The Legend Of Sun Queen

The Legend Of Sun Queen
Cahaya Dalam Kegelapan!



[Dimana ini?? tempat ini sangat gelap!! aku tak bisa melihat apapun!! apakah aku sudah mati??] Gumam aina dalam hati.


Aina jatuh dalam kegelapan yang tak berujung, dan perlahan dia mulai merasa kedinginan.


"Dingin!! Gelap!! aku tak bisa melihat apapun. siapa saja tolonglah aku!!" gumam aina yang mulai merintih kedinginan.


Dingin yang aina rasakan mulai menggerogoti tubuhnya, dan perlahan dia merasa tidak bisa bernafas dalam ruang gelap dan hampa itu.


Aina mulai putus asa, dia merasa tak ada yang bisa menolongnya.


"Bagaimana aku bisa keluar?? Aku bahkan tak tahu ini dimana!! Apa abilerdo dan yang lainnya bisa menyelamatkan aku??" Gumam aina yang perlahan putus asa.


Wanita tua yang melihat aina mulai putus asa merasa senang, dia tersenyum dengan sinis melihat aina yang merintih kedinginan.


Disisi lain, abilerdo masih berusaha mencari tahu dimana aina.


abilerdo terus menerus menekan aina palsu yang bersamanya itu.


"Jika terjadi sesuatu pada aina, aku tak akan membiarkan kau keluar dari sini hidup-hidup!!" kata abilerdo dengan tatapan yang sangat dingin.


"Wah.. aku merasa takut!!! tetapi sayangnya kau terlambat yang mulia!!" kata aina palsu itu.


Sentak membuat abilerdo, Dirk, elbert, dan kinsey terkejut.


"Apa maksudmu??" tanya abilerdo dengan nada marah.


"Sebentar lagi gadis itu akan mati kedinginan, karena kesombongannya dia tidak akan pernah bisa keluar dari kegelapan dan ilusi yang kubuat." kata aina palsu itu sambil tersenyum mengejek.


"Beraninya kau berkata seperti itu pada yang mulai!!!" kata kinsey yang mulai menyerang aina palsu itu dengan pedang yang tiba-tiba muncul digenggamnya.


Aina palsu itu dengan cepat menghindar dan menghilang dari ruang makan itu.


Dirk, elbert dan kinsey kebingungan mencari kemana dia pergi, mereka menengok ke kiri, kekanan dan keatas untuk mencari tahu dimana dia, tetapi tak ada satupun yang melihatnya.


Aina palsu memiliki kekuatan untuk menghilang dari satu tempat ketempat yang lain dengan sangat cepat.


"Di..dimana dia?? kata kinsey sambil celingak celinguk ke kiri dan ke kanan.


"Kalian tidak akan pernah bisa menangkap ku!! hahaha." kata aina itu sambil tertawa mengejek.


"Bisa-bisanya kau sembunyi!! apa kau takut??" kata elbert dengan nada menyindir.


"Takut?? aku tak akan pernah takut pada prajurit kecil seperti kalian!!hahaha.. aku bahkan mempertanyakan kenapa prajurit lemah seperti kalian bisa menjadi pengawal khusus raja kunskring!!" kata aina palsu itu dengan nada yang meremehkan.


"Kau!!!" kata kinsey yang mulai marah.


"Apa aku salah bicara?? melindungi seorang gadis saja kalian tidak bisa!! apa pantas kalian disebut pelindung raja!!" kata aina palsu itu dengan nada mengejek.


Abilerdo yang mendengar perkataan aina palsu itu, mulai mengeluarkan aura yang ingin membunuh. Abilerdo tidak bisa menahan lagi kemarahannya.


Tiba-tiba abilerdo juga dengan cepat menghilang dari tempatnya, dan ternyata dia sudah berada tepat di belakang aina palsu itu.


"Aku benar-benar sudah muak dengan mulutmu!!!" kata abilerdo sambil menyerang punggung aina palsu itu.


[APA!!] gumam aina palsu dalam hati sambil melirik kebelakang..


Aaakkhh!!! teriakan aina palsu itu dan jatuh dari atap, tubuhnya membentur tanah.


[Ba..bagaiman bisa dia tahu aku disitu?? Aku bahkan tidak merasakan keberadaannya!!]" gumam aina palsu itu.


Dirk, elbert dan kinsey bergegas keluar dari penginapan, setelah mendengar suara teriakan dan benturan yang berada di luar ruangan.


Dirk, elbert dan kinsey kaget melihat aina palsu itu yang terbaring di tanah dan terlihat kesakitan, mereka pun merasakan hawa pembunuh yang berasal dari atap penginapan yang lumayan tinggi itu.


Mereka secara spontan melirik ke atas, dan terkejut melihat abilerdo yang berdiri di atas atap dengan aura yang dingin seperti pembunuh.


Aina palsu itu berdiri dengan perlahan, dia tersenyum seakan ingin mengejek.


"Tak disangka ternyata kau bisa menemukan ku, pinggangku sampai sakit di buatmu" kata aina palsu itu sambil memegang pinggangnya.


" Kau membuatku terkejut,Ternyata kau memiliki kemampuan, kupikir kau hanya seorang raja egois yang bersembunyi di balik para pengawal kerajaan!!" kata aina palsu itu sambil mengejek.


"KAU..!!!" kata dirk, elbert, dan kinsey.


"Dan apa kau tahu, seorang pria itu tidak seharusnya memukul PEREMPUAN!!!" kata aina palsu itu dengan nada yang perlahan meninggi dan sudah berada tepat di atas abilerdo.


Aina palsu itu pun menyerang abilerdo, tetapi abilerdo masih bisa menghindar dengan cepatnya.


[Brengsek!!!] gumam aina palsu dalam hati dengan wajah yang terlihat marah karena serangannya tidak kena.


"Aku bertanya yang terakhir kali, dimana aina??" tanya abilerdo dengan nada yang dingin.


[Aura abilerdo terlihat berbeda, aura dinginnya itu bahkan bisa membuatku terintimidasi] Gumam aina palsu dalam hati.


"Dan jangan menggunakan wajah aina lagi" kata abilerdo yang sudah berada tepat di belakang aina palsu itu, sambil berbisik.


Aina palsu itu kaget abilerdo yang tadinya berada tepat di depan, dengan sekejap sudah berada di belakangnya.


Abilerdo pun melancarkan sebuah serangan, dan dengan cepat aina palsu itu menghindar.


[ kekuatan**nya sama sekali tidak bisa diprediksi, bahkan aku tak bisa melihat gerakannya yang sangat cepat itu, jika aku tidak menghindar...... aku harus melakukan sesuatu] gumam aina palsu itu dalam hati.


"Oh..iya!! Aku lupa memberitahumu, jika kau membunuhku, gadis sombong itu akan mati bersamaku, apa kau yakin ingin membunuhku??" kata aina palsu dengan senyuman mengejek dan terkesan licik.


Abilerdo terdiam, namum terlihat jelas bahwa abilerdo menahan amarahnya. kata-kata aina palsu itu membuat abilerdo tidak bisa menyerangnya.


[Hhmm..] gumam aina palsu itu dalam hati sambil tersenyum licik.


Aina palsu itu mulai mengeluarkan serangan demi serangan, yang hanya di tujukan pada abilerdo.


abilerdo sendiri tidak bisa membalas ataupun menghindar dari serangan aina palsu itu.


Abilerdo hanya takut dan khawatir dengan aina yang entah disembunyikan dimana.


Dirk, elbert dan kinsey sangat ingin membantu abilerdo, tetapi abilerdo memberikan kode untuk tidak menyerang. mereka bertiga hanya bisa diam dan menahan amarah sambil melihat raja mereka yang di serang habis-habisan.


Disisi lain,


Aina mulai merasa tidak bisa bernafas, tubuhnya yang menggigil kedinginan diikuti dengan sesak nafas yang menyiksa itu, tiba-tiba terdengar suara yang memanggil namanya.


"Aina.. aina.. aina kamu pasti bisa!!!"


"Si..siapa??" tanya aina dengan suara yang terdengar lemah.


Aina yang menutup matanya karena merasa kesakitan, mulai membuka matanya perlahan, dia melihat sosok perempuan dengan memakai gaun yang sangat indah, perempuan itu memancarkan cahaya yang sangat menyilaukan, wajahnya tidak terlihat dengan jelas, tetapi senyuman yang terpancar dari wajah perempuan itu terlihat jelas di mata aina.


Ditengah-tengah kegelapan, ada cahaya yang terpancar indah tepat didepan matanya, Dingin yang aina rasakan seakan musnah dengan senyuman hangat yang terpancar dari sosok perempuan itu, seperti membawa harapan untuk aina.


Aina mencoba untuk melihat jelas wajah perempuan itu, tetapi cahaya yang dipancarkan perempuan itu terlalu menyilaukan, hanya senyum di bibirnya saja yang terlihat.


"Kau siapa??


......................


Nantikan kelanjutan episodenya ya..


jangan lupa vote, like, dan favorit kan ya..


Dukungan kalian sangat berarti buatku.


terima kasih :)