
"Kakak, apa yang kau tertawakan sampai terlihat bodoh seperti itu??"
Suara seorang gadis dengan nada yang terdengar dingin dan menghampiri dirk, kinsey dan elbert.
Aina yang tadinya tersenyum kecil melihat candaan elbert dan kinsey, terhenti dan menatap gadis yang mengahampiri dirk, elbert dan kinsey.
"Kim...??" gumam kinsey.
Seketika itu juga mereka terhenti dari candaan mereka, karena sedikit kaget dengan suara dingin dari gadis itu.
[Kimberly?? jadi gadis ini adiknya kinsey??] Gumam aina yang sambil menatap gadis itu.
"lihat siapa yang datang!! Kimmy, sekarang kau sudah terlihat wanita." kata elbert yang terdengar mengejek Kimberly.
"Memangnya kau pikir aku pria!!" kata Kimberly dengan ekspresi cemberut.
"Adikku yang manis, kalau kamu cemberut terlihat jelek!!" kata kinsey sambil memegang kepala Kimberly dan tertawa kecil.
"Jangan pegang rambutku!! dua jam aku membuat rambut seperti ini." kata Kimberly sambil menyingkirkan tangan kinsey dengan ekspresi cemberut.
"Dan ingat aku bukan anak kecil lagi, jadi jangan perlakukan aku seperti anak kecil." kata Kimberly.
"Puft.." suara dirk, elbert dan kinsey secara bersamaan yang terdengar menahan tawa.
[Ekspresi apa ini?? kalian benar-benar kompak] Gumam Kimberly dalam hati.
Aina hanya diam melihat kedekatan Kimberly, Dirk, elbert dan kinsey.
Aina merasa mereka berempat terlihat sangat akrab bahkan melebihi kedekatan aina dengan ketiga pria tampan itu.
Aina terus memperhatikan Kimberly, sekalipun Kimberly terlihat cemberut, tetapi dia tetap sangat imut dan cantik.
Entah kenapa aina merasa iri dengan kedekatan Kimberly dan mereka bertiga. Tetapi disisi lain aina merasa senang melihat mereka yang tersenyum.
"Oh iya, dimana kakak abi???" kata Kimberly sambil melihat ke kiri dan ke kanan.
"Gadis kecil!! Sejak dulu panggilanmu tidak pernah berubah ya??" kata elbert sambil mengejek Kimberly.
"[Abi?? siapa??] gumam aina dalam hati.
"Sudah aku katakan aku bukan anak kecil lagi!!" kata Kimberly dengan ekspresi cemberut.
"Maaf ya, tetapi kakak abi tidak bisa datang!!" kata elbert sambil tersenyum.
"Tapi kenapa??" tanya Kimberly yang terdengar kecewa.
"Itu karena, dia sangat sangat sibuk!!" kata kinsey.
Kimberly terlihat sangat kecewa. Melihat ekspresi Kimberly, Elbert dan kinsey terus dan menerus menggoda Kimberly.
"Kenapa kalian suka sekali menggodaku??" kata Kimberly dengan ekspresi cemberut yang terdengar kesal.
"Sudah..sudah.. jangan cemberut, jeleknya awet tuh!! Ni kado dari kakak abi." kata elbert.
"Tapi... yang aku butuhkan kehadiran!!" kata Kimberly dengan suara yang sangat pelan dan ekspresi cemberut.
Kimberly sama sekali tidak memperhatikan aina yang berdiri di depan dirk, elbert dan kinsey. Mereka bertiga juga lupa untuk memperkenalkan aina dengan Kimberly.
Aina pun merasa seperti orang asing, tetapi aina tetap terlihat santai dan sedikit cuek.
Sosok yang terlihat sangat familiar pun datang menghampiri mereka, seseorang dengan wajah yang tampan, berjalan kearah mereka dengan penuh karisma dan wibawa.
"Kata siapa aku tidak datang!!" kata abilerdo yang tiba-tiba datang.
[Abilerdo?? bukannya dia sibuk??] Gumam aina dalam hati dengan ekspresi terkejut.
Begitu juga dengan Dirk, elbert dan kinsey, mereka terlihat sangat terkejut dengan kedatangan abilerdo yang secara tiba-tiba itu.
Mengingat abilerdo masih banyak urusan penting yang harus di selesaikan.
Ekspresi Kimberly yang tadinya kecewa menjadi sangat bahagia.
"Kakak abi!!" kata Kimberly sambil menghampiri abilerdo.
Aina menatap Kimberly yang secara leluasa menghampiri abilerdo dengan penuh semangat.
[Jadi abi itu, abilerdo!!!] Gumam aina dalam hati dengan ekspresi terkejut.
"Kimmy, disini banyak orang!! bisakah kau jangan memanggilku dengan nama itu??" kata abilerdo dengan nada suara yang lembut.
[Nadanya berbicara dengan Kimberly sangat berbeda] gumam aina dalam hati yang terlihat sedikit cemburu.
"Maaf..." kata Kimberly yang manja sambil menjulurkan lidahnya sedikit.
Abilerdo hanya terlihat pasrah dengan wajah polos yang di tunjukkan Kimberly.
Abilerdo pun menatap aina, aina yang awalnya menatap mereka berdua dengan cepat mengalihkan pandangannya dengan sikap yang terlihat canggung.
"Yang Mulia, bagaimana anda bisa ada disini?? bukankah anda sangat sibuk??" tanya elbert yang sedikit bingung.
"Benar, urusanku masih banyak!! tetapi aku tidak mungkin melewatkan ulang tahun Kimmy." kata abilerdo.
[What??? apa telingaku bermasalah?? sepertinya aku salah dengar!!] Gumam aina dalam hati dengan ekspresi dingin.
Abilerdo menganggap Kimberly sebagai adiknya sendiri, begitu juga dengan Dirk dan elbert. Mereka semua menganggap Kimberly adalah adik perempuan satu-satunya yang mereka miliki.
Disaat senang dan sedih mereka berempat selalu bersama dan saling menghibur. Pembawaan Kimberly yang ceria dan supel menjadi penghibur dan penguat disaat mereka lelah.
Bahkan seluruh kerajaan kunstkring tahu bahwa abilerdo dan ketiga tuan muda itu sangat menyayangi Kimberly layaknya seorang adik kandung.
Tetapi aina sama sekali tidak tahu tentang arti kedekatan mereka.
Dan sekarang aina berpikir seperti orang asing, disisi lain merasa iri dan cemburu dengan kedekatan Kimberly dengan abilerdo dan yang lain.
[*E*ntah kenapa aku merasa iri dengan gadis imut itu!! Senangnya bisa memiliki sifat seperti dia, yang ceria dan supel] Gumam aina dalan hati sambil menatap keakraban yang terpancar dari mereka berempat.
[Gadis itu sangat mirip dengan sifat yuki!!] Gumam aina dalam hati yang terlihat sedikit sedih.
"Heii.. Apa yang kau pikirkan??" tanya kinsey yang menghampiri aina.
"A.. em.. tidak ada!!" kata aina yang terlihat kikuk.
"Oh iya, aku ingin ke toilet!! Kinsey, dimana toiletnya??" tanya aina yang terlihat kikuk.
"Disana, belok kekiri di sudut itu!! apa perlu ku antar??" tanya kinsey sambil menunjuk kearah toilet.
"Tidak..tidak.. tidak perlu!! aku bisa sendiri." kata aina.
Aina berjalan dengan cepat kearah toilet.
"Apa yang terjadi padanya?? mungkin dia sudah tidak bisa menahan..!!" gumam kinsey sambil tertawa kecil.
"Apa yang tidak tahan??" kata elbert sambil menggandeng bahu kinsey.
Abilerdo, Dirk dan Kimberly juga mengahampiri kinsey.
"Tidak ada!!!" kata kinsey dengan wajah datar.
Abilerdo melirik aina yang berlari kearah toilet.
"Sekarang kau menirukan gaya Dirk ya??" tanya elbert sambil tertawa kecil.
"Siapa juga yang mau menirukan gaya patung seperti Dirk!!" kata kinsey dengan ekspresi cemberut.
"Bodoh!!" kata Dirk dengan nada datar.
"Yang kau bilang bodoh itu, kakakku tahu!!!" kata Kimberly dengan ekspresi kesal.
Abilerdo hanya diam dan tersenyum melihat tingkah mereka berempat yang terlihat seperti anak kecil. Dan sesekali abilerdo melirik arah toilet.
Aina yang duduk di dalam toilet wanita itu terlihat sangat bosan dan disisi lain merasa sangat asing.
Kreeakk..!! bunyi pintu luar toilet yang terbuka. Beberapa gadis bangsawan masuk kedalam toilet wanita yang hanya berkaca di depan wastafel toilet. Para gadis bangsawan pun mulai bercakap-cakap.
"Apa tadi kau melihat Yang Mulia?? Benar-benar tampan."
"Iya..iya benar."
"Senangnya jadi nona Kimberly!!"
[Ada apa ini?? kenapa diluar berisik sekali.] Gumam aina yang masih duduk didalam toilet.
"Apa kau melihatnya?? Yang Mulia begitu lembut pada nona Kimberly."
"Tentu saja!! mereka kan tumbuh besar bersama."
"Seandainya aku bisa menjadi nona Kimberly!! rasanya sangat bahagia memiliki empat pria tampan dan terkenal itu."
[Didunia ini dan di dunia ku sama saja, toilet bisa menjadi tempat gosip paling praktis] Gumam aina dalam hati.
"Oh iya, apa tadi kau melihat putri aina?? dia kelihatannya diabaikan oleh Yang mulia."
"iya, tadi aku juga melihatnya. Yang mulia dan ketiga tuan muda hanya sibuk menggoda nona Kimberly."
"Bahkan putri aina hanya diam dan terlihat canggung begitu."
"Cantik sih, tetapi tetap saja kalah dengan nona Kimberly yang sudah bertahun-tahun mengenal Yang Mulia raja dan ketiga tuan muda."
"Lagipula, kelihatannya Yang mulia hanya kasihan padanya."
"Katanya ya, putri aina hanya dipungut oleh Yang mulia. waktu itu tubuh dan pakaiannya sangat kotor.
"Yang benar?? Bisa-bisanya dia terlihat sombong seperti itu!! apa dia tidak merasa malu??"
Aura dingin aina terpancar dari setiap tubuhnya. Mendengar para gadis bangsawan itu, aina merasa sangat asing dengan pesta seperti ini.
Aina berpikir bahwa dia tidak pantas berada di pesta seperti ini. Tetapi disisi lain, ini bukan pertama kali dia digosipkan seperti ini.
Kreeaakk!!! Bunyi pintu dalam toilet yang terbuka dan terasa aura yang menakutkan.
............................
Nantikan kelanjutan episodenya ya.
Jangan lupa vote, favorit kan dan like setiap episodenya.
Maaf kalau ada salah kata.
Terima Kasih sudah membaca