
Seorang pria paruh baya menatap sendu ke arah gadis cantik yang tengah terbaring di atas ranjang nya
" Bagaimana keadaan nya dok ?". tanya nya
" Nona di nyatakan koma tapi kondisi nya sudah stabil kita hanya bisa menunggu kapan dia akan sadar". ucap sang dokter
" Baiklah kau boleh pergi tapi pastikan kau harus tetap memantau nya ". titah pria itu
" Baiklah Kalau begitu saya permisi ". sang dokter menunduk sejenak lalu beranjak pergi
******
" Hey kau kenapa masih berada di sini ? kenapa tak pergi ke kantor ?". tanya Princess saat melihat Lucas tengah asik bermain game di atas sofa dengan kaki di selonjorkan
Lucas menatap sekilas Princess " Baby apa kau tau kalau sekarang hari minggu". cibir Lucas
" Ohhh benarkah ?". Princess sontak melihat jam di pergelangan tangan nya dan itu pun tak luput dari pandangan Lucas
" Astaga bodoh !! kau harus nya melihat kalender bukan jam tangan". ucap Lucas mengelengkan kepalanya
" Huhhhh!! kau tau di jam ku ini juga ada kalender ". ucap Princess menjatuhkan tubuhnya di sofa
Justin datang dari arah dapur membawa beberapa cemilan dan langsung menaruh nya di atas meja kemudian dia juga ikut duduk di sana
" Oh benarkah di jam mu berisi kalender ?". Lucas menarik tangan kanan Princess dan memperhatikan nya dengan seksama
" Cihhh begitu saja kau tak tau!! ". seru Lucifer menghampiri mereka dengan laptop di tangan nya lalu ikut duduk di sofa
" Aku kan tidak tau !". ucap Lucas lalu melanjutkan permainan game nya
" Kau enak enak santai bermain game sedangkan aku huhhh!!! rasanya kepala ini pusing sekali opening opening ". ucap Princess cemberut
" Opening ?". Lucifer menaikkan alis nya
" Pening pala ku ini ". kata Princess
" Ooo ". Lucas membulatkan bibirnya
Apa mereka benar benar sepasang kekasih tapi kenapa seperti kakak adik . batin Justin
" Kak apa kau masih jadi pengawas di Vlaron? ". tanya Princess menatap Justin
" Tentu semua yang berhubungan dengan Vlaron aku yang mengawasi nya ". ucap Justin
" Baiklah kalau begitu kau bisa menjadi CEO utama di Vlaron Group!". ucap Princess enteng
" Hahh!!! apa tidak salah kenapa aku ? bukan kah kau Nona Muda Vlaron ?". cecar Justin
" Hahahaha aku Nona Vlaron kw kau tau itu aku tak sudi berurusan dengan mereka dan harus menampilkan senyum palsu di depan mereka semua ". ucap Princess
" Kalau dia tidak mau jangan di paksa Baby ". seru Lucas yang masih fokus bermain game
" Baiklah aku mau ". pasrah Justin
" Itu bagus sekali dan kau Lc apa sudah selesai dengan rencana mu?". Princess melirik Lucifer yang tengah sibuk dengan laptop nya
" Sedikit lagi ". ucap Lucifer
" Terus lah untuk mengempur nya hingga dia pergi meninggalkan China ". ucap Princess
Justin hanya diam memperhatikan mereka karena pada kenyataan nya Justin sudah mengetahui nya tapi dia hanya diam tak ingin ikut campur kalau tidak di mintai tolong oleh Nona Muda nya
" Apa kalian sepasang kekasih ?". celetuk Justin dan membuat mereka menghentikan aktivitas nya . Lucas sontak bangkit untuk duduk sedangkan Lucifer menaruh laptop nya di meja lalu fokus menatap Justin begitu pun dengan Princess langsung menatap tajam pada Justin sedangkan Justin yang di tatap oleh 3 orang sekaligus nampak biasa saja
" Siapa yang kau maksud kak ?". tanya Princess menaikkan sebelah alisnya
" Kau dan Lucas?". tunjuk Justin dengan dagu nya
Lucas mengkode pada Princess tapi Princess tak mengubris nya " Hahaha kau ini ada ada saja kak ! aku dan dia sepasang kekasih ? itu tak mungkin hahahaha". Princess tertawa terbahak bahak sambil memegang perut nya
" Baby bisakah kau jangan terlalu jujur ". dengus Lucas kesal sedangkan Justin nampak tersenyum tipis
" Jadi kalian tidak pacaran ?". tanya nya lagi
" Kenapa kau jadi kepo sekali dengan hubungan mereka ?". pancing Lucifer
" Aku tidak kepo hanya bertanya saja ". ucap santai Justin
" Baiklah aku ada urusan aku harus belajar dengan baik biar cepat naik kelas bye bye ". Princess berdiri lalu beranjak pergi
" Baby kau mau kemana?". teriak Lucas
" Ruang perpustakaan ". jawab Princess cepat
Lucifer kembali mengambil laptop nya lalu memangku nya tangan nya bergerak lincah di atas keyboard
" Kenapa kau berbohong?". Justin menatap ke arah Lucas
" Memang nya kenapa apa kau cemburu eumm?". Lucas menghentikan acara bermain game nya dan duduk dengan tenang sambil menaruh ponsel nya di atas meja dan fokus menatap Justin sedangkan Lucifer hanya melirik mereka sekilas lalu kembali fokus pada laptop nya
" Tidak!!" jawab cepat Justin
'' Benarkah !! tapi kau terlalu kentara dasar kadal gurun ". cibir Lucas
" Kadal gurun?". Justin menaikkan sebelah alisnya nya
" Dia tak akan paham maksud mu Lucas ! dia bukan kadal gurun tapi beruang kutub !". cibir Lucifer dan membuat Lucas terkekeh geli sedangkan wajah Justin tiba tiba menjadi tak karuan biasanya hanya Kevin lah yang berani untuk mengejek nya tapi sekarang di tambah dua mahkluk di depan nya membuat Justin kelabakan
" Apa maksud dari kadal gurun dan beruang kutub ? apa karena sifat ku yang dingin atau apa ?". Justin masih lola
" Kau sangat payah King ". cibir Lucifer tanpa menatap Justin
" Bahahahahaha !!! Kondisi kan wajah mu aku sungguh tak tahan melihatnya nya ". Lucas kembali tertawa saat Justin kembali di cibir oleh Lucifer . Lucifer memang bermulut pedas selain pedas dia juga bemulut tajam dan selalu mengenai lawan tepat di jantung nya lalu nyerempet hati sedikit
" Hentikan kalian benar benar membuatku frustasi ". ucap Justin memijit pelipis nya sedangkan Lucas masih tertawa dan Lucifer masih fokus pada laptop nya
Sementara di ruang perpustakaan Princess tengah berjalan kesana kemari dengan tangan nya asik mengetuk ngetuk tembok mencari tombol rahasia atau apalah namanya sesekali dia berjongkok dan mengusap-usap lantai semisal nya terdapat tombol ruang bawah tanah atau semacamnya nya
" Argggghhh !!!! apa apaan ini apa maksud dari nenek tua itu ? ada apa di ruangan ini ?". kata Princess dengan kesal nya mengacak ngacak buku yang sudah tertata rapi di lemari
Princess terus mengumpat dalam hati nya karena tak kunjung menemukan barang yang dia cari sebenarnya bukan barang tapi entahlah hanya Tuhan yang tau
" Arkhhhh sebenarnya ada apa di ruangan ini ? ". Princess masih menelisik ke setiap sudut ruangan tapi tidak menemukan apa pun . Buku buku sudah tercecer di lantai bahkan sudah menumpuk seperti gunung api kala di susun dari lantai . Ruangan perpustakaan yang cukup luas itu membuat Princess kewalahan sampai akhirnya dia terlelap di atas tumpukan buku buku
Sore menjelang
" Dimana gadis itu ?". Lucas menuruni anak tangga setelah dari kamar Princess tapi tak menemukan nya
" Apa yang kau cari ?". Lucifer tiba tiba muncul dari arah dapur membawa segelas susu di tangan kanan nya
" Di mana kakak mu itu huhh ". dengus Lucas
" Entah !". Lucifer mengangkat kedua bahunya
" Apa kau melihat Nona Muda ? ". tanya Lucas pada seorang pelayan yang sedang lewat
" Nona Muda bukan kah masih berada di ruang perpustakaan ". kata pelayan itu
" Benarkah ? kau boleh pergi". Lucas pun berjalan menuju ke ruang perpustakaan
" Dimana gadis itu ? ". kata Lucas masuk ke ruang perpustakaan
" Bagaimana?". Lucifer nyelonong masuk
" Entah !!! ini ruangan luas nya kebangetan ". cibir Lucas
'' Ayok cari dia ini sudah sore !". Lucifer berjalan menelusuri ruang perpustakaan
" Astaga Baby ? ". teriak Lucas
" Astaga apa dia benar benar belajar sampai kelelahan begini ?". Lucas langsung mengendong Princess menuju ke kamarnya
" Kenapa dia ?". tanya Justin yang melihat Lucas tengah mengendong Princess
" Dia kelelahan ". kata Lucas
Justin menaikkan sebelah alisnya lalu mengangkat kedua bahu nya dan melenggang pergi
Waktu berlalu begitu cepat 3 hari kemudian
Justin pun resmi menjabat sebagai CEO Vlaron Group sedang kan Lucas kembali pada posisi nya semula yaitu CEO Citrus Corporation sedangkan Lucifer masih terus berusaha menyabotase seluruh aset Dominic Company nah untuk Princess sendiri dia masih berkeliling di ruang perpustakaan dengan sangat kesal nya karena sudah 3 hari berlalu tapi dia tak kunjung menemukan apa yang dia cari
" Shhhhhhh ahhh ". Princess menghembuskan nafas nya kasar menatap tumpukan buku yang sudah mengunung di atas lantai akibat ulah nya
Princess terus berkeliling mentok di ujung lalu kembali ke ujung satu nya mata nya tetap fokus pada tembok dan lemari semisal ada tombol rahasia di sana tapi entah kenapa dia tak melihatnya sama sekali
" Argggghhhhh ". Princess mengacak rambutnya kasar saking kesal nya
" Apa yang harus aku cari ? apa Nenek itu menyuruh ku membaca semua buku di ruangan ini ? bisa seumur hidup kalau begitu hihihi". Princess terkekeh sendiri di dalam sana
Sedangkan di perusahaan Vlaron
Justin menatap datar ke arah pria paruh baya yang tengah duduk dengan santai nya di sofa di ruangan nya
" Dad ". ucap Justin
" Apa boy?". seru pria itu yang tak lain adalah Jonathan William
" Tumben kau berkunjung ke sini ? apa kau begitu senggang?". Justin seolah tak suka jika Daddy nya berkunjung keperusahaan nya
Jonathan pun menatap putra sulung nya dengan menaikkan sebelah alisnya ". Apa kau tak suka jika Daddy berkunjung ?". tanya nya
" Bukan begitu Dad ".ucap nya bangkit dari kursi kebesaran nya nenuju ke sofa di mana Daddy nya tengah duduk dengan anteng nya
" Lalu ? Daddy hanya ingin mengucap kan selamat atas posisi baru mu itu saja ". kata Jonathan sambil tersenyum mengejek
" Ayoklah Dad kau juga tau apa alasan ku ". kesal Justin
" Dulu Oma pun meminta mu menjadi CEO tapi kau menolak nya karena alasan lebih menyukai menjadi Pengacara tapi sekarang giliran Nona Muda yang meminta nya kau langsung menerima nya ". ucap Jonathan masih tersenyum mengejek
" Shhhhh sudah lah Dad jangan di bahas " . sungut Justin dengan wajah kesal nya dan itu membuat Jonathan terkekeh geli melihatnya
" Kau terlalu kentara boy Hahaha ". tawa Jonathan mengema di ruangan CEO utama
" Apa nya ?". Justin menaikkan sebelah alisnya tanda tak mengerti
" Dad kau sungguh keterlaluan kau meninggalkan aku sendirian bukankah tadi kau mengajak ku untuk berangkat bersama ". cerocos Vano masuk ke dalam ruangan dan langsung duduk di sebelah Daddy nya
" Kau terlalu lama ". ketus Jonathan
" Hahahaha sekarang kau jadi CEO ". tawa mengejek dari Vano untuk kakak nya dan itu membuat wajah Justin semakin masam
" Kau tau boy ? Vano dari kemarin terus saja menertawakan mu !". kata Jonathan
" Aisss bukan aku saja Dad tapi kau pun sama ". ucap Vano dan mereka tertawa bersama sama sedangkan Justin hanya memutar kedua bola matanya dengan malas
" Astaga hentikan kenapa kalian sangat senang membuat ku jadi kesal ". sungut Justin mengelengkan kepalanya
" Kau tau boy ? mungkin kau sudah menyukai Nona Muda mu ? atau kau memang menyukai nya ".kata Jonathan melirik Vano di sebelahnya
" Kau benar Dad ! Nona Muda sebenarnya sangat cantik apalagi banyak pria tampan di sekitar nya bila kau tak bergerak cepat bisa jadi Nona Muda di ambil orang lain termasuk aku hahahaha ". tawa Vano meledek kakak nya
Justin menatap Vano begitu datar sangat datar tapi Vano masih tertawa cekikikan tanpa memperdulikan tatapan Justin
" Jangan menatap ku seperti itu kak ! kau harus tau bisa saja nanti kau akan bersaing dengan ku ". ucap Vano lagi
" Tak akan !!". sarkas Justin dengan raut wajah kesal nya
" Bwahahahaha ". Jonathan dan Vano kembali tertawa bersama setelah melihat raut wajah Justin sedangkan Justin dia nampak begitu kesal karena jika Daddy dan adik nya sudah bersatu maka Justin lah yang akan menjadi korban bullying dari mereka
" Aku sangat sibuk !! kalian pergi lah jika tak ada urusan lagi ". Justin melenggang pergi nenuju kursi kebesaran nya lalu duduk di sana sembari tangan kanan nya memijit pelipisnya
" Lihat Dad putra mu itu sungguh kentara kalau dia sudah menyukai Nona Muda ". kata Vano
" Kau benar boy ! Daddy tak sabar untuk mengendong cucu ". Jonathan terkekeh geli sambil melirik Vano di sebelahnya
" Aisss kalian pergilah ". usir Justin
" Ayok boy kita pergi dan biarkan kakak mu menyendiri dulu bila dia tak bergerak maka Daddy akan mendukung mu untuk maju hahaha". Jonathan bangkit berdiri di ikuti Vano yang masih terkekeh
" Kalian pergi lah !!! ".
" Bwahahahaha ". Jonathan dan Vano langsung melesat keluar ruangan kalau tidak mereka pasti kena amuk dari Justin
" Aisss mereka membuatku tambah pusing saja ". gerutu Justin
Justin pun melanjutkan pekerjaan nya yang begitu menumpuk tumpukan dokumen di atas meja nya seperti gunung yang menjulang amat tinggi
" Aiss kenapa ini sangat banyak sekali apa Nick tak bekerja selama ini ?". gerutu Justin mengelengkan kepalanya
Ceklekk
pintu ruangan terbuka
" Kenapa kalian kesini lagi ? ". ucap Justin tanpa melihat siapa yang sudah membuka pintu
" Kapan aku kesini ? ". Nick berjalan dengan setumpuk dokumen di tangan nya lalu menaruhnya di atas meja Justin sedangkan Justin hanya menatap nya datar
" Apa selama ini kau tak bekerja Nick ? kenapa tumpukan dokumen nya melebihi gunung Everest ". keluh Justin menatap dokumen yang baru saja di bawa oleh Nick
" Ohh ayoklah aku hanya Wakil CEO sedangkan kau CEO nya ". Nick terkekeh lalu melenggang pergi begitu saja tanpa memperdulikan tatapan tajam dari Justin
" Ahhhhhh sungguh menyebalkan ". Justin mengacak rambutnya kasar
Sementara di Citrus Corporation
Lucas pun terlihat sangat dongkol karena tumpukan dokumen di meja nya dia mengambil nya dengan kasar kemudian membaca nya " Astaga aku harus ke dokter mata setelah ini ". keluh nya
" Gladis keruangan ku sekarang !". kata Lucas menekan telpon yang langsung terhubung ke ruangan sekretaris nya
Beberapa saat kemudian Gladis pun masuk
" Kenapa Pak?". tanya nya
" Aisss kenapa ini banyak sekali ?". keluh Lucas
Gladis mengangkat sebelah alis nya lalu duduk di depan meja Lucas " Lah memang segitu Pak !! apa kau tau ingat sudah berapa lama kau tak bekerja ". ucap Gladis santai
" Kau benar benar menyebalkan". oceh Lucas
" Mau aku bantu Pak ?". Gladis terkekeh
" Astaga bisakah kau jangan memanggil ku dengan sebutan Bapak itu terlalu tua untuk ku !". kesal Lucas
" Hahahaha bukan kah kau memang tua Lucas !!". Gladis pun tertawa
'' Kau kenapa sama tengik nya dengan Nona Muda mu itu huhhh". kesal Lucas
" Karena Nona Muda lah yang mengajari aku hehehe". Gladis masih terkekeh geli melihat wajah masam Lucas
" Bantu aku cepat ! aku ingin segera pulang ". ketus Lucas
" Masih jam 2 siang ". ucap Gladis lagi
" Kau !!!!! ". geram nya
" Yayaya baiklah sini aku bantu ". kata Gladis mengambil beberapa tumpukan dokumen itu