
"Yang Mulia itu..." kata ireine dengan wajah kebingungan.
"Kenapa?? Apa kau tidak akan mengikuti perintahku??" tanya abilerdo dengan wajah dingin.
"Tidak... mana mungkin!!" kata ireine yang sedikit panik.
Ireine meminta karin untuk mengambil beberapa selimut.
"Kimmy, badan kecilmu tidak akan bisa menghangatkan tubuh aina, lagipula bentuk tubuh kalian sama, harusnya seseorang dengan tubuh lumayan lebih besar dari aina yang bisa menghangatkan seluruh tubuhnya." kata abilerdo dengan wajah yang sedikit merona.
[Penjelasan macam apa ini??] gumam Kimberly dalam hati dengan berwajah suram.
Elbert dan kinsey sesaat sangat terkejut dengan permintaan abilerdo, namun tiba-tiba ekspresi wajah mereka berubah menjadi suram karena penjelasan abilerdo pada Kimberly yang sedikit terdengar aneh.
[Yang Mulia, penjelasan mu itu sungguh terdengar.... tubuh??? besar??? ya ampun] gumam elbert dalam hati dengan ekspresi suram.
Sambil menghela nafas, elbert memalingkan pandangannya kesamping dan tidak sengaja menatap Dirk. Ekspresi Dirk yang dingin, Namum terlihat sedikit merona.
[Ada apa dengan ekspresinya itu??] gumam elbert dalam hati dengan wajah yang lebih suram.
Abilerdo sama sekali tidak memperdulikan pandangan mereka semua terhadapnya. Dengan perlahan, abilerdo naik ke tempat tidur aina dan masuk ke dalam selimut aina.
Dengan wajah yang merona, abilerdo memeluk aina dengan lembut dalam pelukannya.
[Kak abi, sepertinya kau sudah berubah. Kau bahkan begitu perhatian pada aina!! Aku lega melihat tatapan lembutmu lagi.] Gumam Kimberly dalam hati sambil tersenyum menatap abilerdo yang memeluk aina dengan lembut.
"Gadis kecil, apa yang kau pikirkan??" tanya elbert sambil menatap Kimberly dengan senyuman aneh.
"Aku bukan gadis kecil!!" kata Kimberly yang tiba-tiba berpaling memandang elbert.
"Singkirkan ekspresi mu itu dari pandanganku!!" Kata Kimberly yang terlihat kesal.
"Kenapa?? apa ada yang salah dengan wajahku??" tanya elbert sambil memegang wajahnya sendiri.
Kimberly tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya menatap elbert dengan ekspresi suram.
"Yang Mulia!!" panggil perdana menteri yang tiba-tiba masuk ke kamar aina.
Perdana menteri tertegun melihat pemandangan yang ada di kamar aina, dan sekejap salah tingkah melihat abilerdo yang memeluk aina di atas ranjang.
"Ayah.. ada apa??" tangan kinsey.
"Oh.. ternyata kalian disini juga!!" kata perdana menteri yang mengalihkan pandangannya dari abilerdo dan aina karena merasa sedikit malu.
"Ayah, kenapa ayah bisa datang kesini selarut ini??" tanya Kimberly.
"Yang Mulia, ditengah ibukota ada awan gelap dan hawa dingin yang aneh. Dan lagi, Beberapa orang tidak bisa bangun dari tidur mereka, dan membuat tubuh mereka mengeras dan membeku seperti batu es." kata perdana menteri yang terlihat khawatir.
Sentak membuat abilerdo dan yang lainnya menjadi sangat terkejut. Ekspresi khawatir pun terlihat dari raut wajah abilerdo, Dirk, elbert, kinsey dan Kimberly.
"Ayah.. apa.. apa yang terjadi pada orang yang membeku itu??" tanya Kimberly dengan nada yang gemetar dan khawatir.
"Kenapa kau terlihat gemetar??" tanya perdana menteri.
Perdana menteri menatap Kimberly yang gemetaran, dan kemudian menatap satu persatu Dirk, elbert dan kinsey. Wajah khawatir mereka sangat terlihat jelas.
"Kenapa kalian..??" tanya perdana menteri yang terdengar bingung.
"Perdana menteri, jawab pertanyaan Kimberly!!" kata abilerdo dengan tegas tanpa menatap perdana menteri karena dia masih memeluk aina.
Karin dan ireine kembali membawakan beberapa selimut. Ireine yang tadi terlihat panik karena abilerdo, pergi mengikuti karin untuk mengambil beberapa selimut.
Dengan cepat, ireine dan karin menyelimuti abilerdo dan aina.
Perdana menteri mulai mengerti dengan situasi yang terjadi. Disisi lain, perdana menteri tidak habis pikir bisa melihat wajah panik dan khawatir mereka untuk kedua kalinya.
[Sepertinya, gadis ini memiliki tempat yang sangat spesial dihati kalian.] Gumam perdana menteri dalam hati.
"Yang Mulia, maaf jika aku mengatakan ini. Beberapa orang yang membeku itu telah meninggal dunia." kata perdana menteri dengan ekspresi sedih.
Perkataan perdana menteri kembali membuat mereka terkejut, bahkan wajah panik dan khawatir mereka lebih bertambah dari sebelumnya.
Dirk, elbert, kinsey dan Kimberly tidak bertanya lagi, mereka terlalu takut untuk mendengar penyebab kematian orang-orang yang membeku itu, mengingat tubuh aina yang juga dingin dan seakan mulai membeku.
Abilerdo memeluk aina dengan erat mendengar perkataan perdana menteri. Ekspresi khawatir dan takut terlihat jelas di wajah abilerdo.
[Aina, aku tidak akan membiarkanmu membeku!!] Gumam abilerdo dalam hati dengan ekspresi takut dan khawatir sambil memeluk erat tubuh aina.
"Tuan putri...." gumam karin dengan nada suara yang sangat kecil dan nampak khawatir.
"Yang Mulia, saya akan membuat ramuan penghangat tubuh dengan cepat!! Hanya ini yang bisa saya lakukan untuk tuan putri." kata ireine yang nampak khawatir.
Ireine bergegas keluar dari kamar aina dan menuju raboratorium tim medis.
"Perdana menteri, panggil pasukan khusus kerajaan!!" kata abilerdo.
Abilerdo memerintahkan perdana menteri untuk menyerang awan gelap yang menyelimuti ibukota. Dia menyadari bahwa awan gelap itulah penyebab dari semua ini.
Abilerdo juga memerintahkan Dirk, elbert dan kinsey untuk mengikuti perdana menteri dan pasukan khusus kerajaan.
Tindakan abilerdo yang seperti itu, karena rasa takut dan khawatirnya pada aina yang begitu besar.
Tanpa berkata apapun, dirk, elbert dan kinsey pergi mengikuti perdana menteri untuk menyerang awan gelap itu.
Abilerdo sendiri tidak bisa pergi karena harus menghangatkan tubuh aina yang dingin bagaikan es itu.
Kimberly masih tetap berada di kamar aina untuk memantau kondisi aina, dan ditemani oleh karin pelayan aina.
Abilerdo teringat dengan kata-kata aina yang pedas dan sikapnya yang jutek itu sambil memeluk tubuh aina yang dingin bagaikan es.
Entah kenapa abilerdo seperti merindukan sikap jutek aina padanya, walaupun baru beberapa jam mereka berpisah diruang makan istana. Itu karena kekhawatiran abilerdo, jika terjadi sesuatu pada aina.
[Aina.. Aku lebih suka melihat sikap jutek dirimu, daripada harus melihat tubuhmu kaku dan dingin bagaikan es batu.] Gumam abilerdo dalam hati dengan ekspresi takut sambil memeluk erat tubuh aina.
Cahaya- cahaya kecil dari langit ibukota terlihat dari jendela kamar aina. Kimberly berjalan kearah jendela kamar aina dan menatap langit.
Awan gelap yang berada di langit ibukota terlihat percikan percikan cahaya kecil. Itu adalah serangan demi serangan dari Dirk, elbert, kinsey dan pasukan khusus kerajaan.
[Apakah awan itu bisa menghilang??] Gumam Kimberly dalam hati dengan ekspresi khawatir.
Disisi lain, di kerajaan neville.
"Kerajaan kunstkring, awan itu tidak bisa dihancurkan dengan soul energy milik kalian. Bahkan menyentuhnya pun tidak bisa." gumam melville sambil tersenyum licik.
"Itu hanya peringatan kecil untuk kalian." gumam melville.
"Ketakutan dari wajah kalian akan bertambah, jika aku sudah benar-benar serius menyerang kerajaan kalian." gumam melville sambil tertawa.
Disisi lain, di kerajaan kunstkring.
Kimberly membalikkan tubuhnya dan menatap aina. Dia sangat takut melihat aina yang tak kunjung sadar.
Sesekali Kimberly menatap abilerdo. Wajah abilerdo sangat khawatir sambil memeluk aina. Kimberly sangat takut jika terjadi sesuatu pada aina, apa yang akan terjadi pada abilerdo nantinya.
[Aina, tanpa sadar. Kau sudah mengisi kekosongan dihati kak abi!! Bahkan kak abi belum menyadarinya, tetapi aku bisa melihat betapa khawatir dan takutnya kak abi saat ini.] Gumam Kimberly sambil menatap abilerdo dengan tatapan sedih.
[Aku juga.. aku juga sangat takut!!] Gumam Kimberly yang terlihat gemetar.
Serangan demi serangan diluncurkan oleh pasukan kerajaan ke arah awan gelap itu. Namun, awan gelap itu sama sekali tidak bisa hilang.
Dirk yang tangkas berfikir, pasti ada seseorang yang mengendalikan awan gelap itu dari suatu tempat.
"Hawanya semakin dingin." gumam kinsey.
"Serangan kita sama sekali tidak mempan." kata elbert dengan ekspresi panik.
[Tidak!! pasti ada seseorang yang mengendalikan awan gelap ini.] gumam Dirk dalam hati sambil menatap awan gelap itu.
[Dia pasti berada didekat sini.] gumam Dirk dalam hati sambil melihat ke kanan dan ke kiri.
"Dirk, ada apa??" tanya kinsey.
Melihat sikap Dirk, elbert langsung mengatahui apa yang dipikiran Dirk. Elbert pun mulai mencari dimana letak orang yang mengendalikan awan gelap itu.
"Apa yang terjadi pada kalian berdua??" tanya kinsey yang nampak bingung.
[Disana!!] gumam Dirk yang melihat seseorang yang mencurigakan.
Orang itu berdiri diatas ujung pohon yang ada di taman ibukota. Dengan cepat Dirk langsung berlari kearah orang tersebut dan diikuti oleh elbert. Kinsey yang nampak masih bingung, mengikuti Dirk dan elbert.
Dirk tiba di taman ibukota sambil menatap dingin orang yang berdiri di atas pohon itu. Elbert dan kinsey tiba setelah Dirk.
"Orang ini...???" gumam kinsey yang nampak bingung menatap ujung pohon.
..............................
Nantikan kelanjutan episodenya ya.
Maaf kalau ada salah kata.
Terima Kasih sudah membaca.