Princess Vlaron

Princess Vlaron
06 Vlaron Group



Pagi menjelang semua penghuni bangunan mewah itu sudah terbangun dari tidur nya dan sekarang sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan


" inget Princess sekarang identitas mu sudah berubah jangan sampai ada orang lain yang tau identitas asli mu karena itu akan sangat berbahaya untuk keluarga mu di Indonesia ". ucap Nenek Yasmin sembari menatap Putri yang sedang lahap memakan makanan nya itu


" oke ". jawab Princess


" lalu apa rencana selanjutnya ?". tanya Professor Mogo


" sesuai dengan rencana awal dan untuk mu Lee aku akan sering meminta bantuan dari mu ". ucap Princess sembari menunjuk Lee


" Oke ,,, dengan senang hati aku akan membantu mu tapi harus dengan imbalan yang sesuai ". jawab nya sembari nyengir menampilkan deretan gigi putih nya


" Ckk,,, bocah tengil kau memang tak pernah mau rugi !! ". kata Professor Mogo dengan kesal nya karena cucu nya itu memang tak mau rugi sedikit pun


" sesuatu itu harus ada timbal balik nya bukan ". ucap nya lagi sembari melirik Princess yang tengah memakan makanan nya


" ya ,,, kau akan mendapatkan imbalan yang sesuai jika kau melakukan nya dengan cepat tepat dan benar ". ucap Princess sembari tersenyum mengejek ke arah Lee


" Ckk,,,, tentu saja ". ucap Lee


" lalu setelah ini kalian akan kemana Yasmin?". tanya Professor Mogo


" kembali ke Singapura karena banyak hal yang harus aku persiapkan untuk menyambut para tikus itu ". jawab Princess dengan seringai nya


Mereka semua yang melihat seringai itu bergidik ngeri bagaimana mungkin gadis 18 tahun itu mempunyai seringai mematikan seperti itu seketika ruangan itu menjadi dingin


" baiklah , hubungi aku bila kau memerlukan bantuan ku ". ucap Professor Mogo


" ummm". gumam Princess


Setelah selesai sarapan pagi itu mereka semua kembali ke tempat masing masing Nenek Yasmin dan Princess telah kembali ke Singapura sedang kan Lee kembali ke Korea dan Professor Mogo melanjutkan penelitian tentang racun yang sudah di teguk habis oleh Princess


" Ckk,,, gadis tengik itu menambah pekerjaan ku saja". Ucap Professor Mogo setelah sampai di ruang Laboratorium nya


Di sisi lain Pesawat Nenek Yasmin dan Princess telah mendarat dengan sempurna di Bandara International Changi Singapura sebuah mobil mewah sudah terparkir di pintu keluar Bandara perlahan mereka meninggalkan area Bandara itu di dalam mobil Princess hanya melihat ke luar jendela mobil


" berhenti ". kata Nenek Yasmin memberi perintah pada sang supir


" baik Nyonya ". ucap sang supir itu


" keluar lah aku ingin berbicara dengan gadis ini ". kata Nenek Yasmin


tanpa menjawab supir itu keluar dari mobil dan perlahan menjauh dari mobil itu


" apa yang kau pikirkan ?". tanya Nenek Yasmin


" sesuai dengan rencana awal aku belum bisa kembali rumah utama Smith ". jawab Princess


Nenek Yasmin yang mengerti jalan pikiran cucu angkat nya itu kemudian mengambil sesuatu dari dalam tas nya


" ini ". kata Nenek Yasmin menyodorkan 6 kartu kepada Princess , 2 Card Platinum , 2 Gold Card dan 2 Black Card


Princess menerima ke enam Card itu


" untuk apa sebanyak ini ". tanya Princess


" kau pantas mendapatkan nya dan aku hanya bisa membantu mu lewat kartu itu ". ucap Nenek Yasmin


" Baiklah kalau begitu aku akan pergi kita bertemu 2 minggu lagi di acara penyambutan diriku serta hari ulang tahun ku , umm aku anggap 6 kartu ini hadiah ulang tahun ku ". cengir Princess


Karena gemas dengan tingkah cucu angkat nya itu Nenek Yasmin perlahan mengacak rambut nya kemudian mencium kening nya


" pergi lah ". ucap nya


" ummm". hanya di balas dengan deheman perlahan Princess meninggalkan mobil itu dan menyetop sebuah taksi , Mobil Nenek Yasmin pun sudah meninggalkan tempat itu menuju rumah utama keluarga Smith sekian lama akhirnya mobil itu sampai di sebuah mansion mewah setelah itu Nenek Yasmin turun dan berjalan masuk ke dalam mansion itu


" kau dari mana kakak ipar beberapa hari ini kau tidak pulang". tanya Yura yang tak lain adalah adik ipar tiri nya


" bukan urusan mu dan jangan pernah ikut campur urusan ku kau mengerti Yura ". ketus Nenek Yasmin kemudian pergi meninggalkan Yura menuju kamar nya di lantai 3 mansion itu


karena kesal dengan jawaban kakak iparnya itu Nenek Yura pun pergi menuju kamar nya sambil menghentak hentakan kaki nya setelah sampai di kamar nya dia


membanting beberapa barang


prangg


prangg


prangg


" apa yang kau lakukan Yura ?". tanya Jeremy yang tak lain adalah suami dari Yura


" kau tau Nenek tua itu benar benar membuatku muak , cepat kau singkirkan dia agar tidak menghalangi rencana kita". ucap nya


" yaya sabar lah aku juga tengah berusaha mencari cara agar bisa menyingkirkan mereka ". balas Jeremy


Di sisi lain


" kau sudah pulang ?". tanya Kakek Albert


" ada hal penting yang ingin aku bicarakan ". kata Nenek Yasmin


" bicaralah". jawab Kakek Albert


" baiklah jadi apa selanjutnya ". tanya Kakek Albert


" sesuai dengan rencana awal ". balas Nenek Yasmin


Keluarga Smith merupakan keluarga yang cukup kaya di negara nya keluarga ini banyak memiliki konflik antar keluarga misal nya dengan adik tiri dari Albert Smith yaitu Jeremy Smith perebutan kekuasaan dan harta selalu terjadi , Citrus Corporation adalah perusahan yang di miliki oleh keluarga Smith perusahan yang bergerak di bidang perhotelan , restaurant , apartment dan bar ini mempunyai banyak cabang di setiap negara , kursi pimpinan CEO selalu menjadi perebutan antara kedua belak pihak tapi setelah mendiang ayah dari Kakek Albert tiada dia mewariskan semua aset nya hanya kepada Putra sah nya saja yaitu Albert Smith , Jeremy Smith juga putra nya tapi tidak di akui secara sah karena hubungan itu tercipta dari sebuah jebakan di masa lalu , oleh sebab itu Jeremy sangat membenci Albert dan selalu berusaha menyingkirkan Albert untuk dapat menduduki kursi utama CEO di Citrus Corporation


lain hal nya dengan Vlaron Group Nenek Yasmin merupakan pewaris ke empat dari awal berdiri nya Vlaron Group , Vlaron Group sendiri merupakan perusahan yang bergerak di segala bidang mulai dari barang electronic , perhotelan , restaurant , apartment , bar , Mall , rumah sakit , taman hiburan serta pabrik senjata berada dalam naungan Vlaron Group cabang nya hampir di 50 negara menjadikan Vlaron Group Raksasa Industri di benua Asia terutama di singapura tempat kantor utama dari Vlaron Group , seharusnya nya menjadi pewaris ke lima adalah Putra dari Nenek Yasmin tapi karena sebuah kecelakaan yang merenggut nyawa putra nya itu jadilah pewaris nya adalah cucu nya Vanya tapi siapa sangka cucu nya juga tewas karena di bunuh alhasil sekarang Vlaron Group akan memiliki pewaris pihak luar yang tidak memiliki darah murni Vlarious , mengenai identitas asli Nenek Yasmin tak ada yang tau kecuali suami nya dia memang menutup diri nya agar tidak terjadi hal hal yang tidak di ingin kan tapi itu semua percuma toh sekarang pewaris murni Vlaron Group sudah tewas di tangan musuh


Red Blood sendiri merupakan sekumpulan pasukan pengaman yang di bentuk semenjak Vlaron Group mulai berkembang pesat , pasukan khusus Red Blood atau yang biasa di sebut dengan "RB" bertugas menjaga dan mengaman kan Vlaron dari pihak musuh , karena berkembang nya Vlaron yang cukup pesat di ikuti juga dengan penambahan pasukan RB seiring waktu Pasukan RB lebih di kenal dengan sebutan Mafia , padahal awal terbentuk nya bukan lah Mafia, lambat laut semua nya berubah dengan kemajuan teknologi sang pendiri Vlaron memutus kan mendaftarkan RB sebagai salah satu Mafia Legal di negara tersebut awal nya memang di tolak karena bagaimana mungkin kelompok mafia bisa Legal , tapi karena pengenalan baik dari pihak pemerintah dan pengaruh Vlaron Group sangat penting untuk pertumbuhan perekomonian negara tersebut , jadi lah di tetap kan bahwa RB adalah satu satu nya mafia Legal yang bermarkas di Singapura , dengan syarat bahwa RB akan membantu pihak kepolisian untuk menghadapi penyelundupan barang ilegal atau narkoba sejak itulah penurunan angka kejahatan mulai berkurang di negara tersebut selain itu pihak RB mengajukan syarat peraturan dan di setujui selama tidak merugikan pihak Pemerintah atau negara yaitu


dengan 2 peraturan yaitu peraturan pemerintah dan peraturan RB itu sendiri , jika peraturan pemerintah berarti musuh dari pihak RB atau Vlaron akan berurusan dengan pihak hukum negara tapi jika peraturan RB sendiri maka pihak Pemerintah tidak boleh ikut campur baik musuh di bunuh atau di biarkan hidup itu menjadi keputusan dari King RB atau yang lebih di kenal dengan sebutan King B , King B sendiri di tunjuk oleh Keluarga Vlaron sekaligus pendiri RB , seorang King B biasanya akan turun temurun atau tidak itu tergantung dari pihak Vlaron sendiri tapi yang sudah berjalan sekarang adalah King B dari RB ialah seorang Pria tampan bernama Justin William dia merupakan King turun temurun dari sang ayah yang sudah pensiun , Justin sendiri merupakan pengacara handal di usia nya yang masih terbilang cukup muda yaitu 23 tahun , Justin sendiri menutup identitas aslinya dari khalayak publik hanya beberapa petinggi negara yang tau identitas aslinya itu semua demi keamanan RB dan Vlaron sendiri


Note : itu berdasarkan imajinasi author ya jangan terlalu di pikirin hehe✌


Di sisi lain Princess tengah berada di sebuah toko handphone


" mbak tolong berikan saya merk handphone terbaru " . ucap Princess kepada pegawai toko itu


" baik tunggu sebentar". ucap pegawai itu sembari menunduk


beberapa saat kemudian beberapa merk hp pun tertata rapi di atas meja itu Princess dengan teliti melihat spesikasi dari hp itu setelah mendapatkan yang menurut nya pas dia pun membayar nya dan pergi meninggalkan toko tersebut


Di sinilah sekarang Princess di sebuah danau , karena hari semakin senja dia memutuskan untuk menikmati senja di tepi danau itu meyandarkan tubuh nya pada sebuah pohon yang lebat dia merogoh tas selempang nya mengambil benda pipih persegi panjang yang baru saja dia beli jari nya bergerak lincah di atas papan keyword benda pipih itu setelah puas memainkan nya dia memasukkan nya kembali kemudian beranjak pergi


Di sini lah sekarang dia di sebuah perusahan property


" Princess Casora Vlarious ". ucap nya saat berada di meja resepsionist


" baik mbak sudah di tunggu mari ikut saya ". ucap sang resepsionist


Princess pun mengikuti arah resepsionist itu sampai di sebuah ruangan tampak seorang pria paruh baya tengah duduk di kursi kebesaran nya


" permisi pak , Nona Princess sudah datang ". ucap sang Resepsionist


" masuk lah ". ucap di seberang sana


perlahan sang Resepsionist mempersilakan Princess untuk masuk dan menyuruh nya untuk duduk di sofa Princess hanya mengikuti arahan nya saja kemudian sang pria paruh baya itu pun ikut duduk di sofa itu berhadapan dengan Princess


" bagaimana Nona Princess ". tanya nya


" aku tak ingin basa basi aku mengingikan bangunan itu ". ucap Princess


" tapi bangunan itu di pesan oleh klien ku jadi aku tak bisa menjual nya dengan mu ". kata pria itu yang tak lain adalah Bob Kendrick seorang CEO sekaligus Arsitek dari bangunan yang di incar oleh Princess


" kau juga pasti tau bahwa klien mu itu sudah mati karena di bunuh , jadi tak masalah kalau aku ingin membeli nya". ucap Princess


" tapi itu tak bisa , aku sudah menerima uang 80 % dari harga bangunan itu sebagai uang muka , walaupun klien ku itu sudah mati tapi aku akan menghubungi pihak keluarga nya bagaimana pun aku seorang yang jujur dalam bekerja , sekali lagi maafkan aku Nona Princess ". ucap Bob Kendrick


Princess yang melihat kejujuran dari Bob Kendrick kemudian menyeringai ternyata dia tak salah tempat


" aku sepupu dari klien mu itu bukahkan klien mu bernama Sivanya Smith Afandi ". tanya Princess


" apa kau tidak berbohong Nona demi mendapatkan bangunan itu kau membohongi ku ". ucap nya lagi


" tentu saja tidak Nama ku Princess Casora Vlarious , kau pasti punya identitas detail dari klien mu kan ". tanya Princess lagi


" ya , baiklah aku akan mengecek nya". ucap nya seraya berdiri menuju meja


kerja nya dan mengecek sesuatu dalam komputer nya sesaat kemudian dia kembali mendekati Princess


" kau bukan sepupu nya tapi saudara angkat nya ". ucap Bob


"ya kau benar ". ucap Princess


" baiklah Nona sesuai dengan kesepakatan awal dengan Nona Vanya kau tinggal melunasi sisa pembayaran nya ". ucap Bob


" tidak aku akan membayar penuh , ssbagai tanda terimakasih karena kau telah merawat bangunan itu selama setahun ini ". ucap Princess


Bob hanya tersenyum ternyata gadis di depan nya ini cukup pengertian


" baiklah Nona ". ucap Bob


" aku perlu bantuan mu satu kali lagi ". ucap Princess


" apa itu Nona ? ". tanya Bob


" buatkan aku 20 menara kendali di setiap sudut bangunan itu dengan tinggi masing masing menara 20 meter " . kata Princess


" menara kendali ummm untuk apa itu ". tanya nya


" kau tak perlu tau , lakukan saja pekerjaan mu akan ku beri waktu 1 minggu ". kata Princess


" hahhh apa 1 Minggu ". kaget Bob


" apa itu terlalu lama , baiklah 3 hari harus sudah selesai bagaimana? ".ucap Princess


" hahhh tidak tidak baiklah berikan aku waktu 1 minggu 20 menara itu akan selesai ". ucap nya


setelah menjelaskan detail mengenai rancangan menara itu sekarang Princess memutuskan pergi ke tempat bangunan yang sudah sah menjadi milik nya itu , di sinilah sekarang dia berada di sebuah bangunan yang berdiri kokoh di atas lahan 14 kilometer persegi itu lebih tepat nya sebuah markas dengan bangunan utama 5 lantai dan terdapat landasan pacu pesawat di sisi kiri serta bangunan senjata bawah tanah di sisi kanan bangunan utama setelah melihat sekitar Princess naik menuju kamar nya untuk membersihkan diri setelah itu dia beristirahat karena hari sudah sangat larut


Nextt