
Seorang pria tengah terlihat sedang bercakap via telpon dengan seseorang di seberang sana
" Bagaimana? apa kau sudah bertemu dengan nya sayang ?". tanya pria itu
" Ya ! tapi sangat sulit untuk mendekati nya kembali ". ucap seorang wanita di seberang sana
" Bermain dengan cantik sayang dan ingat jangan sampai dia curiga padamu ". kata pria itu
" Aku tau dan aku pun sedang berusaha untuk membuat nya kembali pada ku ". ucap wanita itu
" Baiklah kabari aku jika rencana mu sudah berhasil sayang dan ingatlah untuk mengunjungi ku ! aku sungguh merindukan kehangatan mu sayang ". kata pria itu yang tak lain adalah Jerry
" Aku pun merindukan mu tapi aku harus menyelesaikan rencana ku dulu baru setelah itu aku akan menemui mu di Jerman". ucap sang wanita
" Baiklah sayang . Bersenang - senang lah di sana dengan pria yang kau cintai itu ". ucap Jerry lalu memutuskan panggilan nya
Tuttt
Panggilan terputus
Jerry memasukan ponsel nya ke dalam saku dengan senyum tipisnya " Maafkan aku sudah memanfaatkan mu sayang ". ucap nya terkekeh
" Kenapa kau ini kak ?". Sonia berjalan masuk dengan Andrew di sebelahnya
Jerry menoleh kala mendengar suara adik kesayangannya " Kau sudah datang ". seru nya
" Ya! dan untuk apa kau menyuruh kami untuk datang kemari? dan kenapa kau pergi meninggalkan China ?". tanya Sonia berturut-turut
" Aku ingin membahas rencana selanjutnya dengan Andrew . Untuk kenapa aku pergi meninggalkan China itu memang rencana ku untuk mengecoh gadis nakal itu ". ucap Jerry tersenyum smrik
" Lalu pacar mu yang sekarang ? kau hanya memanfaatkan nya saja ?". tebak Sonia
" Ya!". datar Jerry
Sonia dan Andrew saling lirik kemudian mengangkat kedua bahunya acuh mereka beranjak menuju ke arah sofa lalu duduk di sana. Andrew pun ikut berjalan menuju ke sofa dan duduk di depan mereka
" Apa kau tak benar-benar mencintai nya ?".tanya Sonia
" Tentu saja tidak! aku hanya mengangap nya patner di atas ranjang dan juga dia terlihat masih memiliki perasaan pada mantan pacar nya itu . Aku pun jelas tau kalau dia hanya memanfaatkan aku sebagai atm berjalan nya saja ". jelas Jerry tersenyum smrik khas nya
" Jadi karena itu kau mengirim nya kembali ke Singapura?". tanya Andrew
" Ya! ". datar Jerry
" Apa King B tak akan curiga akan hal itu ?'' . tanya Sonia.
Mereka pun sudah tau siapa King B oleh sebab itu Jerry mengirim pacar nya yaitu Rebecca Roselina atau yang biasa di panggil Oca . Oca sendiri merupakan mantan kekasih dari Justin atau King B , hubungan mereka berakhir setelah Oca bertemu dengan Jerry di Kanada 4 tahun yang lalu. Oca yang sudah terbiasa hidup mewah semenjak baru lahir memutuskan pergi meninggalkan Justin yang pada saat itu karena mengangap kalau Justin hanyalah orang biasa . Padahal sebenarnya Justin merupakan putra sulung dari keluarga William salah satu keluarga kaya raya di Singapura tapi Justin menutupi identitas nya demi mendapatkan seseorang yang tulus mencintai nya tanpa memandang harta nya . Oca sendiri masih mencintai Justin karena hanya Justin lah yang selalu bersikap baik dan lembut padanya untuk sebab itu Oca mau menerima tawaran dari Jerry untuk kembali pada Justin tapi dia sendiri masih harus tetap menjadi patner dari Jerry di atas ranjang . Dengan bodoh nya Oca bersedia menerima nya tanpa berpikir bahwa dia hanyalah di jadikan umpan untuk menghancurkan Justin
" Menurut ku tidak ! apalagi Oca merupakan cinta pertama nya ". kata Jerry
" Hufttt ! aku sungguh tak mengerti jalan pikiran mu kak ". Sonia menghembuskan nafasnya kasar
" Kau tak akan mengerti adik ku sayang ". ucap nya terkekeh
" Lalu apa rencana selanjutnya? ". kini Andrew bertanya dengan wajah serius nya
" Bukankah kau sudah menyerah kan Vlaron dan Citrus kepada ku Drew ". tanya Jerry
" Ya ! aku tak perduli dengan perusahaan itu . Dendam ku sudah terbalaskan keluarga Smith dan Vlaron sudah lenyap". kata Andrew
Andrew memang di butakan oleh dendam , sebenarnya Andrew merupakan orang baik tapi karena dendam yang sudah mendarah daging di dalam diri nya mau tak mau dia harus menghancurkan keluarga yang sudah membuat hidup keluarga nya hancur . Andrew bukan lah orang yang gila harta atau materi sejenisnya oleh sebab itu Perusahaan Vlaron dan Citrus di serahkan pada Jerry
" Lalu Red Blood? dia masih menjadi tameng Vlaron apalagi sekarang di tambah gadis nakal itu ". ucap Jerry
" Itu terserah pada mu aku pun tak perduli dengan gadis itu , di dalam tubuhnya tak ada darah Smith atau Vlaron dia hanya lah cucu angkat yang entah dari mana asal nya ". Andrew mengangkat bahunya acuh
" Sepertinya aku cukup tertarik dengan gadis itu . Bagaimana menurut mu Sonia kalau dia menjadi kakak ipar mu ?". tanya Jerry menatap Sonia
" Itu terserah pada mu kak ! tapi apa kau sungguh tertarik dengan gadis kecil itu ? toch toch selera mu masih bocah ". Sonia terkekeh geli
" Jangan meremehkan gadis itu Sonia ! dia sangat licik dan juga cerdas bahkan untuk identitas asli nya aku belum mengetahui nya . Semuanya terkunci rapat tak dapat di tembus aku yakin dia bukan orang sembarangan". jelas Jerry
" Kau benar ! yang aku dengar juga dia berteman baik dengan King Scorpion". tambah Andrew
" Maksud mu Lee si Psikopat gila itu ?". Jerry menatap Andrew
" Ya ! mereka terlihat bersama beberapa kali ". jelas Andrew
" Tochh tochh aku terlalu meremehkan gadis itu ". Sonia mengelengkan kepalanya
" Jadi apa rencana selanjutnya ?". tanya Andrew
Jerry menatap Andrew dan Sonia di depan nya lalu dia mulai menjelaskan rencana nya dengan terperinci . Rencana yang sungguh di susun rapi dan sangat matang . Entah akan berhasil atau tidak hanya waktu yang tau
" Apa kau gila kak ?". pekik Sonia tak habis pikir dengan rencana kakak nya
" Kenapa? itu rencana yang cukup bagus dan sangat menguntungkan untukku . Bagaimana menurut mu Drew?". tanya Jerry
" Baiklah aku setuju !". seru Andrew
" Tidak! ".
" Kenapa?". tanya Andrew menatap Sonia di sebelahnya
" Aku punya pirasat kalau Black Devil belum lenyap tapi sekarang kau sudah merencanakan penyerangan terhadap Red Fox . Ini benar-benar membuat ku takut bila kejadian 15 tahun lalu akan terulang kak". kata Sonia
" Black Devil sudah lenyap ! aku sendiri yang menghancurkan markas nya kalau pun mereka masih ada yang hidup pasti mereka akan menyerang ku apalagi sekarang aku berada di sini ". kata Jerry
" Tapi kak pirasat ku mengatakan kalau mereka mungkin saja masih hidup dan aku pun tak ingin kisah lalu terulang ". kata Sonia dengan mata berkaca-kaca . " Hentikan saja rencana mu kak ". kata Sonia lagi
" Tenang lah sayang semuanya akan baik- baik saja ". Andrew mengengam tangan Sonia di sebelahnya untuk menenangkan nya
" Tidak ! mereka harus membayar atas kematian orang tua kita . Aku akan tetap mengempur seluruh mafia di dunia ini karena aku mengingikan posisi tertinggi di dunia bawah dan kau jangan pernah menghalangi ku walaupun kau adalah adik yang paling aku sayangi ". ucap Jerry dengan kesal nya
" Ini demi kebaikan kita kak ! bisakah kau melupakan dendam masa lalu demi hidup kita di masa depan ". ucap Sonia
" Tidak ! rencana ku akan tetap berlanjut itu mutlak dan tak ada yang bisa menghentikan nya". kata Jerry bangkit lalu beranjak pergi meninggalkan mereka berdua
" Semuanya akan baik- baik saja ! aku mengerti bagaimana perasaan kakak mu ". ucap Andrew
" Aku takut akan kehilangan dia nanti ! gadis itu bukanlah gadis sembarangan aku bisa melihat nya ". kata Sonia . Sonia memang memiliki kelebihan bisa melihat seseorang yang memiliki kemampuan di luar batas normal oleh sebab itu dia sangat khawatir akan keselamatan kakak nya
*****
Italia
Kota Milan
09.30 waktu setempat
Sebuah mobil taksi berhenti tepat di depan Mansion mewah nan megah itu seorang gadis cantik dan pria tampan turun dari dalam mobil dengan gaya modis mereka masing-masing
" Apa ini benar alamat nya ?". tanya sang gadis pada pria di sebelahnya
" Ya !! ini sesuai dengan yang tertulis di kertas ini ". pria itu melihat secarik kertas yang baru saja dia keluarkan dari dalam saku celana nya
" Baiklah ! mari kita lihat ada apa di dalam sana". kata gadis itu yang tak lain adalah sang Princess
" Eummm". datar pria itu yang tak lain adalah Kai
Princess dan Kai berjalan masuk melewati pintu gerbang yang memang sudah terbuka . Mansion itu benar-benar sangat luas mungkin setara dengan Mansion Vlaron di Singapura. Princess menyapu sekeliling dengan mata elang nya begitupun dengan Kai mata nya mengedar sempurna menelusuri setiap sudut Mansion
" Kenapa sangat sepi ?". Princess menghentikan langkahnya . Kai pun ikut berhenti lalu menoleh pada Princess di sebelahnya
" Entah lah ". Kai mengangkat kedua bahunya
" Nona , sudah di tunggu di dalam !". ucap seorang pelayan menghampiri Princess dan Kai
" Siapa yang sedang menunggu ku ?". tanya Princess menatap pelayan wanita itu
" Tuan Besar dan Tuan Muda sudah menunggu anda di dalam , mari Nona ". ucap nya menundukkan kepalanya mempersilakan Princess dan Kai untuk masuk
Princess melenggang masuk begitupun Kai di belakangnya . Sampai di dalam Mansion Princess menatap sekeliling bangunan khas Eropa classic itu
" Jadi kau orang nya ?". seorang pria berjalan menuruni anak tangga dengan kedua tangan di masukan ke saku celana nya
Princess menoleh saat mendengar suara seseorang begitupun dengan Kai
Degg
Princess tersenyum smrik saat mengetahui siapa pria yang sedang berjalan ke arah nya
Apa ini hanya kebetulan atau keberuntungan tapi bisa aku pastikan ini adalah takdir . batin Princess
Kai pun menatap pria itu seolah dia sangat tau siapa pria di hadapannya itu
" Aku ? apa itu penting ? kau sudah membuatku menunggu sangat lama ! kau benar-benar membuat ku kesal". cecar pria itu sudah berdiri tepat di depan Princess dan Kai
" Kau , Michael King Black Dragon?". to the point Kai
pria itu menatap Kai dengan senyum smrik nya " Jadi kau tau siapa aku ?". tanya nya
" Tentu saja ". datar Kai menyeringai
" Kenapa kau menunggu ku ? ". datar Princess
" Bukan aku tapi Kakek ku yang menunggu mu !". kata pria itu
" Oooo!". Princess membulatkan bibirnya
" Kakek ku ingin bertemu dengan mu ! bisakah kau ikut dengan ku ". pria itu berbalik lalu menaiki anak tangga . Princess dan Kai saling lirik kemudian mereka pun mengikuti pria itu menaiki anak tangga menuju ke lantai atas
Michael Kendrick merupakan King dari Mafia Black Dragon asal Italia . Michael terkenal akan kekejaman nya dalam membabat habis musuhnya dia juga memiliki sisi Psikopat dalam diri nya. Pria tampan yang sudah sangat dewasa berusia 35 tahun tapi belum memiliki istri atau kekasih karena trauma akan kehidupan keluarga nya di mana dia merupakan anak broken home ayah dan ibu nya bercerai lalu menikah dengan pasangan nya masing-masing menjadikan Michael tumbuh tanpa kasih sayang kedua orang tua bahkan tanpa keluarga walaupun masih ada Kakek nya . Hubungan keluarga yang tidak baik menyebalkan dia tak percaya dengan cinta . Di dunia bawah Michael memang terkenal sebagai penguasa di Italia dengan tangan kanan nya Alexander Huang yang memiliki sifat yang sama dengan Michael
Michael berjalan masuk ke dalam sebuah kamar yang sangat besar di belakangnya Princess dan Kai masih setia mengikuti nya
" Itu Kakek ku !". tunjuk Michael
Princess melihat ke arah yang di tunjukkan oleh Michael , di lihatnya pria paruh baya dengan rambut yang sudah putih menyeluruh di kepalanya . Pipi tirus serta tonjolan tulang- tulang yang sudah tercetak sangat jelas dari tubuh pria itu karena saking kurus nya yang hanya di balut piyama tidur saja
Pria itu menoleh lalu menatap Princess yang masih berdiri di depan pintu masuk , Senyum pria itu terpatri di wajah keriput nya seolah sangat senang bisa bertemu dengan Princess
" Kemari lah ". panggil pria itu melambaikan tangan nya ke arah Princess agar mendekat. Princess melirik Michael di sebelahnya dan Michael mengangukkan kepalanya . Princess mendekat lalu berdiri di depan pria paruh baya itu yang sedang terbaring di atas ranjang dengan selang infus di salah satu tangan nya
" Kau sangat cantik!". puji pria itu. Princess menaikkan sebelah alis nya
'' Siapa kau ? apa kau teman dari Oma Yasmin ?". to the point Princess
Pria itu kembali tersenyum " Bukan hanya teman tapi sahabat dan juga Kakak untuk nya ". sahut pria itu
" Jadi siapa kau sebenarnya?". tanya Princess
Michael berjalan nenuju ke arah sofa lalu duduk di sana sedangkan Kai masih berdiri di pintu masuk menyenderkan sebelah bahu nya pada pintu masuk kedua kaki nya menyilang sempurna dengan kedua tangan di lipat di depan dada
" Maxine Kendrick ! kau bisa memanggil ku Max ". kata pria itu
" Bisa kau jelaskan kenapa Oma meminta ku untuk menemui mu ?". tanya Princess
" Duduklah apa kau tak capek berdiri terus !". kata pria itu . Princess semakin menatap tajam pria di hadapannya lalu dia duduk di tepi ranjang menghadap ke arah pria itu
" Bisa kau jelaskan?".
" Kau sangat terburu- buru seperti nya ". pria itu sedikit terkekeh
" Bisakah kau to the point saja ! aku memang sedang terburu-buru ". sarkas Princess
" Pelan kan suara mu Nona !". bentak Michael yang menatap Princess tajam dari arah sofa
Princess menoleh sekilas pada Michael lalu kemudian berbalik menatap pria di depan nya
" Aku merupakan teman , sahabat dan seorang Kakak dari Yasmin . Aku sungguh tak menyangka bahwa dia sudah pergi meninggalkan dunia ini ". pria itu menghela nafas nya sejenak
" Lalu ?".
" Dia wanita yang kuat dan sangat cerdas aku sangat mengagumi dirinya tapi sebuah ramalan mengatakan bahwa kehidupan nya agar di renggut secara tragis dan itu sudah terbukti dan Kau adalah gadis ramalan itu yang akan membalas kan dendam seluruh keluarga nya ". kata pria itu
Princess menaikkan sebelah alisnya" Lalu?". ucap nya
" Apa kau belum mengetahui jati diri mu yang sebenarnya? kau hanyalah gadis yang berasal dari Indonesia bahkan keluarga mu pun tak memiliki hubungan dengan keluarga Vlaron atau Citrus ! jadi bagaimana mungkin kau bisa masuk ke dalam keluarga mereka kalau bukan karena kau adalah ramalan itu ". kata Max
" Aku sungguh tidak mengerti!". kata Princess
" Michael kau sudah berjanji bukan untuk menuruti perintah Kakek mu ini?". Max menatap ke arah Michael yang tengah duduk di sofa
" Ya!" datar Michael
" Kau harus membantu gadis ini membalas kan dendam untuk Oma Yasmin dan kau bisa mengangap gadis ini sebagai adik mu ". kata Max
" Dia ? adik ku ?". Michael menunjuk ke arah Princess
'' Ya ! Princess Casora Vlarious Kendrick ". ucap Max
" Cihhhh menyebalkan". geram Michael
" Hey pak tua kenapa kau menambahkan marga mu di belakang nama ku ? seenak nya saja kau menambahkan nya ! Nenek tua itu sudah menganti identitas ku dan sekarang kau pun ikutan juga ?". geram Princess
" Aku akan menjelaskan sedikit tentang mu gadis nakal ! kau memang berasal dari Indonesia dan kau pun tak memiliki darah Vlaron , Smith atau Kendrick di dalam tubuhmu tapi kisah masa lalu membuat mu terlahir di dunia ini. Kau merupakan gadis terpilih dan tentu nya bersama 3 pria lain nya ketika kalian sudah saling menyatu maka kekuatan apapun dari pihak manapun tak akan bisa mengalah mu . Di masa lalu kau memiliki hubungan dengan kami oleh sebab itu walaupun darah kami sekarang tak berada di dalam tubuhmu tapi kau tetap lah keturunan dari 3 marga besar di dunia ini . Vlaron , Smith dan Kendrick kau memiliki 3 jiwa keluarga itu ". kata Max menjelaskan
Princess menatap Max tak percaya dengan maksud dari ini semua " Apa maksud mu Pak tua ? aku gadis terpilih ? 3 pria terpilih lain nya ? apa itu ?". cecar Princess
" Kau adalah ramalan dari kepercayaan 3 keluarga besar ! jadi apa menurut mu jiwa Vanya yang sekarang berada di dalam tubuhmu tak berkaitan dengan mu ? lalu bagaimana bisa dia berada di dalam tubuhmu bila kalian tak memiliki ikatan". kata Max
Kai berjalan menuju ke arah sofa lalu duduk di sana untuk lebih bisa mendengarkan percakapan Princess dan Max
" Jadi ?".
" Kau adalah gadis istimewa bila kau tak ingin marga Kendrick berada di belakang nama mu itu terserah pada mu ". kata Max lagi
" Lalu 3 pria itu ?".
" Mereka sudah berada di sekitar mu tapi kau belum menyadari nya ". kata Max
" Sudah berada di sekitar ku ? benarkah ? tapi siapa ?". Princess seolah tengah berpikir
" Jangan terlalu di pikirkan! takdir akan tetap berjalan dan tidak ada satu pun yang bisa merubah nya ". kata Max menyerosotkan tubuhnya hingga terbaring sempurna. Princess menatap pria di hadapannya dengan sangat tajam . Princess dapat merasakan aura nya sedikit berbeda
" Kau kenapa ?". Princess mengengam tangan keriput itu dengan kedua tangan nya
" Aku sangat bahagia bisa melihat mu sebelum aku pergi !". kata pria itu
" Apa maksud mu ?". tanya Princess
" Apa kau akan memehuni permintaan terakhir ku ?". Max mengengam tangan Princess balik
" Ya ! baiklah ". kata Princess spontan
Max tersenyum " Kau akan menjadi pewaris dari Zion's Group , Perusahaan dari keluarga Kendrick ". kata Max
" Kenapa harus aku ? bukan kah kau punya cucu! dia cucu mu kan ?". Princess yang terkejut langsung menoleh pada Michael
" Aku tak bisa ! aku sudah bersumpah untuk tidak ikut campur pada keluarga Kendrick lagi ". datar Michael
" Dia sudah bersumpah pada ku ! jadi kau yang akan menjadi pewaris dari Zion's Group !". Max mengeratkan gengaman nya
" Tapi kenapa harus aku ?".
" Karena hanya kau yang pantas menjadi pewaris Kendrick !". ucap Max tersenyum lalu menutup mata nya
Princess menatap tajam ke arah Max " Hey pak tua kau ini kenapa ?". Princess mengoyangkan tangan pria itu tapi dia tak merespon nya
Pria itu menghembuskan nafasnya secara perlahan sangat pelan sampai akhirnya dia sudah tak bernafas . Princess memblalakan mata nya kaget dengan kondisi Max, dia terus mengengam tangan yang masih terasa hangat itu dengan sedikit mengoyangkan nya " Hey pak tua jangan bercanda !". Princess terus mengoyangkan tangan nya lalu Princess mendekat kan jari telunjuknya ke hidung Max untuk merasakan hembusan nafas nya tapi nihil . Pria itu sudah pergi untuk selama- lama nya
'' Di...... Diaa sudah meninggal". gugup Princess bangkit berdiri melepaskan gengaman tangan nya
Michael dan Kai bangkit lalu mendekat ke arah Princess. Michael mengecek kondisi Kakek nya lalu kemudian dia menggelengkan kepalanya
" Kakek sudah meninggal ! aku akan mempersiapkan pemakaman nya ". Michael beranjak pergi
" Tunggu!".tahan Princess
Michael berbalik menatap Princess" Kenapa?''. tanya nya
" Dia kakek mu bukan ? tapi kenapa kau tak bersedih ?". tanya Princess
'' Kalau aku bersedih apa dia akan hidup lagi ? tidak kan jadi buat apa toh percuma ?". kata Michael melenggang pergi
" Apa maksud semua ini ?". Kai menatap tubuh Max yang terbaring kaku di atas ranjang
Princess memijit pelipis nya yang tiba- tiba saja berdenyut tidak karuan " Aku pun tak mengerti dengan semua ini ! ". ucap nya
Kai menghembuskan nafasnya kasar membuang wajah nya ke sembarangan arah bersamaan dengan itu beberapa orang masuk ke dalam ruangan lalu memeriksa keadaan Max
Princess menatap datar apa yang sedang di lakukan para dokter itu kemudian dia beranjak keluar di ikuti Kai di belakangnya
" Sepertinya keluarga ini memiliki masalah yang cukup rumit !". celetuk Kai di sela langkahnya
" Keluarga mu pun sama !". cibir Princess mengelengkan kepalanya
" Ah iyaa kau benar". Kai mengaruk kepalanya yang tidak gatal