The Legend Of Sun Queen

The Legend Of Sun Queen
Makan malam yang mencekam



Aina berjalan masuk kedalam istana dan pergi ke kamarnya untuk bersiap makan malam.


Saat sampai di kamarnya, aina langsung berbaring di tempat tidur karena dia merasa sangat lelah sudah berjalan seharian.


Tok..tok..tok.. Suara pintu kamar aina.


"Aina, aku masuk!!" kata Kimberly sambil membuka pintu kamar aina.


Aina terlalu lelah untuk merespon perkataan Kimberly. Kimberly masuk kedalam kamar aina.


"Aina, kemana saja kau seharian?? Aku tidak menemukan mu dimana saja." kata Kimberly dengan wajah penasaran.


"Aku keluar istana." kata aina yang terdengar lelah.


"Apa?? Kenapa kau sangat berani pergi keluar sendirian?? Kau bahkan tidak tahu jalan ibukota aeres." kata Kimberly dengan ekspresi yang kaget.


"Tidak.. aku tidak sendirian." kata aina.


"Maksudmu?? Apa kau keluar bersama kak abi?? Tetapi tadi kak abi makan siang bersama kita." kata Kimberly dengan ekspresi bingung.


"Saat makan siang tadi, pangeran erik juga tidak ada." gumam Kimberly sambil berfikir.


[Tunggu!! pangeran erik??] Gumam kimberly dalam hati dengan ekspresi terkejut.


"Ai..Aina!! Apa kau keluar istana bersama pangeran erik??" tanya Kimberly dengan ekspresi kaget.


"Kimmy, kenapa kau terdengar heboh." kata aina yang terdengar cuek.


"Ternyata benar!!" gumam Kimberly dengan ekspresi kaget.


Kimberly sangat heboh mengetahui aina keluar istana bersama pangeran erik. Kimberly sangat tahu bahwa pangeran erik sama sekali tidak pernah dekat dengan seorang gadis manapun.


Kimberly tidak habis pikir, pangeran erik bisa keluar istana bersama aina, bahkan seharian Bersama aina.


Aina hanya terlihat cuek dengan sikap heboh dari Kimberly. Aina merasa keluar bersama seseorang adalah sesuatu yang biasa saja.


"Kimmy, aku hanya keluar bersama pangeran itu. Kenapa kau begitu heboh seperti itu??" kata aina yang terdengar cuek.


"Hanya?? Aina, apa kau sudah gila?? itu pangeran mahkota loh. Lagipula, seluruh gadis di dunia ini begitu mengidolakannya." kata Kimberly yang terdengar heboh.


"Benarkah?? Menurutku biasa saja." kata aina yang terdengar cuek.


"Ya ampun aina, kamu kelihatanya belum mengerti. Pangeran erik yang aku tahu, dia tidak pernah dekat dengan seorang gadis. Dan lagi, pangeran erik sangat dingin dan cuek terhadap seorang gadis. Jadi, bagaimana mungkin aku tidak kaget!!" kata Kimberly.


"Sudah..sudah!! bagiku biasa saja. Dan, aku juga sudah sering bertemu orang seperti dirinya." kata aina yang terdengar cuek.


Kimberly hanya bisa menghela nafas dan tidak bisa mengatakan apapun lagi.


"Lebih baik, kita bersiap untuk makan malam." kata aina sambil berdiri dari tempat tidurnya.


"Aku mandi dulu." kata aina sambil berjalan kearah kamar mandinya.


Kimberly hanya menghela nafas melihat aina yang berjalan masuk kedalam kamar mandi dengan cuek dan tidak memikirkan apa yang dikatakan oleh Kimberly.


Kimberly pun beranjak dari kamar aina dan pergi ke kamarnya sendiri untuk bersiap makan malam.


Beberapa saat kemudian, mereka semua sudah berada diruang makan istana kerajaan aeres.


"Pangeran, kemana saja kau hari ini??" tanya ratu aeres.


Sentak membuat aina dan kimberly kaget. Dirk, elbert dan kinsey sama sekali tidak tahu, mereka hanya terlihat cuek. Dan mereka berfikir, pertanyaan ratu biasa saja.


Abilerdo terlihat cuek dan dingin sambil makan. Sedangkan aina, sedikit gugup karena ratu tiba-tiba saja bertanya kepada pangeran erik.


[Jika ratu tahu aku keluar berdua bersama erik, aku tidak tahu apa yang harus aku katakan!! dan aku akan sangat malu didepan mereka semua.] Gumam aina dalam hati yang terlihat gugup.


"Aku berjalan-jalan keluar istana." kata erik dengan santai nya.


[Pria ini!!!] Gumam aina dalam hati yang terlihat suram.


Kimberly melirik aina sesekali. Aina yang nampak cuek sambil makan itu, terlihat sedikit gugup dari gerak geriknya.


"Lagi?? Kau bahkan melewati makan siang mu." kata ratu aeres yang tersenyum namun sedikit kesal.


"Sudah aku katakan, jangan keluar istana sendirian." kata raja aeres.


Aina nampak lebih gugup lagi, walaupun dia mencoba untuk tetap terlihat tenang sambil makan. Abilerdo memperhatikan ekspresi aina yang terlihat sangat gugup.


"Aku tidak sendiri. Aku keluar istana bersama putri aina." kata erik dengan nada suara yang santai sambil makan.


Syuusshhh.... terdengar seperti bunyi angin kesunyian.


Sejenak, ruang makan istana menjadi sangat hening setelah erik mengatakan itu. Ekspresi kaget dari mereka semua terlihat jelas dari raut wajah mereka.


[Habislah sudah!!] gumam aina dalam hati dengan ekspresi suram.


Abilerdo menggenggam sendok ditangannya dengan sangat erat. Walaupun ekspresi abilerdo terlihat cuek dan dingin, namun didalam hatinya penuh dengan rasa cemburu dan amarah.


Dirk, elbert dan kinsey melirik abilerdo sesekali. Mereka tahu betul apa yang dirasakan oleh abilerdo, namun mereka tidak berani untuk mengatakan apapun dan berpura-pura tidak ada apa-apa dan lanjut makan.


Kimberly yang bahkan sudah mengetahui hal itu, sangat terkejut karena kata-kata itu keluar sendiri dari mulut erik yang dia tahu sangat dingin dan cuek terhadap seorang gadis.


Ratu aeres mencoba mencairkan suasana yang dianggapnya sangat hening itu. Erik terlihat sangat cuek sambil makan. Walaupun ada perasaan yang aneh, mereka semua melanjutkan makan malam yang mencekam itu.


Sejak saat itu, ratu dan raja aeres tidak membahas tentang erik yang keluar istana tanpa meminta izin. Raja dan ratu aeres takut, jika pertanyaan mereka bisa menyinggung abilerdo. Karena, erik juga membawa aina yang juga tuan putri kunstkring keluar istana waktu itu.


Beberapa hari kemudian.


Sehari setelah makan malam itu, Abilerdo dan raja aeres keluar mengunjungi beberapa wilayah di kerjaan aeres yang ditemani oleh Dirk, elbert, kinsey dan pasukan kerajaan aeres.


Aina dan Kimberly tetap tinggal di istana kerajaan aeres sambil menunggu abilerdo dan yang lainnya kembali.


Pangeran erik juga keluar kota untuk memenuhi kewajibannya sebagai seorang pangeran dan ditemani oleh beberapa pasukannya.


"Sangat membosankan!!" gumam kimberly.


Aina dan Kimberly duduk di taman istana sambil minum teh yang sudah disiapkan oleh lyli, karin dan pelayan istana aeres.


"Jangan terlihat murung begitu." kata aina yang terlihat cuek.


"Apa kau tidak merasa, istana ini sangat sunyi??" tanya Kimberly.


"Tidak!! biasa saja." kata aina sambil meminum teh.


"Kau terlihat sangat tenang." kata Kimberly sambil menatap aina.


"Bukankah besok mereka sudah kembali??!" kata aina dengan santai nya.


"Iya juga sih." gumam Kimberly.


"Tetapi aina, apa kau tidak merasa, Sikap dan sifatmu sangat cuek dan dingin??" tanya Kimberly sambil menatap aina.


"Aku tahu!! Apa ada masalah dengan itu??" tanya aina dengan santai nya.


"Haiss.." suara Kimberly sambil menghela nafas.


Kimberly tidak mengatakan apapun lagi, dia tidak habis pikir, aina masih terlihat santai dan cuek setelah makan malam yang sangat mencekam pada waktu yang lalu.


Waktu itu, Kimberly menyadari bahwa sikap abilerdo berbeda dari biasanya. Walaupun terlihat biasa saja, namun aura dingin dari abilerdo sama sekali tidak bisa ditutupi saat mendengar erik mengatakan sendiri bahwa dia keluar bersama aina.


Erik kembali dari luar ibukota, saat hendak masuk kedalam istana. Dia menatap aina yang duduk bersama Kimberly di taman istana.


Disisi lain, di kerajaan neville.


"Ozak, apa kau sudah menemukan tongkat cahaya itu??" tanya melville.


Sebelumnya ozak sudah memberitahukan bahwa tongkat cahaya muncul di kerajaan kunstkring, tepat saat anak buahnya menyerang ibukota kunstkring dengan awan gelap waktu itu.


"Yang Mulia, kami belum tahu letak tongkat cahaya itu. Dan lagi, tongkat itu seperti muncul dan pergi begitu saja." kata ozak.


"Tongkat itu bahkan menggagalkan rencana kita." kata ozak.


"Tongkat itu pasti digerakkan oleh alesa." kata melville.


Ozak nampak bingung dengan apa yang dikatakan oleh melville. Melville juga sudah menceritakan tentang sun queen padanya.


"Yang Mulia.. itu.." kata ozak yang terdengar gugup.


"Ada apa?? kenapa cara bicaramu seperti orang bodoh??" kata melville dengan nada suara yang dingin.


"Yang Mulia, menurut rumor yang beredar. Sun queen telah meninggal dunia." kata ozak yang sedikit gugup.


"Apa maksudmu?? ratu manja itu memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Dia pasti masih hidup sama sepertiku." kata melville.


"Yang Mulia, diluar sana beredar rumor bahwa sun queen dimakamkan di pulau old summer. Tetapi tidak ada satupun yang tahu dimana tempat itu." kata ozak.


"Dan lagi, beberapa orang tidak percaya dengan keberadaan sun queen." kata ozak.


Melville tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh ozak. Dan ozak nampak bingung karena melville tiba-tiba tertawa seperti itu.


"Jadi seperti itu." gumam melville.


"Pergilah!! Lanjutkan rencana berikutnya." kata melville.


"Baik Yang Mulia." kata ozak sambil membungkuk.


Ozak pun menghilang dari istana neville.


"Ratu yang susah payah melindungi rakyatnya, kenapa bisa dilupakan dengan mudah?? Sungguh menyedihkan." gumam melville sambil tersenyum licik.


[Aku pasti akan menemukan tongkat milikmu dan membalaskan dendam ku padamu.] Gumam melville dalam hati sambil tersenyum licik.


....................................


Nantikan kelanjutan episodenya ya.


Maaf kalau ada salah kata.


Terima Kasih sudah membaca