
...**Takdir**...
...*...
...*...
...*...
Dekapan hangat Louis menyelimuti tubuh ku dan sentuhan mungil tangan Elio menyapu halus perut ku yang kini mulai sedikit tenang
mata ku menatap sayu pada Elio yang ikut bergelung di samping ku,
"Louis, Altey's here"
(Louis, Altey sudah disini)
Suara Daddy menginterupsi kami. di belakang Daddy berdiri seorang dokter yang sudah siap dengan stetoskop dan peralatan lain di tangannya
bicara soal dokter, sepertinya Daddy selalu menyediakan satu Dokter untuk menemani di setiap perjalanan udara yang kami lakukan
hal itu membuat ku kembali mengingat kejadian saat Louis menculik ku waktu itu, disana juga sudah ada Dokter yang selalu siaga
Altey mendekat ke arah kami, dengan sopan meminta izin kepada Louis untuk memeriksa keadaan ku
saat stetoskop itu akan singgah di perut ku, dorongan yang sangat kuat mendesak lambung ku, hingga tidak bisa dihindari. Membuat ku berdiri dengan gerakan cepat untuk berlari mencari pintu kamar mandi, atau apapun yang bisa ku gunakan untuk mengosongkan lambung ku.
aku berlari dengan acak hingga sampai di dapur. disana ada tiga orang pramugari tengah menyiapkan makanan
aku tidak lagi sempat meminta maaf, apalagi meminta izin untuk menggunakan wastafel.
yang saat ini terlintas di benak ku hanya bagaimana caranya mengosongkan lambung ku yang terasa penuh
hingga membuat ku dengan gerakan asal meraih kran air dan berdiri di samping salah seorang dari mereka yang terkejut dengan kedatangan ku. dan aku sangat bersyukur saat dia dengan murah hati mau berpindah tempat tanpa protes
"Zu~" Louis datang menyusul dan membantuku untuk meringankan rasa mual yang tenga menderaku saat ini
tangan nya dengan lembut memijat tengkuk ku dan memberikan sapuan lembut pada punggung ku yang menegang
entah berapa lama aku mencoba mengosongkan lambung ku, yang ku tau saat ini aku tengah menumpukan sebagian besar beban tubuhku pada pinggiran wastafel
"Does Mrs. Aslan often have nausea and vomiting?"
(apakah nyonya Aslan sering mengalami mual dan muntah?)
aku dengan samar mendengar pertanyaan dari dr.Altey
"She started vomite frequently since two days ago, after being discharged from the hospital "
(dia mulai sering muntah sejak dua hari yang lalu, setelah keluar dari rumah sakit)
Louis menjawab dengan suara lirih, namun masih bisa didengar dengan jelas oleh dr.Altey
"Has mrs. Aslan ever had a head injury before?"
(apakah nyonya Aslan pernah mengalami benturan kepala sebelumnya?)
ini kenapa sesi tanya jawabnya malah berlanjut, di dapur lagi, Astaghfirullah ini konsepnya bagaimana coba?
"I will talk to you after this"
(aku akan berbicara dengan Anda setelah ini)
setelah Louis mengatakan itu, semua orang yang awalnya berkerumun di dekat pintu dapur kembali keruang tamu ? atau ruang meeting? yang pasti mereka kembali ketempat dimana aku dan Elio menonton kartun sebelumnya
"kita pindah ya...?" tangan Louis terulur mengangkat kepalaku yang ku tumpukan pada pinggiran wastafel.
tangannya yang kokoh merengkuh tubuhku yang sudah tak lagi memiliki energi. sebelum kemudian mengangkatnya dan melangkah membawa ku yang kini berada dalam rengkuhannya entah menuju kemana, aku tak lagi sanggup untuk memikirkan kemana Louis akan membawa ku
setelah beberapa saat berlalu, tubuh ku dengan pelan di baringkan diatas kasur empuk yang nyaman
Altey kembali mendekat ke arahku setelah mendapat persetujuan dari Louis, namun saat Altey akan kembali memeriksa perut ku rasa mual itu kembali datang, saat aku akan kembali turun dari tempat tidur, Louis mendekat dan dengan lembut meminta Altey untuk menunda kembali pemeriksaan
"tidak, Zu hanya mual, semu isi perut Zu sudah keluar, sudah tidak ada yang bisa di keluarkan lagi, tapi boleh Zu tidak di periksa, setiap Altey periksa Zu, rasanya sangat mual dan ingin muntah"
entah apa yang terjadi sebenarnya, aku merasa baik-baik saja asal Altey tidak memeriksa ku, tapi saat Altey mendekat rasanya sangat mual dan desakan untuk mengeluarkan semua isi perut ku luar biasa besar
"baiklah Zu istirahat dulu, sebentar lagi kita akan sampai, aku tinggal sebentar untuk berbicara dengan Altey"
Louis hendak beranjak namun kembali terhenti saat melihat tangan ku yang menarik tangannya dengan tarikan ringan
"ada apa? Zu butuh sesuatu?" Louis kembali bertanya dengan tangan yang mengusap pelan pucuk kepala ku
"Zu mau peluk Elio"
"Mommy" saat mendengar namanya di panggil, Elio muncul dari balik punggung Louis dan mencoba memanjat tempat tidur, dengan sigap Luca membantunya
mereka semua berpindah ke area ruang pertemuan meninggalkan ku berdua bersama Elio
tak berapa lama, Louis datang menemui ku. mungkin dia sudah berbicara dengan Altey
"hi, bagaimana kondisi Zu sekarang?"
"Zu sudah lebih baik"
"Lima menit lagi kita akan lending,Zu mau ikut ke tempat acara atau mau di hotel?"
Louis kini duduk di samping ku, membetulkan letak Elio yang tidur di samping ku, hanya berbaring tanpa melakukan apa-apa membuat Elio mengantuk, jadi aku memintanya untuk tidur di pangkuan ku.
"Zu sudah baik-baik saja, insyaAllah bisa ikut ke acara Elisa dan Luca" aku memberinya senyum meyakinkan jika kondisi ku saat ini sudah baik-baik saja
"baiklah, tapi jika nanti Zu merasa ada yang aneh bilang oke...?"
"siap" aku menyatukan jari telunjuk dan jari tengah ku untuk memberinya salam ala-ala
suara operator terdengar kembali, memberitahukan jika kita akan landing
"bisa berjalan, atau mau aku gendong" Louis menawarkan bantuan yang pastinya bukan hanya basa-basi
"insyaAllah Zu bisa jalan sendiri, tapi bisa tolong gendong Elio...?"
Tampa menunggu lebih lama Louis membantuku berdiri terlebih dahulu sebelum mengangkat Elio kedalam gendongannya
sedangkan tangannya yang kosong dengan cepat merengkuh pinggang ku untuk berjalan berdampingan di sisinya
kami berjalan menuju anggota keluarga yang lain yang sudah bersiap menuju pintu keluar
Mommy dan Daddy keluar lebih dulu, di susul oleh Luca dan juga Elisa. baru aku dan Louis berada dibarisan paling belakang
saat sudah berada di tangga terakhir aku mengedarkan pandangan ku, di sana si kembar melambaikan tangan kearah kami, mereka sudah berada di dalam salah satu mobil yang terparkir di area dekat parkir pesawat yang kami tumpangi.
bagaimana mereka bisa berada di sini...? bukankah ini area khusus...?
walau bukan sesuatu yang mengagetkan memang di bandingkan dengan keganjilan lain yang sering kelurga ini lakukan, tapi mau tak mau pertanyaan itu sering muncul dalam benak ku
"Zu ingat, jika Zu merasa tidak enak badan, Zu segera beri tau Louis, mungkin mommy dan Daddy tidak akan bisa terlalu membantu nanti, dan jangan coba-coba untuk menahannya. segera beri tahu Louis jika ada yang tidak beres. mengerti ?"
Mommy berpesan sebelum naik kedalam mobil yang berada tepat di depan mobil yang akan di tumpangi oleh Luca dan Elisa
"take care of your wife, and you guys be nice, ok?" Daddy berpesan pada Louis dan juga si kembar yang di balas dengan acungan ibu jari dari mereka. setelah memastikan semuanya baru Daddy mengikuti Mommy untuk naik kedalam mobil
mobil melesat membentuk iring-iringan menuju pintu keluar bandara, sebelum kemudian berpencar dengan diikuti dua mobil dari bodyguard Daddy dari setiap anggota keluarga
kami berkendara secara terpisah menuju tempat acara. entah apa alasannya aku tidak terlalu mengerti
...*...
...*...
...*...
...~TBC~...