
" Hahhhh ?". Kaget mereka yang ada di sana saat mendengar ucapan sang Princess . Berbeda dengan Kai , pria tampan itu nampak tersenyum tipis dan tidak ada yg menyadari senyum nya itu
" Kenapa ? apa ada yang salah dengan ucapan ku ?". ketus Princess melipat kedua tangannya di perut dengan raut wajah cemberut membuat mereka yang berada di sana melonggo tak percaya
" Baby ". panggil Justin
" Honey , apa aku salah ?". Princess melirik Justin di sebelah nya sambil mengedip-ngedip kan kedua matanya dan itu membuat Justin semakin gemas di buat nya
" Tidak ada yang salah baby ". ucap Justin membuat Princess mengembangkan senyum merekah di wajahnya
" Cihh ,,,, apa hanya baju ? tidak sekalian saja kau menyuruh nya untuk melepas semua kain yg menempel di tubuhnya ". cibir Lucas
Princess yang mendengar ucapan dari Lucas seketika melirik nya tajam dan Lucas pun hanya bisa menelan saliva nya karena Princess menatap nya dengan sangat tajam sedangkan di sebelah Lucas , Lucifer terkikik geli saat melihat perubahan raut wajah dari Lucas
Lee nampak acuh dengan perdebatan itu dia hanya terfokus pada ponsel nya saja begitu pun yg lain nya di sana , mereka hanya sebagai penonton
" Kai apa kau tak mendengar ku ?". intonasi suara Princess meninggi dan itu membuat mereka yang ada di sana jadi kaget
" Ahhhh , baiklah !". Kai beranjak berdiri kemudian melepas jaket serta kaos putih polos yang dia kenakan dan nampak nya 6 guratan roti sobek yang begitu menggiurkan bagi kaum hawa . Cleo nampak berulang kali menelan saliva nya . Lucifer pun melirik Kai sejenak kemudian dia menyibak baju nya untuk melihat guratan roti sobek nya
" Ahhh sama !". celetuk nya kemudian kembali fokus pada ponsel nya. Lucas hanya berdecih pelan
Princess berjalan mendekati Kai , dia kembali menelisik setiap inci dari tubuh Kai memastikan bahwa tidak ada lecet sekecil pun di tubuhnya . Kai pun merasa gugup buktinya sekarang dia tengah merasakan detak jantungnya tidak karuan
" Duduk !". Princess mendorong pelan Kai hingga Kai duduk kembali di sofa
" Sudah percaya ?". Kai menengadah melihat wajah Princess di depan nya dengan senyum mengembang di wajahnya
" Ummmm lumayan !". kata Princess mengangguk kan kepalanya kemudian dia berjongkok di depan Kai
" Apa ??". Kai pun kembali kaget saat Princess sudah duduk bersila di lantai tepat di hadapannya
" Lihat apa yang akan di lakukan gadis itu ?". bisik Lucas pada Lucifer
" Biarkan selagi dia senang !". acuh Lucifer dan mendapatkan tatapan jengah dari Lucas
" Aku hanya ingin melihat luka di kaki mu ". kata Princess , dengan pelan Princess melepas sepatu yang di pakai oleh Kai
" Tidakk!!". tahan Kai pada tangan Princess
" Apa kami di sini hanya ngontrak ?". celetuk Lee dan Princess langsung menatap nya tajam . Bisa-bisanya Lee menganggu kegiatan yang di lakukan oleh Princess
Princess kembali melirik Kai di depan nya , di mana tangan Kai masih menggenggam tangan Princess yang tadi ingin melepas sepatunya
" Kai , apa kau ingin membangkang ?". nada Princess penuh penekanan serta tatapan maut yang di tujukan pada Kai dan dengan reflek Kai melepaskan tangan Princess
Princess mengulum senyumnya , dia kembali melakukan aktivitas nya mengecek setiap inci dari tubuh Kai
Semua itu tak luput dari pandangan mereka semua yang ada di sana terutama Justin , pria itu nampak menampilkan raut wajah datar nya
Kai melirik sekilas pada Justin , Kai hanya tersenyum tipis sedang kan Justin nampak tak menanggapi nya
Princess melepaskan kedua sepatu yang tadi melekat di kaki milik Kai , dengan teliti Princess mengecek bekas luka di sana dan hasil nya sungguh luar biasa tak ada noda atau bekas luka . Princess tersenyum senang sebentar tapi kemudian dia kembali menampilkan raut wajah datar nya . Kai pun melihat perubahan dari Princess
" Ada apa ?". tanya Kai
" Tidak !! ". jawab Princess bangkit berdiri dan tepat di hadapan Kai
" Sudah aku katakan bukan , dia pasti akan sembuh dan tak meninggalkan bekas luka ". seru Lee bangga
Princess memutar setengah tubuh nya dia menatap Lee dengan intens
" Di mana Kim ?". tanya Princess pada Lee karena sejak tadi Kim tidak terlihat berada di dekat Lee
" Saya di sini Nona ". Kim berjalan menghampiri mereka dengan setumpuk dokumen di tangan nya
Mereka semua yg ada di sana menoleh pada Kim , di mana Kim masih berjalan menuju ke arah mereka di ruang tamu
Kim berdiri di samping Lee , di mana Lee masih terlihat duduk anteng di sofa
" Rion , antarkan Kai ke kamar nya dan kalian berdua ikut dengan ku sekarang juga !!". titah Princess penuh penekanan , tutur katanya mutlak tak ingin terbantahkan
Lee dan Kim saling lirik , Lee masih tak bergeming dari posisi nya begitu pun dengan Kim sedangkan Princess nampak sudah berjalan pergi
" Apa kau tuli Lee ?". teriakan sang Princess membuat mereka yang ada di sana tergelonjak kaget
" Ahhh iyaa !". Lee bangkit dari duduk nya sambil menghembuskan nafasnya pelan
" Kau pasti melakukan kesalahan , hahahaha !'. cibir Lucas dengan sedikit tertawa
" Apa kau ingin aku menjahit mulut mu itu yang seperti perempuan yang sedang pms , huhh ?". Lee begitu kesal saat mendengar ucapan Lucas dia bergegas mengejar Princess yang sudah hilang dari jangkauan nya
Rion menatap Kai malas , entah kenapa hanya Rion yang tau
" Ayok aku akan mengantarmu ke kamar mu ". Rion bangkit berdiri
" Ahhh iya baiklah !". Kai pun bangkit dia mengambil kaos serta jaket di sebelah nya kemudian memakai nya kembali setelah itu dia mengambil sepatunya lalu menenteng nya
Rion pun berjalan mendahului dan Kai mengikuti nya. Baru beberapa langkah mereka berjalan , terdengar suara yang membuat langkah kaki Kai berhenti
" Damian Roberto Kennef ! itu kan nama asli mu Kai ?". ucapan Justin membuat Kai menghentikan langkahnya dia kemudian berbalik menatap Justin yang sudah berada dua langkah di depan nya
Rion pun nampak berbalik sambil menarik nafasnya pelan. Lucifer menghentikan permainan game nya , dia membenarkan posisi duduk nya di sebelah Lucas
" Ada apa ?". bisik Lucifer pada Lucas
"Entah lah aku tidak tau ". jawab enteng Lucas sambil mengangkat bahunya acuh
Kembali lagi pada dua pria tampan itu , mata mereka bertemu seperti beradu ketajaman . Justin tersenyum smrik begitu pun dengan Kai dan hanya mereka berdua yang tau apa arti dari masing-masing senyum mereka
" Justin William , senang bertemu dengan mu ". kata Kai sembari menatap Justin tepat di kedua bola matanya
Justin pun menyeringai kedua tangannya melipat di dada ". Hahhhh , ini sungguh lucu bukan ? seandainya Kevin ada di sini dia pasti akan tertawa terbahak-bahak ". ucap Justin terdengar mengejek
" Iya itu benar apalagi jika Erick ada di sini juga , jadi kita bisa mengulang pertarungan beberapa tahun yang lalu ". seringai tajam dari Kai membuat mereka yang ada di sana bergidik ngeri
Dua moster kembali bertemu dan itu membuat suhu udara di sana begitu dingin dan mencekam
" Dulu memang murni sebuah kesalahpahaman tapi jika itu terjadi di masa sekarang , maka aku tak akan mengampuni mu Kai !". ucap Justin berlalu meninggalkan Kai yang masih diam di tempatnya
" Itu tak akan terulang tapi sepertinya akan ada kisah baru yang akan muncul !". ucap Kai
" Tak akan aku biarkan kisah mu itu Kai !". jawab Justin tegas tanpa berbalik melihat Kai dia menaiki anak tangga dan menghilang di sana
Kai berbalik menatap kepergian Justin
'' Bisa kita pergi sekarang ?". Rion terlihat geram dengan situasi saat ini
" Ayokk!". Kai melanjutkan langkahnya mengikuti Rion
"Apa mereka adalah Rival ?". tanya Mark
" Iya tentu , memang nya aku harus bertanya dengan siapa lagi ? " . jengah Mark
" Lalu aku harus bertanya pada siapa ? karena aku pun tidak tau siapa Kai ". kata Lucas
Mark dan Cleo saling lirik mereka kemudian menghembuskan nafasnya kasar
" Apa kau tidak tau siapa dia ?". bisik Lucifer
" Tidakk ! lalu kau sendiri ?". tanyaLucas
" Entahlah , aku hanya mendengar ceritanya sedikit ". kata Lucifer melirik Roy yang sedang duduk dengan tenang nya di ujung sofa
Lucifer memberi kode pada Lucas
" Roy apa kau tau siapa , Kai ?". Lucas yang memahami kode dari Lucifer langsung bertanya pada Roy
" Yang aku tau Kai adalah Leader dari Gangster Halilintar ". jawab Roy tapi mata nya masih terfokus pada ponsel nya
" Apaaaa !". teriak Mark dan Cleo bersamaan berbeda dengan Lucas dan Lucifer , mereka saling lirik kemudian menyeringai bersama
" Kau yakin Roy ?". tanya Mark
" Tentu saja !". jawab Roy
"Apa kalian masih betah berada di sini? ". celetuk Lucas menatap Cleo dan Mark
" Apa kau mengusir kami ?". geram Cleo
" Mungkin !!". acuh Lucas tersenyum mengejek pada Cleo
" Cihhhh !! decih Cleo ". Lalu dia bangkit berdiri .". Ayok kita pergi Mark , kehadiran kita sudah tidak di butuhkan di sini ". ketus Cleo
" Nona Cleo kau jangan terlalu ketus nanti cantik mu bisa hilang ". Lucifer terkikik geli
" Ah baiklah !". Mark pun bangkit dia pun tak mempermasalahkan cibiran Lucas karena sifat nya memang seperti itu
" Diam kau Tuan Muda Lucifer !!". kata Cleo penuh penekanan setelah itu dia segera pergi dari sana . Mark pun mengikuti langkah kaki Cleo
" Kau marah karena Lucas atau Karena Princess ?". tanya Mark menghentikan langkah kaki Cleo . Cleo berbalik menatap Mark di sebelah nya
" Apa maksudmu Mark?". tanya Cleo menatap Mark intens
" Lupakan saja !!". Mark lalu meninggalkan Cleo yang masih mematung di sana dengan berjuta rasa penasaran dari maksud pertanyaan Mark
" Kenapa kau mengusir nya ?". tanya Lucifer
" Aku tidak mengusirnya hanya saja kalau mereka tetap berada di sini maka Markas akan kosong ". kata Lucas
" Oooo !". Lucifer membulat kan bibirnya sedang kan kedua tangannya masih asik bergerak lincah di atas benda persegi panjang itu yang tak lain adalah ponsel nya yang berlogo ular berkepala tiga
Roy nampak masih sangat sibuk dengan i-pad di genggaman nya dan itu pun tak luput dari perhatian Lucas
" Kau sangat sibuk Roy ?". seru Lucas
" Sedikit !". acuh Roy
" Cihhh !". decih Lucas sambil mengusap bawah hidung nya
Nampak seorang maid datang dan menghampiri mereka di sana
" Maaf Tuan Muda , di depan ada kurir yang mengantarkan paket untuk anda !". kata maid itu dengan hormat sambil menundukkan kepalanya sedikit
Lucifer yang tentu saja di panggil Tuan Muda memicingkan matanya menatap maid itu sambil bangkit dari duduk nya
" Paket untuk ku ? benarkah ?". Lucifer lalu berjalan menuju ke depan di mana di depan Mansion sebuah mobil box telah menurunkan beberapa alat komputer di sana
" Pria itu menepati ucapannya !". ucap Lucifer sambil tersenyum tipis
" Dari siapa ?". tanya Lucas saat sudah berada di sebelah Lucifer , Lucifer melirik Lucas di sebelah nya sambil tersenyum smrik
" Kau pasti tau ". kata Lucifer
" Sudah pasti dia melakukan nya karena kau kesayangan dari Princess !". kata Lucas berbalik lalu pergi
" Tentu saja !". bangga Lucifer
Beberapa pria nampak terlihat sibuk menurunkan beberapa perangkat komputer game terbaru keluaran dari CM Gamer's dan tentu nya semua barang itu dari Chen Morgan
" Bawa semua nya ke ruang pribadi ku di lantai dua !". titah Lucifer pada seorang penjaga di sana
" Baik Tuan Muda !". ucap penjaga itu
Lucifer langsung berbalik menuju ke ruang pribadi nya di lantai dua sedangkan Roy masih anteng duduk di sofa dia sama sekali tak bergeming dan membuat Lucifer menggelengkan kepalanya pelan
" Roy ikut dengan ku dan hentikan pekerjaan mu itu !". titah Lucifer
Roy melirik Lucifer sejenak kemudian dia pun bangkit sambil merapikan ponsel serta i-pad nya lalu mengikuti langkah Lucifer
Sementara di ruangan berbeda di dalam Mansion Vlaron terlihat Princess sedang mengintrogasi Lee dan Kim di depan nya
Princess berjalan kesana kemari dengan kedua tangan nya melipat di dada raut wajahnya sulit di tebak . Lee nampak menghembuskan nafasnya pelan
" Maaf Nona , tapi kami sudah berusaha ". kata Kim
" Dengan kata maaf tidak akan memperbaiki semuanya Kim ! ". kata Princess
" Pergi dan lakukan tugas kalian karena bila kalian gagal maka akan terjadi perang yang sangat besar dan aku tak ingin jika itu sampai terjadi ". kata Princess mendudukkan bokong nya di sofa
" Kenapa kau begitu peduli dengan nya ? siapa dia sebenarnya ?" . tanya Lee
" Lalukan tanpa banyak bertanya Lee ". Princess menatap Lee jengah karena Lee terus saja bertanya
" Cihhhh , aku bukan dokter pribadi mu jadi kenapa aku harus mengikuti semua perintah mu ?". Lee benar benar mengeluh saat ini
" Bukan kah kau adalah teman ku Lee ? jadi kau harus membantu ku bukan ? mau kau ikhlas atau tidak , aku hanya ingin dia sembuh dalam beberapa minggu ini ! ". ucap Princess tegas
" Apaa ? minggu ? kau tidak waras!". Lee frustasi dia mengacak kasar rambutnya
" Kami akan berusaha semaksimal mungkin Nona Muda ". ucap Kim
" Pergi lah dan ini sebenarnya untuk kebaikan kita semua , maafkan bila aku memaksa mu Lee tapi nanti kau akan tau apa alasan ku di balik semua ini ". kata Princess dia bangkit berdiri lalu menuju ke arah jendela kaca besar itu lalu dia menatap ke luar di mana mentari sudah berada di atas sana
" Baiklah , aku akan pergi !". Lee bangkit di ikuti oleh Kim dan mereka pun pergi meninggalkan Princess di sana
Princess melirik sejenak ke arah Lee dan Kim. " Maaf kan aku Lee ". ucap Princess pelan
# maafkan author ya karena author terlalu sibuk di real life maka nya jadi lama upload novel nya 🙏