pelindung alesa tidak bisa bergerak.


"Jeritan rakyatku, membuat hati ku semakin hancur berkeping-keping!! Hanya dengan ini aku bisa melindungi negeri ini dan kerajaan agora milik edward!!" kata alesa sambil menangis.


"Kalian bertiga, lindungilah negeri ini untukku!!" kata alesa sambil tersenyum.


Kekuatan alesa pun semakin besar, soul energy alesa tidak bisa dipredeksi. Cahaya yang sangat menyilaukan terpancar dari tubuh alesa.


"LOCK!!!!" Teriak alesa sambil mengarahkan tongkat ke arah langit dan kemudian mengarahkan ke arah melville.


[Tidak.. tidak!! ini tak mungkin terjadi!! mana mungkin aku kalah dari gadis manja ini!!] Gumam melville sebelum menghilang.


Melville pun menghilang beserta para prajuritnya, Alesa yang masih memancarkan cahaya, turun perlahan dari atas langit.


Saat alesa menapaki tanah, alesa mengetuk tongkatnya ke tanah. Tiba-tiba tanah itupun bergetar.


Seluruh daratan kourion bergetar, gempa yang sangat dahsyat pun terjadi, beberapa tanah yang berada di sekitar mulai terbelah.


Gempa yang sangat dahsyat, tanah yang terbelah menjadi beberapa bagian yang diikuti oleh arus air laut yang menjadi pemisah antara tanah yang terbelah.


Alesa yang sudah mengeluarkan kekuatan itu, membuat dirinya menjadi sangat lemah, alesa pun terbaring.


Ketiga pelindung alesa secara bersamaan berlari mendekati alesa, alesa yang sudah tidak berdaya itu hanya tersenyum melihat ketiga orang yang paling dia percaya dan juga sebagai sahabatnya.


"Yang.. yang mulia!!" kata salah satu pelindung alesa sambil menaruh alesa dalam pangkuannya dan menangis.


"Lindungilah apa yang kalian rasa pantas untuk dilindungi" kata alesa sambil tersenyum pada ketiga pelindungnya.


Dengan sisa soul energy milik alesa, dia melindungi seluruh rakyat kerajaan kourion dengan balutan cahaya. Dengan begitu mereka tidak akan mendapatkan dampak dari kekuatan "lock" milik alesa.


Alesa memindahkan seluruh kekuatannya dalam tongkat cahaya miliknya.


Mata alesa perlahan mulai terpejam, tubuhnya tak bergerak lagi, nafasnya tak terdengar lagi.


Tangisan para pelindung dan orang sekitar alesa pun mulai terdengar. Tangisan yang terdengar seperti nyanyian dari surga.


"Yang mulia, bagaimana kami bisa melindungi orang lain, jika kami tidak bisa melindungi orang terpenting dalam hidup kami!!" kata salah satu pelindungnya.


Ketiga pelindung alesa pun membuat suatu keputusan, bahwa mereka akan pergi kemana alesa pergi, dengan begitu mereka bisa melindungi alesa.


Ketiga pelindung alesa mengaktifkan soul energy mereka satu persatu, mereka membuat semua orang yang berada di istana berpindah.


Hanya mereka saja dan alesa yang tertinggal diistana. Ketiga pelindung alesa, membawa alesa masuk kedalam istana, dan menaruh alesa beserta tongkatnya dalam sebuah peti kaca yang mereka buat menggunakan soul energy milik mereka.


Dengan kekuatan mereka bertiga, membuat tubuh alesa tidak akan pernah membusuk walaupun sudah tak bernyawa.


Peti kaca itu juga bukan hanya sekedar peti saja, tetapi memiliki kekuatan soul energy yang bisa melindungi tubuh alesa dari serangan apapun.


"Yang Mulia!! Kami akan membawa mu ke pulau old summer, tak ada satupun orang yang bisa menemukan tubuh dan istana yang mulia!! Kekuatan terakhir yang kami miliki adalah untuk melindungi yang mulia selamanya" kata salah satu pelindung alesa.


Negeri kurion terbelah menjadi dua bagian dan Negeri agora yang juga mendapatkan dampak dari gampa, terbelah menjadi dua bagian.


Semua daratan di duniapun menjadi empat bagian yang dipisahkan oleh lautan yang luas.


"Begitulah cerita yang kutahu!!" kata elbert.


Aina menangis mendengar legenda dari dunia ini.


"Legenda yang penuh tragedi!! Aku bahkan takut untuk membayangkan!!" kata aina yang masih meneteskan air mata.


"Jadi, apa ada yang tahu dimana raja melville berada??" kata aina sambil menghapus air matanya.


"Entahlah, tak ada satupun yang tahu dimana dia!! bahkan kerajaannya pun menghilang!!!" kata kinsey.


"Bahkan old summer, tempat sun queen dimakamkan tak ada satupun yang tahu." kata elbert.


"Bagi sebagian orang, cerita itu hanya mitos. Dan sebagian lagi percaya bahwa itu bukan mitos!!" kata elbert.


"Bagaimana bisa mereka tidak percaya dengan ratu yang telah menyelamatkan mereka!!! gila!!!" kata aina yang terlihat kesal.


"Yaa begitulah... kisah itu sekarang hanya menjadi legenda!!" kata elbert.


"Bagaimana dengan kalian?? apakah kalian percaya??" kata aina dengan wajah penasaran.


Seketika suasana menjadi hening, semuanya menatap aina dengan serius.


[eehkk.. kenapa mereka menatapku seperti itu??] gumam aina dalam hati yang kebingungan.


"Sudahlah!! kalian tidak perlu menjawab, dengan wajah kalian saja aku sudah mengerti!!" kata aina.


"Hanya anak kecil saja yang percaya dengan dongeng!!!" kata abilerdo dengan nada dingin.


"Ciihh..." gumam aina yang terlihat kesal.


"Tenang saja, bukan hanya kamu seorang yang percaya kok, yang mul......" kata kinsey yang tertahan karena tiba-tiba dirk menutup mulutnya dengan makanan.


Elbert dan Dirk menatap kinsey dengan tatapan dingin, dan seakan-akan wajah mereka tertulis kata "Bodoh".


Kinsey terlihat sedikit kesal, namun dia menyadari maksud Dirk dan elbert. Karena di istana, satu-satunya yang percaya dengan legenda itu adalah raja mereka sendiri, abilerdo.


Aina menjadi bingung dengan sikap dirk, elbert dan kinsey. Kinsey yang merasa canggung akhirnya bercerita tidak karuan tentang dirinya sendiri.


Kinsey yang blak-blakan menceritakan kekonyolannya sendiri, dan elbert tak henti-hentinya mengejek kinsey dengan kata bocah bodoh.


Suasana kembali menjadi seperti biasa, aina tersenyum melihat kinsey dan elbert.


Abilerdo manatap aina yang tersenyum itu, sesaat dia seperti terpesona melihat aina yang tersenyum bagaikan peri.


"Sekarang aku yang akan bertanya!! Siapa kau sebenarnya dan darimana kau berasal???" Tanya abilerdo dengan nada yang serius dan menatap aina.


Dirk, elbert dan kinseh pun secara spontan menatap aina dengan serius juga.


"Aku.. aku sebenarnya...." kata aina dengan nada yang terdengar ragu.


...............................


Nantikan kelanjutan episodenya ya.


Jangan lupa vote, like dan favorit kan.


Maaf kalau ada salah-salah kata.


Terima Kasih sudah membaca.