
Berita mengenai ledakan rumah besar keluarga Costra menyebar begitu cepat di khayalak publik belum lagi soal menghilang nya 2 perusahan besar yaitu Costra Company dan Pratama Company dua perusahan besar yang masih memiliki hubungan keluarga itu lenyap dalam satu malam begitu pun Mansion Pratama juga hangus terbakar tanpa menyisakan jejak . Berita itu sontak membuat publik geger dan mereka bertanya tanya siapa pelaku di balik itu semua.
Suara sirene mobil polisi saling bersahutan dengan suara mobil ambulance, beberapa polisi berjaga di luar rumah besar keluarga Costra yang sudah hangus terbakar menyisakan puing puing bangunan yang sudah menghitam karena si jago merah. Terlihat beberapa petugas mengotong beberapa jenazah yang sudah hangus terbakar garis polisi melintang dari ujung ke ujung bangunan bahwa tak boleh di lewati beberapa wartawan mencoba menerobos masuk tapi di hadang oleh polisi yang tengah berjaga di sekitar rumah. Beberapa wartawan juga mengadakan siaran langsung dari lokasi kejadian
******
Dering suara ponsel membangunkan seorang pria tampan yang masih nyenyak di alam mimpi dia meraba raba nakas di samping tempat tidur nya guna menemukan benda pipih persegi panjang itu
" Halo". ucap pria itu dengan lesu nya karenan nyawanya belum sepenuhnya berkumpul
" Apa kau sudah melihat berita terbaru hari ini ? ". tanya Kevin di seberang sana
" Berita apa ? aku tak perduli aku masih sangat mengantuk ". seru pria yang tak lain adalah Justin
" Lihatlah berita nya di tv kau pasti akan kaget". seru Kevin dan langsung memutuskan sambungan telpon nya
Justin bangun sambil memicingkan matanya jam menunjukkan pukul 9 pagi dia merogoh remot tv di nakas samping tempat tidur nya
Klik
Tv pun menyala menampilkan berita terbaru mengenai ledakan di rumah keluarga Costra begitupun tentang hilang nya dua perusahan besar itu dan sontak membuat Justin menatap tajam ke arah Tv yang sedang menyala itu. Justin segera bangkit dari tidur nya dan bergegas menuju ke kamar mandi dan bersiap untuk pergi ke markas.
******
" Bagaimana hasil nya , Dok ? ". Princess bertanya dengan nada lirih
Dokter pria itu tampak melepaskan kacamatanya dan menaruh nya dengan perlahan di atas meja kemudian membuka map yang berisi hasil tes medis dari Lucifer " Apa anda adalah keluarga pasien ?". tanya sang Dokter
" Saya kakaknya ". seru Lucas yang duduk di samping Princess
" Apa selama ini pasien tak pernah memberitau soal penyakit nya?". tanya sang Dokter menatap Lucas dan Lucas hanya mengeleng kan kepalanya
" Jadi bagaimana dok ?". panik Princess dengan wajah pucat pasi nya
" Hasil tes menyatakan kalau pasien menderita Leukemia dan sudah termasuk Leukemia Akut". ucap sang Dokter dengan hembusan nafas kasar
Degg
Bagaikan tersambar petir di siang bolong Princess memegang dadanya yang terasa sesak tak terasa matanya menetes kan cairan bening
" Dokter pasti salah kan ! itu tak mungkin ?". Lucas masih belum bisa mempercayai diagnosa dari dokter
" Kami tak pernah salah dalam mendiagnosa pasien rumah sakit ini termasuk yang paling terbaik di Singapura dengan alat alat medis kualitas International ". jelas sang Dokter
Hiksss.........Hiksss...... Tangis Princess pecah seketika setelah mendengar apa yang di katakan dokter , Lucas langsung memeluk Princes dan menepuk pundak nya untuk menenangkan nya
" Jadi apa solusi nya Dok ?". tanya Princess dengan bibir bergetar karena dia sedang menangis
" Hanya ada satu solusi yaitu Transplasi sumsum tulang tapi untuk mencari yang cocok dengan pasien itu sangat sulit. Kita bisa saja mendapatkan orang yang mau mendonorkan sumsum tulang nya tapi belum tentu itu cocok dengan tulang sumsum pasien ". jelas Dokter
Princess masih menangis di pelukan Lucas sesekali dia mengelap ingus nya dengan baju yang Lucas kenakan
" Kalau begitu saya permisi". pamit Lucas
" Kau keluar lah aku ingin bicara empat mata dengan Dokter". ucap Princess melepaskan pelukan Lucas dan Lucas menurut langsung keluar dari ruangan Dokter
Princess menatap sang dokter dengan tajam " Lakukan yang terbaik dok , dan kirimkan data hasil diagnosa pasien ke email saya ". titah Princess dengan wajah datar nya dan sang dokter pun mengangukkan kepalanya menuruti keinginan Princess
" Saya hanya ingin menambahkan bahwa pasien harus segera melakukan Transplasi sumsum tulang jika tidak saya tidak bisa memastikan bahwa pasien akan selamat . Jika di prediksi dari kondisi pasien sekarang mungkin pasien akan bertahan selama 6 bulan dan setelah itu ..." . Jelas sang Dokter menjeda ucapan nya menatap Princess
" Jangan pernah bicara hal buruk mengenai adik saya ! jika tidak aku tak akan segan untuk merobek mulut mu itu ". tekan Princess dengan tatapan mengintimidasi ke arah sang dokter dan menyebabkan dokter itu menjadi gugup seketika . Princess langsung keluar dari ruangan dokter dengan raut wajah datar nan dingin
Di dalam ruang rawat Lucifer terlihat Lucas tengah duduk di sofa sembari memejamkan mata nya sedangkan di sebelahnya Mark tengah sibuk dengan ponselnya
Ceklekk
Pintu kamar terbuka menampilkan Princess berjalan masuk sambil memasukan ponsel ke dalam sakunya , Princess menatap Lucifer yang terbaring di ranjang dengan selang infus di tangan nya lalu tatapan nya beralih menatap Lucas dan Mark
" Kita harus segera membawa Lc ke Jerman ! aku sudah menelpon Lee dia akan merawat Lc di sana ". kata Princess berjalan menuju sofa dan mendudukan dirinya di samping Lucas
" Baik ! aku akan mempersiapkan segala sesuatu nya ". ucap Mark beranjak bangkit berdiri sedangkan Lucas masih memejam kan mata nya
" 2 jam lagi kita akan berangkat !!". titah Princess tegas dan mutlak tak ingin terbantah kan
" Eummm'' Mark langsung pergi setelah mendengar ucapan Princess
Lucas membuka mata nya lalu menatap Princess " Apa kau memberitau Peter ?". tanya Lucas
" Ya !!! dia akan langsung menyusul kita ke Jerman". jelas Princess yang masih terus menatap Lucifer . Princess tak bisa menyembunyikan bahwa sekarang dia tengah khawatir dengan kondisi Lucifer
2 Jam kemudian mereka sampai di Bandara
" Kau harus memastikan bahwa saat kami pergi situasi harus terkendali". kata Lucas menepuk pundak Mark sebelum memasuki pesawat
" Aku paham ! hubungi aku bila terjadi sesuatu". ucap Mark dan Lucas hanya mengangukkan kepalanya lalu masuk ke dalam pesawat di ikuti oleh Roy dan Rion selalu orang kepercayaan Princess sekaligus pengawal pribadi nya. Beberapa saat kemudian pesawat lepas landas meninggalkan Singapura
" Sudah ! kita hanya bisa berharap semoga cepat menemukan nya ". ucap Lucas terdengar lirih tangan nya masih setia mengengam tangan Lucifer erat
*******
Mobil Justin berhenti tepat di markas RB dia langsung bergegas masuk ke dalam untuk menemui sahabat nya Kevin
" Bagaimana ini bisa terjadi ? bukankah Costra Company dan Pratama Company bekerjasama dengan Citrus Corporation ?". tanya Justin setelah masuk ke dalam ruangan nya dan melihat Kevin tengah menatap komputernya
" Entah !! menurut mu siapa pelaku nya ? mungkin kah malaikat pembunuh itu lagi ? tochh ,,,,, tochh aku sungguh mengidolakan nya ". ucap Kevin
" Kau !!! seharusnya kau mencari tahu tentang kejadian ini !". Justin terlihat frustasi
Kevin bangkit berdiri dari duduk nya " Ikutlah ada yang ingin aku tunjukkan ". ucap Kevin berlalu pergi dan di ikuti oleh Justin
" Apa ?". Justin menatap Kevin saat ini mereka tengah berada di ruang kendali
" Ini lihatlah !!! aku sudah mencari tau bahkan aku langsung datang ke tempat kejadian tapi kau tau hasilnya nihil tanpa menyisakan jejak. Pelaku nya membuat seolah olah karena kebocoran tabung gas dan konsleting listrik". kata Kevin memberikan map kepada Justin
" Benar benar cerdas dan licik !". ucap Justin tak percaya dengan apa yang dia baca
" Mungkin kah malaikat pembunuh ? hanya dia yang mampu melakukan ini ! kau tau dia sudah termasuk buronan International dengan harga kepalanya mencapi 100 Trillium ". ucap Kevin menggelengkan kepalanya nya
" 100 Trillium? apa kau yakin ? dari mana kau dapat berita semacam itu ? ". Justin seolah tak percaya
" Pihak kepolisian sudah menyerah untuk menanggani kasus pembunuhan seperti ini ! oleh sebab itu malaikat pembunuh di jadikan buronan International dengan harga fantastic untuk orang yang bisa menangkap nya". ucap Kevin menyandarkan tubuhnya di samping meja
" Benarkah? ". Justin memijit pelipisnya seolah tak habis pikir dengan semua ini
" Kau lupa sudah berapa banyak pembunuhan seperti ini !! yang aku heran mereka menjadikan malaikat pembunuh sebagai buronan International tanpa rupa tak ada seorang pun yang tau wajah dari si malaikat pembunuh lalu bagaimana caranya untuk menangkap nya ". Kevin sedikit tertawa dengan kebodohan pihak kepolisian
Mereka hanya tidak tau kalau malaikat pembunuh di sematkan untuk sang Princess . Princess yang bagaikan monster saat membunuh musuh nya tak ada ampun atau kesempatan kedua karena darah harus keluar dari dalam tubuh musuh nya jika sudah berani mengusik kehidupan Princess.
" Tadi kau bilang ada yang ingin kau tunjukkan ! Apa ? ". tanya Justin menatap Kevin mode serius
Kevin berbalik lalu menatap layar moniter besar di hadapan nya tangan nya bergerak lincah di atas keyboard " Lihat seseorang mengirim satelit baru ke ruang angkasa dan tepat di sebelah satelit milik Vlaron". seru Kevin menunjuk layar monitor yang menunjukkan rekaman ruang angkasa
" Lalu ? biarkan saja selagi tidak menggangu satelit Vlaron itu tak masalah!". ucap Justin tapi kenyataan nya dia sudah mengetahui soal keberadaan satelit itu dan dia juga sudah mencoba untuk mencari tahu tapi sampai sekarang belum menemukan titik terang siapa pemilik satelit itu
" Apa kau tak curiga ? ". Kevin menatap Justin penuh tanya
" Maksud nya ?". Justin bersikap seolah dia tak mengetahui apa apa
" Kau tau titik fokus satelit ini hanya 2 negara yaitu Singapura dan China ! Apa kau tak curiga ? aku pikir satelit ini bukan milik pihak Pemerintah" . kata Kevin
" Kau benar ! aku pun tak tau satelit itu milik siapa dan apa kegunaan nya ". kata Justin menatap layar monitor di hadapannya
" Jadi kau sudah mengetahui nya ? Astaga kenapa tak memberitahu aku sebelumnya?". tanya Kevin
" Sekarang kau sudah tau kan !". jawab Justin enteng
" Kau!!!! tapi aku hanya bingung kenapa titik fokus nya hanya 2 negara saja ? apa mereka sedang memantau sesuatu ?". ucap Kevin
" Entah !!! menurut mu mereka siapa ? Mafia kah atau pihak lain ? ". Justin balik bertanya
" Entah ". Kevin mengangkat kedua bahunya acuh
*******
Di Jerman
Princess berjalan turun dari dalam pesawat di ikuti oleh Lucas , Roy dan Rion di belakangnya. Nampak Lee sudah menunggu kedatangan nya mobil ambulance pun sudah terparkir tepat di depan pesawat . Beberapa orang anak buah Lee membantu memindah kan Lucifer dari dalam pesawat menuju mobil ambulance yang sudah di siap kan.
" Apa semua nya sudah siap?". tanya Princess tapi mata nya melihat sekeliling Bandara banyak mafioso Scorpion sedang berjaga di area Bandara
" Sudah ! ayo kita pergi ". kata Lee beranjak memasuki mobil ambulance dan di ikuti oleh Princess sedangkan yang lain nya menggunakan mobil lain.
Mobil mereka meninggalkan area Bandara menuju rumah sakit milik Lee yang berada di Jerman beberapa saat kemudian mereka telah sampai . Para dokter dan suster sudah menunggu di lobi mereka dengan sigap membantu memindah kan Lucifer menuju ke ruang rawat yang sebelumnya sudah di siapkan oleh Lee.
Princess berjalan dengan langkah gontai mata nya sedikit bengkak karena terus menangis di dalam pesawat , Lucas menghampiri nya lalu memeluk nya " Tenang Baby! Lc akan baik baik saja ". ucap Lucas dengan lembut
Princess mendongak menatap mata Lucas " Benarkah dia akan baik baik saja ? aku gagal menjaga nya hiks..... hiksss... hiksss...". tangis Princess kembali pecah saat mengingat bahwa dia telah lalai menjaga Lucifer
" Dia akan baik baik saja". seru Peter menghampiri mereka di ikuti Liu di belakangnya
Princess dan Lucas menoleh dan melihat Peter dan Liu sudah di belakangnya " Maafkan aku ! aku gagal menjaga nya". ucap Princess dengan bibir bergetar tubuhnya pun ikut bergetar karena rasa takut nya saat ini
" Dia akan baik baik saja !! dan itu harus". kata Peter dengan dingin nya
Hiksss.... Hiksss... Princess masih menangis dan Peter yang melihatnya cukup terharu sampai tak sadar dia juga ikut menangis, Peter tak menyangka seorang Princess bisa menangis demi seseorang yang tak memiliki hubungan apapun dengan dirinya dan itu membuat Peter semakin yakin jika Lucifer akan aman bila berada di dekat Princess
" Berhenti lah menangis dan ikut aku sekarang ada yang ingin aku sampaikan !". ucap Lee menghampiri mereka semua
" Baik". ucap Lucas lalu menarik Princess agar mengikuti Lee