
Bianca berjalan cepat menuruni apartement Leon, tangannya terus mengusap air matanya yang mengalir, beberapa orang melihat Bianca keheranan melihat gadis itu terisak tangis. Penglihatannya menjadi buram, Bianca butuh tempat untuk menenangkan dirinya. Ia berjalan ke sisi apartement saat melihat ada taman di sana.
Bianca memilih duduk di salah satu kursi taman yang terdapat di pojokan. Suasana siang hari yang masih sepi membuat ia bisa dengan bebas mencurahkan air matanya.
“Kenapa rasanya sakit di sini?” Tanya Bianca memegang dadanya sambil mengusap air matanya. Bianca menghirup nafas panjang dan menghembuskannya beberapa kali.
“Aku harus kuat, kenapa aku begini, please Bianca, jadi dirimu yang dulu!” Bianca berbicara pada dirinya sendiri, menguatkan dirinya yang beberapa hari ini menjadi cengeng.
“Calvin bilang dia sakit, apanya yang sakit?!! Hah!” Gerutu Bianca tak lama setelah ia bisa bangkit dari rasa sedihnya.
Gadis itu melangkah dengan tegas pergi dari taman dan memutuskan segera kembali ke kantor. Setibanya, ia menghampiri ruangan Calvin.
“Ini, coba dicek dulu, apa ada yang kurang dan salah.” Ucap Bianca menyerahkan dokumennya. Calvin menerimanya dengan senang hati dan mengeceknya sekilas.
“Sudah, terima kasih banyak Bianca, nanti aku akan mentraktirmu.”
“Tidak perlu, oh ya, ini tadi aku beli di bawah.” Bianca memberikan paper bag yang tadinya akan ia berikan pada Leon.
“Wahh, terima kasih sekali… aku berhutang padamu.” Jawab Calvin menerimanya dengan senang hati. Bianca tersenyum melihat Calvin menghargai pemberiannya.
“Oh ya, bagaimana Mr. Leon, apa dia sudah membaik?” Tanya Calvin membuat Bianca kembali teringat pada Leon dan merasa jengkel.
“Dia sangattttt baik, kau bilang dia sakit, piuhhhh…, sakit apanya? Dia bahkan berpacaran dengan Kimora di sana.” Jawab Bianca kesal.
Raut wajah Calvin berubah mendengarnya, merasa tidak enak hati pada Bianca karena ternyata bossnya menggunakan alasan sakit untuk berpacaran.
~ ~ ~
Di apartemen Leon…
“Makanlah, untuk memulihkan badanmu. Jika ada masalah, tidak seharusnya kamu minum alkohol. Lihatkan akibatnya, kau demam, untung tidak tinggi.” Tegur Kimora melihat botol wiski yang masih terletak di meja makan sisa Leon semalam.
“Aku hanya kurang tidur. Maaf sudah merepotkanmu.” Jawab Leon menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Itu pun karena aku datang ke sini pagi ini, jika tidak, mungkin kau sudah harus masuk rumah sakit." Omel Kimora tak berkesudahan.
"Baiklah... Bolehkah aku makan sekarang?" Tanya Leon memberi kode untuk tenang. Kimora menggangukkan kepalanya dan memberi isyarat tangannya mempersilahkan.
“Oh ya, akhir pekan ini, aku ingin mengajak kalian untuk berlibur ke pantai dan menginap selama dua hari satu malam, supaya aku punya teman dan hiburan di sini.” Ujar Kimora dengan semangat.
“Kalian?” Tanya Leon heran.
“Kamu, Jerry, Alex, dan… siapa ya aku lupa temanmu yang lain…, hmm…”
“Jack dan Max.” Sambung Leon.
“Yah, mereka! Dan aku juga mau mengajak Bianca.”
“Kenapa harus mengajaknya?” Protes Leon tidak terima.
“Tentu saja, aku juga butuh teman wanita dan ku lihat dia anak baik. Kenapa? Kamu keberatan? Apa kamu punya masalah dengannya?” Cecar Kimora pada Leon.
“Terserah padamu.” Jawab Leon malas.
“Yeayy, baiklah kalau begitu, tolong bantu aku kabari teman-temanmu, aku akan menyusun semuanya…” Jawab Kimora senang.
Kimora memberitahu rencananya pada Jerry dan meminta Jerry membantunya membujuk Bianca untuk ikut. Sebelumnya tawaran Kimora sudah ditolak mentah-mentah oleh Bianca saat ia datang ke kantor Leon.
"Tidak, terima kasih sudah mengajakku, tapi aku tidak ikut." Jawab Bianca kala itu.
"Kenapa? Ayolah, hanya akhir pekan ini sajaa...," Ajak Kimora memohon.
"Hmm, maaf, sepertinya aku hanya terlalu aneh jika bergabung dengan kalian." Ucap Bianca berterus terang.
"Tidak, tentu saja tidak... Iya kan Leon, ayo Leon bantu aku membujuknya...," Pinta Kimora pada Leon yang berfokus dengan pekerjaannya.
"Jika dia tidak ingin ikut ya sudah, untuk apa kau memaksanya?" Jawab Leon dengan dingin tanpa melihat ke arah mereka. Kimora menatap malas pada Leon, pria itu sungguh menyebalkan.
Hati Bianca terasa sakit mendengar ucapan Leon, sepertinya pria itu sangat tidak mengharapkan kehadirannya.
Leon memarkirkan mobilnya di parkiran hotel, sudah ada Alex, Jack dan Max yang terlebih dahulu tiba di sana.
Mereka baru saja tiba setelah hampir dua jam perjalanan dengan mengendarai mobil sejak pagi.
"Jerry belum tiba?" Ucap Leon sambil keluar dari mobil bertanya pada Kimora yang duduk di sebelahnya.
"Seharusnya sebentar lagi." Jawab Kimora sekilas melihat jam tangannya.
Yang ditunggu pun tiba, mobil Jerry ikut terparkir bersebelahan dengan mobil Leon.
Jerry keluar dari mobilnya, diikuti oleh Bianca yang keluar dari kursi penumpang. Leon tersentak kaget dibuatnya. Bukannya gadis itu tidak ikut, kenapa bisa di sini.
"Yeayyy.., semua sudah lengkap." Ucap Kimora histeris senang.
"Ayo kita jalan, aku sudah memesan penginapan di belakang hotel dengan view laut yang luar biasa." Ajak Kimora dengan semangat.
"Apa? Bukannya kau memesan hotel?" Tanya Leon protes.
"Tidak, penginapan di sini lebih indah. Kau tidak akan menyesal." Yakin Kimora pada Leon.
Yang lain hanya mengikuti. Alex menghampiri Bianca untuk membantu barang bawaannya.
"Aku senang ternyata kau juga ikut." Ucap Alex menyambut kedatangan Bianca.
"Terima kasih sudah membantu. Aku terpaksa ikut, Jerry menelfon Papa dan meminta izin, tentu saja Papa semangat mendengar kalian mengajakku liburan. Aku tidak bisa menolak permintaan Papa jika sudah begitu." Jawab Bianca pasrah.
"Nikmati saja, anggap sekalian refreshing." Jawab Alex menyemangati Bianca yang terlihat ogah-ogahan bergabung dengan mereka. Bianca tersenyum menanggapi.
Mereka dipandu seorang petugas hotel untuk melewati jalan di perpohonan yang sejuk. Leon dan Kimora berjalan paling depan, sedangkan Alex dan Bianca paling belakang.
Tak lama, sekitar 300 meter dari hotel, mereka akhirnya tiba di penginapan cottage yang menyerupai villa kecil dan terbuat dari kayu yang kokoh, membuat suasana sangat terasa alami.
"Wahhh... ini keren broo.. Cakep banget!!" Seru Jack kegirangan melihat indahnya pemandangan di sana.
"Ini bagus...," Puji Leon merasa puas.
"Iyah dong... Kimoraaa..." Teriak Kimora memuji dirinya sendiri.
Semuanya tersenyum puas menikmati cantiknya pantai, rasa lelah karena perjalanan terbayarkan dengan disuguhkannya pantai berpasir putih, deburan halus ombak yang menenangkan berwarna biru muda dan angin yang sepoi-sepoi.
"Nahh, saatnya berbagi kamar. Aku sudah memesan 3 kamar. Masing-masing 2 orang. Tapi karena kita bertujuh, maka 1 kamar akan ada yang tiga orang." Ucap Kimora menjelaskan sambil menatap para pria yang berjumlah 5 orang di sana.
"Aku tentu saja akan dengan Max...," Seru Jack.
"Oke, jadi, Leon, Alex dan Jerry bertiga." Putus Kimora memastikan.
"Aku tidak mau!" Tolak Leon dengan cepat.
"Lalu? Kau mau sekamar dengan siapa?" Tanya Kimora keheranan.
"Terserah dengan siapa, yang pasti aku tidak mau bertiga. Terlalu ramai dan sangat menyebalkan jika harus antri ke kamar mandi." Protes Leon.
"Hmm, baiklah, kau sekamar dengan Bianca saja, biar aku yang bertiga dengan Jerry dan Alex." Jawab Kimora santai dan asal berbicara.
"Tidak, lebih baik aku sekamar dengan mu." Tolak Leon tanpa berpikir dua kali membuat semuanya tercenggang kaget mendengarnya.
.
.
.
.
.
To Be Continue~