Thaha

Thaha
Mommy and the gang.....3




...*****...


...*...


...*...


...*...


"Mommy, this one" (Mommy yang ini)


Elio datang dari balik deretan baju-baju cantik yang tergantung di standing hanger dengan menggeret sebuah dress hitam yang penuh dengan tile dan gliter, atau itu batu permata....? atau manik-manik....? Cristal....? aku tidak yakin yang mana



saat ini kami tengah berada di dalam walkin closet yang tersembunyi di balik pintu yang selama ini ku abaikan, padahal ruangan ini ada di dalam kamar Louis, dan setiap hari aku melaluinya tanpa rasa tertarik


siapa yang akan menyangka jika pintu itu adalah pintu ajaib dan bukannya sebuah hiasan kamar


saat pertama kali masuk ke tempat ini aku hampir mengira jika aku tengah memasuki tokoh pakaian mewah dari saking banyaknya pakaian yang tempat ini tampung


aku saja sampai bingung, untuk apa barang sebanyak ini....?


siapa yang akan memakai pakaian sebanyak ini.....? aku...? jangan bercanda!


sepertinya aku harus berbicara dengan louis tentang ini


ok, ingatkan aku tentang itu nanti


aku kembali fokus pada batita menggemaskan yang tengah berdiri di depan ku


"ya Allah"


aku menepuk dahi ku pelan


itu baju mahal nasibnya sudah seperti kain lap saja di tangan Elio, Astagfirullah haladzim


aku berjongkok untuk menyamakan tinggi ku dengan Elio yang tengah tersenyum lebar dan menjulurkan tangan mungilnya yang tengah kesusahan mengangkat dress yang tentu saja jauh dari kata sanggup untuk ia pegang sepenuhnya


"do you want me to try this one....?" (apakah Anda ingin saya mencoba ini....?)


"yes"


"ok, let's try this one" (ok mari kita coba)


aku mengambil dress itu dan menunjukkannya pada Belle, yang tentu saja di tolak mentah-mentah oleh Belle, bagaimana mungkin Belle mengizinkan aku untuk menggunakan gaun glamor yang sedang ku pegang saat ini....?dimana seharusnya aku memakai dress casual sesuai dengan materi yang dia sampaikan beberapa saat lalu


tugas pertama dari Belle, dia meminta ku untuk memilih pakaian casual lengkap dengan semua aksesoris nya


"no, you can not , this time for casual dress" ( tidak, anda tidak bisa memakai itu, saat ini waktunya untuk memilih casual dress)


"it's ok, I got it" (tidak apa-apa, aku sudah mengerti)


aku menunjukkan tangan ku yang membentuk tanda ok pada Belle


"ok, let's try this on" (ok, mari kita coba)


aku membawa dress yang Elio pilih di tangan kanan ku dan Tangan mungil Elio di tangan kiri ku


"you say that you got it, so, why you bring that dress in your hands......?" anda mengatakan kalau anda sudah mengerti, tapi mengapa anda membawa dress itu....?)


"coz my lovely son wanna see me wear this" (sebab putra tercinta ku ingin melihat ku memakai ini)


aku tersenyum dengan sangat lebar tanpa menampakkan gigi ku


dan Belle hanya bisa pasrah dengan menepuk dahinya pelan


aku meminta Elio untuk duduk di sofa kecil sebelum berlalu menuju ruang ganti


tak lama setelahnya aku keluar dengan baju pilihan Elio terpasang sempurna membalut tubuh ku, ternyata baju ini memang seberat yang ku fikirkan dan tentu saja tidak nyaman, bagian atasnya sedikit sempit


baju ini memang sangat besar dan lumayan menggunakan banyak kain, tapi kenapa hanya di bagian bawahnya saja yang besar....? dan kenapa bagian badan bajunya kecil sekali....?


ya Allah, sepertinya designer nya salah mengukur atau bagai mana.....?


aku berdiri di depan Elio dengan menggerak-gerakkan bagian bawahnya yang mengembang sempurna


demi apapun, ya Allah ini baju berat banget


"how's do I look....? am I pretty.....?" ( bagaimana penampilan ku....? apakah aku cantik....?)


Elio tidak menjawab tapi kepalanya mengangguk berulang kali


"Mommy always look pretty" (Mommy selalu cantik)


Elio tidak langsung menjawab dia malah mengulurkan tangannya dan meminta ku untuk menggendongnya


dengan sedikit kesusahan aku mencoba meraihnya dalam gendongan ku


dress ini bahkan sedikit susah untuk di bawa menunduk ataupun berjongkok, apalagi untuk membawa Elio dalam gendongan ku


Belle tertawa lirih saat melihat ku sedikit kesusahan untuk berjongkok dan menggendong Elio


"This is the first time I have seen a woman in a glamorous gown trying to hold a baby, and get trouble with that, hahaha" (ini adalah kali pertama saya melihat seorang wanita dengan gaun yang glamor mencoba untuk menggendong bayi, dan kesusahan untuk itu, hahahaha)


"are you happy with that...?" (Anda senang melihatnya....?)


"yes, absolutly!" (iya, tentu saja!)


" haha..., it's glad if you happy, could you please help me now...?" ( haha..., aku senang jika anda bahagia, bisakah anda membantu saya sekarang....?)


ya Allah orang lagi kesusahan juga bukannya di tolongin.....?, puas banget rasanya dia tertawa melihat ku kesusahan, Astaghfirullah memang teman yang baik!


"sorry.... sorry.... sorry, let me help you" ( maaf.... maaf....maaf, sini ku bantu)


Belle mendekat dan mencoba untuk membantu Elio agar lebih mudah ku gendong, namun sayangnya Elio malah menolak untuk Belle angkat


"no, thank you......, Mommy" (tidak, terimakasih,...... Mommy)


tarikan tangan mungil Elio mengalihkan perhatian ku yang semula mencoba membetulkan bagian bawah dress yang ku gunakan setelah berhasil berdiri dengan tegak kembali


"why....?" ( ada apa.....?)


"I don't like this dress, take it off" (aku tidak suka dress ini, buka Mommy)


"why, you say that I look pretty wearing this" (kenapa, tadi Elio bilang Mommy cantik kalau pakai ini)


"no Mommy, take it off, take it off, take it off" (tidak Mommy, buka, buka, buka)


"ok, ok, ok, I Will take it off" (ok,ok,ok Mommy buka)


aku kembali keruang ganti untuk melepas dress yang sedikit membuat ku kesusahan saat berjalan dan sedikit takut sebenarnya, aku takut tersandung kainnya yang panjang


inilah mengapa Islam tidak menyukai hal yang berlebihan, karena sesuatu yang berlebihan belum tentu baik, bahkan dalam hal ibadah sekalipun


yang perlu kita lakukan adalah menjalankan semuanya sesuai dengan aturan Islam, aturan Allah


melakukan apa-apa yang Allah suka dan meninggalkan apa-apa yang Allah benci


bukankah Allah sudah menjadikan Islam sebagai agama dan aturan yang lengkap dan sempurna bagi manusia


dalam hal berpakaian misalnya, Allah sudah mengatur itu dengan begitu sempurna jilbab dan Khimar adalah pakaian wajib bagi wanita untuk di kenakan saat keluar rumah


Syaratnya pun tidak banyak, yang penting irkhok (panjang sampai menutupi kaki), wasik (luas tidak membentuk lekuk tubuh) dan juga tidak menerawang


lebih bagus lagi jika jilbab dan Khimarnya sederhana


MasyaAllah, sudahlah nyaman, aman lagi


walau kadang sering di panggil ibu-ibu, itu tidak masalah, anggap saja latihan untuk menjadi ibu suatu saat nanti, bagi yang jomblo


kalau warna bebas pilih


mau merah


hitam


kuning


pink


ungu


sesuai selera pokoknya, karena Allah juga memberi ruang bagi kita untuk memilih apa yang kita suka


ada ranah dimana Allah memberi kebebasan untuk memilih, seperti perkara mubah misalnya, atau ada juga ranah dimana kita wajib untuk taat tanpa tapi, seperi dalam perkara wajib ataupun haram


kalau wajib....? ya harus di kerjakan


kalau haram....? ya harus di tinggalkan


gampang kan....?


semuanya tergantung kita, mau taat atau maksiat


tapi, taat dan maksiat apapun pilihannya selalu ada konsekuensi dalam setiap pilihan


~TBC~