
Seorang pria tampan sedang duduk di kursi kebesaran nya dengan dua pria tampan di sebelah kanan dan kiri nya . Dia adalah Lucifer King baru dari Red Fox . Lucifer sudah mengambil alih singasana Peter dari ke- Mafian Red Fox dan Peter pun tak mempermasalah tentang hal itu . Walaupun sekarang dia turun jabatan menjadi tangan kanan dari Lucifer itu tak masalah untuk nya sedangkan untuk Liu dia sekarang menjadi tangan kiri dari Lucifer
" Apa semua nya sudah siap , Uncle ?". tanya Lucifer
" Sudah Tuan Muda , kita bisa berangkat sekarang !!". kata Peter
" Baiklah kita akan berangkat sekarang !". kata Lucifer turun dari singasana nya
Mereka bertiga pun berangkat menuju ke markas kedua Red Fox yang berada di Shanghai . Lucifer sudah mengetahui bila Jerry menargetkan Mafia nya untuk pembantaian selanjutnya oleh sebab itu Lucifer sudah mempersiapkan penyambutan untuk kakak angkat nya itu
Mobil mereka melaju melewati hutan belantara di tengah jalan sudah terdapat beberapa mafioso yang sudah menunggu di mobil mereka masing-masing. Iring-iringan mobil itu terus membelah hutan belantara itu sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah bangunan tua yang tidak lain adalah Markas Red Fox
Lucifer turun dari mobil dengan santai nya kedua tangan di masukan ke dalam saku celana . Peter dan Liu berdiri di samping kanan dan kiri nya. Lucifer memberi kode , mereka pun berpencar
Peperangan sengit sedang terjadi mafioso Red Fox sedang melawan pasukan Black Fire. Suara pukulan , tembakan bahkan ledakan mengema di belakang area markas . Dari atas pun helicopter sedang berpatroli dengan sniper handal mereka berdiri tegap di atas sana
Lucifer bersiap dengan pisau lipat nya serta pistol di tangan kiri nya . Dia maju bersiap menyerang pasukan lawan . Dia menyerang dengan begitu bringas nya sampai lawan tak mampu untuk mengimbangi nya di sisi lain Peter berada di sisi kiri Markas dia pun melawan beberapa pasukan musuh yang berusaha masuk ke dalam markas lebih tepat nya ke ruang senjata mereka
" Ckk,,,,Bajingan kecil !". geram nya mulai menyerang dengan brutal . Pasukan lawan pun berdatangan ke arah di mana Peter berada tapi itu tak membuat Peter menjadi takut tapi dia malah semakin bersemangat membabat habis mereka
Sedangkan di sisi lain , Jerry dan Andrew terlihat melawan beberapa mafioso yang menghadang mereka untuk masuk ke dalam Markas
" Kemari dan antarkan nyawa kalian bede*bah sialan !". ucap Jerry menembak dengan brutal nya begitupun dengan Andrew mereka terus bergerak maju sampai akhirnya berhasil masuk ke dalam markas .
Prokk
Prokk
Prokk
Seorang Pria bertepuk tangan dengan sangat keras nya
" Selamat datang kakak ku tersayang !". kata pria itu yang tak lain adalah Lucifer
Jerry dan Andrew saling lirik mereka tersenyum smrik saat melihat Lucifer semakin mendekat ke arah mereka tanpa membawa senjata
" Adik ku tersayang , senang bertemu lagi dengan mu ! seharusnya dulu aku langsung membunuh mu saja". kata Jerry menyeringai
" Ya ! kau melakukan kesalahan kakak ! seharusnya dulu kau membunuh ku tapi sepertinya takdir tak menghendaki itu semua ". kata Lucifer membuat Jerry semakin geram karena nya
" Dulu mungkin kau selamat tapi tidak untuk saat ini !". kata Jerry menodongkan pistol nya dan langsung menembak kearah Lucifer tapi Lucifer dengan cepat menghindari nya
Mereka terus baku tembak dua lawan satu . Lucifer terus menghindar dia bersembunyi di balik pintu sesekali dia menembak kakak nya dengan pistol yang dia temukan tergeletak di lantai
" Kalian sungguh menyebalkan !". geram Peter terus membabat habis pasukan musuh di saat yang bersamaan Liu menghampiri nya lalu membantunya . Mereka terus menyerang musuh dengan brutal nya sampai para musuh pun kewalahan
Dorr
Dorr
Dorr
Begitu banyak tembakan yang di layangkan oleh mereka berdua membuat para musuh tergeletak di atas tanah dengan tubuh di penuhi oleh darah . Peter dan Liu saling lirik kemudian mereka kembali menyeringai tatkala beberapa pasukan musuh kembali datang dari arah lain
Sedangkan di sisi Lucifer, mereka sekarang sedang bertarung dengan tangan kosong . Andrew hanya diam duduk di kursi di pojokan tanpa ingin ikut campur dengan urusan adik kakak itu . Lucifer terus menerjang Jerry dengan brutal nya sedangkan Jerry sudah terlihat kewalahan , dia tak menyangka bila kemampuan Lucifer begitu hebat nya setelah lama tak bertemu
Bughhh
Dhuaaggg
Jerry terlempar membentur dinding
" Kau harus mati di tangan ku !". geram Lucifer menarik kerah baju Jerry membuat nya bangkit berdiri
Duaghh
Lucifer terbentur dengan sudut meja tatkala seseorang menerjang nya dari arah belakang dia menoleh dan menatap Andrew di depan nya
" Bre*ngsek !!". geram nya menerjang Andrew lalu memukul perut dada serta wajah nya berulang kali bahkan Andrew tak mampu menghindari serangan dari Lucifer yang terkesan sangat brutal dan bringas
Jerry bangkit berdiri lalu mengambil pistol yang tergeletak di atas lantai dengan tangan kirinya memegang dadanya yang terus berdenyut sakit akibat serangan dari Lucifer
Sedangkan Lucifer dia terus menyerang Andrew tanpa memberi kan dia ampun
" Bocah sialan ". geram Andrew menendang perut Lucifer menyebabkan dia terhuyung ke belakang
Dorrr
Dorrr
Happp
Lucifer memejamkan mata nya ketika dia terhuyung ke belakang Jerry mengarah kan pistol nya tepat pada tubuh nya . Dia mengerjakan mata nya berulang kali ternyata bukan dia yang tertembak melainkan Jerry yang sedang bersimpuh memegangi kaki nya yang terkena timah panas
Lucifer menoleh saat menyadari lengan nya di pegang oleh seseorang " Kalian !". Lucifer tersenyum menyerigai
" Senang bertemu dengan mu Tuan Muda !". kata pria itu yang tak lain adalah Rion sedangkan Roy dia sekarang sedang melawan Andrew
" Gadis itu selalu satu langkah di depan ku !". kata Lucifer lalu berbalik menghampiri Jerry sedangkan Jerry dia kembali bangkit seraya menahan sakit di area kaki nya
" Kali ini kau harus mati !". kata Lucifer semakin mendekat bersiap dengan pisau di tangan nya
Happp
Duagh
Lucifer terpental tatkala seseorang menerjang nya seorang pria bertopeng menolong Jerry sebelum Lucifer menancap kan pisau nya
" Sialan !". geram nya . Rion pun langsung membantu Lucifer dia menembak pria bertopeng itu tapi dia sangat lihai dalam menghindari tembakan Rion
Sedangkan Jerry dia bangkit dan berlari ke luar Markas . Andrew pun di belakangnya dengan Roy yang mengejar nya
" Bede*bah !!! " geram Roy tatkala pasukan musuh kembali datang dia dengan sigap mengambil senjata laras panjang yang dia bawa di belakang punggung nya . Dia menembak setiap musuh yang datang dengan membabi buta serta rantaian peluru di atas pundak nya menyamping seperti tas selempag
Rion melihat bahwa Jerry kembali bertarung dengan Lucifer dia tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyerang pria bertopeng itu
Dorr
Dorr
Tembakan demi tembakan dia keluarkan tapi pria itu dengan lihai nya bersembunyi di balik pohon . Rion semakin geram dia melempar granat mini yang melingkar sempurna di pinggang nya ke arah pria itu
Bommmm
Ledakan pun terjadi membuat pria itu keluar dari tempat persembunyian nya . Rion langsung menerjang nya sebelum itu dia menaruh senjata laras panjang nya terlebih dahulu. Pria bertopeng itu sangat antusias melawan Rion dia begitu dengan semangat nya membalas setiap pukulan yang di layangkan oleh Rion ke arah nya
" Bre*ngsek !!". geram pria bertopeng itu tatkala Rion menendang perut nya membuat dia terpundur beberapa langkah . Pria itu menoleh kala punggung seseorang berada di belakangnya , Andrew dengan keringat terus mengucur dari tubuhnya dia terus berusaha menangkis serangan dari Roy . Rion dan Roy saling memberi kode mereka pun menghajar Andrew dan pria bertopeng itu bersama-sama
Duaghh
Jerry terpental tepat mengenai Andrew dan pria bertopeng itu . Lucifer mendekat dengan mata merah menahan emosi nya
" Kau harus membayar nyawa kedua orang tua ku yang sudah kau bunuh dengan sadis nya !". kata Lucifer semakin mendekati mereka bertiga tampak Jerry sedikit kesal tapi saat ini mereka tengah terkepung . Andrew melirik pria bertopeng itu begitupun dengan Jerry
Blusssss
Asap pekat mengepul sempurna . Lucifer mengibas kan kedua tangan nya di depan wajahnya begitupun dengan Roy dan Rion .Pria bertopeng itu melempar kan bom asap ke arah mereka bertiga
" Sialan mereka kaburr!". geram Lucifer meninju udara di depan nya
" Ckk,,,,,,, pengecut !!". cibir Rion . Mereka menatap sekeliling di mana para anggota Black Fire masih menyerang . Tanpa basa basi Lucifer melampiaskan amarah nya dengan membabat habis pasukan Black Fire
Roy dengan senapan di tangan nya begitu pun dengan Rion mereka menembaki musuh dengan membabi buta
Peter dan Liu kembali setelah membabat habis pasukan BF di sebelah kiri . Kini mereka membantu Lucifer di sana tapi sepertinya Lucifer tak memerlukan bantuan . Peter dan Liu hanya diam melihat Lucifer melawan mereka dengan ganas nya bermodal kan pisau kecil dia menikam para musuh nya sedangkan Roy dan Rion mereka sudah selesai . Para musuh sudah tergeletak tak bernyawa di atas tanah
" Fiuhhh!! selesai , kalian hanyalah baji*ngan kecil !". kata Lucifer menikam seorang pria di hadapannya menyebabkan pria itu ambruk darah pun muncrat keluar dari dalam tubuhnya mengenai baju Lucifer
Lucifer melihat sekeliling mata elang nya menyapu setiap sudut di mana tubuh para musuh tergeletak seperti batu kerikil di jalanan yang tak beraturan . Darah mengenang di mana- mana . Lucifer menghembuskan nafasnya kasar seraya menyeka peluh di dahi nya
" Makam kan mereka yang layak untuk di makam kan dan sisa nya kalian bisa membakar nya !". titah Lucifer . Peter dan Liu hanya mengangukkan kepalanya
" Berikan kompensasi pada keluarga yang di tinggalkan !".kata Lucifer melenggang pergi . Roy dan Rion pun ikut pergi dengan senjata masih di tangan nya
Lucifer melajukan mobil nya meninggalkan area Markas . Roy dan Rion pun mengejar mobil Lucifer di depan nya
" Lebih cepat Roy !! dia pasti akan mencari keberadaan kakak nya itu!". kata Rion tak sabaran
" Aku sudah cepat !". datar Roy dan benar saja mobil milik Lucifer berhenti tepat di sebuah rumah mewah . Roy dan Rion bergegas turun
Prangg
Prangg
Prangg
Lucifer melemparkan semua benda di rumah itu tatkala tak menemukan keberadaan kakak nya . Roy dan Rion pun mendekat
" Tuan Muda tenang lah ! Kita masih punya banyak waktu untuk membalas nya ". kata Roy
Lucifer menjatuhkan tubuhnya di sofa dengan mata terpenjam . Otak nya terus berpikir mencari tau di mana keberadaan kakak angkat nya Jerry. Dia memijit pelipisnya dengan tangan kanan nya
" Kapan kalian tiba di sini ?". tanya Lucifer. Roy dan Rion mendekat lalu duduk di sofa di depan Lucifer
" Tadi siang ! tapi seharusnya pagi hari kami sudah berada di sini karena ada sesuatu hal yang harus kami selesai kan jadi kami menunda keberangkatan selama 5 jam ". jelas Roy
" Dan syukur nya kami datang tepat waktu kalau tidak maka kami tak tau apa yang akan terjadi !". kata Rion
Lucifer menatap Roy dan Rion di depan nya . Dia sudah menduga pasti Princess akan mengirim kan mereka berdua untuk membantunya . Kakak angkat nya itu pasti tak ingin terjadi sesuatu dengan nya. Lucifer kembali menghembuskan nafasnya kasar menyenderkan tubuhnya di senderan sofa dengan mata terpejam
" Dan siapa pria bertopeng itu ? apa Jerry bekerjasama dengan aliansi lain ? ". celetuk Roy
Rion pun menatap Roy di sebelahnya " Ya ! pria itu bukan orang sembarangan dari segi bertarung nya dia seperti seorang ninja !". seru Rion karena dia lah yang tadi melawan pria bertopeng itu
" Hahhh!'. kaget Roy
" Bisa jadi ! tapi aku pikir mereka tak sebodoh itu mau bekerjasama dengan Black Fire yang notabene nya mengingikan kekuasaan tertinggi !". seru Rion
" Tapi setelah di pikir-pikir bisa jadi mereka saling memanfaatkan ! Black Fire meminta bantuan mereka dengan memberikan imbalan atau Pihak Yakuza ingin mengadu domba Black Fire untuk menghancurkan nya dari dalam ! mau bagaimana pun keserakahan Black Fire bukan rahasia umum lagi ". kata Roy
Lucifer membenarkan posisi duduk nya " Kalian benar ! jika Jerry bekerjasama dengan pihak Yakuza maka kita harus berhati-hati bagaimana pun mereka bukan lah lawan yang bisa di anggap remeh ". kata Lucifer
" Ya kau benar , Tuan Muda !". kata Roy
'' Berhenti memanggil ku dengan sebutan itu kalau kita hanya bertiga ! bukankah kalian itu adalah teman ku !". kata Lucifer
" Yayaya baiklah sesuai keinginan mu !". kata Rion terkekeh sedangkan Lucifer hanya mendelik tak suka ke arahnya. Sejak bertemu dengan Princess mereka tak mengenal kata kasta atau drajat . Princess mengangap mereka sebagai teman nya , menurut Princess drajat manusia itu sama saja tak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah tak memandang kasta atau derajat apalagi bibit bebet dan bobot nya oleh sebab itu baik Roy maupun Rion sangat bersyukur bisa bertemu dengan sang Princess
" Ayok kita kembali !". Lucifer bangkit berdiri . Roy dan Rion pun bangkit
" Kita akan kemana ?". polos Roy
" Mansion Dominic , kalian bisa istirahat di sana !". kata Lucifer melesat pergi
Roy dan Rion saling lirik memberi kode mata dan mereka pun mengangukkan kepalanya
Plupp
Plupp
" Lari !". teriak nya terkekeh setelah melempar sesuatu ke dalam rumah itu dan mereka berdua lari terbirit-birit dengan senyum sinis nya
Bommmmm
Dua granat mini meledak di dalam rumah mewah itu . Roy dan Rion hanya terkekeh geli saat sampai di luar rumah sedangkan Lucifer hanya mengelengkan kepalanya kelakuan duo R memang tak bisa di tebak
" Ayoklah !". Rion masuk ke dalam mobil lalu membunyikan klakson mobil nya
" Sebentar !". Roy masuk lalu duduk di kursi kemudi
Mobil mereka pun pergi meninggalkan rumah mewah itu , sudah bukan rumah mewah lagi karena sebagian nya sudah hancur akibat ulah duo R . Mobil mereka membelah jalanan malam di kota Shanghai menuju ke Mansion Dominic
Di tempat lain , Jerry menatap jengah seorang dokter pria di depan nya . Jerry terus mengumpat serapah dokter itu karena begitu lelet dalam melakukan pekerjaan nya
" Cepatlah !! kenapa kau begitu lama !". geram nya . Sang Dokter hanya menghembuskan nafasnya kasar dengan sikap Leader nya itu
Di sisi lain di tempat yang sama Sonia tengah mengobati Andrew yang babak belur di bagian wajahnya akibat serangan dari Lucifer sedangkan pria bertopeng itu duduk dengan anteng nya di atas sofa kaki kiri nya menunpu kaki kanan nya
Beberapa saat kemudian dokter itu sudah menyelesaikan tugas nya dia merapikan peralatan nya lalu menunduk sebelum pergi dari hadapan Jerry sebelum pria itu menerkam nya. Sedangkan Jerry hanya menatap jengah pada dokter itu seraya tersenyum kecut kalau bukan karena dia adalah dokter terhandal di kelompok nya pasti Jerry sudah membunuh nya dari dulu
" Arkhhhh !! hari ini benar-benar sial seharusnya bocah tengik itu sudah mati di tangan ku kalau saja dua pria sialan itu tak menolong nya !". desis Jerry menatap kain perban yang melilit kaki kanan nya di mana peluru dari tembakan Roy bersarang di sana
" Bukankah sudah aku peringatkan untuk jangan gegabah dan kau lihat lah hasil nya sekarang !". kata Sonia menaruh kotak obat nya di meja di depan nya
" Diamlah !". geram Jerry mendelik kesal pada adik nya
" Siapa dua pria itu ? sepertinya mereka bukan orang sembarangan dari segi gaya bertarung nya mereka sangat terlatih !". seru Andrew membenarkan posisi duduk nya
" Yaa kau benar Drew ! mereka bukan orang sembarangan mereka seperti sniper handal sangat professional dan terlatih . Mereka selalu tepat sasaran dan peluru nya tak ada yang meleset ". kata pria bertopeng itu seraya membuka topeng nya menampilkan wajah tampan keturunan Jepang murni
" Apa gadis itu mengirim kan orang kepercayaan nya untuk membantu Lucifer ? Ckk,,,,, dia selalu saja satu langkah di depan ku !". geram Jerry
" Itu mungkin saja !". seru Andrew sedangkan Sonia dia hanya diam saja
" Jadi apa rencana selanjutnya ? ". tanya pria bertopeng itu
'' Untuk sementara kita harus menyingkir dulu ! aku sangat yakin kalau Lucifer pasti akan mencari keberadaan ku apalagi setelah rumah ku di ledakan olehnya !". kata Jerry, dia sudah mendengar kabar bahwa Lucifer datang ke rumah nya lalu meledak kan rumah itu tapi sebenarnya bukan Lucifer yang meledak kan nya tapi Duo R , Roy dan Rion orang kepercayaan sang Princess
" Baiklah aku akan mengikuti semua rencana mu !". kata pria bertopeng itu dengan seringai khas dari wajah tampan nya tak ada yang tau apa arti dari seringai itu
" Sebaik nya kau kembali dulu ke Jepang . Aku akan memikirkan rencana selanjutnya aku tak ingin gagal lagi aku ingin menaklukan gadis kecil itu setelah itu aku akan menghubungi mu kembali ! apa kau mengerti Ken ?". kata Jerry
" Baiklah aku paham ! aku ingin istirahat , selamat malam !". ucap pria bertopeng itu yang bernama Kenta dia pun beranjak bangkit lalu pergi
" Apa kau yakin dia bisa di percaya ?". tanya Andrew setelan kepergian Kenta
" Menurut mu ?". kata Jerry bangkit berdiri lalu pergi
" Apa kau tak percaya pada Kenta ?". tanya Sonia
" Pria itu cukup misterius aku pun sangat sulit untuk memahami nya ! Entahlah apa itu hanya perasaan ku saja !''. kata Andrew sedangkan Sonia dia tampak menghembuskan nafasnya kasar . Malam semakin larut mereka memutuskan untuk istirahat
Pagi menjelang
Seorang pria tampan terlihat sangat menikmati mimpi indah nya tapi itu tak berlangsung lama sebuah guncangan mengusik mimpi indah nya . Seseorang mengoyangkan bahu pria itu dengan pelan tapi lama - kelamaan goncangan nya semakin kasar hingga membuat pria itu terbangun
'' Roy bangun lah !! aku sangat lapar tolong masak kan sesuatu untuk ku !". kata pria itu yang tak lain adalah Lucifer dia sedang membangun kan Roy
" Aisssss ,,, apa di Mansion mu ini tak ada pelayan !". kata Roy dengan suara serak basah khas bangun tidur dia semakin menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya
" Tapi aku ingin makan masakan mu ! bangun lah ?". Lucifer menarik selimut Roy dan membuang nya asal
Di saat yang bersamaan Rion datang dengan penampilan acak-acakan khas bangun tidur " Ada apa ini ?". tanya nya menjatuhkan tubuhnya di samping Roy
" Roy bangun lah ! aku sangat kelaparan sekarang ". geram Lucifer dia sekarang dalam mode anak kecil nya . Dia tak menunjukkan kalau dirinya adalah seorang King dari Mafia terhebat sekarang dia hanyalah seorang bocah yang tengah merengek pada kakak nya
" Aku masih mengantuk nanti saja !". Roy memeluk erat bantal guling nya
" Roy aku pun lapar ! aku ingin makan daging ayam pedas manis ". seru Rion di sebelahnya yang ikut mengoncang bahu Roy . Lucifer pun masih menggangu Roy agar keinginan nya di turuti dia membuang jauh-jauh image nya saat bersama orang terdekat nya
" Kakak aku lapar !". teriak Lucifer mengema dia sungguh sudah kehabisan akal untuk membangun kan Roy cara terakhir nya adalah merengek dengan memanggil nya dengan sebutan kakak dan benar saja Roy langsung bangkit lalu duduk di atas ranjang nya
" Kau bisa menyuruh pelayan mu bukan ?". kata Roy
" Aku ingin makan masakan mu ! buatkan aku sup tulang iga , yaya yaya !". kata Lucifer dengan mata berbinar nya dan itu membuat Roy menghembuskan nafasnya kasar lalu bangkit dari tempat tidur nya
" Aku ingin daging ayam kecap manis !". Rion mengangkat tangan kanan nya di udara dengan mata terpejam dan Lucifer hanya nyengir menampilkan deretan gigi putih nya.
" Arkkhhh ,,,, Baiklah akan aku buatkan !". Roy berlalu masuk ke dalam kamar mandi lalu mencuci sekilas wajah tampan nya
Lucifer yang melihat bila Rion kembali menikmati dunia mimpi dia pun ikut naik ke atas ranjang dan tidur di sebelah Rion dengan menjadikan Rion sebagai bantal guling nya
Roy keluar dari kamar mandi di suguhkan pemandangan tak biasa di depan nya di mana Lucifer memeluk Rion seperti bantal guling sedangkan Rion dia memeluk bantal guling sungguhan. Bila orang lain menyaksikan pemandangan itu pasti mereka berpikir bila Lucifer dan Rion adalah seorang gay tapi tidak untuk Roy dia sudah tak mempermasalah akan hal itu dia memperhatikan wajah kedua pria tampan itu sungguh terlihat sangat damai . Roy pun tersenyum tipis di buatnya disini dia memang lah sosok kakak bagi mereka berdua apalagi dia memang lebih tua dari Lucifer maupun Rion
Roy melenggang pergi menuruni anak tangga sampai akhirnya dia sampai di dapur
" Ada yang bisa saya bantu Tuan Muda ? ". tanya Kepala pelayan yang memang sedang berada di dapur
" Tidak ! kau bisa pergi dan kalian pun bisa pergi!". usir Roy pada Kepala pelayan itu dan pelayan lain nya dan mereka pun menunduk kan kepalanya lalu melesat pergi meninggalkan Roy seorang diri di dapur
Roy berjalan menuju ke arah kulkas lalu membuka nya mengeluarkan semua keperluan nya setelah itu dia menaruh nya di atas meja dan bersiap untuk memasak makanan kesukaan dua pria tampan itu. Sebenarnya Rion pun jago memasak tapi dia cenderung pemalas jadi Roy lah yang selalu memasakkan makanan untuk nya
20 menit berkutat di dapur masakan Roy sudah siap tinggal menyajikan nya di atas meja makan
Sedangkan dua pria tampan itu terlihat masih menikmati mimpi indah nya di pagi hari . Rion mengeliat kecil tapi tubuhnya seakan tak mau bergerak dia membuka mata nya dan melihat Lucifer sedang memeluk nya bahkan terlihat sangat int*im sekali
Plaakkk
" Aoo !". Lucifer memegang pipi nya tatkala merasakan seseorang menepuk pipi nya dengan sangat kasar dia membuka mata nya dan melihat Rion sedang menatap nya dengan tajam , menyadari perbuatan nya Lucifer langsung melepaskan pelukan nya pada Rion
" Apa kau gay hahh ?". cebik Rion mengeliat dengan kedua tangan nya merentang sempurna bahkan mengenai wajah Lucifer
" Ckk,,,, aku masih normal !". elak Lucifer , hidung nya mengendus bau- bau sesuatu dan membuat Rion mencium bau di tubuhnya
" Aku tak sebau itu !'. delik Rion pada Lucifer di sebelahnya
" Bukan itu ? apa kau tak mencium sesuatu ?". tanya Lucifer
Rion pun ikut mengendus-ngendus bau itu sampai akhirnya mereka saling lirik " Kita makan !". teriak nya melesat turun dari ranjang dan berlari menuruni anak tangga
Roy sudah menyajikan makanan nya di atas meja dan dia pun melihat bila Lucifer dan Rion tengah berlari kecil ke arah nya
" Wahhh ini terlihat sangat enak !". Lucifer langsung duduk dan mengambil makanan nya begitupun dengan Rion dia langsung menyendok beberapa sendok nasi serta lauk nya dan langsung menyantap nya sedangkan Roy hanya tersenyum sambil mengelengkan kepalanya tak habis pikir . Dia menuju ke dapur lalu melepas celemek nya lalu mencuci tangan nya setelah itu dia ikut bergabung di meja makan
" Makan nya pelan-pelan saja aku sudah memasak banyak makanan untuk kalian !". kata Roy saat melihat Lucifer dan Rion makan dengan sangat lahap nya
" Yaya". ucap Lucifer dengan mulut di penuhi oleh banyak makanan sedangkan Rion hanya tersenyum tipis sambil mengacungkan satu ibu jari nya ke arah Roy
Mereka pun menikmati acara makan nya . Beberapa saat kemudian mereka pun selesai . Lucifer menyenderkan tubuhnya di sandaran kursi dengan senyum mengembang di wajah tampan nya dan itu membuat kadar ketampanan nya bertambah 10 kali lipat . Roy yang melihatnya pun ikut tersenyum di buatnya
" Huhhh akhirnya !". kata Rion meminum air nya lalu meletakkan nya kembali setelah gelas nya kosong
" Sudah puas ? kalian selalu saja menggangu tidur nyenyak ku !". cibir Roy
" Oh ayoklah kau sebagai kakak yang baik harus memenuhi permintaan dari adik nya!". kata Rion dengan menaik turunkan kedua alis nya
" Ya itu benar ! kau kan kakak yang baik !". seru Lucifer menambahi dengan mode anak kecil nya. Roy menghembuskan nafasnya pelan
" Jadi kapan kita akan kembali ?". tanya Rion
" Hari ini juga! ". kata Roy
" Kalian akan kembali hari ini ? benarkah ?". tanya Lucifer seakan tak setuju bila duo R pergi meninggalkan nya
" Kami harus menyelesaikan sesuatu di sana jadi hari ini kami harus kembali dan kau harus menjaga diri mu dengan baik kalau tidak bisa saja gadis itu akan mengantung kepala ku di alun-alun kota !". kata Roy bergidik ngeri dengan ancaman Princess bila mengenai Lucifer adik nya
" Ya kau benar ! aku akan mandi dulu tubuh ku sangat bau !". Rion beranjak bangkit lalu melenggang pergi
" Apa kau keberatan bila kami kembali sekarang ?". tanya Roy
" Sebenarnya iya tapi mau bagaimana lagi sudah tugas kalian jadi aku tak akan memaksa nya !". kata Lucifer bangkit berdiri lalu pergi
Roy menatap punggung Lucifer yang sudah menghilang di ujung tangga dia sangat paham betul dengan perasaan Lucifer dia butuh sosok seorang kakak di dalam hidup nya . Roy sangat mengerti akan hal itu Lucifer sangat menyayangi Princess sebagai kakak nya tapi dia tak bisa tinggal dengan kakak nya itu . Lucifer pun menyayangi Roy dan Rion seperti kakak nya tapi dia juga tak mampu untuk tinggal bersama nya . Roy menghembuskan nafasnya pelan menyenderkan tubuhnya di sandaran kursi dengan mata terpejam