Princess Vlaron

Princess Vlaron
Siapa dia ?



Kanada,


Lee menatap tajam seorang wanita di hadapannya . Kim terlihat sibuk memeriksa dokumen mengenai data riwayat penyakit dari sang wanita tersebut


" Bagaimana Kim ?".


" Huftt ! Ini sungguh menjengkelkan , kau bisa membacanya sendiri ". Kim menghembuskan nafas nya kasar seraya menyerahkan beberapa lembar dokumen itu kepada Lee


" Gadis tengik itu menutup identitas wanita ini , sungguh licik sekali. Aku semakin curiga kalau ada yang tidak beres dengan wanita ini ". ucap Lee beranjak menuju sofa lalu dia duduk di sana


Kim menelisik setiap inci bagian tubuh wanita yang terbaring tak sadarkan diri itu. Cantik hidung mancung kulit putih susu rambut coklat khas wanita Jerman tapi sangat di sayangkan penampilan nya sekarang acak-acakan tidak terurus karena dia mengidap gangguan jiwa


" Apa kau yakin akan mengunakan formula itu kepada nya ?". tanya Kim


Lee memejamkan kedua matanya pikiran nya jauh melanglang buana entah kemana


" Kita tidak punya pilihan lain Kim , Gadis itu meminta nya agar cepat sembuh dalam waktu seminggu. Aku tidak ingin mengambil resiko berlebih jadi kita harus menggunakan formula itu ". pasrah Lee


" Akan sangat berdampak buruk bila formula itu tidak bekerja dengan baik di dalam tubuhnya. Aku sangat khawatir dengan dampak nya , dia bisa cacat seumur hidup bahkan seluruh ingatannya akan hilang permanen ". Kim pun terlihat begitu cemas


" Aku tau Kim , maka oleh sebab itu setelah kita menyuntikkan formula itu kita harus menemani nya selama 24 jam full jangan biarkan dia sendirian , kalau sampai ini gagal maka nyawa kita akan menjadi taruhannya ". Lee menatap Kim dengan seksama kemudian mereka hanya bisa menelan saliva nya dengan kasar. Bayangkan saja King dari Scorpion yang di sebut dengan julukan si psikopat gila takut dengan ancaman gadis kecil yang tidak lain adalah Princess


" Anggap saja ini adalah liburan untuk kita ". ucap Kim


" Ini bukan lah liburan biasa Kim tapi ini sama saja dengan uji nyali. Oh iya apa kau melihat di sekeliling rumah sakit ini terdapat banyak sekali The Black yang berjaga , aku semakin curiga mengenai identitas asli dari wanita gila itu. Siapa namanya tadi Lerina Collen ? Ah namanya sungguh jelek ". Lee tersenyum sinis di buatnya


" Tapi aku kasian dengan nasib yang di alami wanita itu bagaimana mungkin ada yang tega menghapus ingatan nya dan menanamkan ingatan palsu sampai dia menjadi gila seperti saat ini. Aku yakin kalau manusia yang melakukan itu otak nya hanya bekerja seperempat saja ". cibir Kim


" Aku sangat malu untuk mengakui nya tapi jujur wanita itu terlihat sedikit cantik bila dia merawat dirinya ". celetuk Lee


" Dia tidak waras makanya penampilan nya seperti itu . Apa mata mu sudah mulai bermasalah ?". tanya Kim


" Aisss,... mari hentikan ini dan mulai lah bekerja aku ingin wanita itu sembuh dalam waktu 5 hari karena aku ingin secepatnya kembali ke Korea !". ucap Lee seraya bangkit berdiri


" Kau pun sama gilanya dengan Nona Muda , dia memberikan waktu seminggu tapi sekarang kau memberikan target 5 hari . Kalian sungguh si jenius yang sangat sulit di tebak ". ucap Kim pasrah


" Karena aku percaya dengan formula yang aku buat itu oleh sebab itu aku yakin dalam waktu 5 hari wanita ini akan sembuh. Kita hanya perlu memberikan 3 kali suntikan selama 3 hari dan di hari ke 4 kita akan memberikan 5 kali suntikan begitu pun di hari ke 5 . Setelah itu kita hanya harus menunggunya benar - benar waras dan membawa nya pergi dari sini ". jelas Lee sambil mengangkat jarum suntik itu ke udara kemudian di suntikan pada lengan wanita itu


" Aku harap ini akan berhasil !". kata Kim dengan penuh harap


" Kalau ini gagal maka bersiaplah Kim , kepala kita mungkin akan tergantung di alun-alun kota Changi". ucap Lee sambil terkikik pelan


" Hahaha,... tapi sepertinya kita tidak akan gagal !". sahut Kim dengan sedikit tertawa


Di Singapura,


Hari sudah sangat larut terlihat Justin berjalan kesana - kemari dengan sangat gelisahnya. Di ruang tamu itu Lucas , Kai dan Rion hanya jadi penonton . Mereka hanya menggelengkan kepala mereka saat melihat Justin yang seperti cacing kepanasan


" Bisakah kau duduk , mata ku sakit melihat mu kesana - kemari mondar-mandir tidak jelas ". celetuk Lucas


" Kemana gadis itu . Apa kau sudah menelpon nya Lucas ?". tanya Justin


" Ponsel nya mati ". acuh Lucas


" Ahh,,... lalu bagaimana dengan mu Rion apa kau sudah menemukan di mana posisi terakhir gadis itu ?". tanya Justin


" Tidak bisa aku temukan karena tidak ada alat elektronik magnetik di sekitar nya bahkan satelit Vlaron tak mampu menembus nya ". Rion masih terlihat sangat fokus pada laptop di pangkuannya


" Kau tenang saja Princess pasti akan baik-baik saja!". seru Kai tapi tak di gubris oleh Justin


" Kenapa kau tidak bertanya pada adik mu itu ?". celetuk Lucas


" Dia bilang setelah dari Mansion Rion mereka berpisah dan Vano tidak bertemu dengan nya lagi baik di kampus atau di jalan ". kata Justin


" Mungkin gadis mu itu sedang bersenang-senang ". acuh Lucas dan membuat Justin menatap nya tajam


Sementara itu di saat kekhawatiran menyelimuti hati Justin , berbeda dengan sang Princess yang menjadi pemeran utama itu sedang terlihat sangat asik bermain game di komputer kesayangan nya


Jari-jari nya bergerak lincah di atas papan keyboard dan menimbulkan bunyi yang terkesan merdu di telinga. Senyum merekah sangat terlihat di wajah sang Princess dengan headphone di telinganya


Setelah dari kampus Princess lalu menuju ke Mansion Smith di mana Mansion itu mulai kosong semenjak Princess pindah ke Mansion Vlaron. Kesenangan Princess pun bertambah tatkala mendapatkan berita dari Lucifer tentang kebersihan nya mengambil alih Casino milik Kristoff


Princess terus bermain hingga lupa waktu , dentingan jam sudah berbunyi 7 kali menandakan sudah tengah malam tapi Princess terlihat masih asik memainkan game nya


2 jam kemudian tepatnya nya pukul 2 dini hari , Princess menyelesaikan permainan nya dengan kemenangan yang sungguh luar biasa. Princess bangkit berdiri sambil meregangkan otot-ototnya yang sedikit kaku karena terlalu lama duduk di depan layar monitor itu


" Ini sangat menyenangkan , jam berapa sekarang ?". gumam nya


Princess melirik kesana-kemari dia sedang mencari ponselnya tapi tidak dia temukan . Lalu dia turun menuruni anak tangga , sepi sangat sepi karena para maid pasti sudah tidur


" Di mana ponselku ". geram Princess karena dia tidak menemukan ponsel nya. Lalu dia diam sejenak sambil mengingat-ingat di mana terakhir dia menaruh ponselnya


" Ahhhh ,.. kenapa aku lupa kalau ada pria itu di Mansion ku . Bisa habis aku di interogasi olehnya ". Princess bergidik saat membayangkan nanti Justin akan mengintrogasi dirinya


Mobil Lamborghini Veneno warna merah itu melaju cepat di jalan raya yang nampak sedikit sepi itu . Satu siku nya dia senderkan di pintu mobil sambil tangan kiri nya memegang kemudi mata awas sang Princess memperhatikan jalanan itu dengan seksama . Bisa di lihat dengan sangat jelas bahwa The Blue sedang memantau nya dan Princess hanya tersenyum tipis di buatnya


1 jam kemudian Princess sampai di Mansion Vlaron. Princess menghentikan mobilnya jauh dari pintu gerbang , dia diam sejenak sambil berpikir


" Bagaimana caranya aku bisa masuk ke dalam tanpa di ketahui oleh Justin ". gumam nya


" Berpikir ayolah berpikir ". Princess memukul pelan kepala nya kemudian dia kembali tersenyum saat menemukan ide yang sangat cemerlang


Princess turun dari mobil nya lalu dia berjalan dengan mengendap- endap menuju pintu gerbang yang terletak di belakang Mansion . Dengan perlahan Princess memanjat pintu gerbang itu sampai akhirnya dia bisa masuk ke dalam. Perjalanan nya belum selesai , Princess berjalan pelan lalu masuk melewati pintu bagian belakang di lihatnya ruang tamu sudah sepi sebagian lampu sudah padam. Princess mengelus dadanya


" Sepertinya mereka sudah tidur ". gumam nya lalu beranjak menaiki tangga menuju ke kamarnya di lantai dua . Princess membuka pintu kamarnya yang ternyata gelap gulita , dia mencari tombol lampu lalu menekan nya dan lampu pun menyala


" Aaaaaa !!". Kaget Princess saat dia berbalik ternyata Justin sudah berdiri di hadapannya dan menatap nya dengan sangat tajam


" Dari mana saja kau ini ?". tanya Justin


Princess diam membeku tidak bergerak sedikit pun dia hanya mampu menelan saliva nya dengan sangat kasar saat manik hitam itu menghunus tajam menatap nya


" Aku dari Mansion Smith , honey!". ucap Princess


" Dan kau tidak mengabari aku bahkan saat aku melacak keberadaan mu aku tidak dapat menemukan mu ?". geram Justin , dia melangkah maju hingga sampai di hadapan Princess


Princess menjadi semakin kikuk dia tidak tau cara mencairkan suasana saat ini apalagi Justin terlihat sangat marah


" Maaff !". ucap Princess sambil menundukkan kepalanya


Huftt


Justin lalu memeluk Princess dengan erat dan Princess yang di perlakukan seperti itu tentu kaget. Princess kira Justin akan memarahi nya


" Jangan lakukan lagi baby . Aku sangat khawatir kepadamu, apa kau begitu tega membuat aku cemas sepanjang hari karena mengkhawatirkan diri mu ?". tanya Justin


" Maafkan aku honey, aku janji ini yang terakhir kali ". ucap Princess sambil menengadah kan kepalanya ke atas menatap Justin


Justin melepaskan pelukannya dia menatap Princess dengan intens tatapan nya tertuju pada bibir mungil berwarna buah cery itu


" Baby ?". ucap Justin seolah memohon


" Eummm !". Princess menganggukkan kepalanya tanda memberikan ijin pada Justin untuk melakukan nya


Justin tersenyum tipis , dia tak akan menyia-nyiakan kesempatan yang tidak datang dua kali itu. Justin mendaratkan bibir nya pada bibir mungil milik Princess di lumatt nya pelan Justin begitu menikmati sensasi yang di berikan oleh bibir Princess yang lembut. Princess pun membalas pagutan itu dia juga mengalungkan kedua tangan nya di leher Justin. Mereka begitu menikmati ciumannya itu , Justin semakin liar dia menyesap bahkan memasukkan lidahnya dan mengeksplor ruang di dalam mulut Princess dan Princess pun tak mau kalah dia mampu mengimbangi permainan lidah Justin


Semakin lama semakin liar nafas mereka mengebu - gebu detak jantung mereka sangat cepat . Princess mendorong dada Justin agar dia menghentikan ciumannya dan membiarkan Princess menghirup udara di sekitar nya . Justin melepaskan ciumannya dan mereka berlomba menghirup udara di ruangan itu . Hawa tubuh mereka menjadi panas Princess tersenyum tipis dengan Justin masih memeluknya erat


" Kau mengambil keuntungan dalam kesempitan honey ". ucap Princess


" Kau pun menikmati nya baby !". bisik Justin di telinga Princess yang membuat bulu kuduk di leher Princess berdiri


" Honeyy!". Princess menatap Justin di depan nya tapi Justin malah mengedipkan sebelah matanya


" Baby istirahat lah aku yakin kau pasti sangat lelah ". ucap Justin


" Eummm iya aku sangat lelah honey ".


" Lelah karena bermain game bukan ?". ledek Justin dan Princess hanya nyengir memperlihatkan deretan gigi putih nya


" Honey ayoklah aku hanya bersenang-senang ". rengek nya


cup


" Rehat sekarang ayokk !". satu ciuman mendarat di kening Princess lalu Justin menuntun Princess menuju ke ranjang nya ". Tidurlah ". ucap Justin sambil menyelimuti tubuh mungil Princess


" Honeyy ,, cium aku di sini di sini di sini dan di sini juga ". Princess malah merengek manja sambil menunjuk pipi hidung kening bahkan bibir nya agar Justin kembali mencium nya


" Kau yang meminta nya , baby !". seringai Justin lalu duduk di hadapan Princess dan benar saja Justin mulai mencium kening lalu kedua pipi serta hidung dan di lanjutkan kembali di bibir. Hanya kecupan sekilas lalu Justin kembali menatap wajah Princess yang terlihat sayu itu


" Sudah! apa bisa kau sekarang beristirahat ?". Justin bangkit berdiri sambil tersenyum tipis


" Eummm , baik lah honey ". ucap Princess lalu merebahkan tubuhnya


" Mimpi indah baby !". ucap Justin sambil kembali mencium kening Princess


" Eummm,, kau pun harus beristirahat honey dan maafkan aku karena sudah membuat mu khawatir ". ucap Princess


" Tak apa asal kau baik-baik saja !". ucap Justin mengusap pucuk kepala Princess . " Tidurlah ". lalu Justin melangkah keluar tapi sebelum itu dia mematikan lampu di kamar Princess


" Ahhh , aku sangat beruntung mendapatkan pria sebaik dirinya !". gumam Princess hingga beberapa saat kemudian dia terlelap