
Erik tertegun melihat aina yang lari seperti itu.
Aina pun berlari kembali dengan membawa sebotol air mineral yang ada di tangannya.
"In..in..ini.. minumlah!!" kata aina sambil memberikan sebotol air yang ditangannya dengan nafas yang terengah-engah.
Sejenak erik tertegun menatap aina dengan ekspresi merona karena wajah aina yang berkeringat kecil dan ekspresi aina yang khawatir terlihat sangat cantik.
"Apa yang kau tunggu?? cepat minum dulu!! Ternyata disini ada air mineral dalam kemasan botol seperti ini." kata aina yang sedikit bingung.
Erik tersadar dan mengambil minuman itu.
"Kenapa kau berlari seperti orang bodoh??" kata erik sambil minum dengan ekspresi yang sedikit merona.
[Pria ini, tak bisakah dia berterima kasih dulu!!] Gumam aina dalam hati dengan ekspresi cemberut.
"Ada apa dengan ekspresimu itu??" tanya erik.
"Apa kau bodoh?? Apa kau tak bisa melihat, aku mengkhawatirkan mu??" tanya aina dengan ekspresi cemberut.
[Dia mengkhawatirkan ku??] gumam erik dalam hati dengan ekspresi bingung.
"Maaf, seharusnya aku tidak memaksamu memakan makanan yang dipinggir jalan itu." kata aina dengan ekspresi bersalah.
[Jadi karena ini..] Gumam erik dalam hati sambil menatap aina dengan ekspresi sedikit kaget.
"Apa semua perempuan, bodoh sepertimu?? Mana mungkin aku bisa tersedak hanya karena makanan itu. Bodoh!!!" kata erik dengan nada mengejek aina.
[Dasar pria menyebalkan!! Aku bahkan sangat takut tadi.] Gumam aina dalam hati dengan ekspresi kesal.
"Aku memang bodoh!! Seharusnya, aku membiarkan mu mati tersedak saja!!" kata aina dengan nada dingin dan ekspresi kesal.
[Gadis ini..] Gumam erik dalam hati dengan ekspresi kesal.
"Makan saja bisa tersedak!! Apa kau anak kecil??" tanya aina dengan nada suara yang dingin.
[Beraninya dia berkata seperti itu padaku.] Gumam erik dalam hati dengan ekspresi kesal.
"Jangan lupa, bayar air mineral itu." kata aina dengan nada suara yang dingin.
Tiba-tiba ada dua orang anak kecil yang berlarian tidak karuan dan menabrak aina.
Aina kaget karena tabrakan dari anak kecil padanya, Tubuh aina pun mulia kehilangan keseimbangan, kemudian BRAKK..!!!
[Eh..] Gumam aina dalam hati yang nampak kaget.
Aina keget karena tubuhnya tidak membentur tanah karena erik dengan cepat meraih tubuh aina yang hampir jatuh itu.
Aina dan erik saling bertatapan dalam posisi berpelukan. Sejenak mereka berdua tertegun saat saling bertatapan.
"Te..terima kasih!!" kata aina sambil mendorong tubuh erik dengan wajah yang sedikit merona.
Erik yang awalnya tertegun, kembali sadar saat aina mendorong tubuhnya. Erik berbalik dengan wajah yang sedikit marona.
"Jangan berfikir yang tidak-tidak!! Aku hanya ingin menolongmu!!" kata erik dengan nada suara yang dingin sambil melirik aina.
Erik mencoba untuk menutupi rasa malunya dengan berbicara yang sedikit terdengar kasar kepada aina.
"Siapa yang berpikiran tidak-tidak?? Bodoh!!" kata aina dengan ekspresi kesal.
Aina pun berbalik dan berjalan dengan ekspresi kesal. Erik hanya tersenyum kecil melihat tingkah aina yang seperti itu.
[Gadis kasar seperti dia, memiliki sisi imut juga.] Gumam erik dalam hati sambil tersenyum menatap aina.
Erik pun mengikuti aina dari belakang. Mereka berjalan sambil menikmati keramaian ibukota aeres.
Tak terasa matahari terlihat mulai terbenam. Erik dan aina pergi ke rumah kerabat erik untuk mengambil kuda yang di titipkan oleh erik.
Erik mengambil kuda yang luar itu sambil ditemani oleh kerabatnya. Sedangkan, aina menunggunya didalam ruang tamu sambil meminum teh yang disediakan oleh kerabat erik.
"Pangeran, siapa gadis itu??" kata kerabat erik.
"Baru kali ini, kau membawa seorang gadis dirumahku." kata kerabat erik dengan ekspresi menggoda erik.
"Jangan berpikir yang tidak-tidak!!" kata erik dengan nada suara yang dingin.
"Hmmm...." gumam kerabat erik sambil menatap erik dengan ekspresi berfikir.
"Ada apa??" tanya erik dengan nada dingin.
"Aku hanya berfikir, seorang pangeran dingin sepertimu, kenapa bisa membawa seorang gadis?? Kau bahkan mengajaknya jalan-jalan. Jika dipikir-pikir, Ini pertama kalinya." kata kerabat erik dengan tatapan menggoda erik.
"Gadis itu memang sangat cantik!! Tetapi yang aku tahu, kau sama sekali tidak suka dekat dengan seorang gadis." kata kerabat erik dengan ekspresi yang penasaran.
Erik hanya diam sambil membelai kuda kesayangan miliknya.
"Dia tuan putri dari kerajaan kunstkring." kata erik dengan santainya.
"APA?? PUTRI?? KERAJAAN KUNSTKRING??" Tanya kerabat erik yang tiba-tiba sangat kaget.
"Apa yang kau katakan itu benar??" tanya kerabat erik dengan ekspresi kaget.
Erik hanya menghela nafas sambil melanjutkan membelai kuda miliknya itu.
"Kenapa kau tidak memberitahu ku?? Bahkan tadi aku menyapanya dengan sangat santai, aku tidak tahu kalau dia itu tuan putri kunstkring." kata kerabat erik dengan ekspresi panik.
[Pantas saja dia terlihat begitu anggun dan sangat cantik.] Gumam kerabat erik dalam hati.
"Apa masih lama??" tanya aina yang tiba-tiba keluar dari rumah kerabat erik.
Terlihat jelas, kerabat erik sangat panik dan salah tingkah karena aina tiba-tiba saja sudah berada disitu.
"Sudah selesai." kata erik.
"Tu..tunggu dulu!!" kata kerabat erik yang terdengar panik dan gugup.
Aina bingung melihat tingkah kerabat erik yang terlihat gugup dan panik.
"Ada apa lagi??" tanya erik.
"Itu... Maksudku, kenapa pangeran dan tuan putri tidak makan dulu sebelum kembali keistana??" kata kerabat erik yang terdengar sedikit gugup.
[Kenapa lagi dengan orang ini??] gumam erik dalam hati sambil menatap kerabatnya itu.
"Tidak perlu. Lagipula, sebentar lagi gelap." kata aina.
Kerabat erik sesekali melirik erik, dia bermaksud agar erik memperkenalkan aina padanya. Erik hanya bisa menghela nafas dan terpaksa memperkenalkan aina padanya.
"Maaf tuan putri, aku tidak memperkenalkan diri dengan resmi sebelumnya. Nama saya Antoni, saya teman baik pangeran erik." kata Antoni sambil membungkuk.
Walaupun aina sedikit bingung, namun dengan cepat aina meresponnya.
"Tidak apa-apa. tidak perlu terlalu sungkan!!" kata aina.
"Tetapi tuan putri..." kata Antoni yang terlihat sedikit bingung.
"Oh iya, Kau tidak perlu berbicara terlalu formal padaku. Aku lebih suka kau berbicara santai seperti tadi." kata aina.
"Tetapi... aku..." kata Antoni yang sedikit bingung dan merasa bersalah.
"Sudahlah... jangan dipikirkan!! Bukankah tadi, kau juga berbicara dengan santai pada orang ini??" kata aina dengan nada santai.
[Orang ini???] gumam erik dalam hati dengan ekspresi suram.
[Maksudnya, Erik??] gumam Antoni dalam hati yang terlihat bingung dan sedikit kaget.
"Baiklah putri, jika itu yang anda inginkan." kata Antoni sambil tersenyum.
"Ayo pergi!!" kata erik.
Erik dan aina pun menaiki kuda milik erik.
"Oh iya, terima kasih untuk tehnya!! Senang berkenalan denganmu." kata aina sambil tersenyum.
"Aku juga. Hati-hati dijalan." kata Antoni sambil tersenyum.
Aina dan erik pun pergi meninggalkan rumah Antoni sambil menunggangi kuda menuju istana.
"Putri itu, ternyata bukan orang biasa!! Sudah cantik, baik pula." gumam Antoni yang masih berdiri di depan rumahnya.
"Sepertinya, sikap erik sedikit berubah. syukurlah!!" gumam Antoni sambil tersenyum lega.
Antoni adalah satu-satunya sahabat karib dari erik sejak mereka kecil. Ayah Antoni adalah kepala pasukan kerajaan aeres. Walaupun Antoni termasuk dalam tuan muda kerajaan aeres, namun sikap dan perilakunya seperti orang biasa pada umumnya.
Antoni sangat mengenal erik. Dia tahu betul, erik sama sekali tidak pernah dekat dengan gadis manapun. Sampai-sampai, rumor yang mengatakan bahwa erik adalah seorang guy, membuat Antoni marah besar, bahkan antoni marah-marah kepada erik dan terdengar seperti seorang ibu-ibu yang marah pada anaknya.
Kedekatan erik dan antoni lah yang membuat mereka berbicara dengan sangat santai satu dengan yang lainnya.
[Semakin lama, aku semakin penasaran pada gadis ini. Dia memiliki sikap yang berbeda dari para putri dan gadis bangsawan.] Gumam erik dalam hati sambil menunggangi kuda.
Erik dan aina tiba di istana tepat saat matahari terbenam. Aina tidak menyadari, abilerdo memperhatikannya dari balkon yang ada di ruang lantai dua istana aeres.
..................................
Nantikan kelanjutan episodenya ya.
Maaf kalau ada salah kata.
Terima Kasih sudah membaca