The Legend Of Sun Queen

The Legend Of Sun Queen
Isyarat terakhir : Aku Mencintaimu



Victoria dan Kimberly bergegas membuka jendela kamar victoria.


Saat mereka hendak memdekati jendela, tiba-tiba jendelanya terbuka diikuti oleh angin yang sangat kencang.


Victoria dan Kimberly terpental karena hubusan angin kencang yang masuk dari jendela kamar itu.


Victoria dan Kimberly terlihat kesakitan karena terpental di lantai.


Victoria berdiri secara perlahan dan membantu Kimberly untuk berdiri.


"Kimmy, apa kau tidak apa-apa??" tanya victoria sambil membantu Kimberly untuk berdiri.


"Aku tidak apa-apa." kata Kimberly sambil berdiri.


"Angin apa itu??" tanya victoria dengan wajah kebingungan sambil menatap jendela kamar yang terbuka.


"Aku juga bingung! padahal diluar tidak ada angin sedikitpun." kata Kimberly yang kebingungan.


Tiba-tiba victoria dan Kimberly dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang tidak dikenal oleh mereka berdua.


Seorang pria yang memakai jubah hitam dan topeng hitam diwajahnya, melayang masuk dari jendela kamar, dan menapakkan kakinya ke lantai secara perlahan.


"Si..siapa kau??" tanya victoria dengan wajah panik.


"Jadi ini ratu kerajaan kunstring?? Ratu yang sangat cantik." kata pria berjubah itu.


Victoria dan Kimberly nampak kebingungan dengan wajah panik, karena mereka bisa merasakan aura jahat dari orang itu.


"Kau...Siapa kau sebenarnya??" tanya Kimberly dengan nada menekan.


"Kau tidak perlu tahu siapa aku!!" kata pria berjubah itu.


Pria berjubah itu pun mulai memancarkan aura kegelapan.


Pria berjubah itu mengayunkan tangannya, dia mengumpulkan energi di tangannya, dan mengarahkan tangannya kearah Victoria dan Kimberly.


Victoria dan Kimberly kembali terhempas.


"AAAKKHHH!!!" Suara teriakan victoria dan Kimberly yang terpental membentur dinding kamar.


Kimberly pingsan ketika membentur dinding, sedangkan victoria masih sedikit sadar walaupun tubuhnya kesakitan.


"Ternyata kau masih bisa bergerak!!" kata pria berjubah itu sambil berjalan mendekati victoria.


"A..ap..apa.. yang.. kau.. inginkan??" Tanya victoria yang terdengar kesakitan.


"Apa kau benar-benar ingin tau??" kata pria berjubah itu dengan dingin.


Victoria mencoba menggerakkan tubuhnya yang kesakitan. Dia menatap tajam orang itu walaupun sedang terbaring kesakitan di lantai.


"Matamu benar-benar sangat cantik!! Pantas saja raja abilerdo begitu menyukaimu." Kata pria berjubah.


"Apa kau tahu, yang kuinginkan adalah membunuhmu!!" kata pria berjubah dengan nada menekan.


Victoria terkejut mendengar apa yang dikatakan pria berjubah itu.


Pria berjubah itu mengangkat tubuh victoria tanpa menggunakan tangannya, sampai tubuh victoria tidak menapak lantai.


Victoria nampak kesakitan Karena tekanan yang dia rasakan ditubuhnya.


Victoria bahkan tidak bisa mengeluarkan suaranya karena tekanan energy dari pria berjubah itu.


Pria berjubah itu mulai mengayunkan tangannya dan membuat tubuh victoria terbang dengan cepat sampai keluar dari kamarnya lewat jendela.


[Abi.. tolong aku!!] gumam victoria dalam hati sambil menutup matanya karena ketakutan.


Victoria terhempas keluar dari kamarnya lewat jendela, tubuhnya mulai mendekati kobaran api yang ada di taman.


Dengan cepat abilerdo menangkap victoria sebelum dia jatuh di dalam api itu.


Victoria membuka matanya secara perlahan, dia merasa tidak asing dengan seseorang yang menggendongnya.


"Abi..." gumam victoria dengan ekspresi kaget tapi lega.


Abilerdo mendarat dengan cepat ketanah sambil menggendong victoria.


Dirk, elbert, dan kinsey tiba dengan cepat di belakang abilerdo dan victoria. Sedangkan perdana menteri dan pasukan istana berlarian dengan cepat ke arah mereka.


Abilerdo menurunkan victoria dengan lembut, dan memadamkan api di salah satu taman istana dengan menggunakan soul energy miliknya.


Pria berjubah itu keluar dari kamar victoria dari jendela sambil melayang di udara, Dan menatap abilerdo.


Victoria ketakutan melihat pria berjubah itu, dengan gemetar dia bersembunyi dibalik punggung abilerdo.


"Sudah kuduga, kau begitu cepat!!" kata pria berjubah itu.


Abilerdo dan yang lainnya menatap dingin orang berjubah itu.


"Kalian bertiga, jaga victoria!!" kata abilerdo kepada Dirk, elbert dan kinsey.


Abilerdo dengan cepat terbang kearah orang berjubah itu. Mereka pun bertarung menggunakan soul energy.


Abilerdo unggul melawan pria berjubah itu. pria berjubah jatuh dan membentur tanah karena serangan abilerdo. Ketika pria berjubah mulai terpojok, dia pun mengeluarkan aura kegelapan.


"Bukankah itu dark energy??" gumam elbert.


"Yang mulia, hati-hati!! energy yang dia gunakan sangat berbeda." kata dirk yang terlihat panik.


[Abi...] Gumam victoria dalam hati yang terlihat khawatir.


Orang berjubah itu mengeluarkan suatu energy yang membuat mereka semua tidak bisa bergerak.


Abilerdo mencoba mengeluarkan soul energy miliknya, Namum seberapa keras dia mencoba tetapi tidak bisa.


"Kau tidak akan bisa melawan kekuatanku, raja kecil, Jangan menghalangiku!!" kata pria berjubah dengan nada mengejek.


"Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti orang-orangku!!" kata abilerdo yang berusaha untuk bergerak.


"Kau jangan khawatir!! Aku tidak akan menyentuh semua orang-orang istana dan ketiga sahabatmu itu." kata pria berjubah dengan entengnya.


"Apa maksudmu??" tanya abilerdo.


"Tugasku hanya satu." kata pria berjubah itu sambil menatap victoria.


Victoria bisa melihat sorot mata orang berjubah itu menatapnya dengan tatapan membunuh.


Victoria merasa ketakutan melihat sorot mata pria berjubah itu.


Pria berjubah itu mengeluarkan energynya pada perdana menteri dan seluruh pasukan istana. Mereka semua pun tiba-tiba jatuh dan tertidur.


"Bocah, sebaiknya kau diam saja!!" kata pria berjubah.


"Aku pasti akan membunuhmu!!" kata kinsey dengan tatapan dingin.


"Kau bahkan belum sepenuhnya menguasai energy milikmu, bagaimana bisa kau membunuhku??" kata pria berjubah.


Abilerdo, dirk, elbert dan kinsey memang belum sepenuhnya menguasai soul energy milik mereka, itu karena mereka masih sementara melatih kekuatan soul energy milik mereka, apalagi usia mereka baru beranjak dewasa.


"Tetapi yang membuatku takjub!! kau bisa membuatku terpojok dan harus menggunakan energy yang lain." kata pria berjubah sambil menatap abilerdo.


Pria berjubah itu berjalan perlahan kearah Victoria.


Pria berjubah itu mengangkat tubuh victoria dengan mengunakan kekuatannya. Victoria perlahan mulai melayang melewati tinggi pria berjubah itu.


"Apa yang kau lakukan?? Lepaskan dia!!" teriak abilerdo yang terlihat marah.


"Tugasku hanya satu, yaitu membunuh gadis cantik ini!!!" kata pria berjubah.


Abilerdo, dirk, elbert dan kinsey kaget mendengar perkataan pria berjubah itu dan victoria terlihat ketakutan.


"Apa maksudmu?? Jangan sentuh victoria!!" teriak kinsey.


"Bunuh saja aku!!" teriak abilerdo dengan nada tegas.


"Jadi kau rela menukarkan nyawamu demi gadis ini?? Tanya pria berjubah itu.


"Iya, tentu saja!!" kata abilerdo dengan tegas.


"Tidak, bunuh aku saja." kata Dirk.


"Tidak, aku saja!!" kata elbert dan kinsey.


"Kalian, bocah-bocah yang berisik!!" kata pria berjubah dengan ekspresi kesal.


"Tapi sayangnya, bukan aku yang seharusnya membunuhmu raja kecil!! jadi untuk sekarang aku tidak akan menyentuh kalian semua, kecuali gadis ini." kata pria berjubah itu sambil menekan kekuatannya pada tubuh victoria.


"Aaahkk!!!" teriak victoria yang kesakitan.


"VICTORIA!!" Teriakan abilerdo yang terdengar sangat panik.


Pria berjubah membuat Dirk, elbert dan kinsey tertidur dengan kekuatannya. dan menyisakan abilerdo yang masih tidak bisa bergerak.


"Aku hanya ingin membuat kau melihat dengan matamu sendiri, gadis kesayanganmu mati ditanganku!!" kata pria berjubah dengan nada menekan.


Abilerdo terlihat marah dan disisi lain, panik dengan apa yang dikatakan oleh pria berjubah itu.


Victoria yang melayang di atas pria berjubah itu, mencoba menatap abilerdo. Dia melihat dengan jelas, wajah abilerdo yang terlihat panik dan khawatir.


Victoria meneteskan airmata karena melihat abilerdo.


"Abi... jangan khawatir!! Aku..aku tidak apa-apa." kata victoria sambil menatap abilerdo dengan tatapan yang lembut.


[Victoria..] Gumam abilerdo dalam hati.


Pria berjubah mulai merasa bahwa abilerdo tidak sekhawatir tadi karena mendengar perkataan victoria.


Dengan kesal, pria berjubah itu menjatuhkan victoria sampai membentur tanah.


"Aahhkk!!" Teriak victoria.


"Victoria!!!" teriakan abilerdo yang terdengar sangat panik.


Pria berjubah itu mengeluarkan kekuatan yang tidak bisa dilihat dengan mata, kekuatannya seperti menekan tubuh victoria.


Victoria terus menerus berteriak karena kesakitan.


"Tidak.. hentikan!!" kata abilerdo yang terdengar sangat panik dan sedikit ketakutan.


Namun pria berjubah itu terus menyiksa victoria. Victoria pun terbaring lemah.


"Jika kau ingin membunuhku, bunuh saja!! Jangan menyiksa abilerdo dengan cara menyakitiku seperti ini." kata victoria yang terdengar lemah.


[Aku mencintaimu.] Kata victoria yang menggerakkan bibirnya seperti memberi isyarat sambil tersenyum menatap abilerdo.


Abilerdo mengerti apa yang dikatakan victoria lewat gerakan bibirnya itu.


"Tidak!!! victoria!!" Teriak abilerdo yang menahan airmatanya.


"Baiklah, kalau itu maumu!!" kata pria berjubah itu.


Pria berjubah itu langsung menghempaskan victoria, tubuh victoria terhempas dengan sangat keras kearah jendela istana, karena tekanan yang kuat membuat kaca jendela pecah dan tubuh victoria menembus sampai ke dalam ruangan istana.


"TIDAK!!!" teriakan abilerdo yang terdengar histeris.


Abilerdo tidak bisa menahan airmatanya lagi. didepan kedua matanya sendiri, gadis yang sangat dicintainya dilempar dengan sadis seperti barang yang tidak dibutuhkan.


Dan bahkan dia tidak bisa berbuat apa-apa, ketika victoria disiksa didepan matanya.


Pria berjubah menghampiri tubuh victoria yang terhempas menembus jendela istana. Dia memeriksanya sendiri, bahwa victoria sudah tidak bernyawa lagi.


"Tugasku sudah selesai." gumam pria berjubah itu.


Pria berjubah itu pun menghilang bagaikan hantu.


Sejak pria itu menghilang, abilerdo sudah bisa bergerak. Dengan cepat abilerdo menghampiri victoria yang sudah tidak bergerak.


Abilerdo mendekati tubuh victoria dengan ekspresi ketakutan. Dengan gemetar, abilerdo perlahan menyentuh tubuh victoria.


"Vic..victoria??" Panggil abilerdo dengan gemetar.


Abilerdo pun membalikkan tubuh victoria dan menaruh Victoria dalam pangkuannya. Dengan tubuh yang gemetaran, abilerdo melihat tubuh victoria yang penuh luka.


Abilerdo menyadari bahwa victoria yang dipangkuannya itu, sudah tidak bernyawa lagi. Dengan tangan yang gemetar, abilerdo mencabut serpihan kaca yang lumayan besar menusuk bagian perut victoria.


tetes demi tetes, airmata abilerdo berjatuhan sambil memeluk victoria yang sekujur tubuh sangat gemetaran.


"Maaf..Maaf..Maaf..." Gumam abilerdo sambil memeluk erat tubuh victoria dengan airmata yang jatuh di pipinya.


..............................


Nantikan kelanjutan episodenya ya.


Maaf kalau ada salah kata.


Terima Kasih sudah membaca