The Legend Of Sun Queen

The Legend Of Sun Queen
Kenyataan dan Ilusi



Suasana yang begitu hangat terpancara dari aura mereka berlima yang sedang bercanda, walaupun aina baru saja bertemu dengan abilerdo, dirk, elbert dan kinsey, kedekatan mereka sudah terlihat seperti berteman sejak dulu.


Disaat mereka tertawa dan bercanda, tiba-tiba ada seorang wanita tua yang masuk ke ruang makan dan mendekati mereka semua. Wanita tua itupun berkata “Kau terlihat seperti orang yang bukan berasal dari sini, siapa namamu?? Aura yang ada padamu seperti aura kegelapan”, sambil menunjuk aina.


Semua pun kaget dengan perkataan wanita itu, dan secara serentak mereka memandang aina dengan sangat serius, seakan terbawa dengan kata-kata wanita itu. Aina pun agak gugup dan bingung dengan perkataan wanita tua itu.


[Kenapa wanita tua ini tahu aku bukan berasal dari sini?? Aura kegelapan?? Apa itu??] Gumam aina dalam hati.


“Aura kekelapan?? Dimana kau melihatnya??”, kata aina sambil mencoba menenangkan diri.


“Terlihat jelas dari aura yang ada di tubuhmu!!”, kata wanita tua sambil menunjuk seluruh tubuh aina.


Aina hanya bisa diam mendengar perkataan wanita tua itu, dia pun melirik ke arah abilerdo dan yang lainnya.


Terlihat jelas mereka seperti diam seribu bahasa, hanya menatap aina dengan sangat kebingungan.


Aina menatap abilerdo dengan sangat tajam dan dalam, terlihat jelas abilerdo terus menatap aina.


Aina mulai berpikir bahwa abilerdo hanya menatap aina dengan tatapan kosong, aina pun melihat mata dirk, elbert dan kinsey, tatapan mereka juga seperti terlihat kosong walaupun mata mereka menatap aina.


[Tunggu... sepertinya ada yang tidak beres!!] gumam aina dalam hati.


Aina kembali menatap wanita tua itu, aina sudah mengerti situasi yang terjadi. Dia berpikir bahwa ini seperti halusinasi yang terjadi hanya pada dirinya, hanya itu yang dia tahu di dunianya, tetapi tentu saja dia mengerti kalau halusinasi yang ada di dunia ini berbeda dengan dunianya.


[Sial!!! Sepertinya aku terjebak dalam pikiran wanita tua ini!!! Apa Abilerdo dan lainnya sama sekali tidak menyadarinya??] gumam aina dalam hati.


Aina pun memandang abilerdo lagi, dia sadar bahwa abilerdo yang dia lihat sekarang bukanlah abilerdo yang sebenarnya.


Aina sperti terjebak dalam dunia wanita tua itu.


“Apa maumu??? Kata aina sambil menatap tajam kearah wanita tua itu.


“Kau memang gadis yang pintar, hanya beberapa menit saja kau langsung mengerti situasimu”, kata wanita tua itu sambil tersenyum kecil.


“Katakan saja apa maumu??”, kata aina dengan nada yang dingin.


“Tenang, aku tidak menginginkan apapun!! Aku hanya ingin menguji dirimu saja!!”, kata wanita tua itu.


“Menguji?? Apa maksudmu??”, kata aina yang sedikit bingung namun masih saja dengan nada yang dingin.


“Iya, aku hanya ingin melihat apa kau memiliki kemampuan!! Tak kusangka kau bisa langsung menyadari bahwa semua ini hanya ilusi yang aku buat!!”, kata wanita tua itu sambil mendekat kearah aina.


Aina hanya bisa diam tanpa berkata apapun, dia sangat bingung, kenapa didunia ini bisa seperti ini, tadinya bola api dan sekarang ilusi yang sangat nyata. Entah kenapa semua ini membuat dia lebih sangat yakin bahwa ini dunia yang berbeda dengan dunia yang dia tinggali.


“Apa yang kau lakukan pada abilerdo dan yang lainnya??, kata aina dengan nada yang dingin, dan sebenernya hanya ingin memastikan keadaan abilerdo dan yang lain.


“Aku tidak melakukan apa-apa pada mereka!! Yang mereka lihat hanyalah dirimu yang duduk sambil makan, mereka tidak menyadari bahwa kau terjebak didunia ilusi”, kata wanita tua itu dengan nada yang menakuti aina.


Aina terlihat gelisah dan cemas, dia merasa bahwa dia hanyalah orang asing yang bukan berasal dari dunia ini, dia bahkan tidak memiliki kemampuan apa-apa untuk keluar dari dunia ilusi ini. Aina sesekali menatap mata wanita tua itu, terlihat jelas kepercayaan diri dari wanita tua itu yang terpancar dari sorot matanya.


Kegelisahan aina mulai sedikit terlihat, tetapi aina tetap berusaha untuk tenang. Aina hanya tidak mengerti apa yang di inginkan oleh wanita tua ini padanya.


“Sebenarnya apa maumu?? Katakan saja langsung, jangan bertele-tele!!!”, kata aina dengan tegas.


“Wah.. kau membuatku merinding!! Apa kau pikir aku akan berkata seperti itu?? Kata-kata mu mungkin biasa saja, tetapi nada bicaramu sama sekali membuat telingaku gatal, dan juga sikapmu itu...!!!”, kata wanita tua itu sambil memengang telinganya dan tersenyum mengejek.


“apa aku meminta pendapatmu tentang sikapku?? Telingamu gatal atau tuli pun, apa peduliku??!!!”, kata aina dengan nada yang dingin sambil tersenyum sinis.


“Kau!!!”, kata wanita tua itu yang terlihat kesal.


“Kau bahkan bisa menjatuhkan mental seseorang hanya lewat perkataan saja!!! gadis pintar”, kata wanita tua itu, yan mencoba menenangkan diri.


[gadis biasa pastinya sudah sangat ketakutan terjebak dalam keadaan seperti ini, tetapi gadis ini terlihat tenang, sial!!!] gumam wanita tua itu sambil menatap aina.


Aina menatap wanita tua itu, bukan hanya sekedar menatap saja, dia mulai mempelajari setiap gerakan dan perkataan dari wanita tua itu.


“Hey gadis.. kenapa kau tiba-tiba diam dan hanya makan saja?? Tadi kau begitu cerewet!!!”, kata kinsey.


“apa kau merasa bangga karena bisa membalas kata-kataku tadi?? Cihhh...!! kata elbert sambil mengangap enteng perkataan aina tadi.


“Makan saja, jangan banyak bicara!!’, kata aina.


Abilerdo menyadari bahwa aina yang tadi berbeda dengan aina yang sekerang, sekalipun abilerdo terlihat cuek, tetapi dia selalu memperhatikan sikap dan perkataan aina.


“Siapa Kau???”, kata abilerdo yang menghentikan makannya dan menatap tajam kearah aina.


Pertanyaan abilerdo itu sentak mebuat dirk, kinsey dan elbert terkejut. Mereka terlihat bingung kenapa abilerdo bertanya seperti itu pada aina, karena jelas-jelas abilerdo yang membawa aina dari hutan waktu itu. Tetapi sekalipun mereka bingung, mereka tidak berani untuk bertanya pada abilerdo, karena mereka yakin pasti ada alasan kenapa abilerdo bertanya seperti itu.


“Dimana aina??”, kata abilerdo sambil menatap aina dengan tajam.


Untuk kedua kalinya mereka bertiga terkejut, karena yang di depan abilerdo adalah aina, tetapi dia menanyakan keberadaan aina.


“Bu..bukankah ini aina??”, kata kinsey dengan nada yang kecil, dia sudah tidak tahan untuk bertanya.


“Bodoh!! Apa kau tidak menyadarinya??”, kata dirk sambil menatap kinsey.


Sekalipun dirk mengatakan demikian, itu tidak membuat kinsey mengerti, dia malah tambah bingung. Kinsey menatap aina dan abilerdo dengan wajah kebingungan.


“aaiishhh...”, gumam elbert sambil menatap kinsey yang kebingungan.


Aina yang duduk disamping abilerdo tersenyum kecil dan terlihat jelas senyuman itu seperti senyum munafik, aina menatap abilerdo sambil tersenyum seperti itu.


“wah..kupikir kau tidak akan menyadarinya!!! Ternyata kau tidak sebodoh itu”, kata aina palsu itu dengan senyuman munafik.


“Beraninya kau!!!”, kata dirk yang tiba-tiba berdiri.


Elbert dan kinsey juga berdiri bersamaan dengan dirk, setelah mereka mendengar kata “bodoh” yang ditujukan untuk abilerdo.


“Tunggu!! Kalian duduklah!!!”, kata abilerdo.


“wah...kalian benar-benar kompak!!”, kata aina palsu dengan nada mengejek.


Terlihat jelas kekesalan yang terpancar dari pandangan dirk, kinsey, dan elbert.


“Aina.. apa yang terjadi padamu??? Kenapa tiba-tiba kau...”, kata kinsey yang masih sedikit bingung.


“Dia bukan aina!!!”, kata elbert.


“APA!!!”, kata kinsey yang terkejut.


Mereka kembali menatap aina palsu dengan tatapan yang seperti ingin membunuh.


“waahhh... ada dengan tatapan ini?? Apa kalian ingin membunuhku??”, kata aina palsu sambil senyum dengan nada yang dingin.


“Berhenti menirukan suara aina!! Wajah kalian mirip tetapi yang palsu tetap saja terlihat jelas!!!’, kata abilerdo dengan nada yang sangat dingin dan tajam.


Perkataan abilerdo serasa menusuk ketulang-tulang aina palsu itu, kata-kata yang biasa tetapi mampu membuat aina palsu itu terlihat kesal.


“Dimana aina??”, tanya abilerdo dengan nada yang tajam dan seperti ingin membunuh.


........................................


Nantikan kelanjutan ceritanya ya..


Jangan lupa vote, like dan favoritkan :}


Terima kasih yang sudah nge-vote “ The Legend of Sun Queen”