
Kenta menyesap sebatang rokok di tangan nya lalu di hembuskan asapnya ke atas sambil melihat langit malam di Jerman. Jerry terlihat sangat tidak menyukai hal itu wajahnya menunjukkan kalau dia sekarang sedang sangat kesal
" Apa tidak ada jalan keluar dari negara ini ?". tanya Jerry sambil menggenggam erat sebuah gelas wine di tangan nya
" Kalaupun aku tau caranya pasti aku sudah pergi dari sini ". jawab enteng Kenta sambil berdiri memasukkan kedua tangannya di saku celana
" Kak , kita tidak bisa selama nya terjebak di sini . Aku sangat yakin kalau gadis kecil itu sudah menyusun rencana untuk kita semua dan kita hanya berdiam diri di sini seperti patung ? ini sungguh menyebalkan !!". kata Sonia datang menghampiri kakaknya
" Tapi tidak ada jalan keluar dari sini dan aku pun sangat bingung di buatnya , bagaimana gadis itu bisa memblokir semua akses kita dengan begitu mudahnya !". sambung Andrew
" Kau melupakan siapa gadis itu Drew dan kau juga melupakan siapa sekutu nya . Gadis itu bagaikan rubah berbulu domba terlihat sangat kalem tapi aslinya sungguh mengerikan ". kata Kenta sambil bergidik ngeri
Andrew melirik Kenta begitu pun dengan Jerry dan Sonia kemudian mereka hanya bisa menghembuskan nafas nya secara kasar
" Baiklah selamat malam ". Ucap Kenta meninggalkan mereka bertiga di sana
" Arkhhh ,,, ini sungguh menyebalkan !!". Jerry menyibak rambutnya secara kasar
Hufttt
" Aku juga ingin istirahat !". kata Sonia berlalu pergi di ikuti Andrew di belakangnya
Kenta berlalu masuk ke dalam kamarnya lalu merogoh sakunya mengeluarkan benda pipih persegi panjang lalu memainkan
Tuttt
" Halo " jawab seseorang di seberang sana
" Hahahaha bagaimana kabarmu ? apakah kau sangat senang hari ini ? " . tanya Kenta sambil tersenyum smrik
" Diam dan lakukan sesuai dengan rencana dan jangan menghubungi ku lagi bila tidak ada hal yang sangat penting ". ketus orang itu di seberang sana
" Hahaha santai sayang , jangan terlalu serius nanti kau cepat tua ". Kenta terkikik geli
" Terserah !!". ucap orang itu
Tuttttttt*
Panggilan terputus sepihak . Kenta tersenyum smrik sambil melihat layar ponsel nya .
...****...
Kembali ke Singapura di mana pagi sudah menjelang suara kicau burung terdengar begitu merdu membangunkan para penghuni Mansion Vlaron. Princess mengeliat pelan sambil mengucek pelan kedua matanya , sinar mentari menembus jendela kaca yang membuat wajah cantik sang Princess terkena bias cahaya mentari di pagi hari
Di Ruang pribadi Tuan Muda Lucifer nampak nya ke empat pria tampan itu sudah terbangun , mereka duduk selonjoran di atas karpet lantai
" Aku masih sangat mengantuk kenapa pagi nya cepat sekali ". ucap Lucas setengah sadar
" Aku pun ". sambung Lucifer sambil terus menguap dengan tangan kanannya menutup mulutnya
" Ayok bangun ini sudah pagi , apa kalian mau kalau gadis itu datang kemari sambil membawa seember air ". kata Roy
" Biarkan dia datang aku akan kembali tidur ". ucap Rion polos sambil kembali merebahkan tubuhnya di atas karpet
Lucifer bangkit berdiri lalu mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja
" Sekarang hari apa ?". tanya Lucas dan membuat Lucifer menoleh kepadanya
" Senin , hari yang sungguh menyebalkan !!". celoteh Rion
" Hari yang sangat terburu-buru dan hari ini aku akan ada rapat dengan klien dari Jepang ". kata Lucas
" Apa bersama dengan Lee ?". tanya Roy
" Bukan dan aku pun tidak ingin bekerjasama dengan nya . Sikap dan sifatnya sangat tidak aku sukai dia sungguh menjengkelkan semoga saja hari nya selalu senin , hahaha". Lucas terkikik geli
" Dan semoga juga hari nya penuh dengan bencana ''. kata Rion sambil menutup mata
" Hey kau ada dendam apa dengan si Lee ?". Roy menepuk pundak Rion di sebelahnya sebelum Roy bangkit berdiri
" Dia sangat menyebalkan semoga kalender nya semua nya hari senin , hahaha ". ucap Rion
" Manusia aneh !". cibir Lucifer berlalu berjalan keluar
" Hey Rion bangun lah apa kau begitu senggang hari ini ? ". tanya Lucas
'' Karena pekerjaan ku sangat banyak makanya aku sangat malas sebaiknya kau urus saja pekerjaan mu itu ". celoteh Rion sambil menyamankan posisi tidur nya
" Aiss ,,, lupakan manusia ini Roy ayo kita pergi sebelum gadis itu membawa seember air dan biarkan Rion yang terkena guyuran nya , wkwkwk !". canda Lucas
" Yaya pergilah !!". usir Rion. Lucas dan Roy pun pergi meninggalkan Rion yang kembali memasuki alam mimpi
Skip meja makan
Princess terlihat sangat menikmati nasi goreng nya sampai dia tidak memperhatikan kalau semua mata memandang ke arah nya
" Baby pelan-pelan saja tidak akan ada yang mengambil makanan mu ". kata Justin
"Ini sangat enak dan aku sangat menyukainya ". ucap Princess dengan mulutnya yang masih di penuhi makanan
" Jadi apa kegiatan kalian hari ini ?". tanya Lucas
" Bekerja ". jawab santai Rion , alhasil membuat Lucas melirik kearahnya
" Kenapa apa aku salah ?". tanya Rion
" Apa kau sedang meledek ku Rion ?". geram Lucas
" Kenapa kau sangat sensitif pagi ini apa karena semalam kau kalah saat bermain dengan ku ?". ucap Rion sambil tersenyum mengejek ke arah Lucas
" Diam atau ...!!".
" Apa ??" . belum selesai berbicara Princess sudah memotong ucapan Lucas
Princess sudah menyelesaikan sarapannya sekarang dia menyenderkan tubuhnya di sandaran kursi sambil memperhatikan para pria tampan di hadapan nya
" Kita akan kembali ke rutinitas kita masing-masing jadi aku harapkan semoga hari kalian berjalan dengan lancar dan semoga hari nya Lee senin selalu !". kata Princess yang membuat mereka semua yang berada di sana menatap
" Kau juga menyindir ku ?". Lucas mencebikkan bibirnya
" Apa kau merasa tersindir ? itu sangat lucu bukan begitu Rion ?". Princess melirik Rion sambil tersenyum smrik
" Hey hey kalian berdua sungguh kompak bila sudah mengejek ku ?". kesal Lucas
'' Kau memang pantas untuk itu ". celetuk Lucifer
Justin , Roy dan Kai hanya menjadi pendengar yang baik . sesekali mereka ikut tersenyum dengan drama di meja makan pagi ini . Beberapa saat kemudian mereka semua sudah menyelesaikan sarapan nya dan kini mereka semua berkumpul di ruang tamu
Princess menatap mereka satu persatu
" Baiklah hari ini aku akan berangkat ke kampus ".kata Princess sambil tersenyum
" Ahhh benarkah baby ?". tanya Justin seolah tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar
" Kenapa honey apa ada yang salah ? bukan kah aku ini masih menjadi seorang mahasiswi ?". ucap Princess tersenyum tipis penuh dengan makna
" Hey Nona Muda , aku pun masih menjadi seorang mahasiswa ". Lucifer pun tidak mau kalah
" Lalu aku ini apa ?". tanya Rion
Di saat yang bersamaan , ada dua orang yang datang dan membuat Princess dkk menoleh ke arah mereka. Princess tersenyum simpul sedangkan Justin dan Kai nampak tidak suka dengan kehadiran mereka berdua
" Kenapa kau ke sini ?". ketus Justin
" Apa aku salah jika datang kemari , Kakak ?". kata Vano , ya kedua pria itu adalah Vano dan Kevin
" Baiklah semuanya , adik ipar ku sudah menjemput ku jadi aku akan berangkat sekarang dan untuk mu Lc kembali lah ke China karena banyak hal yang harus kau selesai kan sebelum rapat besar nanti !". kata Princess tersenyum smrik ke arah Lucifer
" Baiklah !". kata Lucifer
" Baiklah kakak aku akan pergi bersama dengan kakak ipar ku ". sindir Vano tersenyum mengejek lalu berbalik menyusul Princess yang sudah lebih dulu pergi mendahului nya
" Ada rencana besar dan aku tidak tau ? sungguh lucu sekali !". ucap Kevin melirik sinis ke arah Kai
Kai yang sedari tadi hanya diam kini berdiri dan langsung berhadapan dengan Kevin
" Apa kau ingin bermain-main dengan ku Kevin Mars ?". tanya Kai menyeringai dan membuat Kevin mengepalkan kedua tangannya erat
" Baiklah aku harus kembali bekerja , sungguh hari yang sial !". kata Lucas berlalu pergi
" Roy cepat persiapan penerbangan 10 menit lagi kita akan terbang ke Macau ". kata Lucifer tapi dia malah fokus kepada ponsel nya
" Untuk apa kau ke Macau ?". Justin menoleh pada Lucifer
" Pasti ini ada hubungannya dengan Casino itu bukan ?". tebak Rion dan Justin pun melirik ke arah Rion
" Ya kau benar , Princess menginginkan Casino itu menjadi miliknya jadi aku akan merebut nya dari mereka!". kata Lucifer bangkit berdiri dengan senyum smrik di wajahnya
" 15 menit lagi kita akan berangkat ". kata Roy
" Baiklah, ayo berkemas ". Lucifer pergi menaiki anak tangga di ikuti Roy di belakangnya
" Berkemas ? yang benar saja mereka datang bahkan tidak membawa apa-apa ". Rion menggelengkan kepalanya
" Apa kau begitu senggang Rion ?". tanya Kevin dan itu membuat Rion menoleh kepadanya . Rion berdiri di ikuti oleh Justin . Keempat pria itu saling berhadapan mata mereka bertemu satu sama lain
" Aku tau apa yang kalian pikirkan . Jaga sikap kalian atau kalian mungkin akan terluka dan aku tentu saja tidak akan segan untuk itu !". ucap Rion penuh dengan penekanan aura nya pun berbeda dari sebelumnya dan Justin maupun Kai dan Kevin menyadari bahwa Rion tidak main-main dengan ucapannya
" Apa kau sedang memperingatkan kami ?". tanya Kevin
" Seperti nya otak kecil mu masih berfungsi dengan baik bukan , jadi berpikirlah ". ucap Rion berlalu pergi meninggalkan ketiga pria itu
Hening
Hening
Hening
Sejenak keheningan tercipta karena kepergian Rion. Justin masih menatap punggung Rion yang sudah menghilang di balik pintu . Kevin mengkerutkan kedua alisnya
" Ada apa ini ?". tanya nya
" Jawaban nya berada padamu Kai !". kata Justin tersenyum smrik
" Aku tau itu ". Kai membalas senyuman Justin dengan senyuman mautnya dan itu membuat Kevin yang berada di tengah-tengah mereka bergidik ngeri
" Ayo kita haru pergi sekarang ". Justin berlalu pergi dan Kevin pun berbalik mengikuti nya tapi sebelum itu Kevin masih sempat tersenyum mengejek ke arah Kai
" Manusia aneh !". cibir Kai
Lucifer dan Roy menuruni anak tangga dan berpapasan dengan Kai
" Kalian akan pergi sekarang ?". tanya Kai
" Benar dan jaga sikap mu di sini atau aku tak akan segan kepada mu !'. ancam Lucifer pada Kai
" Tuan Muda Lucifer , ancaman mu tidak akan berpengaruh kepada ku ". Kai tersenyum mengejek lalu pergi meninggalkan Lucifer dan Roy
" Awasi dia selama 24 jam Roy aku tidak ingin dia menyakiti gadis kesayangan ku ". kata Lucifer di sela langkah nya menuruni tangga
" Hey kau seperti tidak mengetahui siapa pria itu ". kata Roy
'' Tapi ini soal hati Roy ". Lucifer menatap jengah ke arah Roy
" Ahh iya iya baiklah , aku akan membuang waktu ku 24 jam untuk mengawasi nya ". gerutu Roy
" Kau memang yang terbaik !" puji Lucifer sambil mengacungkan ibu jari nya pada Roy dan Roy hanya bisa tersenyum di buatnya
Di jalan raya yang begitu padat , Vano mengemudikan mobil nya dengan kecepatan penuh wajahnya sungguh terlihat tidak bersahabat di sebelahnya Princess nampak sedang merakit semua Pistol terbaru buatan nya
" Kau yakin ?". tanya Vano
" Apa kau meremehkan aku Van ?". Princess melirik Vano sekilas kemudian kembali fokus pada kegiatan nya
" Tapi kau bergerak tanpa memberitahu kakak ku ". gusar Vano
" Apa kau yakin dia tidak mengetahui nya ? jangan bodoh Vano kau melupakan siapa kakak mu itu dia adalah King B , kau harus ingat dan tanamkan di otak kecil mu bahwa kakak mu adalah King B !". kata Princess penuh penekanan
Setelah mendengar ucapan Princess wajah Vano nampak sedikit lega dan dia pun tersenyum simpul
" Ya kau benar kakak ipar aku melupakan siapa kakak ku itu !". kata Vano bersemangat dan dia langsung menambah kecepatan mobilnya
Di sisi lain di Citrus Corporation
Lucas menatap tumpukan dokumen di atas meja nya di hadapan nya nampak seorang gadis cantik duduk dengan anggun nya siapa lagi kalau bukan Gladis sang asisten dari CEO Citrus , Lucas Alexander
Lucas menatap jengah ke arah Gladis , hidung nya kembang kempis Lucas terlihat sangat kesal " Apa selama ini kau makan gaji buta ?". nada Lucas rendah tapi itu seolah menyindir Gladis
" Jadi ini salah ku ? seharusnya kau yang rajin datang ke perusahaan untuk menyelesaikan pekerjaan mu bukan aku . Di sini aku hanyalah asisten mu ". desis Gladis tak terima bila dia di katakan makan gaji buta
" Aisss sungguh tidak mungkin bila harus berdebat dengan perempuan karena perempuan selalu benar !". Lucas melemaskan tubuh nya di sandaran kursi kebesaran nya itu
Sedangkan Gladis nampak terkikik geli
" Pergi lah keberadaan mu merusak pemandangan di ruangan ku ini ". usir Lucas pada Gladis
" Baik bos dan semoga hari mu senin selalu ". kata Gladis lalu berlari keluar ruangan dan kembali menutup pintu nya dengan cepat sebelum Lucas meneriakinya
" Dasar intel sialan , bahkan dia pun tau cibiran ku tadi pagi . Gadis nakal itu memasang mata-mata di segala sisi hidup ku ". gerutu Lucas sambil menghembuskan nafasnya kasar
" Kita akan kemana ?". tanya Kevin karena Justin mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh
" Bermain !". jawab cepat Justin
" Yang benar saja di siang bolong seperti ini ?". tanya Kevin
" Tentu . Apa kau tak menyukai nya ? ". tanya Justin
" Entahlah aku sedang tidak bersemangat karena kehadiran Kai di sini !". ucap Kevin sambil melihat ke arah luar jendela mobil
" Lihat itu bukankah itu mobil Rion ?". perhatian Kevin beralih pada mobil Bugatti silver yang baru saja memasuki area tol
" Benar dari cara si pengemudi bisa di pastikan itu Rion tapi dia hendak kemana ?". ucap Justin
" Apa kita harus mengikuti nya ?".
" Tidak perlu dia punya pekerjaan lain jadi kita tidak usah ikut campur ". kata Justin