Thaha

Thaha
Kisa Elisa



...~**🌥️**~...


...**...


...*...


malam yang memeluk bumi dengan kegelapan yang sangat kelam menjadi teman ku yang tak jua terlelap dalam tidur, ibu sudah lelap di atas tempat tidur khusus untuk keluarga yang menunggu pasien


kisah Elisa kembali berputar dalam benak ku


kisah tentang permulaan bagaimana dia jatuh cinta pada laki-laki yang menjadi atasannya (Luca), dia yang mencoba mendekati Luca yang sangat pendiam dan terkenal dingin, satu dua dengan sifat Louis


bagaimana konyolnya Elisa saat menarik perhatian Luca dengan pertengkaran tanpa henti, bahkan dia hampir saja di keluarkan dari perusahaan, seandainya saja tidak ada Mommy yang menyelamatkannya saat itu


hingga akhirnya Elisa bisa menarik perhatian Luca, setelah berhasil membantu Luca mendapatkan tender besar dan lucunya kemenangan yang dia dia dapat, hanya karena Elisa dan kolega Luca datang dari negara yang sama. Rusia


kisah perjuangan yang tidak hanya berhenti saat Luca sudah jatuh dalam cintanya, tantangan sesungguhnya bahkan baru di saja mulai


saat mereka mulai saling mencintai dan memutuskan untuk menikah, musuh besar keluarga Ferrero kembali berulah, hingga menyebabkan Elisa harus kembali ke negaranya dengan kondisi mengandung Elio yang saat itu tidak dia ketahui


saat dia tau tentang keberadaan Elio, awalnya Elisa tidak bisa menerimanya, bukan karena Elio, tapi karena Elio adalah putra Luca, laki-laki yang saat itu sangat dia benci


bahkan Elisa sempat untuk melakukan sesuatu yang membuat jantungku berhenti beberapa detik saat mendengarnya


dan setelah Elio lahir, kondisinya malah semakin parah, postpartum blues yang cukup parah hingga mengarah pada depresi Postpartum mampir mendatanginya


hingga akhirnya Louis datang dan membawa Elio, merawatnya dan menyembunyikannya dari Luca, tapi tidak dari Mommy dan Daddy


tidak kah nasib kita sama, hanya saja Elisa lebih beruntung, dia bisa menyelamatkan Elio, dan bisa membawanya untuk melihat dunia, sedangkan aku....? ya Allah, bukan berarti aku belum mengikhlaskannya, hanya saja akan butuh sedikit waktu lebih lama untuk bisa berdamai dengan kelalaian ku


sekarang aku tidak lagi merasa heran bagaimana Elio bisa lebih dekat dengan Louis, dan walaupun Elisa dan Luca sudah bisa kembali berdamai, bukan hal yang muda bagi Elio untuk melupakan kisah kelamnya,


waktu itu bisa dikatakan Louis cukup terlambat untuk menjemput Elio, dia sudah berumur satu tahun saat Louis menjemputnya


tangis dan trauma masih mampu di ingat oleh memorinya yang terbatas


aku tidak bisa menyalahkan Elisa ataupun Luca, mereka semua korban, bukan keinginan Luca untuk membiarkan Elisa dan Elio, juga bukan keinginan Elisa untuk melakukan itu


tapi aku juga tidak bisa membenarkan perilaku keduanya saat melakukan sesuatu yang sudah pasti ada larangannya di dalam Al-Qur'an


faktor tidak tahu dan juga keimanan yang sangat jauh dari kebenaran membuatnya memandang baik apa yang dia lakukan, dan yang pasti aku juga tidak bisa membenarkan perilakunya, saat Elisa memiliki keinginan untuk melakukan hal buruk pada Elio yang bahkan belum bisa bernafas dengan mandiri kala itu


herannya, banyak di luar sana yang melakukan hal sama seperti Elisa atau bahkan lebih kejam dari Elisa dengan suka rela, tanpa ada pertimbangan bahkan mereka melakukannya dengan sangat keji


seakan mereka tidak lagi memiliki keimanan yang tersisa di dalam dada mereka, apalagi kasih sayang. akal ku masih bisa mencerna saat Elisa memiliki pemikiran itu, masih masuk akal bagi ku. dia tidak beriman kepada Allah, kondisi yang sukup sulit dan kondisi mental yang tidak stabil memiliki peran besar dalam setiap keputusan yang Elisa ambil


sedangkan banyak di luar sana mereka-mereka yang tidak memiliki masalah mental, belum lagi fakta bahwa mereka adalah seorang Muslim. sungguh sangat miris


walau jika di cerna lagi, hal itu bukanlah hal yang mustahil di zaman sekarang, dengan sistem kapitalisme sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan di terapkan di seluruh dunia saat ini, menjadikan Muslim yang harusnya menjadikan hukum Allah sebagai satu-satunya aturan hidup menjadi ingkar dan berpaling, sistem kapitalisme sekuler menjauhkan aturan Allah dari kehidupan


mereka menganggap bahwa Allah tidak berhak mengatur kehidupan umum, agama hanya untuk ranah pribadi yang tidak boleh di bawa dalan pengaturan umum


sistem kapitalisme sekuler ini lah yang menjadikan mereka mati rasa, tidak ada lagi kasih sayang, tidak adalagi pertimbangan baik dan buruk apa lagi halal dan haram


ya Allah


menangis hati ini saat mengingat betapa rusaknya kehidupan saat ini


air mata ku kembali mengalir saat mengingat bagaimana perjuangan Elio dan Elisa, terutama Elio....? ya Allah tak henti-hentinya aku berucap syukur, karena Allah menjaga Elio hingga kini bayi gembul itu bisa bersama kami


lama aku larut dalam kesunyian yang memutar kembali secara berulang kenangan-kenangan kebersamaan ku dengan Louis dan Elio, sikap manja Elio yang selalu ingin bersama kami dan sikap jailnya yang menggemaskan


******


pagi menjelang, seorang dokter dengan perawakan mungil datang bersama seorang perawat untuk melakukan pemeriksaan, mereka menggunakan pakaian pelindung lengkap yang terlihat sangat tidak nyaman


saat sang dokter mulai memperkenalkan diri, aku baru menyadari bahwa dokter inilah yang kartu namanya terletak di dalam dompet ku


apa hubungan Louis dengan dokter Azura....?


keluarga....?


teman....?


atau hanya sekedar kenalan....?


aku sudah hendak menanyakan saat sang dokter dengan sendirinya memperkenalkan diri sebagai istri dari teman Louis. Syam atau Sam


siapa yang akan menyangka jika orang sekaku Sam akan mendapatkan istri yang sangat ramah, menyenangkan, ceria dan mohon maaf saja, sedikit konyol dengan leluconnya yang menggelitik perut seperti dokter Azura


Allah memang maha adil, Allah memasangkan mereka dengan sangat tepat, saling melengkapi dan saling mengisi setiap kekosongan yang ada, memang benar apa yang di katakan orang bijak,


jangan pernah mencari pasangan sempurna, karena sampai kapanpun kita tidak akan pernah menjumpainya, tapi cintai pasangan kita dan jadilah pengisi dari setiap kekosongannya dengan begitu semua akan tampak sempurna


pasangan kita adalah belahan dari takdir kita yang lain, sedangkan kita adalah belahan dari takdir pasangan kita


kita akan merasa sempurna dengan mensyukuri setiap apa yang kita miliki, kita akan merasa sempurna saat menyertakan Allah dalam setiap langkah kita. in sya Allah


melihat betapa menyenangkannya dokter Azura, aku yakin akan mudah akrab dengannya, dan yang pasti akan sangat menyenangkan memiliki sahabat seperti dokter Azura


"Alhamdulillah, kondisi ibu Zuhruf sudah cukup baik, in sya Allah hari ini sudah boleh pulang. atau masih mau menginap disini....? tenang jika mau akan ada bonus menginap dengan gratis, tapi saat akan keluar pintu rumah sakit harus membayar biaya kunjungan. bagaimana tertarik untuk mencoba....?"


dokter Azura menutup promosinya dengan senyum lebar yang menampakkan dua gigi kelincinya yang sangat cocok dengan bibirnya yang melengkung indah


"tidak dokter, terimakasih" bibir ku melengkung membuat garis menukik yang indah


"baiklah kalau begitu, sayang sekali padahal ada banyak wahana yang bisa di nikmati" astagfirullah, ada juga ternyata Dokter model Azura. aku sangat mengkhawatirkan nasib pasiennya. apa kabar mereka.....?


saat setelah menandatangani sebuah dokumen pada rekam medis yang sejak tadi Azura bolak-balik memeriksa perkembangan kesehatan ku , dengan santai Dokter Azura berkata dengan ringan


"jangan lupa, segera kosongkan kamar sebelum jam 12 siang, ok.....?" aku mengangguk mengiyakan


"terimakasih"


"tidak perlu sungkan" Dokter Azura mengatakan. hal itu dengan tangan yang di kibaskan, jangan lupakan senyumnya yang selalu mengembang sempurna


dan saat teman perawatnya menghilang di balik pintu, dokter Azura kembali membuka pintu kamar rawat ku dengan hanya menampakkan bagian kepalanya yang menyumbul malu-malu dari balik pintu


"Zu, jangan lupa jika sampai rumah nanti hubungi aku, ok...? aku perlu bergosip tentang suami ku tercinta, see yaaa" Azura berlalu begitu saja tanpa perlu mendengar apakah aku setuju atau tidak untuk menjadi teman bergosipnya


astagfirullah


ternyata ada orang seunik itu


tapi, cukup menyenangkan juga memiliki teman yang akan membuat mu tersenyum dengan tingkahnya yang sering membuat alis berkerut dalam


...~**TBC**~...


...**...


...*...