The Legend Of Sun Queen

The Legend Of Sun Queen
Mabuk!!



"TUNGGU!!!" Kata pangeran aeres.


Aina kaget dan menghentikan langkahnya. Pangeran aeres berjalan mendekati aina. Aina pun tiba-tiba berbalik dan menatap pangeran aeres yang sudah ada didepannya.


[Apa yang akan dilakukan pria ini??] Gumam aina dalam hati yang nampak bingung.


"Apa seorang putri selalu tidak sopan sepertimu??" tanya pangeran aeres dengan nada dingin.


[Apa maksudnya?? apa mungkin dia terganggu dengan sikapku??] Gumam aina dalam hati dengan ekspresi bingung.


"Kenapa kau hanya diam?? Apa aku harus mengulang pertanyaan ku??" tanya pangeran aeres dengan nada yang sedikit kesal.


"Maaf pangeran, aku tidak mengerti apa maksud pangeran!!" kata aina dengan tatapan serius.


[Gadis ini!!!] Gumam pangeran aeres dalam hati yang nampak kesal.


"Apa aku telah menyinggung pangeran??" tanya aina dengan nada dingin.


"Apa kau pura-pura tidak tahu atau kau memang bodoh??" tanya pangeran aeres dengan nada dingin.


[Bodoh??] Gumam aina dalam hati yang nampak kesal.


"Aku mengerti!! Sepertinya, pangeran terganggu dengan sikapku." Kata aina sambil tersenyum dingin.


"Maaf pangeran, sikapku memang seperti ini!! Anggap saja aku bodoh!!" kata aina sambil tersenyum sinis.


Setelah mengatakan itu, aina langsung berbalik membelakangi pangeran aeres dan berjalan perlahan.


[Gadis ini sangat menyebalkan!!] Gumam pangeran aeres dalam hati yang nampak kesal.


"Aku baru tahu!! Ternyata kerajaan kunstkring memiliki tuan putri sepertimu!! Sikap dan tingkah lakumu tidak pantas menjadi seorang putri. Lebih tepatnya tidak layak!!" kata pangeran aeres dengan nada yang dingin.


[Apa pria ini ingin mengajak ku berantem??] gumam aina dalam hati dengan ekspresi kesal.


Aina pun berbalik dan berjalan kembali ke arah pangeran aeres.


"Apa aku menanyakan pendapatmu tentang diriku??" tanya aina dengan nada yang dingin sambil menatap pangeran aeres.


[Gadis ini tidak memanggilku pangeran lagi??] gumam pangeran aeres dalam hati dengan ekspresi kesal dan kaget.


"Maaf kalau aku lancang!! Pantas atau tidaknya sikapku, kau tidak berhak menilai ku!!" kata aina sambil menatap dingin pangeran aeres.


"Lebih tepatnya, ini bukan urusanmu!!!" kata aina dengan nada menekan dan tersenyum dingin.


[Kau...!!!] Gumam pangeran aeres dalam hati yang nampak kesal dan sedikit malu.


"Jika tidak ada lagi yang ingin kau tanyakan, aku permisi dulu!!" kata aina dengan nada dingin sambil membungkuk dengan anggunnya.


Aina berbalik dan berjalan masuk ke aula istana aeres dan meninggalkan pangeran aeres yang nampak terdiam dan kesal karena sikap aina. Bahkan, pangeran aeres sama sekali tidak bisa berkata apapun lagi kepada aina.


[Baru kali ini aku bertemu gadis sombong dan jutek seperti dirinya!!] Gumam pangeran aeres dalam hati yang nampak kesal.


"Sikap kasar dan juteknya pun sama sekali tidak mirip seorang putri!!" gumam pangeran aeres.


[Tetapi, kenapa aku terganggu dengan sikapnya?? Bisa-bisanya dia membuatku merasakan hal seperti ini.] Gumam pangeran aeres dalam hati yang nampak bingung sambil memegang dadanya.


Aina masuk kedalam aula istana dengan ekspresi kesal dan menghampiri Kimberly dan yang lainnya.


"Aina, ada apa denganmu?? Sepertinya kau terlihat lebih kesal lagi??" tanya Kimberly.


"Tidak, tidak apa-apa!!" kata aina.


Sesaat kemudian pangeran aeres juga masuk ke dalam aula istana dari pintu samping yang sama dengan aina.


[Itu...??] Gumam Kimberly yang tak sengaja melihat pangeran aeres masuk dari pintu samping.


"Aku ingin pergi mencari minuman dulu, aku sedikit haus." kata aina sambil pergi.


Kimberly juga mengikuti aina untuk mencari minuman. Dirk, elbert dan kinsey sedikit bingung dengan sikap aina.


Aina dan Kimberly terlihat menikmati jamuan yang ada di atas meja itu. Sampai-sampai mereka tidak menyadari bahwa mereka berdua sudah meminum anggur yang memiliki kadar alkohol.


Dirk, elbert dan kinsey menghampiri aina dan Kimberly karena melihat sikap mereka yang sedikit aneh di depan meja makan itu.


"Ka..kak.." panggil Kimberly yang terdengar mabuk.


"Kimmy...ada apa denganmu?? apa kau minum anggur??" tanya kinsey sambil mencium aroma alkohol di mulut Kimberly.


Kimberly tidak menghiraukan pertanyaan kinsey, dia hanya terus meminum anggur itu dengan ekspresi tersenyum.


"Kimmy, jangan minum lagi. Kau sudah mabuk!!" kata kinsey sambil menahan pundak Kimberly.


Dirk dan elbert menggelengkan kepalanya melihat sikap Kimberly. Sedangkan, aina hanya diam sambil meminum anggurnya.


Dirk pun menatap aina dengan bingung karena aina sama sekali tidak mengatakan apapun.


Aina berbalik dan menatap Dirk dan yang lainnya.


"Oh..kalian disini??" tanya aina dengan santai nya.


Dirk, elbert dan kinsey kaget melihat wajah aina yang merah seperti tomat dan matanya terlihat sangat sayu.


"Aina, sepertinya kau juga mabuk." kata elbert dengan ekspresi bingung.


"Aku?? Jangan bercanda!! mana mungkin aku bisa mabuk!!" kata aina sambil tertawa.


[Kau benar-benar mabuk!!] gumam elbert dalam hati sambil menghela nafas.


"Aina, sebaiknya kita kembali saja!! kau sudah sangat mabuk. Kimmy juga!!" kata elbert dengan ekspresi bingung.


"Tidak!! Aku masih ingin disini. Pestanya saja belum selesai!!" kata aina dengan nada yang mabuk.


Dirk, elbert dan kinsey sama sekali tidak bisa berkata apa-apa lagi. Aina dan Kimberly sama sekali tidak bisa mengontrol sikap mereka saat mabuk. Mereka bertiga hanya bisa menghela nafas melihat aina yang mabuk itu.


Kimberly terlihat sudah tidak bisa mengontrol tubuhnya sendiri, karena itu kinsey mengantar Kimberly kembali ke kamarnya, sedangkan aina masih tidak ingin pergi dari pesta tersebut.


Abilerdo tidak terlihat dalam aula istana karena abilerdo bersama raja aeres keluar sebentar karena ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting.


Pangeran aeres melihat dari kejauhan bahwa aina terlihat mabuk. Bahkan Dirk dan elbert terlihat pusing menghadapinya. Pangeran aeres pun menghampiri mereka bertiga.


"Elbert, sudah aku katakan. Aku sama sekali tidak mabuk!!" kata aina dengan nada mabuk.


"Iya..iya.. aku tahu!!" kata elbert.


"Apa yang terjadi?? tanya pangeran aeres yang datang menghampiri aina.


Elbert dan dirk membungkuk sambil menyapa pangeran aeres. Aina berbalik dan menatap pangeran aeres.


"Kau?? Apa yang kau lakukan disini??" tanya aina dengan nada mabuk.


"Ai...ai..?? Tuan putri, kau sudah mabuk!!" kata elbert sambil menahan aina.


Ekspresi pangeran aeres nampak suram mendengar perkataan aina.


"Yang Mulia, maafkan tuan putri. Dia tidak sadar dengan apa yang dia ucapkan." kata dirk.


"Tidak apa-apa." kata pangeran aeres dengan nada dingin.


"Apa maksudmu tidak apa-apa?? aku sama sekali tidak salah. Dasar kau pria es batu!!" kata aina sambil menunjuk pangeran aeres.


[Aina.. diamlah!!! kumohon!!] Gumam elbert dalam hati yang nampak panik.


Elbert menutupi mulut aina dengan tangannya. tetapi aina selalu saja berusaha menyingkirkan tangan elbert dengan ekspresi kesal.


"Sepertinya, tuan putri sudah sangat mabuk!!" kata pangeran aeres dengan nada dingin.


"Maaf Yang Mulia. Aku akan membawa tuan putri kembali ke kamarnya." Kata elbert yang nampak panik.


"Aku tidak butuh!! Kalian semua tidak perlu mengantar ku!! Aku bisa sendiri." kata aina dengan tatapan dingin.


Dirk dan elbert hanya bisa menghela nafas. Aina pun berjalan sendiri meninggalkan mereka.


Pangeran aeres menahan amarahnya karena tahu bahwa aina sangat mabuk, apalagi masih banyak tamu undangan.


Pangeran aeres kembali menyapa para tamu yang ada. Dirk dan elbert merasa lega karena pangeran aeres tidak terlihat marah walaupun sikap dinginnya terlihat jelas.


Entah kenapa, pangeran aeres merasa sedikit khawatir kepada aina yang pergi dalam kondisi yang sangat mabuk. Diapun keluar dari aula kerajaan dan mengikuti aina.


"Dunia ini terasa berputar-putar!!" gumam aina sambil memegang kepalanya.


Aina berjalan dengan tidak stabil karena mabuk.


"Kenapa istananya terasa jauh?? Aarrgg!!" gumam aina sambil menatap istana.


Istana dan aula kerajaan aeres berada dalam satu lingkungan, hanya terpisah diantara satu taman.


Aina yang sangat mabuk itu sama sekali tidak bisa berjalan seperti biasa. Dia mulai tidak bisa menopang tubuhnya sendiri.


Aina pun melihat kursi taman yang ada didepannya dan duduk sejenak di taman itu, karena merasa sudah tidak sanggup berjalan lagi.


Tak...tak...tak.. Suara langkah kaki yang menghampiri aina.


...................................


Nantikan kelanjutan episodenya ya.


Maaf kalau ada salah kata.


Terima Kasih sudah membaca