
Cahaya bintang yang kerlap kerlip di langit, seakan menjadi hiasan indah dimalam yang gelap. Cahaya bulan yang terkesan kalem, menjadi pelangkap pemandangan yang menakjubkan dari lautan yang begitu tenang.
"Aina, kenapa kamu belum tidur??" tanya Kimberly yang menghampiri aina.
Aina berdiri di dek luar kapal untuk menikmati pemandangan malam di lautan yang sangat jarang dilihatnya.
"Aku hanya ingin menghirup udara segar, pemandangan laut nya juga begitu indah." kata aina sambil menatap lautan yang begitu tenang.
"Aku sudah mengantuk, apa tidak apa-apa jika kamu disini sendirian??" Tanya Kimberly sambil menguap.
"Iya, tidak apa-apa. Aku hanya sebentar kok." kata aina sambil tersenyum kecil.
Kimberly pun masuk kedalam kapal dan meninggalkan aina sendirian.
[Udara laut yang kurindukan.] Gumam aina dalam hati sambil memejamkan mata.
Aina tersenyum kecil mengingat saat mengikuti darma wisata sekolah disalah satu pulau yang indah.
Aina dan yuki menghabiskan waktu bersama dengan begitu bahagia kala itu.
[Yuki...] Gumam aina dalam hati sambil menatap bintang dan tersenyum mengingat kenangan indah bersama yuki.
Tak sengaja, abilerdo yang juga berdiri sedikit jauh dari aina, melihat senyuman diwajah cantik aina.
Pemandangan laut dan bintang di langit seakan menghiasi kecantikan senyuman aina yang berdiri di dek itu.
Abilerdo sangat ingin menghampiri dan menyapa aina. Tetapi, dia tidak bisa, karena mengingat sikap aina padanya.
Dalam hati abilerdo, terlalu takut jika aina mengabaikannya saat dia hendak menyapa aina. Mengingat mereka berdua, sudah tidak saling bicara sejak ciuman abilerdo waktu itu.
Abilerdo pun berbalik dan berfikir, dia sangat ingin menyapa aina, tetapi keinginannya itu dia urungkan dengan ekspresi yang sedikit gugup.
Saat aina ingin memandang dari arah yang berbeda, dia tak sengaja melihat abilerdo, tetapi dia tidak melihat wajah dan ekspresi abilerdo.
[Apa yang dilakukan pria arogan itu disana??] Gumam aina dalam hati sambil menatap abilerdo yang berbalik.
[Apa mungkin dia sudah melihatku, tetapi enggan untuk menyapa??] gumam aina dalam hati dengan ekspresi bingung dan sedikit kesal.
[Dari sikapnya....?? Sangat jelas, dia sudah melihatku tetapi sengaja berbalik seperti itu. Jadi kau bahkan tidak ingin melihatku!!] gumam aina dalam hati sambil mengamati gerak gerik abilerdo.
Aina pun perlahan berjalan kearah abilerdo. Melihat sikap abilerdo membuat aina kesal, aina sangat ini mengerjainya. Dan dengan sengaja, aina berjalan kearah abilerdo.
Abilerdo menyadari ada seseorang yang mendekat kearahnya. Saat aina mulai mendekat, abilerdo tiba-tiba berbalik dan menatap aina.
Dag..dig..dug.. suara jantung abilerdo yang berdetak cepat karena melihat aina berjalan mendekat kearahnya.
Aina sedikit terkejut melihat abilerdo yang berbalik itu. Namun, dia mencoba tenang dan terus berjalan kearah abilerdo.
Saat aina sudah berada di depan mata abilerdo. Abilerdo sangat ingin menyapa aina, dia sudah tidak bisa menahan keinginan hatinya itu.
"Ai....." sapa abilerdo yang terhenti sambil menatap aina.
Aina yang sudah tepat di depan mata abilerdo, masih terus berjalan melewati dirinya. Aina bahkan tidak menatap abilerdo saat berpapasan dengannya.
Aina hanya terus berjalan melewati abilerdo tanpa menyapanya. Sikap aina yang dingin dan cuek itu, membuat mulut abilerdo terhenti.
Abilerdo sangat kesal dengan sikap aina, namun dia mencoba untuk tenang.
[Siapa suruh kau tidak menyapaku daritadi!!] Gumam aina dalam hati sambil berjalan masuk kedalam kapal.
Abilerdo sangat kesal melihat sikap aina yang seperti itu. Dan di satu sisi, abilerdo merasa sangat malu karena aina bahkan tidak menatapnya sedikitpun saat aina berpapasan denganya, yang hendak menyapa aina saat itu.
[Gadis jutek ini!! Bisanya-bisanya dia menganggap ku seperti patung.] Gumam abilerdo dalam hati yang terlihat kesal, namun wajah yang sedikit merona.
[Jantungku berdetak sangat cepat saat melihat gadis itu tersenyum!! Senyumannya......] Gumam abilerdo dalam hati sambil menatap langit malam yang begitu indah, dan mengingat senyuman manis dari aina.
[hmm..Apa yang kupikirkan?? Sudahlah!!] Gumam abilerdo dalam hati yang berbalik masuk kedalam kapal.
Sikap aina dan abilerdo seperti minyak dan air yang sama sekali tidak bisa menyatu.
Dirk, elbert, dan Kimberly tentu saja sudah mengetahui sifat dan karakter dari abilerdo dan aina. Dan sikap mereka kali ini sangat terlihat jelas.
Hanya kinsey saja yang tidak menyadari sikap abilerdo dan aina selama beberapa hari di kapal, karena kinsey harus menahan rasa mual dari goncangan kapal. Kadang, elbert dan Dirk datang untung mengejek dan menggoda kinsey yang terbaring di tempat tidurnya.
Bahkan anak kecil pun bisa melihat, bahwa aina dan abilerdo tidak saling menyapa ataupun berbicara antara satu dengan yang lain, seperti anak kecil yang sedang merajuk.
Walaupun Dirk dan yang lainnya menyadari sikap abilerdo dan aina, mereka mengabaikannya, karena terlalu takut melihat ekspresi dingin abilerdo.
Dari kejauhan, pelabuhan kerajaan aeres sudah mulai terlihat.
"Aina, lihat!! itu pelabuhan kerajaan aeres." kata Kimberly sambil menatap pelabuhan tersebut dengan ekspresi yang sangat senang.
Aina dan Kimberly berdiri di dek depan kapal dan memandang pelabuhan kerajaan aeres.
Kapal kerajaan kunstkring perlahan mulai mendekati pelabuhan kerajaan aeres. Disana terlihat raja dan ratu kerajaan aeres bersama para pasukannya untuk menyambut kedatangan abilerdo, aina dan yang lainnya.
"Tuan Putri, kita beberapa menit lagi akan sampai. Apa anda dan nona Kimberly tidak ingin bersiap-siap??" tanya karin.
Karin dan lyli juga ikut untuk melayani abilerdo dan lainnya selama mereka berada di kapal dan di kerajaan aeres.
Aina dan Kimberly kembali masuk kedalam kapal dan bersiap-siap di kamar mereka masing-masing yang dibantu oleh karin dan lyli.
Kapal kerajaan kunstkring pun tiba di pelabuhan kerajaan aeres. Sama dengan kerajaan kunskring dan yang lainnya, pelabuhan kerajaan aeres juga berada di ibukota kerajaan aeres.
Abilerdo, aina dan yang lainnya turun dari tangga kapal. Mereka semua disambut oleh raja, ratu dan beberapa pasukan kerajaan aeres. Warga disekitar ibukota juga berbondong-bondong untuk melihat abilerdo.
Raja dan ratu kerajaan aeres menghampiri abilerdo dan aina. Mereka saling menyapa antara satu dengan yang lainnya sambil tersenyum. Raja aeres sangat antusias dengan kedatangan abilerdo.
Sesekali, ratu aeres memuji kecantikan aina. Walaupun sedikit malu, tetapi aina hanya tersenyum dengan manisnya.
Pangeran aeres tidak bisa datang, karena berada diluar ibukota. Pangeran aeres akan tiba pada besok hari di ibukota kerajaan aeres.
Terdengar beberapa suara rakyat sekitar yang begitu senang setelah melihat abilerdo.
"Wahh... Yang Mulia raja abilerdo seperti biasanya, sangat tampan."
"Sudah lama tidak melihatnya."
"Mataku ini seakan dimanjakan oleh ketampanan raja abilerdo."
Terdengar juga beberapa suara rakyat setelah melihat aina.
"Lihat, siapa gadis cantik yang disamping Yang Mulia raja??"
"Sepertinya dia itu adalah Tuan putri kerajaan kunstkring."
"Ternyata rumor itu benar, Tuan putri sangat cantik."
"Tubuhnya sangat indah memakai pakaian seperti itu, seperti menjadi pelengkap kecantikannya."
"Irinyaa...."
Abilerdo, aina dan yang lainnya meninggalkan pelabuhan kerajaan aeres dan menuju ke istana, yang diikuti oleh rombongan raja.
Sambutan yang sangat meriah dari raja dan ratu kerajaan aeres, dan suara-suara rakyat sekitar yang berbondong-bondong untuk melihat abilerdo dan rombongan kereta kerajaan yang melewati remaian ibukota, seperti menjadi kemeriahan tersendiri dari perjalanan abilerdo, aina dan yang lainnya.
..................................
Nantikan kelanjutan episodenya ya.
Maaf kalau ada salah kata.
Terima Kasih sudah membaca