The Legend Of Sun Queen

The Legend Of Sun Queen
Kesayangan



Seminggu setelah pesta ulang tahun Kimberly.


"Huuaaeemm..." suara aina yang bangun di pagi hari.


Aina menatap langit di pagi hari dari jendela kamarnya, mentari pagi yang menyinari kamar aina, membuat dia tersenyum dengan bahagia.


Dulunya senyuman aina sangat jarang terlihat dari raut wajahnya. Kesendirian yang selalu dirasakan selalu menghantuinya, apalagi saat kedua orang tuanya pertama kali bertengkar hebat.


Aina yang duduk di bangku kelas 1 SMP itu merasa sangat terpukul, bahkan diusianya yang terbilang masih anak-anak itu harus mendengar kata perceraian dari kedua orangnya.


Saat mendengar orang tuanya ingin bercerai, aina pun keluar dari rumah dan berlari dengan wajah yang menyedihkan dan air mata yang mengalir di pipinya.


Aina yang berlari tanpa memperdulikan sekitarnya, tak sengaja tertabrak oleh mobil. Aina pun jatuh pingsan karena kepalanya terbentur.


Darah yang mengalir dari kepala aina seakan mengikuti air mata di pipinya. Aina tidak sadarkan diri selama seminggu, itu pula yang membuat kedua orang tua aina memutuskan untuk tidak bercerai.


Aina merasa lega karena orang tuanya tidak bercerai, Namum pertengkaran kedua orang tuanya masih sering terjadi, ya meskipun mereka tidak bercerai.


Sejak saat itu, aina yang selalu ceria berubah menjadi seseorang pendiam dan dingin. Untunglah aina memiliki seorang sahabat yang selalu berada di sisi nya.


Namum sejak saat itu aina tidak bisa membuka hatinya untuk orang lain, dia sama sekali tidak bisa mempercayai siapapun selain yuki.


Hanya disaat aina bersama yuki, aina bisa tersenyum dan tertawa lepas dan melupakan sedikit beban hatinya.


"Pagi ini sangat cerah!!" gumam aina sambil tersenyum.


Sejak aina memiliki lima teman didunia ini, senyuman aina mulai terlihat. Meskipun begitu, aina hanya bisa merasa tenang dan tersenyum dengan tulus hanya jika dia berada bersama kelima temannya itu.


Sedih, kesal, marah, bahagia, dan tertawa bersama kelima orang itu. Karena merekalah aina bisa membuka hatinya untuk mempercayai seseorang.


Disisi lain di ruang kerja abilerdo.


Tok..tok..tok.. Suara pintu ruang kerja abilerdo.


"Yang Mulia, ini saya Alfred." kata alfred yang juga merupakan salah satu informan kunstkring.


"Masuklah." kata abilerdo.


Alfred masuk ke dalam ruang kerja abilerdo, dia terlihat sedikit gelisah.


"Ada apa?? Kenapa kau terlihat gelisah??" tanya abilerdo.


"Yang Mulia, saya mendapatkan informasi bahwa tongkat misteris muncul di bagian selatan kerajaan kunstkring." kata alfred.


"Selatan?" tanya abiledo yang nampak bingung.


"Benar. Menurut informasi yang saya dapatkan, dua orang penduduk dari desa B yang hendak berburu, melihat segerombolan orang tidak dikenal." kata alfred.


Alfred menceritakan dengan detil informasi yang dia dapatkan. Salah satu dari kedua penduduk desa B yang melihat segerombolan orang tidak dikenal itu, merasakan kekuatan yang tidak biasa dari segerombolan orang yang mereka lihat.


Itu adalah aura dari dark energy, kedua penduduk desa itu pun diserang oleh segerombolan orang tidak dikenal itu dengan kekuatan dark energy.


Untunglah sebuah tongkat yang sangat indah muncul dengan sendirinya, cahaya yang dipancarkan oleh tongkat itu membuat segerombolan orang yang tepat berada didepan mereka, menghilang entah kemana.


Cahaya yang dikeluarkan oleh tongkat itu sangat menyilaukan mata, sampai tidak bisa melihat kemana perginya segerombolan orang tidak dikenal itu.


Kedua orang penduduk desa B yang ada di bagian selatan itu, pulang dan melaporkan pada kepala desa B.


"Yang Mulia, tongkat misterius itupun mengilang entah kemana, tidak ada yang melihatnya. Hanya ini informasi yang saya dapatkan." kata alfred.


"Baiklah, aku mengerti. kau sudah boleh keluar." kata abilerdo.


Alfred keluar dari ruang kerja abilerdo dan pergi untuk mencari informasi yang lain lagi.


"Kalian, masuklah!!" panggil abilerdo.


Dirk, elbert dan kinsey masuk kedalam ruang kerja abilerdo. Mereka bertiga selalu berada disisi abilerdo dimanapun abilerdo berada, itu karena tugas utama mereka adalah melindungi abilerdo.


Abilerdo sangat mempercayai mereka bertiga, abilerdo pun menceritakan apa yang telah dikatakan alfred.


"Ada yang aneh dengan setiap kemunculan tongkat itu." gumam elbert yang terlihat berpikir.


"Yang Mulia, kelihatannya tongkat itu muncul hanya saat merasakan dark energy." kata Dirk yang tiba-tiba terpikir.


"Benar, saat raja aeres diserang dengan dark energy, bukankah tongkat itu juga muncul??" kata kinsey.


"Dan kemudian tongkat itu menghilang dengan sendirinya." kata elbert yang terlihat bingung.


Abilerdo juga memikirkan hal yang sama, tetapi dia merasa ada kejanggalan dengan orang-orang misterius yang selalu muncul tib-tiba, seperti ingin mencari sesuatu juga.


Disisi lain di kerajaan neville,


"Ozak, ada apakah ada kabar tentang tongkat sun queen??" tanya melville.


"Apapun yang terjadi, kau harus menemukan tongkat itu." kata melville.


"Baik Yang mulia." kata ozak.


[Yang aku tahu tongkat itulah yang digunakan alesa untuk menyegel kekuatan ku dan istana ini. Aku sangat yakin tongkat itu juga yang bisa mematahkan segel ini. Ratu manja itu bahkan tidak ingin membunuhku, sungguh naif.] Gumam melville dalam hati sambil tersenyum licik.


Kerajaan Kunstkring,


"Aku ingin jalan-jalan sendirian, ini perintah!!!" kata aina dengan nada tegas.


"Tapi tuan putri..??" kata lyli yang terlihat khawatir.


"Tidak ada tapi-tapian, lagipula aku hanya berjalan disekitar istana juga. Pokoknya aku tidak ingin diikuti." kata aina.


"Baiklah." kata lyli dan karin secara bersamaan, sambil menghela nafas.


Aina akhirnya bisa berjalan sendiri, sebelumnya aina selalu diikuti oleh kedua pelayannya itu, dan sejak saat aina keluar pada malam yang hujan deras itu, abilerdo menyuruh beberapa pengawal untuk bergantian berjaga di depan pintu kamar aina setiap malam.


"Sejuknya..." gumam aina sambil tersenyum.


[Akhirnya aku bisa berjalan dengan tenang.] Gumam aina dalam hati.


"Ainaaa!!!" panggil kimberly.


[Seperti suara yang ku kenal, sepertinya aku memang tidak bisa berjalan sendiri.] Gumam aina dalam hati sambil menghela nafas.


Aina menoleh kebelakang dan tersenyum pada Kimberly.


Sejak berteman dengan aina, Kimberly sering datang ke istana untuk menengok aina, dua hari pertama Kimberly datang menengok aina di istana, aina merasa biasa saja.


Tetapi hari berikut dan berikutnya lagi, Kimberly selalu datang. Aina sama sekali tidak merasa keberatan pada Kimberly yang datang tiap hari, tetapi dia merasa lelah mendengar Kimberly bicara tak henti-hentinya dari pagi sampai sore hari ketika dia akan pulang.


Namun disisi lain, aina sangat senang Kimberly yang selalu menemani hari-hari nya di istana.


"Aina, kau mau kemana??" tanya Kimberly.


"Aku hanya ingin jalan-jalan di taman." kata aina.


"Aku temani ya." kata Kimberly sambil tersenyum.


[Mana mungkin aku menolak melihat wajah polosmu itu.] Gumam aina dalam hati.


"Baikalah." kata aina sambil tersenyum.


Aina dan Kimberly berjalan-jalan di taman istana dan seperti biasa, suara Kimberly yang ceria sama sekali tidak berhenti untuk berbicara.


Aina terhenti di suatu taman dan menatap taman itu dengan sangat lama, aina sama sekali tidak mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh Kimberly karena menatap taman itu.


"Aina, apa yang kau lihat??" tanya Kimberly.


Aina menatap chocolate garden dengan tatapan penasaran. Kimberly mengikuti pandangan aina.


"Oh ternyata kau menatap chocolate garden!!" kata Kimberly.


Aina tiba-tiba terkejut dan menatap Kimberly.


"Apa kau juga tahu taman itu??" tanya aina dengan wajah sedikit kaget dan penasaran.


"Tentu saja, semua orang juga tahu kalau itu adalah tempat kesayangan Yang Mulia." kata Kimberly.


"Kesayangan??" tanya aina yang nampak bingung.


"Benar, karena taman itu mengingatkan Yang Mulia tentang tunangannya." kata Kimberly dengan polosnya.


[Apa!!] Gumam aina dalam hati dengan ekspresi terkejut.


"Jadi abilerdo sudah memiliki tunangan." kata aina dengan nada kecil dan ekspresi yang terlihat dingin.


"Iya, namanya victoria!!" kata Kimberly dengan polosnya.


"Victoria...???" gumam aina dengan suara yang sangat kecil.


..................................


Nantikan kelanjutan episodenya ya.


Jangan lupa vote, favorit kan dan like setiap episodenya.


maaf kalau ada salah kata.


Terima Kasih sudah membaca