
Aina menatap abilerdo yang sudah terlihat marah. Ablierdo merasa bahwa aina tidak menghargai penghargaan yang diberikan oleh abilerdo.
"Atau lebih tepatnya kau tidak mampu menjadi seorang putri!!!" kata abilerdo dengan nada dingin yang terlihat marah.
[Kata-katanya semakin lama semakin keterlaluan!!] gumam aina dalam hati dengan tersenyum sinis.
"Tidak mampu?? sepertinya kau salah paham!! Apa kau pikir menjadi seorang putri bisa mendapatkan segalanya??" Kata aina dengan nada dingin.
"Mungkin apa yang kau katakan benar, Aku tidak mampu menjadi seorang putri!!!" kata aina dengan nada dingin yang tersenyum sinis.
"KAU!!" kata abilerdo yang terlihat sangat marah.
"Apa aku bisa bertanya padamu?? Bagaimana rasanya menjadi seorang raja yang tidak bisa melindungi orang kau sayangi?? bagaimana rasanya menjadi seorang raja yang tidak tahu keberadaan orang terpenting dalam hidupmu??" kata aina dengan tatapan yang dingin.
Abilerdo tertegun dengan pertanyaan demi pertanyaan aina, dia merasa pertanyaan aina bisa membunuh hatinya. Abilerdo teringat dengan seorang gadis yang sangat ingin dia lindungi.
Abilerdo hanya terdiam kaku dan terlihat gemetaran mengingat masa lalu yang menyakitkan itu.
"Bagaimana Yang Mulia??" kata aina sambil menatap sinis abilerdo.
Aina seperti tidak memperdulikan ekspresi abilerdo yang berubah drastis.
"Bagaimana aku bisa menjadi seorang putri jika orang yang aku sayangi tidak bersamaku!! Bagaimana bisa aku menikmati kemewahan seorang putri, sedangkan yuki mungkin menderita diluar sana!! Apa kau pikir aku mampu??" kata aina dengan nada yang lantang tetapi mengandung kepedihan.
Abilerdo menatap aina, dia bisa merasakan apa yang dirasakan aina. Dalam hati, abilerdo merasa bersalah dengan kata-kata abilerdo yang terkesan menghina kepribadian aina itu.
Bahkan abilerdo sempat berfikir bahwa aina hanya ingin terlihat jual mahal, tetapi setelah mendengar apa yang dikatakan aina, abilerdo merasa sangat bersalah dan disisi lain merasa seperti pengecut.
"Aku capek!!! Maaf, aku tidak bisa mengikuti pesta ini lagi." Kata aina dengan nada dingin.
Aina pun meninggalkan abilerdo yang berdiri dibalkon itu. Aina terus berjalan melewati orang-orang yang ada didalam aula istana dan keluar dari aula istana itu.
Dirk dan elbert sempat melihat aina yang keluar dengan wajah yang terlihat kesal. Mereka berdua menghampiri abilerdo yang masih berdiri dibalkon.
"Yang Mulia, Apa anda baik-baik saja??" kata Dirk dengan nada yang sedikit gugup.
"Yang Mulia.." panggil elbert dengan sedikit gugup.
Abilerdo hanya diam tanpa memperdulikan Dirk dan elbert.
Aina masuk ke kemarnya dan berbaring di kasur.
"Dasar pria arogan!!! Beraninya kau menghina kemampuan ku!!! aku memang hanya gadis biasa!! kau sendiri yang memberikan gelar putri tanpa bertanya pendapatku!! dan sekarang kau bersikap seperti itu padaku!! aku bahkan tidak memintanya!! DASAR EGOIS!!" Gumam aina yang terlihat kesal.
Aina terlihat lelah karena mengoceh sendiri, Dia berdiri dari tempat tidurnya dan memandang langit dari jendela kamar.
[Yu..ki.. Aku merindukanmu] Gumam aina dalam hati sambil meneteskan air mata.
Pesta pun berakhir, para raja, ratu dan bangsawan kembali kekediaman mereka masing-masing.
Dirk, elbert dan kinsey melihat abilerdo yang berjalan kearah chocolate garden. Mereka mengikuti abilerdo, tetapi mereka tidak berani untuk terus masuk kedalam chocolate garden.
"Sepertinya, Yang Mulia tidak ingin diganggu!!" Kata Dirk.
Dirk, elbert dan kinsey pun meninggalkan abilerdo sendiri. Mereka tahu betul, jika abilerdo pergi ke chocolate garden, itu artinya abilerdo tidak ingin orang lain melihat kesedihannya.
Mereka bertiga hanya bisa menunggu di balkon belakang dekat taman.
Aina yang terlihat letih, tidur dengan meneteskan air mata.
Mimpi buruk ku pun datang menghampiri mimpi aina.
"Aina..Aina..Aina!!!" panggil yuki yang terdengar ketakutan.
"Yu..yuki...." gumam aina yang terlihat gemetar.
"Aina, tolong aku!! aku takut, aku takut aina... kumohon tolong aku!!" kata yuki dengan suara yang terdengar lemah dan ketakutan sambil menangis.
Aina berlari ke arah yuki dengan wajah yang sangat panik, tetapi semakin dia mendekat kearah yuki, bayangan yuki semakin menjauh.
Aina terus dan terus berlari sampai mencucurkan keringat, dia berusaha mengejar yuki.
"Yuki...Yuki...Yuki!!!" Teriakan aina sambil berlari mengejar yuki dalam mimpinya.
Aina yang tertidur itu terlihat gemetar dan mencucurkan keringat kecil di dahinya.
"Yuki...Yuki...Yuki..." Gumam aina dengan suara yang pelan yang masih tertidur.
JeeedddaaaRRR!!!!! Suara petir dilaur yang sangat kuat membuat aina terbangun.
"YUKI!!!!!!" teriakan aina saat membuka matanya.
Aina yang masih gemetar, menengok ke kanan dan ke kiri.
"Mim..pi??" Gumam aina yang terdengar ketakutan.
Suara petir yang terus terdengar dari luar membuat aina terus menerus terkejut dan gemetaran.
"Hujan?? Yuki... Kau dimana??" gumam aina sambil meneteskan air mata.
Aina menangis tersungkur dengan tubuh yang gemetaran dan ketakutan karena mengingat apa yang dia mimpi kan tadi.
"Tidak!! Yuki takut dengan petir!! aku harus mencarinya!!" gumam aina dengan tubuh yang bergetar dan masih meneteskan air mata.
Aina pun berdiri dan berjalan kearah pintu kamar dan keluar dari kamarnya kemudian mulai berlari kearah pintu keluar istana tanpa mengenakan alas kaki.
Disisi lain,
Abilerdo yang merasa tertekan dengan kata-kata aina, duduk diam di dalam chocolate garden.
Terlihat kesedihan dan kerinduan yang terpancar dari mata abilerdo. Rasa bersalah yang selalu menghantuinya seakan tidak bisa disembunyikan lagi.
Abilerdo mengingat kenangan demi kenangan bersama seorang gadis yang sangat dicintainya. Kenangan itu membuat dia lebih menderita.
"Apa yang harus aku lakukan, victoria??" gumam abilerdo dengan nada yang sedih sambil menundukkan kepalanya.
Dirk dan elbert terus memandangi dan mengawasi chocolate garden dari balkon belakang.
Sedangkan kinsey celingak celinguk tak karuan, kaki dan tubuhnya seakan tak bisa berhenti untuk berjalan. Kinsey hanya terlihat mondar mandir.
"Kinsey, bisakah kau duduk diam dan mengawasi Yang Mulia!!" kata Dirk yang terlihat kesal mendengar langkah kaki kinsey.
"Aku tidak bisa!! aku sedang berpikir!!" kata kinsey sambil mondar mandir.
"Heh...Apa otak undang bisa berpikir??" kata elbert sambil tersenyum menyindir.
"Namanya juga otak, tentu saja bisa!!" kata kinsey dengan polosnya.
"Hah.." Kata Dirk yang terlihat bingung dan sedikit terkejut.
"puft!!" suara elbert yang menahan tawa.
"Kinsey, Sebaiknya kau diam!! Hujannya semakin deras!!" kata Dirk.
"Aku..." kata kinsey yang tiba-tiba terhenti.
Kinsey melihat sosok gadis yang berlari kearah hutan belakang istana.
"Apa lagi sekarang??" kata elbert.
"Bukankah itu...." kata kinsey sambil melihat aina yang berlari.
"Apa??" tanya elbert sambil mengikuti pandangan kinsey.
Dirk juga mengikuti pandangan kinsey, mereka bertiga terkejut.
"AINA!!!" Teriakan ketiganya saat melihat aina yang berlari dalam hujan.
"Apa yang dia lakukan di tengah malam dan hujan seperti ini??" kata kinsey yang terdengar khawatir.
Dirk dan elbert langsung berlari mengejar aina yang diikuti oleh kinsey.
Aina terus berlari dalam hujan sambil menangis tanpa mengenakan alas kaki, sekalipun kakinya bisa terluka, dia tidak memperdulikannya.
[Yuki..Yuki..Yuki] teriakan isi hati aina yang memanggil nama sahabatnya itu.
Aina seperti kehilangan akal sehatnya karena mimpi buruk itu, dia berlari tanpa melihat arah.
Dirk, elbert dan kinsey mengejar aina tanpa pikir panjang.
"AINA TUNGGU!! APA YANG KAU LAKUKAN?? AINA..AINA..AINA!!" teriakan kinsey.
Abilerdo yang berada dalam chocolate garden bisa mendengar suara teriakan kinsey yang menyebut nama aina.
[Sepertinya ada orang yang memanggil aina??] Gumam abilerdo dalam hati yang mendengar suara teriakan yang samar-samar.
"AINA TUNGGU!!!" Teriak kinsey.
Dirk dan elbert terus berlari mengejar aina tanpa mengatakan apapun.
"Aina!!" kata abilerdo yang tersadar sambil berdiri.
.............................
Nantikan kelanjutan episodenya ya.
Jangan lupa vote, like dan favorit kan.
Maaf kalau ada salah-salah kata.
Terima Kasih sudah membaca.