
"Aina, lihat... kalung ini cantik sekali!!" kata Kimberly dengan mata yang berbinar-binar.
Aina menghampiri Kimberly dan memandang kalung yang ditunjukkan oleh Kimberly.
"Benar, sangat cantik!!" kata aina sambil tersenyum.
Aina pun menyentuh kalung yang dipakainya. Kalung itu selalu dia pakai saat dia tiba di dimensi ini.
Sang penjual pun memperhatikan kalung yang dipakai oleh aina.
"Wahh.. Nona, dimana anda membeli kalung anda??" tanya penjual dengan ekspresi kaget.
Kimberly pun memperhatikan kalung yang dipakai aina setelah penjual itu bertanya dengan ekspresi kaget.
"Aku tidak membelinya.. Ini...." kata aina sambil menyentuh kalung nya.
Aina teringat ketika dia menemukan kalung itu, tepat saat aina berpisah dengan yuki. Wajah aina nampak sedih karena teringat kejadian itu sambil menyentuh kalung yang dipakainya.
Ekspresi aina yang berubah seketika membuat Kimberly tersadar dan mencoba mengalihkan kesedihan aina.
"Kalungmu lebih cantiklah!!" kata Kimberly.
"Iya benar!! Aku sama sekali tidak pernah melihat model kalung yang seperti ini." kata penjual.
"Iyalah.. kalung itu cocok dengan pemiliknya." kata Kimberly.
[Pemilik?? Aku bahkan hanya menemukannya begitu saja.] gumam aina dalam hati.
"Nona, aku sudah lama menjual perhiasan dan aku tahu betul tentang perhiasan yang mahal dan antik. Ini pertama kalinya aku melihat kalung yang seperti milikmu!!" kata Penjual dengan ekspresi kagum.
"Benarkah??" tanya Kimberly yang kaget.
"Iya!! Kalung yang nona ini gunakan sangat cocok dengan wajah cantik nona." kata penjual.
"Jangan katakan kalau kalung itu lebih cantik dari temanku ini!!" kata Kimberly yang terdengar sedikit bercanda.
"Tentu saja tidak!! Kadang, perhiasan yang sederhana akan terlihat mewah disaat orang yang tepat memakainya. Bukankah semua barang pasti seperti itu?!" kata penjual sambil tersenyum.
[Orang yang tepat??] gumam aina dalam hati yang nampak bingung.
"Mahal ataupun murah, tidak masalah. Semua barang akan terlihat cantik dan indah, tergantung dari orang yang memakainya." kata penjual sambil tersenyum.
"Nona, kalung itu sangat cocok menjadi milikmu!!" kata penjual sambil tersenyum.
"Terima kasih.." kata aina sambil tersenyum.
Suasana hati aina pun berubah. Kimberly merasa lega melihat aina yang sudah tersenyum kembali.
"Apa yang kalian lakukan disini??" tanya erik.
Aina dan Kimberly sesaat kaget karena erik dan Antoni sudah berada dibelakang mereka.
"Kalung?? Apa nona kimberly ingin membelinya??" tanya Antoni sambil melihat kalung yang dipegang oleh Kimberly.
"Ti..tidak.. kami hanya lihat-lihat saja!! lagipula aina sudah punya kalung yang cantik." kata Kimberly yang terdengar gugup.
Erik menatap aina setelah Kimberly mengatakan itu. Aina masih menyentuh kalung yang ada dilehernya.
Erik sedikit terkejut melihat keindahan dan kemewahan kalung yang dipakai oleh aina.
[Aku tidak pernah melihat kalung seperti itu!! Apa seseorang yang memberikan kalung itu padanya??] gumam erik sambil menatap kalung aina.
Aina nampak bingung karena erik menatap dirinya seperti itu.
"Apa yang kau lamunkan??" tanya aina sambil melambaikan tangannya didepan wajah erik.
Erik sedikit terkejut dengan sikap aina.
"Tidak ada!!" kata erik sambil memalingkan wajahnya.
"Kau berbohong!! Aku melihatnya, kau menatapku dengan tatapan yang sangat aneh!!" kata aina.
[Aneh??] gumam erik dalam hati dengan ekspresi suram.
"Bodoh!! Kau yang aneh." kata erik.
"Bodoh?? Aneh?? Apa kau sedang mengatai dirimu sendiri??" tanya aina dengan ekspresi dingin.
[Gadis ini... Mulutnya sangat pintar.] gumam erik dalam hati yang nampak suram.
Aina dan erik nampak seperti saling beradu mulut yang tajam dan dingin.
Antoni dan Kimberly nampak suram dan kaget melihat tingkah aina dan erik seperti pasangan yang sedang bertengkar namun nampak romantis.
[Suasana apa ini?? Apa mereka berdua tidak bisa melihat kalau disini ada orang lain??] Gumam Kimberly dalam hati yang nampak suram.
[Orang yang lagi mabuk cinta, memang sangat aneh.] gumam Antoni sambil menghela nafas.
Erik sangat berusaha untuk tidak memiliki perasaan yang khusus kepada aina. Namun, dia sama sekali tidak bisa menahan perasaannya sendiri.
Untuk pertama kalinya, hati erik bisa digerakkan oleh seorang gadis yaitu aina. Padahal, banyak gadis cantik dari kalangan bangsawan yang mengejar-ngejar erik, namun erik selalu menolak mereka dengan sikap yang dingin.
Sekalipun sikap aina yang jutek dan dingin itu, erik tetap tidak bisa berhenti untuk memperhatikan aina secara diam-diam.
Erik pun tidak mengerti kenapa dia bisa merasakan hal yang seperti itu didalam hatinya. Antoni yang sudah sangat lama mengenal erik, tahu betul bahwa erik bukan hanya sekedar menyukai aina tetapi juga sudah jatuh cinta pada aina.
Aina dan Kimberly menghabiskan waktu bersama di ibukota aeres dengan perasaan yang bahagia. Dan tentu saja mereka berdua ditemani oleh erik dan Antoni.
Saat bersama aina, Antoni menyadari bahwa aina sangat cantik dibalik senyumannya yang hangat. Antoni berpikir bahwa aina yang seperti inilah yang sangat disukai oleh erik sahabatnya.
Aina, erik dan Kimberly pun kembali kerumah Antoni.
"Kakiku keram!!" gumam Kimberly sambil duduk ruang tamu rumah Antoni.
Aina dan erik juga langsung duduk dengan santai nya untuk melepaskan rasa lelah mereka karena sudah berjalan beberapa jam.
"Apa kalian ingin minum secangkir teh??" tanya Antoni.
"Tidak..aku tidak!! Perutku sudah sangat kenyang." kata aina.
"Aku juga!!" kata kimberly yang nampak kelelahan.
"Oh iya, Antoni. Apa kau tinggal sendirian??" tanya aina yang sedikit Penasaran.
"Iya, ini rumahku sendiri. Orang tuaku punya rumah mereka sendiri." kata Antoni sambil tersenyum.
"Wah.. benarkah?? Ternyata, Kau cukup kaya juga!!" kata aina.
"ehm..tidak juga!!" kata Antoni.
[Tidak sebanding dengan dirimu tuan putri.] gumam Antoni dalam hati dengan ekspresi bingung.
"Kau tinggal dirumah sebesar ini sendirian. Benar-benar hebat!!" kata aina.
[Tuan putri, aku merasa sedikit aneh mendengar kata-kata itu keluar dari mulutmu. Kau memang bukan gadis biasa!! Kebanyakan gadis bangsawan yang kutahu, mereka terlihat anggun namun sangat sombong!!] Gumam Antoni dalam hati dengan ekspresi bingung.
"Kau membuatku sedikit takjub." kata aina.
[Kau yang membuatku takjub, tuan putri. Kau berbeda dari gadis bangsawan dan putri bangsawan lainnya.] gumam Antoni dalam hati sambil tersenyum bingung.
"Sudahlah aina, memangnya istanamu itu lebih kecil dari rumah ini??" kata Kimberly dengan nada cuek.
[Nah.. ini nih, sikap yang kebanyakan aku temui.] Gumam Antoni dengan ekspresi suram.
[Tetapi, aku tidak apa-apa juga. Lagipula dia memang putri perdana menteri kunstring. Dia bukan gadis bangsawan biasa.] Gumam Antoni sambil menghela nafas.
Erik hanya duduk diam melihat aina, Antoni dan Kimberly. Dan sesekali erik melirik aina dan tersenyum melihat sikap dan ekspresi aina.
Aina yang sedang celingak celinguk, menghentikan tatapannya kepada erik dan tidak sengaja melihat erik yang tersenyum diam-diam.
"Oii..Manusia batu!! Kenapa kau tersenyum seperti itu?? Aku agak merinding loh!!" kata aina.
"Manusia batu??" gumam Kimberly dan Antoni yang terdengar sangat pelan dengan ekspresi suram.
"Kenapa memangnya?? Lagipula, aku tidak tersenyum padamu." kata erik dengan nada dingin.
"Aku tidak bertanya kau tersenyum untuk siapa!! Tetapi, wajahmu yang seperti es batu itu sangat tidak cocok jika kau tersenyum diam-diam seperti itu." kata aina dengan nada dingin.
[Aina....] Gumam Kimberly dengan ekspresi suram.
Antoni tertawa kecil melihat sikap dan kata-kata aina terhadap erik. Dan pertama kalinya juga, Antoni melihat seorang gadis yang bisa mengatai erik dengan nada seperti itu.
Erik nampak kesal karena kata-kata aina dan bahkan ditertawakan oleh Antoni secara diam-diam.
"Aina... hentikan.. Kita baru saja bersenang-senang, jangan membuat suasananya jadi tegang dong." kata Kimberly sambil tersenyum sedikit takut.
"Aku kan hanya bicara apa adanya. Lagipula itu memang benar." kata aina dengan nada cuek dan santai.
[Tuan putri, anda benar-benar hebat. Hari ini kau sangat membuat aku terkejut!!] Gumam Antoni sambil tertawa kecil.
[Gadis ini, tak bisakah dia berbicara sedikit lembut??] Gumam erik dalam hati sambil menghela nafas.
Setelah beberapa saat beristirahat, aina, erik dan Kimberly menaiki kereta dan kembali ke istana.
[Melihat sikap dan perilaku erik yang seperti itu karena seorang gadis adalah momen yang sangat langkah!! Hari ini sangat menyenangkan.] Gumam Antoni sambil tersenyum dan menatap kereta mereka yang berjalan menjauh dari rumahnya.
................................
Nantikan kelanjutan episodenya ya.
Maaf kalau ada salah kata.
Terima Kasih sudah membaca