
...******...
...*...
...*...
...*...
ya Allah telinga ku panas!
aku mengadu pada Allah berkali-kali, karena ini, Astaghfirullah
saat berulang kali mendengarkan penjelasan Cleo tentang jenis garpu, sendok dan pisau serta kegunaannya masing-masing
aku bahkan mengucapkan maaf berkali-kali saat salah sebut dan salah ambil alat-alat itu
aku tidak hanya kasihan pada telinga ku
tapi aku juga kasihan pada Cleo yang menjelaskan berulang ulang
herannya, apa Cleo tidak merasa haus ya....? dari tadi bicara terus
tenggorokan ku saja sudah kering
ya Allah Zu ingin nangis rasanya, ini sudah satu jam setengah berlalu dan ini semua belum berakhir, punggung ku sakit dan duduk ku sudah tak bisa lagi tegak, ini sudah terasa panas bahkan
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh"
"ikom"
Louis datang dan menghampiri ku bersama Elio yang bertengger manis di pundaknya
Louis mendekat dan dan aku menyambutnya memberi salam dengan mencium punggung tangannya dan menyentuhkannya ke dahi ku
setelahnya aku beralih memberi kecupan lembut pada Elio yang di balasan sapuan lembut dari Louis di pucuk kepala ku dan ciuman penuh bonus air liur Elio di pipi ku
"silahkan di lanjutkan, maaf mengintrupsi"
Louis sudah hendak beranjak meninggalkan ku, dengan cepat tangan ku menarik kemejanya hingga membuat langkahnya terhenti
"ada apa...?"
Louis bertanya setelah kembali menghadap ke arah ku
aku tidak menjawab, tapi aku menatapnya penuh permohonan, berharap Louis bisa memahami itu, dan menyelamatkan aku dari siksaan tak berdarah ini
"mau berhenti....?"
Louis bertanya dengan suara lirih
tapi aku yakin Cleo dan Belle juga mendengar itu
aku mengangguk dengan penuh antusias, seperti mendapat hadiah yang sudah lama ku impikan
"baiklah, kalian bisa lanjutkan besok untuk class ini, untuk Ms.Ysabelle, classnya bisa di mulai setelah makan siang"
aku sudah hendak protes, tapi kembali ku urungkan saat mendengar ultimatum dari Louis
"kasihan Mommy yang sudah menyiapkan"
pundak ku kembali merosot setelah tadi sempat tegak karena bahagia
"baik lah"
aku harus berpuas diri dengan keputusan itu, setidaknya aku bisa terbebas dari pelajaran tata krama hari ini
aku hanya berharap memilih baju tidak semenyusahkan memilih alat makan
otak ku rasa ya sudah tidak sanggup, aku lebih baik menghafal kosakata bahasa Arab daripada harus menghafal juga fungsi dan kegunaan model baju, ampun, ampun
alat makan saja yang memiliki yang sama sudah membuat ku pusing
apalagi baju
hanya karena beda letak jadi beda cara penggunaannya
kalau baju....?, beda warna beda cara pakainya atau bagaimana.....?
tau ah pusing!
astagfirullah haladzim, nyebut aku tuh
aku kadang bingung dengan sifat manusia yang satu ini, saat Allah memberi mereka banyak kemudahan, kenapa mereka malah mengambil jalan yang sulit....?
Allah sudah memberikan aturan yang lengkap, aturan yang sempurna, tapi kenapa banyak di antara manusia yang malah bersusah paya menyibukkan diri mereka dengan aturan yang mereka buat sendiri....? aturan yang bahkan belum tentu baik untuk mereka, atau yang lebih parahnya lagi aturan itu buruk untuk mereka
misalkan saja dalam aturan yang mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri, masalah makanan dan pakaian, Allah sudah memberikan aturannya, Allah melarang kita memakan dan meminum makanan haram, tapi masih banyak manusia yang melanggarnya
bahkan ada makanan dan minuman yang di haramkan oleh Allah untuk di konsumsi tapi mereka malah membuat aturan dimana makanan dan minuman itu harus wajib ada pada satu acara
wine misal, atau alkohol bukan hal yang tabu bahkan di beberapa tempat
setelah itu apa....?, mereka mabok, lupa diri, tidak terkontrol dan melakukan hal-hal aneh bahkan sampai melakukan hal kriminal yang menyusahkan dirinya juga orang di sekitarnya
aku membuang nafas pasrah, Aku hanya bisa meminta dan menego Mommy agar tidak meminta ku melakukan hal-hal aneh lainnya lebih dari belajar tatacara makan dan memilih baju
aku setuju pun karena Mommy mengatakan ini semua hanya untuk kali ini saja, dan Mommy berjanji jika cara besok tidak lebih dari makan malam bersama keluarga
dan aku yakin Louis tidak akan membiarkan aku melakukan sesuatu yang Allah tidak suka
"sabar ok, kali ini saja, jangan lupa minta Berta untuk siapkan makan dan minuman untuk mereka, aku keruang kerja dulu"
"in sya Allah, Elio, want to play with Mommy....?" (in sya Allah, Elio, mau bermain bersama Mommy....?"
aku mengulurkan tangan ku meminta Elio menemani ku
Elio langsung menyambutnya setelah menanamkan kecupan di pipi Louis
tumben sekali pakai cium pipi, padahal Louis tidak akan pergi ke mana-mana, dia hanya akan mendekam di keruang kerja bersama kertas-kertas tercintanya
"sabar orang sabar Allah sayang"
kembali Louis memberikan sapuan lembut di pucuk kepala ku sebelum meninggalkan aku dan menghilang masuk ke ruang kerja
aku mengalihkan pandangan ku pada Cleo dan Belle yang sama-sama duduk dengan posisi yang suka-suka mereka, sepertinya mereka langsung lupa dengan pelajaran etika barusan, jangan kan muridnya, gurunya juga sama saja
aku beranjak menuju menuju dapur dan meminta tolong pada Berta untuk membawa cemilan untuk Cleo dan Belle, dan meminta tolong untuk sekalian dibuatkan makan berat untuk mereka terutama Cleo, dia setelah ini langsung kembali ke kota
aku belum berani untuk mencoba kembali masak di dapur setelah Subuh tadi masih mengalami serangan sisa mabuk laut kemaren, aku bahkan hampir menumpahkan ini perut ku di samping Louis yang masih tertidur
beruntung, semakin siang bertambah terik, mualnya semakin berangsur mereda
aku bahkan sempat berfikir untuk tidak ikut acara Mommy besok malam, dan menjadikan mabuk laut sebagai alasan
tapi hal itu ku urungkan saat mendengar perkataan Mommy
" tenang saja, kita tidak akan menaiki kapal laut, tapi kapal terbang"
entah dari mana Mommy tau kosa kata "kapal terbang", aku yang orang Indonesia asli sudah tidak pernah menggunakan kata itu
kata pesawat, lebih ramah dengan imajinasi otak ku, dari pada aku membayangkan kapal laut yang terbang di udara sara mengatakan kata itu....?
seandainya aku punya alasan yang lebih baik dari pada mabuk laut, yang lebih bisa di terima oleh Mommy, aku akan sangat bersyukur jika ada
entahlah, aku pusing belum lagi harus menghadapi penjelasan Belle nanti siang, lebih baik aku bermain dulu dengan Elio
mencoba mengurai penat dengan tingkah Elio yang menggemaskan
apalagi saat ini Elio tengah menjelma menjadi dokter mini dengan stetoskop mainan yang tergantung asal di pundaknya
dan aku sedang berbaik hati untuk menjadi pasiennya
"Elio, are you going to be dokter when you grow up...?" (Elio, apa Elio mau jadi dokter kalau sudah dewasa...?)
Elio menghentikan gerakannya yang tengah menyuntik punggung tangan ku dengan spuit mainan
"Mommy, when...I became a doctor's did I still get shot...?" (Mommy, saat.... aku menjadi dokter apa aku tetap harus di suntik....?)
"hah...?, of course, if you are sick, get fever or have stomachche, you will be injected if you have to be" ( hah...? tentu saja, jika Elio sakit, demam, sakit perut, Elio akan tetap di suntik jika memang perlu)
"oh no, why....? I am a docter, isn't the doctor who has to give the injection....?"(oh no, kenapa.....? sayakan dokter, bukannya dokter yang harusnya menyuntik orang....?)
maksudnya gimana tu....?
kalau dokter sakit nggak perlu disuntik atau bagaimana maksudnya....?
sejak kapan ada rumus yang seperti itu...?
"yup, but doctors also need some treatment by other doctors, they can't inject their self"
(yup, tapi dokter juga butuh perawatan oleh dokter lain, mereka tidak bisa menyuntik diri sendiri)
"I don't want to be doctor, then" (Aku tidak ingin menjadi dokter, kalau begitu)
gagal paham aku sama Elio, maksudnya dia mau jadi dokter agar tidak disuntik....?
memangnya sejak kapan kalau dokter sakit mereka tidak butuh dokter yang lain....?
ya Allah bisa gitu....?
"but, if you to be doctor you can help alot of people" (tapi kalo jadi dokter bisa bantu banyak orang)
"no, I don't want to be doctor, I want to be like Daddy, he has hospital already, so he can help people with it" (tidak, saya tidak ingin menjadi dokter, saya ingin seperti ayah, dia sudah memiliki rumah sakit, jadi dia bisa membantu orang dengan itu)
"who's tell you that....?" (siapa yang memberi tau Elio tentang itu....?)
"Daddy"
"which one....?" (yang mana...?)
"big Daddy"
ya Allah bisa gitu....?
...~TBC~...