
malam kini datang menyapa mengundang rembulan untuk bersua dengan bintang-bintang, meninggalkan sang mentari yang kini berkelana mengunjungi belahan bumi yang lain
menyapa takdir yang mungkin saja kini tengah mempertemukan dua hati yang saling merindu karena Allah, atau mungkin juga kini tengah menyaksikan putusnya benang merah yang menyambung takdir dua hati yang tak lagi sejalan
mentari selalu menjadi saksi setiap kilas kejadian dan sandiwara anak Adam yang selalu menghiasi bumi di kala siang menyapa dan rembulan yang akan menggantikannya kala malam tiba
seperti saat ini, rembulan bersinar terang di balik awan yang menyamarkan sinarnya, menyaksikan kami yang kini tengah menyaksikan Elio yang tidur pulas dengan tangan terlentang dan mulut yang sedikit terbuka, mungkin dia sangat kelelahan setelah pertarungan sengitnya dengan Louis tadi
aku bahkan masih ingin tertawa saat mengingat bagaimana mereka berdebat hanya perkara sisir, Elio yang bersikeras untuk menyisir rambut Louis, dan Louis yang berusaha menghindar saat tangan Elio mencoba menyisir rambutnya yang sudah mulai memanjang
aku tau Elio berniat baik untuk membantu Louis menyisir rambut, tapi apa yang di harapkan dari seorang anak berumur tiga tahun....? sudah tentu bukannya menyisir rambut dengan benar Elio malah hampir membuat kelapa Louis botak karena rambutnya yang terus tercabut
aku yakin Louis akan benar-benar kehilangan sejumlah besar rambutnya jika kami tidak mengalihkan perhatian Elio tadi
anak ini memang selalu bisa membuat kami tertawa lebar dengan tingkah lucunya yang menggemaskan
betapa sempurnanya Allah menciptakan manusia dengan berbagai kelebihan yang sudah menyertainya sejak awal dia di ciptakan, kemampuan yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia kami
dari mulai kemampuan motorik yang kita punya, kemampuan sensorik dan akal yang luar biasa, mungkin saat ini Elio hanya memahami jika apa yang yang dia lakukan tadi adalah hal yang menyenangkan, sekedar gurawan dan candaan, tapi kelak saat akalnya sudah bisa membedakan baik dan buruk, dia kan memandang berbeda dengan pandangannya hari ini
mungkin dia akan sangat berhati-hati untuk memegang rambut Louis, siapa tau...?
"hi, belum tidur...?"
Louis datang dengan sejumlah map yang memenuhi genggamannya
"sebentar lagi, kerjaan lagi.....?"
aku bertanya sembari menunjuk map yang ada dalam genggamannya
"biasa"
aku dulu sempat berfikir jika menjadi orang kaya akan membuat hidup kita tenang karena kita bisa memiliki apapun yang kita inginkan, tapi pade realitanya memang tak semua rezki itu datang dengan sendirinya
ada rezki yang memang sudah Allah sediakan untuk kita tanpa kita mengusahakan untuk mendapatkannya, makanan dan minuman yang kita makan kesehatan, fisik yang lengkap, hadiah yang kita terima dan semua apa yang ada pada diri kita, itu sejatinya adalah rezki yang sudah mendapat jaminan dari Allah akan terpenuhi
“Tidak ada satu makhluk melata pun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya.” (Q.S. Hud : 6).
dan kadang rezki ini yang sering kita lupa untuk mensyukurinya
dan ada pula rezki yang memang harus kita usahakan seperti kendaraan, rumah, pakaian dan fasilitas yang bagus dan kadang rezki inilah yang selalu membuat manusia lupa dan lalai pada sang pemberi rezki, karena kadang mereka menganggap jika apa yang mereka miliki adalah atas dasar usaha mereka, tanpa mereka sadari jika itu semua ada campur tangan Allah di sana
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi (untuk mencari rezki dan usaha yang halal) dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”
(QS al-Jumu’ah:10).
Louis adalah bukti nyata jika kekayaan yang dimudahkan oleh Allah untuk mendapatkannya adalah hasil dari kerja keras, semakin banyak uang yang di dapat maka semakin besar pula usaha yang di keluarkan
"huufffttt"
aku membuang nafas dengan sedikit berat, mengingat setiap waktu dan usaha yang dia habiskan, tapi aku sangat bersyukur karena Louis tidak pernah lupa untuk menyediakan sebagian besar waktunya untuk menabung pahala
"kapan liburnya....?"
aku bertanya dengan tangan yang masih asik memainkan bibir Elio yang sedikit terbuka, ku arahkan telunjuk ku untuk mendorong bibir bawahnya agar menutup sempurna, tapi tak lama aku melepaskannya, dan mengulang gerakan itu hingga Elio sedikit terganggu dan menggerakkan bibirnya seperti sedang menyecap udara kosong
aku sedikit terkejut saat mendapati Louis sudah berada di tepi kasur, dia mencondongkan tubuhnya untuk memberi ciuman bertubi-tubi pada pipi gembul Elio hingga membuat Elio mengangkat tangannya dan mencoba menepis Louis dengan gerakan asal
bukannya berhenti Louis malah dengan sengaja menanamkan satu ciuman yang tidak bisa dikatakan ringan hingga membuat Elio memalingkan tubuhnya dan bersiap untuk menangis
"ya Allah jail banget sih, bangun loh nanti"
aku mencoba untuk memenangkan Elio yang bersiap untuk menangis agar kembali tidur nyenyak
"habisnya gemes, kepala ku hampir botak tadi"
Louis sudah bersiap untuk meluncurkan aksi jail-nya pada Elio, dengan cepat tangan ku menghalangi pipi Elio dengan tangan ku, bisa kacau kalau Elio bangun!
aku merasakan kecupan riangan di punggung tangan ku sesaat sebelum Louis menegakkan tubuhnya
"balas dendam ceritanya...? nggak baik tau"
"hihihi"
aku hanya menggeleng pura-pura prihatin dengan tingkahnya yang malah menampakkan senyum tipis
"bicara liburan, kalau nanti Zu sudah sehat, insyaAllah kita liburan"
Louis duduk di tepi tempat tidur dan menggapai tangan ku yang tengah menepuk halus paha Elio dan membawanya dalam genggamannya yang hangat
"di sekitaran sini, lihat-lihat Itali"
"emang ada apa disini....?"
aku bertanya dengan ekspresi penasaran yang di buat-buat
"ada banyak dong"
Louis menjawab dengan gerakan yang hampir membuat ku menyemburkan tawa, dia dengan jail-nya menggerakkan alis tebalnya keatas dan kebawah dengan gerakan konstan
ya Allah, sepertinya aku harus mulai terbiasa dengan sikapnya yang satu ini
"gimana....? mau kan....?"
"boleh"
...~TBC~...
... “Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik, (yaitu) syurga ‘Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka, di dalamnya mereka bertelekan (diatas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu. Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab. Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezki dari Kami yang tiada habis-habisnya....
... “ (QS. Shaad: 49-54)...