
Kimberly terlihat sangat kesal, siapa yang tidak marah jika pesta ulang tahun yang hanya di andakan setahun sekali, dihancurkan oleh seseorang.
Melihat aura Kimberly yang dingin itu membuat aina merasa sangat tidak pantas berada di pesta bangsawan seperti ini.
[Seharusnya aku tidak datang diacara seperti ini!! Benar kata para gadis bangsawan ini, abilerdo dan yang lain hanya merasa kasihan padaku!! Betapa sombongnya aku tadi, mengatakan mereka tidak layak menilai ku!! Yang tidak layak itu adalah aku sendiri!! Sungguh Lucu!!] Gumam aina dalam hati sambil tersenyum jijik.
"Tuan putri, maafkan saya!! Saya mohon maafkan saya!!" kata gadis bangsawan itu yang berpura-pura terlihat menyedihkan, dan kemudian tersenyum licik.
"Berdirilah.. Jangan berlutut lagi." kata Kimberly dengan nada datar.
"Te..terima kasih nona Kimberly." kata gadis bangsawan itu sambil berdiri dan menatap aina dengan senyuman licik.
Kimberly mengambil segelas anggur,
Dan akhirnya.. Byuuurrr...!!!
[APA!!!] Gumam aina dan gadis bangsawan itu dalam hati, dengan ekspresi terkejut.
Sentak membuat semua orang yang melihat terkejut dengan sikap Kimberly.
Perdana menteri dan istrinya tidak dapat menghentikan apa yang di lakukan Kimberly.
"Kim...??" Gumam Dirk, elbert dan kinsey secara bersamaan.
Dirk yang bahkan selalu berekspresi seperti petung pun terlihat merespon apa yang dilakukan Kimberly.
Abilerdo hanya memandang dengan tatapan dingin dan tersenyum kecil.
[A..a..apa yang dia lakukan??] Gumam aina dalam hati sambil menatap Kimberly dengan ekspresi terkejut.
"No..nona Kimberly, apa yang anda lakukan?? Nona apa anda tidak salah?? kenapa anda menyiramku dengan anggur??" Kata gadis bangsawan itu.
"Maaf, tanganku licin!!" kata Kimberly sambil melirik sinis gadis bangsawan itu.
[Jelas-jelas dia sengaja.] gumam gadis bangsawan itu dalam hati.
"Nona, bukankah aku yang sudah memohon maaf pada tuan putri?? mengapa nona bersikap seperti ini??" kata gadis bangsawan itu yang terdengar kesal.
"Aduhh.. Maaf, tanganku jatuh pada orang yang licik." Kata Kimberly dengan senyuman mengejek.
"Nona kimberly, apa maksud anda?? apa maksud anda, aku memfitnah tuan putri??" kata gadis bangsawan itu yang terlihat kesal.
"Bukan aku yang bilang ya!! tapi kamu sendiri." kata Kimberly dengan senyuman licik sambil menatap gadis bangsawan itu.
[Apa?? ini..??] gumam gadis bangsawan itu dalam hati yang mulai terlihat gemetar.
Kimberly mendekat pada gadis bangsawan itu.
"Aku lupa katakan, Soul energy milikku bisa melihat apa yang sudah kau lakukan pada tuan putri!!" bisikan Kimberly di telinga gadis bangsawan itu.
"Apa kau ingin aku yang katakan atau kau sendiri yang mengakui??" bisikan Kimberly di telinga gadis bangsawan itu dengan nada dingin.
[Apa?? ini tidak mungkin... aku..] Gumam gadis bangsawan itu yang terlihat gemetar ketakutan.
Aina hanya diam dan masih dengan ekspresi terkejut karena Kimberly menyiram wajah gadis bangsawan itu dengan anggur. Dan juga tidak habis pikir bahwa Kimberly bisa bersikap seperti itu pada gadis bangsawan itu.
"Oh iya.. aku paling benci dengan orang yang merusak pesta milikku!!" kata Kimberly dengan lantang dan nada yang dingin sambil menatap gadis bangsawan itu.
[Adik kecilku yang imut ini, ternyata bisa berwajah seperti ini, terlihat menakutkan.] Gumam kinsey dalam hati.
Abilerdo, dirk, dan elbert tersenyum kecil melihat tingkah Kimberly, disisi lain mereka merasa salut dengannya.
Akhirnya dengan gemetar ketakutan, gadis bangsawan itu mengakui semuanya. Dan berlutut dihadapan aina sambil menangis meminta maaf.
Semua para bangsawan yang hadir terkejut dengan pengakuan gadis bangsawan itu. Disisi lain, beberapa bangsawan yang berbisik-bisik menyudutkan aina, merasa bersalah.
Aina hanya diam tanpa ekspresi melihat gadis bangsawan itu berlutut memohon ampun. Sakit hati yang aina rasakan tadi membuat Hati aina dingin bagaikan gunung es.
"Tuan putri, ayo ikut aku!!" kata Kimberly yang tersenyum sambil memegang tangan aina.
Aina hanya diam mengikuti Kimberly sambil memegang tangannya.
Kimberly membawa aina ke kamarnya, agar aina dapat membersihkan tubuhnya dan mengganti gaunnya dengan bantuan salah satu pembantu Kimberly.
Perdana menteri melihat aura abilerdo seperti ingin membunuh, abilerdo terus menatap gadis bangsawan yang mencoba menjebak aina.
"Yang..Yang Mulia!! Ampuni saya!!" kata gadis bangsawan itu dengan wajah ketakutan sambil berlutut.
Abilerdo hanya menatap tajam kearah gadis bangsawan yang berlutut itu.
"Perdana menteri!!" panggil abilerdo.
"Ya Yang mulia." kata perdana menteri.
"Sampaikan titahku!! pertama, gadis ini dan keluarganya dicabut sebagai bangsawan. Kedua, Bagi siapapun yang menyindir atau menyebarkan rumor tentang tuan putri aina, maka akan segera dihukum sebagai mana mestinya, karena putri aina adalah satu-satunya putri kerajaan kunstkring, jadi sama saja dengan menghina raja dan kerajaan kunstkring." Kata abilerdo dengan lantang dan tatapan yang dingin.
[Aku dan keluargaku??] Gumam gadis bangsawan itu dalam hati sambil menangis.
Titah abilerdo sentak membuat seluruh yang hadir menjadi diam dan terlihat ketakutan.
Abilerdo melakukan semua ini untuk aina, dengan begini orang-orang tidak akan memandang aina dengan sebelah mata.
"Walaupun sebelumnya aina hanya gadis biasa, tetapi sekarang aina tetaplah seorang putri kerajaan kunstkring." gumam elbert sambil tersenyum.
"Mengganggu Tuan putri, sama saja mencari mati!!" Kata kinsey.
Perdana menteri terpaksa mengakhiri pesta ulang tahun Kimberly, para bangsawan pun kembali ke kediaman mereka masing-masing.
Gadis bangsawan yang mencoba memfitnah aina, pulang dengan gemetaran tanpa ada satu pun yang mencoba menghiburnya bahkan teman-temannya takut untuk mendekatinya.
Disisi lain dikamar Kimberly,
Aina sudah selesai membersihkan tubuhnya dan mengganti gaunnya dengan gaun milik Kimberly.
Aina duduk di tempat tidur dan masih memikirkan apa yang dilakukan Kimberly untuknya.
"Nona Kimberly, Terima kasih untuk bantuannya!!" kata aina dengan nada yang canggung.
"Nona?? Tuan putri, kau terdengar lucu." kata Kimberly sambil tertawa kecil.
Aina kebingungan melihat Kimberly yang tertawa itu.
"Tuan putri, panggil Kimmy saja." kata Kimberly sambil tersenyum.
[Kimmy?? bukankah abilerdo dan yang lain memanggilnya seperti itu??] Gumam aina yang nampak bingung.
"Apa bisa??" kata aina yang terdengar ragu dan kaku.
"Tentu saja!!Yang memanggil aku dengan nama itu hanya orang terdekatku saja. Ayah, ibu, kak kinsey, Dirk, elbert dan Yang mulia raja." Kata Kimberly sambil tersenyum.
"Tetapi kita baru saja bertemu." kata aina.
"Iya juga sih, tetapi itu tidak masalah. Selama itu adalah tuan putri aina!!" Kata Kimberly sambil tersenyum dengan tulus.
"Terima Kasih!!" kata aina sambil tersenyum.
"Wah.. tuan putri, senyuman mu sangat manis!! ternyata benar kata orang-orang, kau sangat cantik." kata Kimberly yang terkejut sambil tersenyum.
Wajah aina merona mendengar pujian Kimberly padanya.
Tetapi ada yang mengganggu pikiran aina, yaitu sikap Kimberly yang terlihat sangat membela aina tadi.
"Kimmy, kenapa kau bisa tahu kalau aku tidak bermaksud menyiram gadis yang tadi?? tanya aina dengan wajah yang sangat penasaran.
Kimmy hanya tersenyum manis pada aina dan berkata:
"Bukankah membangun sebuah hubungan membutuhkan kepercayaan!!" Kata Kimmy.
"Maksudmu..??" kata aina yang terlihat bingung.
.............................................
Nantikan kelanjutan episodenya ya.
Jangan lupa vote, favoritkan dan like setiap episodenya.
Maaf kalau ada salah kata.
Terima Kasih sudah membaca