The Legend Of Sun Queen

The Legend Of Sun Queen
Tidak Bisa atau tidak suka?



Detak demi detak jantung abilerdo semakin cepat, perasaan yang tak bisa dikatakan dengan kata-kata.


[Kenapa jantungku seperti ini??] Gumam abilerdo dalam hati sambil menyenduh bagian dadanya.


Aina berjalanan dengan anggun layaknya seorang bidadari. Dia terus berjalan ke arah panggung yang sudah disediakan sejak awal, dia tersenyum dengan manis.


Bisik-bisikan kecil pun terdengar.


"Putri itu cantik sekali!!'


"Putri dari kerajaan mana dia??"


"Wajahnya seperti bidadari, bahkan gaun itu terlihat sangat indah dipakainya."


"Ternyata dikunstring memiliki bidadari seperti dia."


"Tapi sepertinya aku baru sekarang melihatnya."


"Apa benar dia dari kerajaan kunstkring??"


Aina pun naik ke atas panggangung dengan wajah yang terlihat percaya diri.


Semua pasang mata tak hentinya memandang aina. Diatas panggung terlihat jelas seisi aula yang memandang aina.


[Apa?? kenapa mereka menatapku seperti itu??] Gumam aina dalam hati yang mulai merasa gugup.


Abilerdo naik ke atas panggung dan berdiri disamping aina.


"Terima Kasih karena para tamu undangan yang sudah datang." Kata perdana menteri.


"Tujuan kerajaan kunstkring mengadakan pesta adalah untuk memperkenalkan seorang putri kerajaan kunstkring." Kata perdana menteri.


[Putri?? Entah kenapa aku merasakan firasat buruk!!] Gumam aina dalam hati yang terlihat bingung.


"Seperti yang anda lihat, gadis yang berdiri disamping Yang Mulia Raja adalah putri kerajaan kunstkring, PUTRI AINA!!!" Kata perdana menteri.


Seisi aula istana pun menjadi meria dengan tepuk tangan semua orang yang hadir.


[Apa?? aku tidak ingin menjadi seorang putri!! aku hanya... ini tidak mungkin!!] Gumam aina dalam hati dengan sikap yang kaget.


Aina menatap abilerdo, dia ingin mengatakan sesuatu pada abilerdo, tetapi jika dia mengatakannya sekarang akan sulit, karena betapa banyak pasang mata yang menatap mereka berdua.


[pria arogan ini, bisa-bisanya dia tersenyum!! Dia bahkan tidak mendiskusikannya denganku!!] Gumam aina dalam hati yang terlihat kesal.


Sekalipun aina sangat kesal, tetapi dia mencoba menahannya. Bukan hanya itu juga, aina masih merasa kaget dengan tujuan dari pesta ini.


"Para tamu undangan yang terhormat, silakan menikmati pesta malam ini." Kata perdana menteri.


Suara musik yang merdu mulai terdengar, Abilerdo mendekat kearah aina dan menatapnya.


[Apa lagi yang akan dia lakukan??] Gumam aina yang terlihat kesal dan terkesan berhati-hati.


"Putri aina, berdansalah denganku!!" kata abilerdo dengan lembut.


Aina terkejut dengan sikap abilerdo yang tiba-tiba lembut, dan juga membuat aina sangat gugup.


Wajah aina merona dan terasa panas melihat sikap abilerdo yang berbeda dari biasanya.


"Gadis jutek, apa kau ingin membuat tanganku keram??" bisikan kecil abilerdo.


"Sampai kapan kau akan melamun?? Seharusnya sekarang kau sudah memegang tanganku, bodoh!!" bisikan abilerdo yang terlihat kesal.


Seketika sikap aina pun berubah.


[Bisa-bisanya aku tersipu!! sudah kuduga ini hanya pencitraan saja!!] Gumam aina yang terlihat kesal.


"Baiklah, Aku akan berdansa denganmu!! bukan karena aku ingin, tetapi karena aku tidak ingin dipermalukan di pesta ini!!!" bisikan aina yang terdengar dingin.


Abilerdo dan aina turun dari atas panggung dan mulai berdansa yang diikuti oleh para bangsawan yang lain.


Abilerdo dan aina terlihat kesal satu sama lain, walaupun mereka berdua masih berdansa bersama. Disisi lain wajah mereka memerah yang terkesan malu-malu.


"Pemandangan yang indah!!" gumam elbert sambil menatap aina dan abilerdo yang sedang berdansa.


Dirk hanya diam seperti biasanya, dia tidak terlihat peduli, Namum sebenarnya dia sangat memperhatikan sikap abilerdo.


Dan kinsey sibuk dengan makanan lezat yang sudah dia nanti-nantikan.


Aina tidak menyadari, betapa banyak mata yang memandangnya dengan penuh rasa iri karena bisa berdansa dengan abilerdo.


Setelah selesai berdansa, abilerdo mengajak aina untuk menyapa raja dan ratu kerajaan aeres dan arterias.


Abilerdo lumayan terkesan dengan sikap aina, dia terlihat seperti seorang putri yang pintar dan menawan.


Disisi lain, Dirk mendekati perdana menteri kerajaan ignoria, karena sebelumnya raja ignoria mengirim surat permintaan maaf karena tidak bisa hadir.


"Perdana menteri ignoria, apa kabar??" kata Dirk.


"Oh Dirk, sudah lama tidak bertemu. Aku baik-baik saja!!" kata perdana menteri ignoria.


"Bagaimana keadaan Yang Mulia putri ignoria?? Apakah baik-baik saja??" kata Dirk.


"Tuan putri sudah lumayan sehat!! Maaf karena raja ignoria tidak bisa hadir!!" kata perdana menteri ignoria.


"Tidak apa-apa!! tidak perlu meminta maaf, bukankah wajar seorang ayah menjaga putrinya!!" kata abilerdo yang tiba-tiba datang.


"Yang Mulia." kata Dirk sambil membungkuk.


"Terima Kasih untuk perhatian Yang Mulia." Kata perdana menteri ignoria sambil membungkuk.


"Jangan begitu sungkan, sebaiknya nikmati saja pesta malam ini!!" kata abilerdo.


"Terima kasih Yang Mulia!!" kata perdana menteri ignoria.


Para bangsawan pun terlihat menikmati pesta malam ini.


Aina terlihat bosan, dia mencari alasan agar bisa keluar dari pembicaraannya dengan para ratu. Abilerdo masih terlihat sibuk berbincang-bincang dengan para tamu yang lain.


Aina yang berhasil keluar dari situasi itu, pergi berjalan kearah balkon yang berada di samping aula istana.


"Akhirnya bisa menghirup udara segar!!" gumam aina yang terlihat lega.


"Betapa melelahkan harus berakting di depan para bangsawan itu." kata aina sambil menarik nafas.


Abilerdo menengok ke kiri dan ke kanan, seakan-akan dia mencari seseorang. Akhirnya dia menatap pintu balkon yang terbuka.


"Apa yang kau lakukan disini??" Kata abilerdo yang tiba-tiba sudah berada di belakang aina.


"Kau!!! Bisakah kau tidak mengagetkan aku?? kenapa kau selalu muncul seperti hantu?? Atau setidaknya bersuara dulu." kata aina yang kaget dan sedikit kesal.


"Bukankah tadi aku bersuara??" kata abilerdo.


[Benar, kau bersuara!! tapi tepat sudah ada di belakang ku dan dengan pertanyaan yang selalu sama.] gumam aina dalam hati.


Aina kembali diam dan menatap ke arah langit yang penuh dengan bintang. Abilerdo menatap aina, melihat kecantikan aina yang disinari oleh cahaya bulan, membuat abilerdo merasa wajahnya terbakar.


Semakin panas hingga membuat wajah abilerdo merona, Abilerdo tersadar dan memalingkan wajahnya ke arah langit juga.


"Bukankah sudah kukatakan!! Kau terlihat jelek jika tersenyum!!" kata abilerdo dengan nada datar.


"Apa aku terlihat seperti tersenyum sekarang??" kata aina yang terasa bingung.


"Sudahlah!! kurasa kau tak akan mengerti!!" kata abilerdo dengan nada mengejek.


[Dasar aneh!!] Gumam aina yang menatap abilerdo dengan tatapan aneh.


"Oh iya, bisakah kau tidak memberikan ku gelar seorang putri??" kata aina dengan nada dingin.


Abilerdo terkejut mendengar perkataan aina, karena bagi seorang gadis biasa, tentu saja memimpikan untuk menjadi seorang putri.


Tetapi abilerdo tidak menyangka bahwa, ada seorang gadis yang tidak ingin menjadi seorang putri di dunia ini.


"Kenapa?? apa kau tidak suka menjadi seorang putri??" kata abilerdo dengan nada dingin.


"Benar, aku tidak suka!!" kata aina dengan tatapan serius.


[Berani-beraninya gadis ini menolak penghargaan terbesarku untuknya!! Betapa banyak para gadis diluar sana yang memimpikan untuk masuk istana kunstkring!! tetapi dia dengan mudahnya mengatakan tidak!! Bahkan aku sendiri yang memberikannya!! cihhh...] Gumam abilerdo yang terlihat marah.


"Tidak suka?? atau sebenarnya kau tidak bisa menjadi putri kerajaan??" tanya abilerdo dengan nada yang dingin.


.................................


Nantikan kelanjutannya ceritanya ya.


Jangan lupa vote, like dan favorit kan.


Maaf kalau ada salah kata.


Terima Kasih sudah membaca