Thaha

Thaha
hospital romance.....? 3



"mungkin nanti"


aku menyetujui usulan Louis untuk menanyakan kisah Elio dan orang tuanya langsung pada Elisa


dari pada nunggu Louis yang cerita


bisa tua penasaran akunya


aku kembali memperhatikan Elio yang dengan mudah mengingat dan membaca setiap huruf hijaiyah yang ada di sana


"Elio, say Bismillahi Ar- Rahmani Ar-rahimi"


"Bismillahiyohmaniyohim"


apakah Elio tidak bisa membaca "R" dengan fasih.....?, padahal saat berbicara dalam bahasa Inggris aku dapat mendengar nya dengan jelas dan aku bisa memahami perkataannya


apa karena ini bukan bahasa Inggris, makannya dia tidak bisa berbicara lancar....?


aku jadi penasaran bagaimana Elio saat berbicara dengan bahasa Indonesia yang pengucapan "R" nya sangat jelas


sepertinya harus di coba, Astagfirullah, maafkan sifat jail Zu ya Allah


"can you read this...?"


aku bertanya dengan mata berbinar penuh harap, aku sangat penasaran sampai mana batita menggemaskan ini belajar mengajinya yang dia sebut "nadi" tadi, jangan bilang jika Elio juga tidak bisa bilang "ng".....?


itu adalah bagian kata yang penting dalam bahasa Indonesia


bahkan "penting" saja menggunakan "ng" di akhir katanya


"fa to" aku hampir menyemburkan tawa ku saat Elio membaca "qo" dengan bacaan "to"


jangan lupakan bibirnya yang maju beberapa centimeter


apa sesulit itu....?


"jangan di ledek"


Louis menegur ku saat aku berusaha keras menyembunyikan tawa ku


"aku tuh nggak ngeledek cuma lucu"


aku mencoba mengelak walau tak sepenuhnya perkataan Louis salah, karena ada sedikit rasa ingin tertawa dengan sangat kencang saat mendengar bagaimana Elio berusaha keras mengeluarkan kata itu dari bibir mungilnya


"good job"


berbeda dengan ku yang coba menahan gemas, Louis malah memberikan pujian atas kerja keras Elio, Daddy yang baik


tak mau kalah akupun melakukan hal yang sama


"so smart, I love you"


satu kecupan tulus ku labuhkan di pucuk kepala mungil Elio


"tired, Daddy"


Elio berpaling menghadap Louis dan menyerahkan tablet dalam genggaman tangan mungilnya pada Louis


dan yang membuat ku tak lagi sanggup menahan tawa saat aku melihat bagaimana Elio seolah menyeka keringat di dahinya dengan tangan mungilnya, padahal dahi itu masih kering


"hahahaha, Masya Allah capek ya anak Mommy"


aku mencoba mengikuti lakon yang tengah diperankannya dengan ikut menyeka dahinya yang kering dengan tangan ku yang masih gemetar saat kuangkat agak tinggi


aku sangat ingin mengangkatnya dan memeluknya, tapi tangan ku tak cukup kuat untuk melaksanakan niat ku


"Mommy, thirsty"


Elio menjatuhkan kepalanya dan berbaring tepat di atas perut ku sedangkan aku meminta bantuan Louis untuk membuatkan susu dan sarapan untuk Elio


"boleh tolong buatkan susu dan sarapan Elio...?"


selain aku tidak bisa membuat makanan dan susu untuk Elio mengingat kondisi ku yang tidak memungkinkan, aku sebenarnya bingung makanan apa yang kiranya batita ini santap saat pagi hari....?


tanpa banyak bicara Louis langsung menuju tas besar yang berisikan perlengkapan Elio dan mengambil botol minum khusus anak yang sudah terisi susu bubuk di dalamnya dan juga mangkuk kecil lengkap dengan garpu dan sendok


aku mencoba mempelajari makanan apa saja yang Louis sediakan untuk Elio


dia membuat susu dengan air panas dan mengaduknya sebentar, sebelum di tambahkan air dengan suhu ruangan yang ada di dispenser


Louis beranjak menuju meja yang berada di depan sofa dan mengambil sepotong roti, setelahnya Louis memasukkan beberapa buah strawberry dan memasukkannya ke dalam mangkuk


sangat mencerminkan menu sarapan western yang khas


kalau orang Indonesia mah sarapan harus nasi, no debat!


"here"


Louis menarik meja khusus yang di gunakan pasien untuk meletakkan makanan dan mendorongnya mendekat


"sit down"


aku meminta pada Elio untuk menegakkan tubuhnya yang malah dengan santai rebah di atas pangkuan ku


"with Mommy"


Elio menolak saat Louis hendak meletakkan mangkuk makanannya dan juga botol susunya tepat di depannya


bahkan tangan mungilnya berusaha mengangkat mangkuk itu dengan tangan yang bergetar dan meletakkannya di atas pangkuan ku


dengan cepat Louis mengambilnya sebelum mangkuk dan susu itu tumpah


"with Daddy ok, Mommy can't do that, see Mommy's hands, they are hurt"


Louis mencoba menjelaskan pada Elio yang saat ini bibirnya sudah maju, dia hampir menangis


"don't cry, my little Aslan, Mommy Will help you later, em..?


Elio tidak jadi menangis walau sebutir air matanya sudah menetes, dengan pasrah dia menghadap pada Louis, dan merebut garpu yang tengah di pegang Louis


aku hampir tertawa jika seandainya tidak sedang kasihan dengan batita yang ceritanya pagi ini tengah merajuk


"Mommy aaak"


Elio menjulurkan garpu yang sudah tertancap buah strawberry di atasnya kearah ku


"Bismillah"


dengan ragu dan takut-takut aku menyuap buah itu kedalam mulut ku dan memakannya


rasa asam dan manis yang menjadi satu itu langsung menyebar di mulut ku hingga membuat ku memejamkan mata dan mengedikkan bahu


rasa asam sangat tidak cocok dengan lidah ku!


astagfirullah


"hahaha"


Elio dengan tanpa beban melepaskan tawanya yang melengking hingga membangunkan satu lagi penghuni kamar ini yang sedang bobok cantik


"morning, selamat pagi semua"


Leora menyapa dengan senyum ceria walau matanya masih bengkak dan sembab setelah bangun tidur


"selamat pagi"


"morning"


kami menjawab dengan kompak, bahkan Elio sampai berjingkrak girang


"dimana Leo....?"


Leora bertanya keberadaan saudara kembarnya dengan tetap berjalan lurus menuju kamar mandi


hal itu membuat ku bingung dan serba salah untuk menjawabnya


ini namanya dilema


kalau aku menjawab nanti Leora bertanya dengan pertanyaan selanjutnya sedangkan posisinya sedang berada di kamar mandi


kalau tidak di jawab juga akunya tidak enak hati


aku melirik pada Louis yang tampak santai membatu menyuap buah untuk di santap Elio


"Elio say, Bismillah"


"Bismillah"


dengan lahap Elio menyuap buah strawberry dalam ukuran besar dengan sedikit kesulitan saat menggigit buah itu karena ukurannya yang lebih besar dari buah strawberry pada umumnya


aku di buat tercengang dengan ekspresi Elio yang tidak menunjukkan tanda-tanda perubahan kecuali ekspresi wajah yang tampak serius saat memasukkan potongan-potongan besar buah strawberry kedalam mulut kecilnya


terlalu fokus memperhatikan Elio membuat ku lupa untuk menjawab pertanyaan Leora hingga yang bertanya keluar dari kamar mandi


"so, where's Leo.....?"


Leora kembali bertanya setelah mendekat kearah kami dan meraup satu buah strawberry yang ada di dalam mangkuk milik Elio


"no mine, aunty!!, uuuaaaaaaa"


Elio yang tak terima makanannya di ambil oleh Leora menangis kencang sebelum melempar mangkuk yang sudah kosong ke arah Leora


mangkuk itu di tangkap oleh Louis sebelum mengenai Leora yang sudah mengelak dan melenggang menuju sofa, tak lupa dengan aktifitasnya kembali menjaili Elio dengan menjulurkan lidahnya mengejek ke arah Elio yang membuatnya semakin berteriak kencang


"aaaaaa"


"Leora!"


Louis menegur Leora yang masih menjaili Elio yang semakin berteriak kencang, Elio bahkan sudah bersiap melempar botol susunya seandainya tidak di tahan oleh Louis


"Daddy, evil aunty, uuuuaaaa"


dengan semangat Elio mengadukan Leora pada Louis, jangan lupakan mata merah dan air matanya yang sudah mengalir


"it's ok, Daddy Will punish her"


Louis menjanjikan akan memukul Leora karena telah menjaili Elio


"now Daddy, now!"


Elio dengan tidak sabar menarik tangan Louis, bahkan dia dengan cepat memanjat keatas pangkuan Louis yang duduk di atas tempat tidur ku


tangan mungilnya melingkar erat pada leher Louis, kaki mungilnya menghentak dengan gerakan tidak sabar


"Daddy, now"


dia menunjuk ke arah Leora yang masih saja menjahilinya dengan menjulurkan lidah dan gerakan mengejek lainnya


aku disini hanya memperhatikan dan mencoba menenangkan Elio dengan bibir yang tertutup rapat


bukannya apa, kalau aku berbicara sedikit saja, yang ada bukannya menenangkan mungkin aku akan menyemburkan tawa yang sudah sejak tadi ku tahan


Louis berdiri mendekat kearah Leora dan memberinya pukulan pura-pura yang di respon dengan teriakan pura-pura pula oleh Leora


"aw, it's hurt"


Leora pura-pura kesakitan dengan ekspresi yang sedikit berlebihan menurut ku


hal itu sukses membuat Elio tertawa terpingkal-pingkal


drama bayi memang selalu menggemaskan


"breakfast time"


suara Leo menarik perhatian mereka yang kini tengah melakukan adegan balas dendam dengan Leora sebagai korban


...~TBC~...