
...~**🦒**~...
...**...
...*...
sesuai janji yang telah aku buat tadi pagi dengan dokter Azura. siang menjelang sore aku datang langsung ke tempat praktek dokter Azura yang berada di samping rumahnya
rumah yang cukup nyaman dan asri, walau terletak di central kota tapi mampu menyajikan pemandangan hijau yang indah, aku jadi penasaran bagaimana rumah milik Louis. kapan kita akan berkunjung kesana....?
dokter Azura sudah menunggu ku. dan alhamdulillah-nya saat aku datang klinik miliknya tengah sepi, jadi aku bisa berkonsultasi dengan leluasa dan yang penting tidak perlu menunggu lebih lama dari yang seharusnya
penjelasan dari dokter Azura tentang bagaimana program untuk produksi asi membuat ku takjub, bukan takjub dengan canggihnya teknologi saat ini
tapi bagaimana Allah telah mendesain sedemikian sempurnanya susunan tubuh kita agar bisa sesuai dengan peranan yang sudah Allah tetapkan. bagaimana seorang ibu yang saat dia hamil, Allah telah persiapkan dengan hormon khusus yang hanya dimiliki oleh perempuan, dan darinya Allah mudahkan ASI untuk di produksi
panjang lebar dokter Azura menjelaskan proses terapi hormon yang harus ku lakukan, dan kerena terapi ini membutuhkan waktu yang cukup lama, mau tak mau aku harus mengambil terapi ekstra untuk mempersingkat waktu, terapi obat dan juga pompa
dan sebagai konsekuensi dari perubahan hormon yang tiba-tiba, perubahan emosi yang cukup memusingkan dan perubahan fisik mungkin akan aku alami
aku hanya berharap semuanya akan baik-baik saja, dan semoga aku cukup kuat untuk menjalaninya
karena pada dasarnya semua perlakuan yang tidak alami pada tubuh kita sudah pasti akan menimbulkan rasa sakit, apalagi yang di paksakan seperti ini
sebelum masuk ke sesi terapi, seperti biasa di lakukan beberapa pemeriksaan. seperti pemeriksaan kesehatan umum dan yang penting pemeriksaan hormon
setelah semua dirasa baik-baik saja, baru bisa di lakukan terapi hormon untuk meningkatkan hormon progesteron dan estrogen dalam darah
"sudah siap....? ini sedikit sakit, tapi masih bisa di tahan, sudah pernah di suntik kan....? in sya Allah, sakit. tapi cuma sebentar" dokter Azura memberi aba-aba sebelum memulai
rasanya sama saja seperti saat mendapat suntikan vitamin atau suntikan pereda nyeri
untuk saat ini masih aman
aku memutuskan untuk pulang setelah mendapat beberapa resep obat yang bisa aku beli di apotik dan tentunya beberapa diet makanan yang harus ku konsumsi untuk kedepannya selama proses terapi dan menyusui
aku hanya berharap satu hal, semoga tidak terjadi keracunan hormon atau hal yang tidak di inginkan lainnya
hari pertama semua masih berjalan dengan baik, aku masih bisa menemani Elio untuk bermain, kajian yang sudah mulai online, dan kegiatan lainnya
aku bahkan masih bisa tersenyum dan meyakinkan Elio saat bertanya kapan dia sudah bisa menyusu. aku masih bisa menanggapinya dengan baik
Elio tidak lagi ingin meminum susu formula miliknya dari sejak kejadian Elio yang pulang berkunjung dari rumah khola pertama kali, mau tak mau aku mencoba membiasakan Elio untuk minum air madu sebagai gantinya. kadang di minum kadang di tinggal begitu saja. tapi lebih banyak di tinggal
Elio bilang rasanya tidak enak dan Elio masih bayi jadi Elio harus minum ASI bukan minuman yang lain
lah bukannya Elio masih minum air putih....?
saat hari pertama bisa ku lalui dengan baik, hari kedua sudah mulai datang cobaan-cobaan kecil.
pinggang yang mulai sakit, bagian dada yang terasa kencang dan linu, serta perubahan mood yang sering membuat Absyar dan kak Abyan mengelus dada
mereka berdua yang sering menanggung dampak dari perubahan mood ku
hari ketiga bahkan lebih parah, badan ku terasa pegal-pegal, hampir sama seperti olahraga dalam waktu yang cukup lama, atau sama seperti saat kita selesai membereskan rumah yang cukup berantakan
aku yang sering mengeluh karena harus makan menu yang sama dengan hari-hari sebelumnya atau menangis tiba-tiba karena serba salah.
kak Abyan bahkan harus membawa Elio untuk tidur bersamanya. jika tidak, saat malam aku akan menangis karena tiba-tiba merasa bersalah pada Elio
Louis selalu menghubungi ku seperti biasa, dan aku sering melampiaskan kesedihan ku dengan mengoceh panjang lebar pada Louis. sedangkan Louis akan dengan sabar mendengarkan, dan sesekali menanggapi.
kecuali saat aku yang tiba-tiba mengungkit tentang rasa bersalah karena kehilangan Baby. Louis akan diam mematung dan saat aku melihat raut sedih pada wajah Louis aku akan menangis dan meminta Louis untuk pulang ke Indonesia
"pulang By,....pulang....Hubby kapan pulangnya.....?"
saat pertanyaan itu keluar bagai mantra dari bibir ku, Louis tidak akan banyak menanggapi kecuali dengan kata "sebentar lagi"
bahkan aku sering meminta Louis untuk menemaniku saat melakukan terapi pompa yang terbilang cukup sering. Louis akan menemani dengan tetap sabar mengangkat telfon ku bahkan saat dia harus rapat dengan Daddy atau dengan rekan kerjanya di Indonesia
aku harus merasa puas hanya dengan melihat wajah Louis tanpa mendapatkan tanggapan apapun saat Louis tengah berdiskusi saat rapat
selain bertambah cengeng aku juga jadi lebih manja, dan malas melakukan apapun yang cukup berat.
Elio sering bersama ku saat sedang kajian online, dan saat aku melihat salah satu teman kajian ku yang menyusui anaknya, yang bersembunyi di dalam khimarnya. aku akan menangis tiba-tiba
beruntung bukan aku yang mengisi kajian
dan Elio akan dengan perhatian memeluk ku dan dia akan memasukkan tubuhnya untuk memelukku dari balik Khimar
bukannya berhenti menangis. tangisku malah akan semakin menggema. biasanya Absyar akan menghampiri kami dengan membawa telfon genggam yang sudah terhubung dengan Louis
pernah satu ketika saat dada ku terasa sangat nyeri dan bertepatan dengan jam untuk terapi pompa, dan hasilnya masih sama seperti sebelumnya ASI-nya tidak juga keluar. seperti biasa aku akan menangis. karena sakitnya luar biasa.
Elio menggunakan HP ku untuk menghubungi Louis, tapi sayangnya Louis tengah pergi bersama Daddy. pada akhirnya Elio memanggil kak Abyan. padahal saat itu kak Abyan tengah berada di dalam perkuliahan online
Elio sampai ikut menangis karena melihat ku yang menangis sambil melakukan terapi
"hiks enough hiks Mommy. enough hiks don't do that. Daddy....uuuaaaaa"
seminggu berlalu dari sejak awal terapi hingga sekarang hasilnya masih sama. tidak ada setetes pun ASI yang keluar
malam inipun sama, setelah sholat isya' berjama'ah aku duduk di ruang tengah, ada Rama dan juga ibu yang tengah asik membungkus kado. kado untuk anak dari salah satu adik Rama. dengan kata lain untuk sepupuku
dia katanya lagi milad jadi minta kadonya di kirim ke alamat pondoknya yang ada di Pasuruan.
sedangkan aku tengah menemani Elio belajar mengenal warna
Elio sudah bisa menyebut beberapa warna dengan tepat ada beberapa warna yang dia lupa dan ada satu warna yang paling sulit untuk ku rubah namanya. dia selalu menyebut satu warna itu dengan nama buah
"Elio ini warna apa...?" aku menunjuk pada pada gambar blueberry
"bilu"
"yang ini....? kali ini aku menunjuk pada gambar bus
"tunin"
"kuning"
"tunin"
"Ning"
"Nin"
Mungin itu masih terlalu sulit untuk Elio....?
"kalau yang ini....?" kini aku menunjuk pada gambar apel
"apel" seperti biasa Elio akan mengatakan warna merah dengan sebutan apel
"merah"
"apel"
"merah sayang"
"apel"
"me-rah"
"ap-pel"
ok, aku menyerah, kita coba di lain waktu
kini aku berpindah untuk duduk di sofa bersama ibu, meninggalkan Elio yang masih berkutat dengan puzzle baru yang di bawakan mbak Mai tadi pagi, saat mbak Mai menjemput ku untuk pergi menemui dokter Azura
"Bu, tadi waktu Zu konsul dengan dokter Azura, Zu di sarankan untuk langsung menyusui Elio agar lebih cepat merangsang produksi ASI, Zu harus gimana....?"
aku mencoba meminta bantuan ibu, ibu lebih berpengalaman tentang ini, walaupun ibu tidak pernah melakukan terapi seperti ku, tapi dulu ibu pernah bilang jika saat lahir kak Abyan ASI ibu juga tidak langsung keluar
"ya langsung di coba dong sayang, kenapa malah bingung.....?" ibu menghentikan kegiatannya untuk membungkus kado dan menyerahkan sepenuhnya pada Rama
"sebentar ma, ibu ngobrol sama Zu dulu, minta tolong di lanjutkan dulu"
"ini dimasukin semua kan.....?" Rama menanyakan beberapa makanan yang ada di atas meja
"iya tinggal di masukin"
"ayok ke kamar Zu, ibu bantuin kalau Zu bingung"
ibu berdiri lebih dulu, baru setelah berbicara dengan Elio aku menyusul ibu dengan Elio yang berada di dalam gendongan ku
tangannya langsung menghentikan kegiatan yang semula asik memainkan puzzle saat mendengar permintaan ku
...~**TBC**~...
...**...
...*...