The Legend Of Sun Queen

The Legend Of Sun Queen
Pria cantik...



Abilerdo dan para pasukannya tiba di Desa, pasukan abilerdo bergegas menghampiri kereta abilerdo, dan melaporkan bahwa mereka telah sampai. Abilerdo dan aina bersiap untuk turun dari kereta, seperti biasanya, mereka masih terlihat kesal satu sama lain.


Tak..tak..tak...!!! bunyi suara langkah kaki yang berlari kearah kereta abilerdo, dari sikap elbert dan dirk yang terlihat santai melihat seseorang yang mendekat ke arah kereta abilerdo, tentu saja itu seseorang sangat mereka kenal.


Dengan senangnya kinsey berlari kearah kereta abilerdo dan menunggu abilerdo keluar dari keretanya. Terdengar bunyi pintu kereta abilerdo yang mulai terbuka, abilerdo keluar dari keratanya, betapa senangnya kinsey melihat sosok abilerdo yang sangat dia rindukan itu. Yaa.. bagaimapun mereka memang jarang bertemu, kinsey hanya melaporkan kondisi dan keadaan disetiap sudut kerajaan kunstkring.


“Yang Mulia dodo, akhirnya kamu tiba!!!”, kata kinsey yang kegirangan dan hendak memeluk abilerdo.


Disaat kinsey hendak memeluk abilerdo, dengan cepat dirk menghadang kinsey dangan cara menahan jidatnya, secara dirk lebih agak tinggi daripada kinsey.


"Hei..dirk!! apa yang kau lakukan??”, cepat lepaskan!!”, kata kinsey yang agak kesal.


“Kinsey, kamu tidak berubah sama sekali!!”, kata elbert.


“Jaga sikap dan ucapanmu kinsey!! Ehem.. jangan memanggil yang mulia raja dengan nama kekanakan seperti itu!!”, kata dirk dengan tatapan dingin.


“Yaa.. benar!!! Atau kamu ingin aku hukum berdiri seperti dulu??, kata elbert dengan wajah yang terlihat mengejek.


Dirk melepaskan tangannya dari jidat kinsey, walaupun terlihat kaku, dirk terlihat ingin tersenyum mengingat masa lalu kinsey dan mereka semua, tepat saat elbert mengatakan seperti itu.


Kinsey pun mulai mengingat kembali kenangan itu, kinsey yang sangat nakal dan sering mengganggu abilerdo saat mereka berusia 8 dan 10 tahun, kerena kenakalan kinsey lah, elbert menghukum kinsey dan menyuruh dia berdiri setengah kaki, saat kinsey sedang memenuhi hukumannya, tiba-tiba dia menangis, abilerdo, dirk dan elbert kaget melihat kinsey yang awalnya sangat bersemangat dan nakal itu tiba-tiba menangis layaknya anak kecil.


Mereka bertiga menghampiri kinsey yang sedang menangis itu, abilerdo pun menyuruh kinsey menurunkan kaki sebelahnya, dia mengatakan bahwa hukumannya telah selesai. Abilerdo mengatakan itu karena merasa kasihan pada kinsey yang menangis dengan sangat kuat.


Kinsey menurunkan kakinya, tetapi tetap saja dia menangis dengan sekencang-kencangnya, dia bahkan tidak bergerak dari pohon itu. Mereka bertiga merasa kasihan melihat kinsey, elbert yang merasa bersalah karena menghukumnya, memanggil kinsey untuk ikut dengan mereka dan menyuruh kinsey menjauh dari pohon itu.


Kinsey tetap tak bergerak dan menangis, abilerdo yang agak bingung itu bertanya pada kinsey kenapa dia menangis, kinsey pun menjawab sambil menangis “A..aa..aku, ta..takut se..semut yang dipohon itu”.


Mereka saling tatap mendengar perkataan kinsey yang menangis bukan karena hukuman tetapi karena semut. Serentak abilerdo dan elbert langsung tertawa, dirk yang masih agak kaku tertawa kecil melihat kelucuan kinsey, itu pertama kali abilerdo melihat dirk tertawa sejak abilerdo mengajak dirk ke istana bersamanya, di tahun itulah abilerdo bertemu dengan dirk pertama kali.


“hei..elbert jangan mengungkit yang tidak-tidak!!”, kata kinsey yang terlihat ngambek sedikit.


“memangnya apa yang aku ungkit??”, kata elbert dengan wajah yang mengejek.


“Ka..kau!!! ka..kalian jangan mengingat-ingat kejadian itu!!!”, kata kinsey dengan gugup.


Dirk hanya tertawa kecil mengingat kejadian itu, elbert tak dapat menahan dirinya untuk terus mengejek kinsey. Abilerdo tersenyum dengan penuh ketulusan melihat tingkah mereka bertiga, abilerdo merasa sangat merindukan suasana seperti ini, kerena sejak abilerdo di angkat menjadi raja, mereka bertiga sangat jarang bertemu seperti layaknya sahabat dan keluarga.


Kreekkk!!! Bunyi pintu kereta yang di buka perlahan, aina pun keluar dari kereta dengan perlahan. Kinsey terkejut melihat seseorang yang keluar dengan begitu elegannya, dengan memakai pakaian pria tetap terlihat cantik bagaikan seorang bidadari.


Kinsey terdiam sambil memandangi aina dengan mata yang berbinar-binar, dia seperti hanyut dengan kecantikan aina. Sekalipun aina hanya mengenakan pakaian pria, kinsey tetap tidak mengalihkan pandangannya kearah aina.


Tiba-tiba abilerdo penghadang pandangan kinsey pada aina. Kinsey pun tersadar, dan mulai berpikir kenapa bisa ada seorang pria yang keluar dari kereta raja, kinsey tidak menyadari bahwa pria yang dia pikir itu ternyata adalah seorang wanita.


“Yang..yang mulia, kenapa bisa ada seorang pria cantik yang keluar dari kereta pribadimu??”, tanya kinsey dengan wajah yang kebingungan.


“pri..pria??”, tanya elbert.


Kinsey menantikan jawaban dari ebilerdo dengan wajah yang dipenuhi rasa penasaran, disisi lain aina merasa lebih kesal mendengar apa yang kinsey tanyakan pada abilerdo.


Aina terkejut melihat kinsey yang tiba-tiba sudah berada di depannya, aina melihat wajah kinsey yang penuh dengan rasa penasaran.


“a..ap..apa mau mu??, tanya aina yang terbata-bata karena kaget melihat kinsey yang tiba-tiba sudah di depannya.


“bahkan suaranya terdengar feminin dan cantik seperti wajahnya!!”, gumam kinsey dalam hati.


Aina tambah bingung dengan sikap kinsey yang hanya diam mendengar pertanyaan aina, dia merasa ketambahan lagi satu pria yang aneh.


Kinsey menatap aina dengan sangat lekat, dia masih berpikir kenapa pria di depannya sangat cantik. Dia juga merasa sangat penasaran dengan keberadaan aina di kereta khusus raja, dan sepanjang perjalalan berdua dengan abilerdo dalam satu kereta.


Kinsey mulai berpikir yang tidak tidak, karena dia tahu betul tak seorangpun yang pernah menaiki kereta pribadi abilerdo, mereka bertiga yang sangat dekat dengan abilerdo sendiri tidak pernah menaiki kereta tersebut.


Dan sekarang dia melihat seorang pria cantik yang turun dari kereta abilerdo dan berdua dalam satu kereta, membuat kinsey tidak percaya walaupun dia sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri. Dalam pikiran kinsey “kenapa bisa seorang pria cantik yang bisa menaiki kereta pribadi abilerdo??".


Kinsey menggeleng kepalanya karena berpikir yang tidak tidak.


Aina yang melihat tingkah kinsey itu, merasa sangat kesal. Kinsey bahkan mengabaikan pertanyaannya, dan hanya memandang aina dengan tatapan aneh.


“kau!! Apa kau sudah puas memandangiku??”, tanya aina dengan nada yang kesal.


Tiba-tiba kinsey tersadar,


“Si..siapa yang mandangimu?!”, kata kinsey yang sedikit gugup.


“hanya orang gila saja yang percaya dengan kata-kata mu!!”, kata aina dengan nada dingin.


“Kau!! Beraninya kau bicara seperti itu padaku, apa kamu tak tahu siapa aku?”, kata kinsey dengan sedikit menyombongkan diri untuk menutupi gugupnya.


“apa aku harus mengenalmu??”, tanya aina dengan nada dingin.


Kinsey terdiam dengan pertanyaan aina, dia tidak tahu harus mengatakan apa. Elbert dan dirk tersanjung melihat aina yang melontarkan kata-kata dengan nada dingin dan terdengar tegas seperti sulit untuk dijawab. Sikap kinsey yang periang dan suka bicara apa adanya itu, tak seorangpun yang bisa membuat kinsey gugup tak berkata seperti sekarang ini.


“Dan siapa kau sebut sebagai pria?? Apa kau tahu menyinggung wanita dengan menyebutnya sebagai pria, itu bisa membuatmu kehilangan muka dan bahkan NYA..WA...MU!!”, kata aina dengan tatapan yang sinis kearah kinsey dan nada yang sangat dingin.


Kinsey merasa takut dengan perkataan aina, kalimat itu hanya seperti kalimat biasa tapi entah kenapa seperti pedang yang menusuk tepat di jantungnya. Dirk dan elbert juga merasa agak takut dengan perkataan aina, padahal aina tidak mengatakan itu untuk mereka.


“Ja..ja..jadi kau bukan seorang pria?? kau wanita?!!!”, kata kinsey dengan gugup dan agak ketakutan.


Aura aina yang hanya diam sambil memandangi kinsey dengan tatapan sinis itu, terlihat elegan namun seperti ada perasaan tersiksa didalam tubuh kinsey, bahkan tatapan aina tertular pada dirk dan elbert, entah bagaimana bisa, mereka merasakan kepahitan yang berasal dari kata-kata aina, yang bisa membuat mereka terdiam dan sesak nafas.


“Sudah Hentikan!!!”, kata abilerdo dengan nada yang tegas.


...........................................


Nantikan kelanjutan episodenya ya...


Jangan lupa like dan favoritkan..