
[Dunia yang penuh misteri!! Apa aku bisa beradaptasi??] Gumam aina dalam hati.
"*Apa yang kau lamunkan?? Ayo!!" kata elbert*.
Elbert mengantar aina di tempat sejarah istana, di dinding itu terpampang lukisan-lukisan raja terdahulu.
"Waah.. apa ini?? lukisan ini banyak sekali?? dindingnya hampir tidak muat!!" kata aina sambil melihat ke seluruh dinding dan terkagum.
"Ini adalah lukisan raja-raja kunstkring terdahulu!!" kata elbert.
"Benarkah??" kata aina dengan rasa takjub.
Tempat sejarah yang terlihat sangat mewah itu dihiasi bingkai raja-raja terdahulu. Untuk menggantung lukisan saja perlu ruangan yang seluas itu bahkan dihiasi oleh benda-benda yang sangat mewah.
Setelah selesai berkeliling di dalam istana, elbert membawa aina berkeliling ke taman istana.
Taman istana yang sangat luas bagaikan Lapangan golf itu, dihiasi dengan berbacam bunga yang sangat indah.
Mata aina pun dimanjakan dengan keindahan bunga yang ada di taman istana. Disetiap taman istana memiliki tempat duduk yang bisa bersantai dan melihat pemandangan taman.
Tiba-tiba aina terhenti melihat suatu tempat yang sangat indah, tepatnya di tengah-tengah taman, sebuah jalan yang mengarah ke taman itu dihiasi dengan lampu-lampu yang terlihat unik, yang bahkan tingginya melebihi aina.
Aina merasa penasaran kenapa jalan ke tempat itu memiliki lampu yang unik yang dikelilingi oleh bunga yang tersusun rapi.
Di taman yang lain memang memiliki lampu yang unik, tetapi dijalan menuju tempat itu memiliki lampu yang berbeda dari yang lainnya.
Aina melangkahkan kakinya melewati jalan yang indah itu.
"Mau kemana kau??" tanya elbert.
"Elbert, kamu belum mengatakan ini tempat apa!!" kata aina.
Elbert hanya terdiam dan terlihat enggan untuk menceritakan. Tetapi aina tidak begitu memperhatikan sikap elbert, dia masih hanyut dalam keindahan tempat itu.
Jalan yang indah itu hanya mengarah di satu titik. Aina yang sangat penasaran, terus melangkahkan kakinya melewati jalan itu.
Setelah melewati jalan yang indah itu, aina terhenti. Matanya bagaikan melihat surga.
"Tempat yang sangat indah!!" kata aina dengan mata yang berbinar-binar.
"Tunggu!! kau tidak....!!" kata elbert yang terhenti karena melihat aina yang sudah berdiri tepat di depan tempat yang indah itu.
Tempat itu terbuat dari kaca yang berbentuk segi empat yang sangat besar, dari luar terlihat samar-samar memiliki bunga yang sangat indah dan harum di dalam kotak kaca segi empat itu.
Didepan pintu masuk tempat itu, dihiasi dengan air mancur yang sangat indah, jika pada malam hari, air mancur itu akan mengeluarkan cahaya seperti pelangi.
"Elbert, tempat apa ini?? kenapa tempat ini berbeda dengan yang lain. Terlihat begitu spesial!!" kata aina dengan wajah yang kagum.
"Itu..." kata elbert yang agak ragu untuk menceritakan.
Awalnya aina bingung dengan sikap elbert yang terlihat enggan untuk menjelaskan. Tetapi aina langsung menyadari bahwa elbert sulit untuk menjelaskan tempat yang spesial ini.
Semakin elbert bersikap seperti itu, semakin tinggi juga rasa penasaran aina.
"Ya sudah.. kalau kau tidak ingin mengatakannya, aku akan bertanya pada abilerdo!!" kata aina dengan wajah yang terlihat licik.
Aina mengatakan itu hanya untuk mengetes elbert.
"Ti..tidak!! jangan!!" kata elbert yang terlihat gugup.
[Sudah kuduga!! tempat ini adalah tempat yang spesial] Gumam aina dalam hati sambil berpikir.
"Jika kau tidak mengatakan apapun, aku yang akan masuk sendiri untuk mencari tahu!!" kata aina sambil berpura-pura melangkahkan kakinya.
"Tunggu!!! sebenarnya.." kata elbert yang masih ragu dan sedikit merasa bersalah.
Aina berhenti dan menatap elbert.
"Maaf!! aku hanya bisa bilang, kau tidak boleh ketempat ini!!" kata elbert dengan wajah serius.
Aina terkejut dengan perkataan elbert.
"Bukan maksudku untuk melarangmu!! tetapi Yang mulia raja melarang semua orang yang di istana untuk masuk ke tempat ini!! Hanya Yang mulia saja yang bisa masuk ketempat ini, dan bahkan Yang mulia sendiri yang merawat tempat ini!!" Kata elbert dengan sangat serius.
Aina terlihat sangat terkejut dengan apa yang dikatakan elbert. Tetapi disisi lain dia sangat penasaran dengan tempat spesial raja.
Tempat ini begitu spesial bagi abilerdo, bahkan melarang orang lain untuk masuk kesini, sampai-sampai abilerdo juga melarang ketiga sahabatnya itu.
"Sudah berjalan sampai sini saja, aku sudah merasa tidak enak!!" kata elbert.
"Baiklah aku sudah mengerti!!!" kata aina yang sudah tahu apa maksud elbert.
"Nama tempat ini adalah Chocolate Garden!!" kata elbert.
[coklat?? apa didalam taman ini ada banyak coklat?? kenapa tempat ini sangat spesial untuk abilerdo?? Yaa sudahlah, sepertinya aku tak harus tahu rahasia tempat ini.] Gumam aina dalam hati.
"Aku mengerti!! lagipula aku sudah agak capek, sebaiknya kita kembali ke dalam istana!!" kata aina yang sudah enggan untuk mempertanyakan taman itu.
Aina dan elbert kembali ke dalam istana. Dorris yang menunggu mereka berdua, sudah berdiri di pintu masuk belakang istana.
"Tuan Elbert, Yang mulia memanggil anda!! Yang mulia menunggu anda di dalam ruang kerjanya, jika anda sudah selesai." kata dorris sambil membungkkukan tubuhnya.
"Baiklah, aku akan kesana!! Dorris, antar nona aina ke kamar nya!!!" kata elbert.
[No..nona?? apa dia sudah gila??] Gumam aina dengan wajah terkejut dan sedikit canggung.
Elbert pun meninggalkan aina bersama dorris.
"Nona, tolong ikuti saya!!" kata dorris sambil membungkukkan badannya.
Aina yang merasa canggung dengan sebutan "nona", mengikuti dorris ke kamar yang sudah disiapkan.
Aina pun masuk ke kamar dan dorris menutup pintu dan meninggalkan aina.
"Kamar ini besar sekali!! perabotannya juga sangat mewah." gumam aina yang merasa terkejut.
Aina berkeliling dikamar yang luas itu, kamar yang sudah disiapkan itu terlihat seperti layaknya kamar seorang putri bangsawan.
"Bajunya banyak sekali!!! Tapi aku tak biasa mamakai gaun seperti ini.. haiss!!!" gumam aina.
Aina yang terlihat capek itu, duduk di kursi dekat jendela kamar dan melamun.
Tok..Tok..Tok!!
"Nona aina, apakah saya bisa masuk??" kata dorris.
"Masuklah!!!" kata aina.
Dorris masuk kemar aina dan ikuti oleh dua orang pelayan perempuan.
"Nona aina, mereka adalah pelayan yang sudah disiapkan untuk anda." kata dorris.
"Nama saya Lyli" katanya sambil membungkuk.
"Nama saya karin" katanya sambil membungkung.
Aina terlihat agak bingung.
"Nona aina, kedepannya mereka berdua akan secara khusus melayani anda." kata dorris.
"Tetapi aku tidak butuh pelayan, aku bisa sendiri" kata aina yang terlihat agak malu.
"Maaf nona, ini perintah Yang mulia!!" kata dorris.
[Dasar pria arogan itu!! apa dia ingin membatasi privasiku??] gumam aina dalam hati yang terlihat kesal.
"Kalau begitu, saya permisi dulu!!" kata dorris sambil membungkuk.
Dorris keluar dari kamar dan meninggalkan lyli dan karin di kamar aina.
"Kami siap melayanai nona!!!" kata lyli dan karin secara bersamaan.
[haiss..sudahlah!!] gumam aina dalam hati.
Disisi lain di dalam ruang kerja abilerdo.
Dirk, elbert dan kinsey berkumpul disitu, mereka terlihat sudah mendiskusikan sesuatu.
"Aku sudah memutuskan...!!!" kata abilerdo dengan nada yang tegas dan wajah yang serius.
.....................................
Nantikan kelanjutan episodenya ya:)
Jangan lupa vote, like dan favorit kan, biar bisa update tiap hari.
Maaf kalau ada salah kata.
Terima Kasih sudah membaca