The Legend Of Sun Queen

The Legend Of Sun Queen
Tak Berguna!!!



Sosok gadis misterius tiba-tiba muncul disamping evan. Evan terlihat terkejut dan merasa merinding dengan kehadiran seseorang yang dikenalnya.


“No...nona Lu!!!” gumam evan sambil menatap gadis itu dengan ekspresi gugup dan sedikit takut.


[Siapa gadis ini??] gumam aina dalam hati.


Abilerdo, erik, dan yang lain merasa terkejut karena mereka bisa merasakan kekuatan dark energy dari gadis misterius itu.


“Evan, sudah kukatakan jangan pernah bermain dengan mangsamu!!” kata gadis itu dengan nada dingin.


[Mangsa?? Apa dia pikir kita ini hewan??] gumam aina dalam hati dengan ekspresi kesal.


“Ti..tidak nona lu.” Kata evan dengan nada gugup.


Abilerdo dan erik merasa aina dalam bahaya karena berada didekat gadis itu.


“Siapa lagi kau?? Apa maksudmu mangsa?? Apa kau gila?!” kata aina dengan nada dingin.


Gadis misterius itu menatap aina dengan tatapan dingin.


“Aina..itu...” kata Kimberly dengan ekspresi panik.


“Bocah, apa dia kakakmu?? Pantas saja sikapmu sangat menyebalkan.” Kata aina dengan ekspresi dingin.


[Kakak?? Gadis ini sungguh berani!!] gumam evan dalam hati dengan ekspresi takut.


“Diam kau!!! Dasar mahkluk rendahan!!” kata gadis itu dengan ekspresi marah.


Dengan cepat gadis itu menghunuskan kekuatan yang ditangannya dan menghempaskan aina yang berdiri diatas balkon.


“Aaarrgghh!!” suara teriakan aina yang terhempas dari atas balkon. Dirk, elbert, kinsey dan Kimberly terkejut melihat aina yang terhempas dari balkon itu.


Dengan sangat cepat abilerdo dan erik meraih tubuh aina yang mulai jatuh dari atas balkon itu.


Abilerdo lebih dulu menangkap aina dan langsung mendarat di taman belakang istana aeres tepat dibawah balkon yang melayang itu.


Erik juga mendarat sesaat setelah abilerdo mendarat yang menggendong tubuh aina. Ekspresi erik nampak sedikit kecewa karena bukan dia yang menangkap aina terlebih dahulu.


[Pria arogan...] gumam aina dalam hati sambil menatap abilerdo.


Abilerdo menurunkan tubuh aina yang dipeluk nya itu dan menatap dingin gadis yang menghempaskan aina dari atas tersebut.


Dirk, elbert, kinsey dan Kimberly juga langsung turun dari atas dengan menggunakan soul energy milik mereka.


“Kau cukup cepat juga, Yang Mulia Raja!!” kata gadis itu sambil tersenyum dengan nada menekan.


“Dia mengenal Yang Mulia??” gumam kinsey dengan ekspresi bingung.


“Siapa kau??” tanya elbert.


“Oh iya, aku belum memperkenalkan diriku!! Namaku Lureta!!” kata lureta sambil tersenyum.


Lureta menghunuskan balkon yang tadinya ditempati oleh aina diatas ke arah mereka semua yang berada dibawah.


Sambil menangkap aina, abilerdo menghindar dari balkon yang melesat kearah mereka. Begitu pula dengan erik dan yang lainnya.


[Apa ini?? Balkon?? Nyaris saja!!] gumam aina dalam hati dengan ekspresi kaget.


“Hmmm... Kalian semua benar-benar cepat!!” gumam lureta.


Lureta dan evan yang melayang di udara itu, perlahan mulai turun dan menapaki tanah, tepat didepan abilerdo, erik dan yang lainnya.


“Apa sebenarnya maumu??” tanya elbert dengan ekspresi kesal.


“Wah..ada apa dengan ekspresimu itu?? Apa begini caramu berbicara dengan seorang gadis??” kata lureta sambil tersenyum sinis.


“Gadis?? Apa kau terlihat gadis??” kata elbert dengan nada mengejek.


“pufftt..” suara kinsey dan Kimberly yang menahan tawa.


Lureta nampak sangat kesal dengan apa yang dikatakan oleh elbert.


“Evan, apa saja yang kau lakukan sejak tadi??” tanya lureta dengan nada kesal.


“No..nona lu, aku sudah berusaha membuat mereka tidak bergerak, tetapi gadis itu..” kata evan dengan nada gugup.


“Gadis??” gumam lureta sambil menatap aina.


Lureta dapat merasakan kekuatan soul energy pada abilerdo, erik dan yang lainnya. Tetapi dia bisa merasakan bahwa aina tidak memiliki kekuatan apapun.


“Apa gadis yang tidak bisa apa-apa itu, menyulitkanmu??” tanya lureta dengan ekpresi dingin sambil menatap aina.


Aina sedikit terkejut karena gadis itu menatapnya dengan tatapan dingin. Namun, aina yang jutek dan cuek itu tidak begitu memperdulikan tatapan lureta.


“Entah kenapa, aku benci dengan tatapan gadis itu.” Gumam lureta dengan ekspresi kesal.


Evan nampak bingung dengan apa yang dikatakan oleh lureta. Abilerdo, erik dan yang lainnya menatap lureta dengan tatapan dingin.


“Tuan putri..??” gumam lureta dengan ekspresi yang sedikit kaget.


Sambil bergumam lureta tertawa dengan sangat keras mendengar apa yang dikatakan oleh evan.


[Ada apa dengannya?? Apa dia mulai gila??] gumam aina dalam hati dengan ekspresi suram.


“Tu..tuan putri?? Apa gadis biasa ini tuan putri kerajaan kunstkring?? Dia bahkan tidak bisa apa-apa!!” kata lureta sambil tersenyum mengejek sambil menatap aina.


“Kau sangat lancang!!” kata kinsey dengan ekspresi kesal.


Abilerdo, erik dan yang lainnya terlihat sangat kesal mendengar kata-kata dan senyuman yang terlihat sangat mengejek dari lureta.


“Kenapa dengan ekspresi kalian?? Jadi benar, gadis itu seorang putri?? Aku bahkan tidak bisa merasakan kekuatan apapun dari tubuhnya.” Kata lureta sambil tersenyum mengejek.


“Aku baru tahu, ternyata kerajaan kunstkring yang sangat di sanjung oleh kerajaan lain memiliki putri yang tidak berguna seperti gadis itu!! Aku sangat kecewa!!” gumam lureta sambil tersenyum mengejek.


Aina hanya diam tanpa ekspresi mendengarkan apa yang digumamkan oleh lureta. Sedangkan abilerdo, erik, dan yang lainnya sangat kesal.


[Dilihat dari ekspresi mereka, gadis ini sangat penting buat mereka. Hmm.. Ini menarik!!] gumam lureta dalam hati sambil tersenyum.


“Terima Kasih untuk pujianmu.” Kata aina sambil tersenyum sinis.


Lureta dan evan kaget melihat aina yang nampak tidak terpengaruh dengan ejekan dari lureta.


“Aina...” gumam Kimberly dengan ekspresi bingung sambil menatap aina.


“Kau membuatku sedikit kaget!! Lumayanlah untuk gadis tak berguna sepertimu!!” kata lureta sambil tersenyum mengejek.


“Hentikan kata-katamu itu!! Kau benar-benar lancang!!” kata elbert dengan ekspresi kesal.


“Sudahlah.. Dia benar, aku memang tidak berguna!!” kata aina dengan nada dingin.


Lureta tertawa kecil mendengar apa yang dikatakan oleh aina. Sedangkan, abilerdo, erik dan yang lainnya bingung sambil menatap aina.


Abilerdo, erik dan yang lainnya tidak ingin aina merasa sedih dan terbebani dengan apa yang dikatakan oleh lureta.


“Aku memang tidak berguna dan sangat menyedihkan.” Gumam aina dengan nada datar.


Abilerdo, erik dan yang lainnya nampak sedih kerena kata-kata itu keluar dari mulut aina. Lureta tersenyum sambil menatap aina karena merasa sangat puas.


“Apa kau pikir aku akan berkata seperti itu??” kata aina dengan ekspresi dingin dan nada yang menekan sambil menatap lureta.


Nada bicara aina sentak membuat abilerdo, erik dan yang lainnya kaget.


[Ga..gadis ini!!] gumam lureta dalam hati dengan ekspresi terkejut.


[Ya..sudah kuduga..] gumam evan dalam hati dengan ekspresi suram.


“Kekuatan?? Aku tidak butuh kekuatan yang hanya digunakan untuk menindas orang lain, apalagi orang yang lemah.” Kata aina dengan nada menekan dengan ekspresi dingin.


“Berani-beraninya kau menatapku dengan ekspresi seperti itu.” Kata lureta yang nampak kesal.


“Kenapa?? Apa kau kesal?? Bukankah yang kukatakan benar?! Aku bisa menebak, kekuatan yang kau miliki hanya digunakan untuk menindas orang yang dibawahmu, dan kau merasa kuat dengan hal itu!! Sungguh membuatku tertawa!!” kata aina sambil tersenyum dingin.


Kata-kata aina sentak membuat abilerdo, erik dan yang lainnya sangat terkejut dan takjub. Evan bahkan terkejut dengan kata-kata dan sikap aina.


[gadis yang menyebalkan!!] Gumam lureta dalam hati dengan ekspresi kesal.


“Gadis biasa seperti dirimu sebaiknya diam saja!!!” kata lureta dengan ekspresi kesal.


Sambil mengatakan itu, lureta melancarkan serangan kearah aina. Aina sangat terkejut melihat sebuah serangan yang mendekati nya dengan sangat cepat. Aina sama sekali tidak bisa menghindar dari serangan itu, mengingat dia tidak memiliki kekuatan apapun.


[Aina...] gumam abilerdo dalam hati dengan ekspresi kaget dan khawatir.


Dengan sangat cepat, erik menahan serangan lureta dengan menggunakan tameng dari soul energy miliknya.


[Erik...!!] Gumam aina dalam hati yang nampak kaget.


Cerita singkat.


Aina : Thor, apa aku punya marga?? (Dingin)


Kimberly : Benar, benar.. aku juga!! (Bersemangat)


Author : Marga kalian terlalu panjang untuk ditulis. Apalagi setiap tokoh!! Hitung-hitung hemat tenaga jariku lah. (Tertawa)


Aina dan Kimberly : Itu kan tugasmu. (Suram)


...................................


Nantikan kelanjutan episodenya ya.


Maaf kalau ada salah kata.


Terima Kasih sudah membaca.