The Legend Of Sun Queen

The Legend Of Sun Queen
Hanya Bisa Didengar Oleh Hati



Aina keluar dengan aura yang dingin dan ekspresi yang terlihat biasa-biasa saja.


Aina berjalan ke arah wastafel untuk mencuci tangannya.


Para gadis bangsawan itu terlihat sangat kaget, mereka tidak habis pikir bahwa aina berada dalam toilet juga.


Para gadis bangsawan pun terlihat sangat panik.


"Jadi ini etika yang dibanggakan oleh seorang bangsawan??" gumam aina dengan nada dingin sambil mencuci tangannya di wastafel.


Para gadis bangsawan itu nampak bingung mendengar perkataan aina.


"Apa kalian mengenal diriku??" tanya aina dengan nada dingin sambil memalingkan tubuhnya kearah para gadis bangsawan itu.


"Ti..tidak Tuan putri!! maksudku, kami tahu anda tetapi kami tidak mengenal tentang anda." kata salah satu gadis bangsawan yang terdengar gugup.


"Oh.. pintar juga cara bicaramu!! Jadi bagaimana kalian bisa menilai diriku, sedangkan kalian tidak mengenalku??" kata aina sambil menatap para gadis bangsawan itu dengan tatapan dingin.


Para gadis bangsawan itu terlihat lebih gugup dengan pertanyaan aina dan sedikit takut dengan tatapan dingin aina.


Aina pun memalingkan tubuhnya dan berjalan kearah pintu keluar toilet. Saat hendak membuka pintu, aina berhenti.


"Gadis bangsawan seperti kalian, tidak layak menilai seorang putri kerajaan." kata aina dengan nada dingin dan menekan.


[APA!!] Gumam para gadis bangsawan dalam hati yang terlihat kesal.


Setelah mengatakan itu, aina keluar dari toilet. Dengan wajah yang terlihat kesal, aina berjalan kearah meja makan, disana sudah tersedia makanan dan minuman untuk para tamu.


"Apa kalian lihat!! sikapnya itu benar-benar sangat sombong." kata salah satu gadis bangsawan dengan ekspresi kesal yang masih berada dalam toilet.


Para gadis bangsawan yang masih berada di toilet, terlihat sangat kesal karena mereka sama sekali tidak bisa membalas apa yang dikatakan aina, mereka pun mulai bercakap-cakap dan merencanakan sesuatu yang jahat.


Para gadis bangsawan itu keluar dari toilet dan menghampiri meja makan.


Aina yang sudah berdiri tepat didepan meja makan, mencari minuman yang bisa membuatnya lega.


[Sial!!! Apa mereka pikir aku bisa ditindas begitu saja!!] Gumam aina dalam hati dengan ekspresi kesal.


[Mulutku terasa kering!! minumannya mana ya?? Ohh itu dia!!] gumam aina dalam hati.


Salah satu dari para gadis bangsawan tadi menghampiri aina dengan membawa segelas anggur dari tangannya.


Diapun berpura-pura tersandung tepat di depan aina dan menumpahkan segelas anggur yang ada di tangannya. Tubuh dan pakaian aina pun basah karena anggur itu.


"Tuan Putri, Maafkan saya!! Saya tidak sengaja terjatuh!!" kata gadis bangsawan yang pura-pura itu sambil berlutut dengan tiba-tiba.


Suasana pesta pun menjadi tegang, semua mata tertujuh pada aina dan gadis bangsawan yang berlutut itu.


Aina masih terlihat diam dan tidak mengatakan sepatah kata pun.


"Apa yang terjadi disana??" kata elbert.


Abilerdo pun mengarahkan pandangannya kearah orang-orang yang terlihat berkerumun di dekat meja makan.


Abilerdo terkejut melihat aina dari kejauhan yang berdiri kaku dengan pakaian yang basah.


Abilerdo berjalan kearah meja makan dan diikuti oleh Dirk, kinsey dan elbert. Dan kebetulan Kimberly tidak ada disitu karena dia dan kedua orang tuanya sedang menyapa tamu yang berada di depan pintu keluar yang hendak pulang duluan.


"Tuan Putri, Kumohon maafkan saya!! saya.. saya benar-benar tidak sengaja!!" kata gadis bangsawan itu yang masih berlutut.


Aina masih diam dan terlihat gemetar. Dia merasa dipermalukan.


"Oh..Benarkah kau tidak sengaja??" bisikan dingin aina kepada gadis bangsawan itu sambil membungkuk.


[Apa..!!] Gumam gadis bangsawan itu dengan ekspresi kaget.


[Sudahlah!! Aku sudah muak dengan pesta seperti ini.] Gumam aina dalam hati dengan ekspresi dingin sambil berdiri tegak.


Aina mengambil segelas anggur yang berada tepat didepannya dan menyiram wajah gadis bangsawan yang berlutut itu dengan segelas anggur yang ditangannya dengan ekspresi dingin.


[Ap..ap..!! putri sombong ini menyiram wajahku dengan anggur??] Gumam gadis bangsawan itu dengan ekspresi terkejut dan kesal.


[Tapi ini tidak masalah!! lagipula semua orang bisa melihat, bahwa aku tidak sengaja, dan bahkan aku berlutut meminta maaf!! sekarang kau tidak bisa apa-apa, tuan putri.] Gumam gadis bangsawan itu sambil tersenyum licik.


Ketika Abilerdo, dirk, elbert dan kinsey sampai didekat meja makan itu, tepat saat aina menyiram gadis bangsawan itu dengan segelas anggur.


Terdengar bisikan-bisikan yang menyudutkan aina dari para bangsawan.


"Apa yang dilakukan tuan putri??"


"Bukankah gadis itu sudah meminta maaf!!"


"Kasihan gadis itu"


"Benar kata orang, tuan putri memang sangat sombong"


"Ini sudah keterlaluan!!"


Aina meletakkan gelas yang sudah kosong itu di meja dan tak sengaja matanya melihat abilerdo yang sudah berdiri disamping meja makan yang ada didepannya.


Aina gemetar menatap abilerdo yang juga sedang menatapnya.


[Bukankah sudah aku katakan?? aku tidak bisa menjadi seorang putri!!] Gumam aina dalam hati dengan ekspresi datar sambil menatap abilerdo.


Tatapan aina yang terlihat dingin menatap abilerdo, namun tersimpan kesedihan dalam matanya.


Perasaan aina sama sekali tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Banyak pasang mata yang melihat, membuat aina merasa sangat malu.


Kesedihan yang terpancar dari matanya tidak bisa dilihat oleh orang lain, mereka semua hanya menilai dari apa yang terlihat saja.


Bisik-bisik dari para bangsawan yang terkesan menyudutkan aina, membuat aina merasa asing dan tersudut.


Tatapan dingin dari para bangsawan kepada aina, seakan terasa seperti pedang yang menusuk kejantungnya.


Air mata, ketakutan dan kesedihan aina tidak dapat diekspresikan lagi. Teriakan minta tolong dari aina hanya bisa didengar oleh hatinya sendiri, aina tidak mampu untuk mengatakan apapun.


Aina hanya bisa diam dengan tatapan kosong dan dingin.


[Semuanya berakhir!! Aku terlalu malu untuk menjadi teman kalian!! Lebih tepatnya tidak pantas.] Gumam aina dalam hati dengan tatapan dingin sambil menatap abilerdo.


[Maaf!!] Gumam aina dalam hati yang sesaat teringat canda tawa abilerdo, dirk, elbert dan kinsey.


Perdana menteri dan istrinya kembali masuk kedalam yang diikuti oleh Kimberly. Mereka sangat bingung melihat orang-orang yang hanya berkumpul di satu tempat saja.


Dan seketika perdana menteri dan istrinya terkejut melihat pakaian aina yang terlihat kotor karena anggur.


"Tuan Putri...!!" gumam istri perdana menteri dengan suara kecil yang terkejut.


[Tuan putri..???] Gumam Kimberly dalam hati yang nampak bingung.


Kimberly mendengar apa yang di katakan ibunya dan mengikuti pandangan ibunya itu.


[Apakah gadis itu adalah tuan putri??] Gumam Kimberly dalam hati sambil menatap aina dengan sorot mata yang terkejut.


Kimberly mulai melangkah kearah aina dan gadis bangsawan yang berlutut itu, tanpa melihat ke kiri dan ke kanan, terlihat jelas aura Kimberly sangat dingin melewati abilerdo, dirk, elbert dan kinsey.


Kinsey tak sempat menarik kembali Kimberly yang sudah berada tepat di samping aina dan gadis bangsawan itu.


"Apa yang terjadi di pesta ulang tahunku??" kata Kimberly yang terdengar kesal.


"Kimmy itu...." kata kinsey yang terhenti.


Kimberly menatap kinsey dengan dingin.


[Benar juga, bukankah Kimberly adalah orang terpenting di dalam hati mereka berempat!! Bahkan abilerdo terlihat tidak bisa melakukan apa-apa!! apa lagi aku sudah menghancurkan pesta ulang tahunnya, wajar kalau kimberly akan sangat membenciku!!] Gumam aina dalam hati sambil sedikit menundukkan kepalanya dengan aura yang dingin.


[Tamat lah sudah kau, tuan putri!!!] Gumam gadis bangsawan itu yang masih berlutut sambil tersenyum licik.


.................................


Nantikan kelanjutan episodenya ya.


Jangan lupa vote, favorit kan dan like setiap episodenya.


Dukungan kalian sangat berarti buatku.


Maaf kalau ada salah kata.


Terima Kasih sudah membaca.