Thaha

Thaha
Mommy and the gang




...******...


...*...


...*...


...*...


pagi ini rumah bertambah ramai dengan kedatangan salah seorang asisten Mommy dan juga guru tatak ramah...? mungkin atau ada sebutan lain....? aku tidak pernah tau ada guru khusus untuk itu


seperti yang sudah Mommy sampaikan tadi malam saat makan malam, jika Mommy berencana untuk mengajarkan cara makan yang baik dan benar sesuai dengan standar orang-orang kalangan atas


emang apa bedanya....?


orang tinggal makan


baca do'a


pakai tangan kanan


tinggal lep


jangan lupa kunyah sampai halus


hal sesimpel itu kenapa butuh guru segala....?


beruntung Mommy tidak memaksa ku belajar cara berjalan dan berdansa, setelah ku jelaskan tentang bagaimana Islam memandang wanita


bukan masalah berjalan atau menarinya sebenarnya yang menjadi masalah


tapi menari untuk siapa.....? itu yang menjadi soal


kalau menarinya di depan suami tentu itu hal yang bagus


lah kalau menarinya didepan laki-laki yang bukan suami kita ...?


cari dosa itu namanya


masalah jalan....?


aku rasa cara jalan ku sudah sangat baik dan benar, tentu saja ini di sesuaikan dengan bagaimana Islam memandang


kalau untuk cara jalan yang berlenggak lenggok seperti model catwalk,.....?


mohon maaf, pinggul ku terlalu berharga jika untuk di pamerkan pada mereka yang bukan suami ku


bukannya aku menganggap pinggul model itu tak berharga


bahkan sekali jalan saja mereka di bayar jutaan atau bahkan ratusan juta, tentu itu bukti nyata kalau pinggul model itu sangat berharga


makanya berharga ku simpan pinggul ku hanya untuk suami ku, Louis tentu saja!


maksud ku, aku hanya tidak ingin melanggar aturan Allah yang sudah sempurna, yang melarang wanita untuk menghentakkan kaki mereka saat berjalan, apa lagi melenggak-lenggok kan pinggul


cukup Louis saja yang melihat lenggokan itu, itu lebih aman dan sesuai aturan Islam


lebih aman dari fitnah juga, bukan begitu....?


kalau masalah cara makan dan tatak rama.....?


itu mungkin masih bisa ku ikuti, asalkan tidak melanggar hukum Syara' aku tak masalah dengan itu


jangan sampai aku di ajarin cara minum dan memegang gelas wine yang baik dan benar


itu sudah jelas masuk list hitam, yang artinya, mohon maaf ku tolok duluan dari pada-dari pada


ya kali aku aku minum wine


kalau jus Anggur aku mau


kalau wine....?


tenggorokan ku sudah tertutup rapat sepertinya


dari pada sholat ku 40 hari tidak di terima, mending aku mundur langsung


aku menerima tawaran Mommy setelah melewati diskusi panjang dan rayuan maut yang ku keluarkan, seimut dan semanis mungkin, untung waktu itu aku hanya berdua dengan Mommy saat yang lain sudah selesai makan


aku masih cukup waras untuk melakukan itu saat banyak orang, apalagi di depan Daddy dan Luca...? itu mengerikan!!


Leo dan Leora sedan tidak di rumah, Leo sudah kembali ke Indonesia sedang Leora sedang dirumah paman Ale, kata Mommy Leora memang sering main ke sana, putri paman Ale adalah salah satu sahabat Leora


coba Leora ada di sini, setidaknya aku akan punya teman sependeritaan dan sepenanggungan


tidak seperti sekarang


bahkan Louis dan Elisa lebih memilih bekerja dari pada menemani ku


Mommy....? ikut dengan Daddy


Elio.............? di kembali menempel pada Louis


dan disinilah aku saat ini, bertarung sendiri menghadapi pasukan Mommy yang lebih mengerikan daripada pasukan tempur tentara negara tetangga


aku menelan ludah dengan susah payah saat melihat banyaknya peralatan makan yang tersaji di depan ku



"silahkan duduk, Signora"


aku tidak menyangka dia bisa bahasa Indonesia, atau mungkin dia orang Indonesia.....? mungkin saja, ingatkan aku untuk bertanya padanya nanti


"duduk....? di sini....?"


aku bertanya seperti orang linglung


"kakak orang Indonesia....?"


aku bertanya bukan untuk basa basi, selain untuk berkenalan aku juga ingin mengulur waktu lebih lama


istilahnya pemanasan dulu lah, sebelum otak ku panas beneran karena terlalu banyak menghafal garpu dan sendok


"iya kak, saya dari Indonesia, dari Jakarta, kakak orang Indonesia...? dari kota mana.....?"


"saya dari Surabaya, ini semuanya untuk makan.....?"


aku menunjuk barang pecah bela yang menghampar indah di hadapan ku


"iya dong kak, untuk makan, kan ini peralatan makan"


dia tersenyum dengan lebar, mungkin merasa lucu dengan pertanyaan ku yang sejatinya tidak perlu ku tanyakan


"nama kakak siapa..?, Aku Zu"


aku mengulurkan tangan ku


"aku Cleo"


Cleo menyambut uluran tangan ku dengan disertai senyum lebar, sepertinya Cleo termasuk gadis yang murah senyum


"and you, what's your name...?"


aku bertanya pada perempuan cantik dengan pakaian sederhana tapi sangat modis dan kekinian, dia tampak masih sangat muda


"my name is Ysabelle, Signora"


dia menyebutkan namanya tanpa kendala, sedangkan lidah ku langsung kaku saat akan mengulang nama itu


bagaimana tadi cara membaca dua huruf depannya....?


"can I call you Belle....?" (bisakah aku memanggil mu Belle....?)


"sure" (tentu)


"and you can call me, Zu" (dan kamu bisa memanggil ku, Zu)


"Zu"


aku mempersilahkan Belle untuk duduk di samping ku, di depannya juga sudah terdapat set peralatan makan yang sama seperti ku


setidaknya aku bisa berbagi kesusahan itu dengan Belle


maaf Belle, bukannya aku jahat, aku hanya butuh teman yang akan memahami keinginan ku untuk berhenti seandainya kepala ku sudah mulai sakit


setidaknya aku ada teman untuk protes pada Cleo


Cleo mulai dengan pelajaran tentang postur tubuh dan cara duduk yang baik


berulang kali dia membenarkan posisi pundak dan punggungku yang akan kembali pada posisi semula setelah beberapa detik berlalu


"posisi"


kembali tangan Cleo menegakkan pundak ku yang tiba-tiba merosot kembali ke posisi semula


sepertinya gaya gravitasi bumi saat ini sedang sangat kuat


jangan tanyakan bagaimana nasib Belle, dia sama saja seperti ku!


ya Allah, kenapa manusia suka sekali membuat sesuatu yang mudah menjadi ribet


tinggal duduk saja kenapa ribet sekali....?


suara Cleo kembali terdengar saat menjelaskan cara membuka kain lap...? atau apa namanya....? ya Allah ya Karim, aku lupa tadi Cleo bilang apa


Cleo kembali melanjutkan penjelasan bagaimana cara meletakkan kain itu dengan benar


ya Allah ribet!


demi apa ini coba...?


ngibas kain lap saja harus ada aturannya


tinggal ambil


buka


Kibas


lap mulut, lap tangan


beres


ini kenapa jadi ada aturan harus dibuka dari ujung ini, ujung itu, kibasnya begini, kibasnya begitu


nyebut ya Allah, nyebut, nyebut, Astaghfirullah haladzim


aku bahkan tertawa saat melihat kain lap Bella yang melayang mengenai muka Cleo


tentu saja Cleo langsung menegur ku


"tidak boleh tertawa dengan lebar, Signora. kalau mau tertawa harus elegan, suara malu-malu, dengan tangan yang menutup mulut, gigi tidak boleh terlihat"


Astagfirullah, aku hanya tertawa lebar bukannya terbahak-bahak, bahkan Rasulullah pernah tertawa hingga menampakkan giginya, ya Allah gini banget ya jadi orang kaya


mungkin ini karena mereka takut potongan cabai yang menempel di gigi kelihatan kali ya....? atau bagaimana.....?


ini namanya menyusahkan diri!


masak ia aku harus menahan tawa seperti itu....? mana puas....?


"maaf, tidak sengaja"


"don't laugh at me, please" (jangan menertawai ku, ku mohon)


aku menatap pada Belle yang sedang menunduk menyembunyikan tawanya


"tertawa dengan elegan Elle!"


"sorry ma'am"


aku berusaha menutup bibir ku dengan kuat agar tidak tersenyum saat melihat Belle yang kembali menegakkan duduknya dan menetralkan ekspresi wajahnya


ya Allah kapan berakhirnya ini....?


...~TBC~...