
Aina keluar dari ruang makan meninggalkan abilerdo.
Langkah kaki aina terhenti dibalik pintu ruang makan.
[Aku sudah tahu dia memiliki seseorang dihatinya. Tetapi, kenapa saat dia mengatakannya sendiri, dadaku terasa sesak??] Gumam aina dalan hati sambil menyentuh dadanya dengan ekspresi sesak.
Aina melirik sedikit abilerdo yang ada di dalam ruang makan.
[Ekspresinya biasa saja!! Dia bahkan kelihatan tidak terganggu sama sekali!!] gumam aina dalam hati yang melirik abilerdo.
Abilerdo hanya nampak biasa-biasa saja dan melanjutkan makanannya.
[Apa yang kuharapkan?? Aina, jangan sampai kau jatuh dalam jurang cinta seperti ini. Jika tidak, takkan ada yang bisa menarikmu naik!!] Gumam aina dalam hati sambil berbalik dengan ekspresi yang sedikit sedih.
[Sudahlah!! Lupakan semuanya!! Masih ada yang lebih penting dari ini. Lagipula, jika aku sudah menemukan yuki, aku akan meninggalkan tempat ini.] Gumam aina dalam hati dengan sambil berjalan menjauh dari ruang makan.
[Sampai waktunya tiba!! Tidak ada yang bisa membuatku goyah!!] Gumam aina dalam hati dengan wajah serius.
Disisi lain, didalam ruang makan.
Abilerdo yang tadinya melanjutkan makan, tiba-tiba terhenti dan melepaskan sendok nya.
[Kenapa aku sangat terganggu dengan sikap dan kata-kata aina??] Gumam abilerdo dalam hati.
[Sejak awal aku memang merasakan, aina begitu familiar. Dan aku tak bisa menghentikan diriku sendiri untuk selalu menolongnya.] Gumam abilerdo dalam hati.
[Aku begitu mencintai victoria. Aku tak akan membiarkan siapapun menggantikan posisinya dihatiku.] Gumam abilerdo dalam hati.
[Tetapi, kenapa ada rasa sakit yang kurasakan karena aina??] gumam abilerdo dalam hati.
[Ini tidak benar!! Aku tidak akan memikirkan apapun lagi, selama aku belum menemukan pembunuh orang tuaku dan juga victoria.] gumam abilerdo dalam hati dengan ekspresi serius yang sesaat mengingat penderitaan victoria kala itu.
Beberapa hari kemudian.
Kerajaan aeres mengirimkan undangan untuk abilerdo dan aina, dalam rangka perayaan ulang tahun pangeran mahkota dari kerajaan aeres.
Tok..tok..tok.. Bunyi pintu ruangan kerja abilerdo.
"Yang Mulia, tuan putri sudah datang." kata salah satu pengawal yang berjaga didepan.
"Masuklah!!" kata abilerdo.
Aina pun masuk kedalam ruangan kerja abilerdo, disana sudah ada dirk, elbert dan kinsey.
Abilerdo dan yang lainnya tidak mengira bahwa Kimberly juga ikut masuk bersama aina.
"Hai..hai.." sapa Kimberly sambil tersenyum.
"Kimmy, kenapa kau ada disini??" tanya kinsey.
"Tadi pas kak abi memanggil aina, aku keburukan baru sampai juga untuk menyapa aina. Jadi aina mengajakku kesini juga." kata Kimberly dengan polosnya.
"Kau ini...." gumam elbert dengan ekspresi bingung.
Aina dan Kimberly duduk dengan santainya.
"Ada apa mencari ku??" tanya aina dengan nada dingin.
Dirk, elbert dan kinsey sedikit terkejut dengan nada suara aina yang terkesan dingin.
[Gadis ini, apa dia masih marah??] gumam abilerdo dalam hati.
"Dirk, berikan undangan itu padanya." kata abilerdo.
Dirk pun memberikan undangan dari kerajaan aeres kepada aina. Undangan itu ditujukan untuk raja dan tuan putri Kerajaan kunstkring.
Setelah membacanya, aina menaruh undangan tersebut dimeja.
"Aku tidak ingin pergi." kata aina.
Kimberly merasa penasaran dengan undangan itu, Dia mengambil undangan yang diletakan oleh aina dan membacanya.
"Kenapa?? Ini undangan pangeran mahkota dari kerajaan aeres." kata kinsey dengan ekspresi bingung.
"Kalian sendiri juga tahu, aku tidak begitu suka dengan pesta kerajaan seperti ini." kata aina yang terlihat cuek.
[Lagipula, aku sedikit trauma dengan acara seperti itu.] Gumam aina dalam hati sambil mengingat kejadian di pesta ulang tahun Kimberly pada waktu yang lalu.
Abilerdo, dirk, kinsey dan elbert sama sekali tidak bisa berkata apapun lagi. Sekeras apapun mereka memaksa aina untuk menerima undangan itu, tetap saja aina menolak nya tanpa pikir panjang.
Bagi aina, sepenting apapun undangan dari kerajaan aeres, dia tidak akan menerima undangan tersebut.
"Wahh.. bukankah ini pesta ulang tahun pangeran mahkota dari kerajaan aeres??" gumam Kimberly yang terkejut sambil menatap undangan itu.
"Aina, kenapa kamu menolak undangan sepenting ini??" tanya Kimberly sambil menatap aina dengan ekspresi bingung.
"Aku tidak peduli." kata aina dengan nada yang dingin.
"Dia juga sangat tampan loh." kata Kimberly dengan ekspresi yang berbinar dan wajah merona.
Perkataan dan ekspresi Kimberly membuat mereka nampak suram.
[Kupikir, dia ingin mengatakan sesuatu yang penting!!] gumam aina dalam hati sambil menghela nafas.
"Kimmy, apa hanya itu yang kau tahu??" tanya elbert dengan ekspresi suram.
Kimberly sama sekali tidak menanggapi pertanyaan elbert. Dia hanya terfokus pada bayangannya tentang pangeran aeres.
Pangeran aeres adalah satu-satunya pangeran yang ada di kerajaan aeres dan juga merupakan penerus kerajaan aeres.
Saat pesta penyambutan aina pada waktu yang lalu, pangeran aeres tidak bisa hadir karena kesibukannya.
Pangeran aeres sangat populer di kalangan para bangsawan. Perawakannya yang tampan dan kepintarannya yang luar biasa, membuat para gadis bangsawan begitu memujanya.
Abilerdo sering disebut-sebut sebagai saingan paling berat dari pangeran aeres. Walaupun pangeran aeres tidak bisa mengimbangi abilerdo, tetapi pangeran aeres sangat dikagumi oleh para putri dan gadis bangsawan.
Abilerdo dan pangeran aeres memiliki kesamaan, yaitu tidak tertarik dengan gadis manapun.
Berbeda dengan abilerdo, pangeran aeres sejak dulu tidak pernah menyukai seorang gadis manapun. Bahkan dia selalu bersikap dingin pada gadis yang dia temui.
Ada rumor yang mengatakan bahwa pangeran aeres adalah seorang guy. Namun, rumor itu tidak membuat kepopulerannya berkurang.
Bahkan para putri dan gadis bangsawan sama sekali tidak peduli dengan rumor tersebut. Benar atau tidaknya rumor itu, mereka tetap selalu mengidolakan pangeran aeres.
Menjadi salah satu pasangan dari abilerdo dan pangeran aeres adalah impian terbesar dari para putri dan gadis bangsawan. Mengingat betapa tampannya mereka berdua.
"Kimmy, sepenting apapun undangan itu. Aku tidak akan menerima undangan itu." kata aina dengan serius.
"Aina..." gumam Kimberly yang nampak bingung.
Kimberly pun memikirkan sebuah cara untuk membujuk aina.
"Aina, kumohon terima undangan itu. Jika kau pergi, aku akan ikut bersamamu. Aku sangat ingin melihat pangeran aeres. Sangat sulit untuk bertemu dengannya. kumohon aina... ajak aku juga.." bisikan kecil Kimberly di telinga aina dengan ekspresi memelas.
Aina hanya bisa menghela nafas melihat ekspresi Kimberly. Sedangkan abilerdo dan yang lainnya nampak sedikit bingung dan tidak bisa mendengar apa yang dibisikkan Kimberly kepada aina.
"Baiklah, aku menerima undangan itu. Dan aku ingin, Kimberly ikut bersamaku." kata aina sambil menghela nafas.
Dengan cepat, ekspresi Kimberly berubah menjadi sangat senang dengan apa yang dikatakan oleh aina.
Dirk, elbert dan kinsey merasa lega karena aina akhirnya menerima undangan itu. Bagi mereka, undangan dari kerajaan aeres itu sangatlah penting.
Sedangkan abilerdo nampak diam dengan ekspresi dingin menatap aina. Abilerdo mengira bahwa aina menerima undangan itu karena perkataan Kimberly yang mengatakan bahwa pangeran aeres sangat tampan.
Tetapi aina dan yang lainnya tidak menyadari aura abilerdo yang seperti itu.
"Kalian bertiga juga harus ikut bersamaku." kata abilerdo kepada dirk, elbert dan kinsey.
Abilerdo, dirk, elbert dan kinsey bercakap-cakap prihal undangan dari kerajaan aeres. Sedangkan aina dan Kimberly memiliki cerita mereka sendiri.
Aina dan Kimberly sama sekali tidak mendengarkan apa yang dibicarakan oleh abilerdo dan yang lainnya. Kimberly sibuk menceritakan tentang pangeran aeres kepada aina dengan wajah yang berbinar-binar.
Aina sama sekali tidak bisa menolak Kimberly karena tidak ingin menyakiti perasaan Kimberly.
Abilerdo menatap aina dengan tatapan yang sangat dingin saat mendengar nama pangaran aeres diucap oleh Kimberly.
Selama mereka semua bercakap-cakap di ruang kerja abilerdo, sangat jelas terlihat bahwa abilerdo dan aina nampak aneh. Mereka berdua sama sekali tidak berbicara seperti biasanya.
Kadang aura dingin abilerdo bisa dirasakan oleh Dirk, elbert, kinsey dan Kimberly. Namun, mereka terlalu takut untuk bertanya.
Aina sendiri hanya nampak santai dan cuek-cuek saja dengan ekspresi abilerdo yang terlihat dingin.
Hari ini pun tiba.
Abilerdo dan aina berangkat menuju kerajaan aeres dengan menggunakan kapal kerajaan yang begitu mewah.
Dirk, elbert, kinsey dan Kimberly juga menaiki kapal yang sama dengan abilerdo dan aina.
Perdana menteri dan istrinya hanya mengantar mereka sampai di pelabuhan kerajaan kunstkring saja. Perdana menteri tidak ikut karena dia harus menggantikan abilerdo untuk mengurus urusan yang ada di istana.
Abilerdo tidak banyak memabawa pengawal. Bagi abilerdo, ketiga sahabatnya itu sudah lebih dari cukup untuk selalu bersamanya, dan juga beberapa awak kapal kerajaan.
Perjalanan menuju kerajaan aeres membutuhkan waktu tiga hari untuk sampai di pelabuhan kerajaan aeres.
Abilerdo, aina dan yang lainnya pun berlayar menuju kerajaan aeres.
..........................
Nantikan kelanjutan episodenya ya.
Maaf kalau ada salah kata.
Terima Kasih sudah membaca