
Kinsey melaporkan tentang rumor yang beredar di seluruh dunia pada abilerdo, rumor itu bukan hanya sekedar rumor.
Awalnya seluruh Kerajaan Aeres menganggap itu hanya sebagai rumor belaka.
Pada suatu waktu Raja Adrian dari Kerajaan Aeres, di serang oleh sekelompok orang yang menggunakan dark energy. Penyerangan itu terjadi saat raja adrian sedang berada di pegunungan untuk berburu bersama pangeran dan prajurit Aeres.
Untunggnya Raja Adrian dan pangeran bisa terselamatkan, itu semua berkat sebuah tongkat aneh yang muncul secara tiba-tiba.
Tongkat itu mengeluarkan cahaya yang bisa melahap dark energy. Raja Adrian dan yang lainnya sampai dibuat bingung, entah siapa pemilik tongkat misterius itu.
Setelah berhasil mengusir segerombolan orang itu, tongkat itu pun hilang entah kemana. Sudah berhari-hari Raja Aeres memerintahkan untuk menemukan tongkat misterius itu, tetapi tidak berhasil.
Pada akhirnya Raja Adrian menyebarkan kejadian ini untuk bisa diketahui oleh Ketiga kerajaan yang lain.
"Kapan penyerangan itu terjadi??" tanya abilerdo.
"Kira-kira, sehari sebelum Yang Mulia tiba di desa A." Kata kinsey.
"Tongkat ya?? sepertinya saya pernah mendengarnya, tapi dimana ya??" kata kinsey yang tiba-tiba bergumam sendiri.
"Dasar otak udang!!! bukannya kau mendengarnya dariku!!" kata elbert.
"hah!!" kata kinsey yang terlihat bodoh.
"Yang Mulia, apakah mungkin itu adalah tongkat cahaya milik Sun Queen??" kata Dirk.
"Mungkin juga!! tapi masalahnya, menurut legenda.. tongkat cahaya Sun Queen berada di old summer!! bagaimana mungkin itu bisa berjalan sendiri?? Lagipula bukankah itu hanya legenda, siapa yang percaya!!" kata elbert.
Dirk menatap elbert seperti memberikan kode, Elbert langsung nangkap dengan kode Dirk.
[Oh iya!! kenapa aku bisa lupa, kalau yang mulia percaya dengan legenda itu!!! sialnya mulutku.] Gumam elbert dalam hati dengan wajah yang terlihat membeku.
"Itu mungkin hanya legenda, tetapi apa kalian lupa?? Dark Energy juga termasuk dalam legenda!!" kata kinsey.
Abilerdo, Dirk dan elbert terkejut dengan perkataan kinsey.
[Sepertinya aku tertolong dengan perkataan si bodoh ini!!!] Gumam elbert dalam hati sambil merasa lega.
"Tumben otakmu bisa berpikir!!! ini suatu keajaiban!!" kata elbert sambil mengejek kinsey.
Kinsey pun terlihat kesal, tetapi tidak bisa mengatakan apa-apa.
"Kita tidak akan tahu, jika kita tidak memeriksanya sendiri." kata abilerdo.
Mereka semua pun berpikir dengan sangat serius.
Disisi lain Di Kerajaan Neville.
"Apa mereka gagal?? dasar bocah-bocah tidak berguna!!!" kata melville yang terlihat marah.
"Katanya mereka hampir berhasil, tetapi sebuah tongkat misterius muncul dan mengacaukan segalanya!!" kata ozak.
"Tongkat??? hmm... Jadi Sun Queen telah kembali." kata melville.
Ozak terlihat bingung, karena dia sama sekali tidak tahu siapa Sun Queen yang dikatakan Raja Melville.
Keempat kerajaan belum mengetahui bahwa Raja Melville diam-diam menciptakan sebuah pulau untuk melatih prajuritnya.
Raja Melville memberikan kekuatan kepada ozak untuk membangun pulau dan Untuk membuat sebuah pulau dari tubuh orang lain, memerlukan energi yang sangat besar dan tentu tidak gampang.
Raja Melville telah menunggu sangat lama untuk bisa mengumpulkan kekuatan, bahkan dia bisa membuat ozak datang dan pergi di istana neville yang sudah di kunci oleh Sun Queen.
Tetapi ozak hanya bisa menggunakan tubuh astralnya untuk masuk ke istana neville.
Pulau yang diciptakan Raja Melville memiliki nama yang sama dengan kerajaannya yaitu neville. Tetapi perbedaannya, Kerajaan Neville sama sekali tidak bisa dilihat dengan mata, sedangkan Pulau neville ciptaan raja melville bisa dilihat dengan jelas.
Sayangnya, belum ada yang menyadari kemunculan pulau neville, itu karena pulau neville berada sangat jauh dari keempat kerajaan dan ditutupi dengan kabud yang sangat pekat.
Pulau neville berhasil dibangun saat Ayah Abilerdo diangkat sebagai Raja, dan para prajurit Neville bisa menggunakan Dark Energy saat kelahiran abilerdo.
"Yang Mulia, katanya tongkat itu tak bertuan!!" kata ozak.
"Baguslah kalau begitu, sepertinya Sun Queen kehilangan tongkatnya!!" Kata melville dengan senyuman licik.
[Yang kutahu Alesa memberikan semua kekuatannya pada tongkat cahaya miliknya, untung saja pengikut ku yang dulu sempat mendapatkan informasi.] Gumam melville dalam hati.
"AKU SUDAH MEMUTUSKAN!! KITA HARUS MENEMUKAN TONGKAT ITU!!!"
Perkataan Abilerdo dan Melville secara bersamaan dari tempat yang berbeda.
Disis lain,
Aina merasa canggung karena lyli dan karin tidak meninggalkan kamarnya, itu karena..
"Tidak!! Jangan Sentuh aku!!" kata aina sambil teriak dengan muka yang memerah.
"Apa kalian tidak mendengar perkataanku?? Aku bisa sendiri!!" kata aina dengan nada malu-malu.
"Tapi nona, Yang Mulia Raja menyuruh kami untuk selalu membantu anda!!" kata lyli.
"Anda jangan merasa malu!! kami tidak apa-apa kok!!" kata karin.
"Apa?? Aku yang tidak ingin!!" kata aina yang terlihat kesal Namum wajah yang memerah.
"Kumohon nona, jika tidak dorris akan menghukum kami!!" kata karin dengan wajah memelas.
[Apa!!! huft..] gumam aina dalam hati.
"Aku akan ke kamar mandi sendiri, dan kalian berdua menyiapkan baju ganti untuk ku!! ini perintah!!" kata aina.
"Baik nona!!" kata karin dan lyli.
[Huftt..] Gumam aina sambil melepas nafas lega.
Aina sudah selesai mandi dan berganti pakaian yang kemudian didandani oleh karin. Awalnya aina sama sekali tidak ingin memakai gaun yang telah disiapkan oleh karin dan lyli, itu karena dia sama sekali tidak biasa memakai gaun seperti ini.
"Waah... Nona, anda sangat cantik!!!" kata lyli dengan wajah yang berbinar-binar dan memerah.
"Benarkah?? Tapi aku tidak biasa memakai baju ini, apalagi make up ini!!" kata aina dengan nada dingin dan melihat kearah cermin.
" Lagipula nona sudah cantik!! Dihiasi sedikit saja sudah seperti bidadari." Kata karin dengan nada memuji dan wajah yang memerah.
[Bukannya ini terbalik!! Seharusnya aku yang malu kerena dipuji, tapi kenapa wajah mereka yang memerah??] Gumam aina yang melirik karin dan lyli dari dalam cermin.
Tok..tok..tok!! Bunyi pintu kamar aina. Itu adalah dorris, dia menyampaikan bahwa Raja Abilerdo menyuruh aina untuk makan bersamanya, dan tentu saja dirk, elbert dan kinsey juga akan ikut makan bersama.
Aina pun keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang makan istana.
Kreekk!! Bunyi pintu ruang makan yang dibukakan oleh karin dan lyli. Abilerdo, Dirk, Elbert dan Kinsey sudah berada di ruang makan itu.
Pandangan mereka tertujuh pada pintu yang terbuka, Mata mereka menatap aina tanpa berkedip sekalipun.
Kecantikan aina membuat mata mereka tidak bisa lepas dari wajah dan gaun aina. Rambut merah muda yang disanggul, Wajah cantik yang dipoles dengan make up, dan gaun cantik yang pas dengan bentuk tubuh aina membuat dia terlihat seperti seorang putri.
"Wow!!! Kamu terlihat seperti seorang wanita!!!" kata elbert yang sedikit mengejek aina.
"Aku memang wanita!!" kata aina dengan nada dingin.
"Kau terlihat sangat cantik!!" kata kinsey.
Abilerdo tidak bisa lepas dari pandangannya pada aina. Jantungnya seperti berdetak sangat cepat yang diikuti dengan wajah yang memerah.
Aina menatap balik ke arah abilerdo yang terlihat diam dan memerah itu. Aina terlihat tersenyum kecil, dan seketika abilerdo terlihat canggung.
"Apa kau akan terus berdiri disitu tanpa makan??" tanya abilerdo untuk menutupi rasa canggung nya.
Aina pun duduk dan terlihat kesal, aina sangat ingin membalas sikap dingin abilerdo.
"Dan kalian!! Sampai kapan akan terus memandang aina?? Apa kalian tidak lapar?? Lagipula bebek jelek jika dihiasi akan terlihat seperti angsa yang cantik.!!" kata abilerdo dengan nada yang dingin, tetapi wajah merahnya belum hilang sepenuhnya.
[Be..bebek Jelek?? Jika bukan karena kau yang menolongku, aku pasti sudah mengupas kulitmu!!!] gumam aina dalam hati dengan wajah yang terlihat kesal.
"Abiler... Maksudku Yang Mulia, apa wajah anda di olesi oleh make up, kelihatannya wajah anda merah tuh!!" kata aina dengan nada dingin yang tersenyum menyindir.
Dirk, elbert, dan kinsey menatap abilerdo sesaat, dan kemudian langsung memalingkan wajah mereka dengan sikap yang canggung.
Abilerdo mengabaikan perkataan aina, dan mengalihkan rasa canggungnya dengan makan.
Setelah selesai makan, abilerdo bergegas keluar dari ruang makan dengan sikap dan wajah coolnya, hanya karena dia ingin menghindar dari aina.
Aina melirik abilerdo yang keluar dari ruang makan, setelah selesai makan malam, Aina kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
Keesokan harinya,
Abilerdo memerintahkan untuk menyampaikan pesan ke Kerajaan yang lain prihal tujuannya, Dan tentu saja mereka dengan cepat menyetujui keputusan abilerdo.
Berita untuk menemukan tongkat misterius pun beredar di seluruh dunia. Semua Raja meminta bagi siapa yang menemukan atau melihat tongkat misterius itu harus segera membawa atau melaporkan pada setiap raja di kerajaan masing-masing.
.......................
Nantikan Kelanjutan Episodenya ya:)
Jangan lupa vote, like, dan favoritkan biar aku semangat untuk update tiap hari.
Maaf Kalau ada salah kata.
Terima Kasih sudah membaca