The Legend Of Sun Queen

The Legend Of Sun Queen
Air Mata yang tak terlihat



Abilerdo keluar dari chocolate garden. Dia melihat dari kejauhan Dirk, elbert dan kinsey berlari kearah hutan belakang.


"Apa yang mereka lakukan di tengah hujan?? siapa yang mereka kejar??" Gumam abilerdo yang terlihat kebingungan.


"Tadi sepertinya aku mendengar kinsey memanggil........" Gumam abilerdo yang tiba-tiba terhenti.


Ekspresi terkejut abilerdo melihat aina yang berlari didepan Dirk, elbert dan kinsey.


[AINA!!!] Gumam abilerdo dalam hati yang terkejut.


Abilerdo tanpa memandang hujan yang deras mengejar aina, dirk, elbert dan kinsey.


Aina yang seperti kehilangan kesadarannya, berlari masuk kearah hutan dan terhenti di tengah gelapnya hutan.


[Yuki kau dimana] Gumam aina dalam hati sambil menangis.


Air mata aina sama sekali tidak terlihat dibawah air hujan yang jatuh begitu derasnya.


Aina terhenti di tengah hutan, dia menangis tersungkur di hutang yang gelap dan dingin itu. Terus dan terus menangis gemetaran.


Abilerdo, dirk, elbert dan kinsey berhasil mengikutinya. Mereka pun berhenti di belakang aina.


"Ai..aina??" panggil abilerdo yang terdengar ragu-ragu.


Dirk, elbert dan kinsey terkejut kenapa abilerdo bisa ada disini.


"Yang..Yang Mulia!!" kata dirk, elbert dan kinsey yang terkejut.


"Apa yang terjadi??" tanya abilerdo pada mereka bertiga.


"Kami juga tidak tahu!! tiba-tiba kami melihat aina berlari keluar seperti itu." Kata kinsey.


"Yang Mulia, sebaiknya anda masuk. Hujannya sangat deras!! biar kami yang..." kata dirk yang terhenti.


"Tidak!!" kata abilerdo dengan lantang.


Mereka tidak bisa melakukan apapun pada abilerdo yang terlihat keras kepala itu.


Abilerdo mendekati aina yang tersungkur itu secara perlahan dan memanggil namanya dengan lembut.


"Aina.." panggil abilerdo.


"Aina, apa yang terjadi?? kenapa kau berlari seperti ini??" tanya abilerdo dengan lembut.


"Aina??" panggil abilerdo yang terlihat bingung.


Aina hanya diam dengan tubuh yang tersungkur dan gemetaran itu.


"Aina??" panggil abilerdo dengan lembut dan terdengar bingung.


Aina pun berdiri dan memalingkan tubuhnya ke arah mereka berempat. Tatapan aina yang kosong dan seperti habis menangis itu, membuat abilerdo, dirk, elbert dan kinsey kaget.


Wajah mereka berempat terlihat sangat khawatir dengan aina yang seperti itu.


"Yu..yuki...yuki, Dia... dia..." kata aina yang gemetaran sambil menundukkan kepalanya.


Ketakutan aina seakan membungkam mulutnya, tubuhnya gemetar seakan menahan air matanya.


Wajah aina yang terlihat sangat sedih membuat abilerdo khawatir dan prihatin.


Abilerdo berjalan semakin mendekati aina, dan tiba-tiba abilerdo memeluk aina yang berada tepat di depannya.


Dirk, elbert dan kinsey terkejut dengan sikap abilerdo yang tiba-tiba memeluk aina. Tetapi disisi lain mereka prihatin melihat aina yang gemetar ketakutan.


"Tenanglah.. Semua akan baik-baik saja!!" kata abilerdo dengan lembut sambil memeluk aina.


Aina pun menangis tersedu-sedu dalam pelukan abilerdo.


Dirk, elbert dan kinsey bahkan tidak sanggup melihat tangisan aina, walaupun air matanya tidak terlihat karena hujan yang sangat deras itu.


"YUKI!!!" Teriakan aina yang menangis di pelukan abilerdo sambil memanggil nama sahabatnya.


Abilerdo terus memeluk aina dengan hangat dalam dinginnya hutan, sambil membelai lembut rambutnya.


Aina yang sudah berhenti menangis, melepaskan tubuhnya dari pelukan abilerdo secara perlahan dan menatap abilerdo.


"Kumohon... selamatkan yuki!! kalian bahkan bisa menolongku, jadi.. jadi, kalian juga pasti..pasti...!! kumohon... temukan yuki... kumohon..." kata aina yang gemetaran sambil menahan tangisannya.


"Aku berjanji padamu!! aku akan menemukan yuki!!" kata abilerdo dengan lantang sambil menatap mata aina.


Aina yang terlihat sedikit tenang mendengar perkataan abilerdo, mulai perlahan menutup matanya dan aina tidak dapat menahan beban tubuhnya lagi.


Aina mulai kehilangan kesadarannya, dan tiba-tiba tubuhnya mulai jatuh, tetapi dengan cepat abilerdo menangkap aina yang hampir jatuh ke tanah.


Abilerdo mengangkat aina dengan kedua tangannya dan berjalan masuk kedalam istana. Dirk, elbert dan kinsey juga mengikuti abilerdo.


Ireine masuk ke kamar aina untuk memeriksa tubuh aina.


Abilerdo, dirk, elbert dan kinsey pergi untuk mengganti pakaian mereka yang juga basah karena hujan.


Setelah berganti pakaian abilerdo pergi kekamar aina untuk memastikan keadaanya. Abilerdo pun terhenti karena mendengar percakapan kedua pelayan aina dengan ireine.


"Apakah tuan putri baik-baik saja??" tanya karin dengan nada khawatir.


"Tubuh tuan putri sangat panas, dia sepertinya demam tinggi karena kehujanan, kakinya juga terluka." Kata ireine sambil memeriksa tubuh aina.


"Yang mulia putri..." Gumam lyli yang terlihat khawatir.


"Sebenarnya apa yang terjadi?? kenapa tuan putri bisa kehujanan di tengah malam begini??" tanya ireine.


"Kami juga tidak tahu!!" Kata lyli.


Kreekk!! Bunyi pintu kamar aina yang terbuka.


"Yang Mulia Raja!!" Kata karin dan lyli secara bersamaan sambil membungkuk.


Abilerdo masuk ke kamar aina dan menatap kondisi tubuh aina, terlihat jelas wajah abilerdo sangat khawatir.


"Bagaimana keadaannya??" tanya abilerdo.


"Yang Mulia, tubuh tuan putri sangat lemah karena demam yang dia alami, itulah yang membuat tuan putri bisa pingsan. Dan kakinya juga terluka." kata ireine.


Abilerdo terlihat lebih khawatir, dia seperti tidak sanggup melihat aina dengan kondisi sperti itu.


"Yang Mulia tenang saja, aku akan berusaha untuk menyembuhkan tuan putri." kata ireine yang mencoba menenangkan sedikit kekhawatiran abilerdo.


"Kalian berdua, ambilkan air dingin dan sebuah kain yang bersih!!" kata ireine pada karin dan lyli.


"Baik!!" kata karin dan lyli secara bersamaan.


Karin dan lyli meninggalkan kamar aina dan bergegas mengambil air dingin dan kain.


"Yang Mulia, saya sudah mengobati tubuh tuan putri, juga sudah menghilangkan luka di kaki tuan putri. Tetapi..." Kata ireine yang terhenti.


"Tetapi apa??" kata abilerdo dengan tatapan serius.


"Tuan putri harus meminum pil penyumbuh dengan air yang hangat, tetapi tuan putri belum sadarkan diri, jadi bagaimana dia bisa meminumnya." kata ireine.


Abilerdo diam dan berpikir bagaimana caranya aina bisa meminum pil penyembuh yang sudah dibuat oleh tim medis kerajaan menggunakan soul energy.


Karin dan lyli pun kembali dan membawa sebaskom air dan kain bersih. Ireine mengambil air dan kain itu, dia mulai menempelkan kain yang basah itu di atas dahi aina untuk menurunkan panas tubuh aina secara perlahan.


"Ireine, setelah ini apa lagi yang bisa dilakukan??" tanya abilerdo.


"Tidak ada Yang Mulia, pengobatan luarnya sudah selesai!! Saya hanya menaruh kain yang dingin dan basah ini untuk menurunkan demam tuan putri dari luar saja, tetapi pil penyembuh bisa menyembuhkan penyakit tuan putri dari dalam tubuh beliau." kata ireine.


"Aku sudah mengerti!! biar aku yang lakukan!! Kalian keluarlah!!" Kata abilerdo.


"Baik Yang Mulia!!" kata ireine, karin dan lyli.


Mereka bertiga keluar dari kamar aina dan menutup pintu secara perlahan.


Abilerdo mendekat ketempat tidur aina dan duduk disamping aina yang tertidur. Dan secara bertahap abilerdo menaruh kain dingin dan basah itu di atas dahi aina.


Aina yang sudah tak sadarkan diri itu terlihat sangat lemah, wajah aina yang pucat bagaikan kertas membuat abilerdo merasa bersalah.


Jauh dilubuk hati abilerdo yang terdalam tersimpan kekhawatiran dan ketakutan melihat kondisi aina yang seperti sekarang ini.


Abilerdo menatap aina sambil menyentuh pipi aina dengan lembut.


"Apa yang bisa kulakukan agar kau tidak merasa kesakitan lagi??" gumam abilerdo dengan wajah yang terlihat khawatir.


Abilerdo pun melihat pil penyembuh dan air hangat yang sudah disiapkan oleh ireine sebelumnya.


Abilerdo mengambil pil penyembuh dan mengunyah sampai hancur di mulut abilerdo, dan kemudian dia meminum sedikit air hangat tanpa di telan.


[Aina Maaf!! hanya ini yang bisa aku pikirkan sekarang] Gumam abilerdo dalam hati.


Abilerdo menyuapi pil penyembuh pada aina menggunakan mulut abilerdo sendiri, bibir mereka berdua pun bersentuhan dengan lembutnya.


.............................


Nantikan kelanjutan ceritanya ya.


Jangn lupa vote, favoritkan dan like setiap episodenya :)


Maaf kalau ada salah kata.


Terima Kasih sudah membaca